
Berlin terus mengejar Taksi yang membawa Wiway .
*Ciitt!!
Ia segera menghentikan mobilnya dan memperhatikan gadis itu keluar dari taksi dengan seksama.
"Ternyata dia menemui Aby, apa dia ingin meminta maaf karena telah mengecewakannya. Atau ada maksud lainnya," Karena penasaran Berlin segera turun dan mengendap-endap mengikuti Wiway.
"Ada apa kau datang kemari?" tanya Aby
"Maafkan aku By," ucap Wiway gugup
"Kau tidak perlu minta maaf, aku tahu kau pasti akan melakukan hal itu makanya aku sudah mempersiapkan diri agar aku tidak terluka," jawab Aby mencoba tegar
"Kalau saja bukan karena mahluk penunggu Gunung Salak itu, aku pasti memenuhi janjiku." terang Wiway
"Sudahlah, mungkin semuanya memang sudah takdir jika kita memang tidak mungkin bersama. Toh lagipula Pernikahan itu hanya formalitas aja untuk membuat Ezza membencimu bukan. Jadi santai saja," jawab Aby dengan penuh Wibawa
"Makasih atas pengertiannya By, sekali lagi maaf bila sudah membuat mu kecewa. Kedatangan ku kali ini hanya ingin mengambil semua barang-barang ku di loker. Aku akan berhenti bekerja sebagai asisten mu. Semoga kamu tidak marah dengan keputusan ku,"
"Ngapain aku harus marah, lakukan saja semua yang kau ingin lakukan," jawab Aby
Wiway kemudian segera mengambil barang-barangnya di lokernya kemudian berpamitan dengan kedua rekan kerjanya.
"Lo tega banget ya Wi sama Mas Aby, kasian loh dia. Padahal selama ini dia sudah baik sama kamu, tapi apa balasan kamu, kamu malah menyakiti hatinya," ucap Marimar dengan wajah juteknya
"Hooh, walaupun sebenarnya kita senang kalian gagal nikah, tapi jujur saja aku sedih banget melihat Mas Aby patah hati. Selama ini belum pernah aku melihat sesedih itu dan seperti sangat terpukul dengan kejadian semalam. Jika aku jadi dia mungkin aku lebih baik bunuh diri daripada harus menanggung malu. Jika kamu masih punya hati maka sembuhkanlah luka Mas Aby sebelum kau meninggalkannya." ujar Susan
Mendengar ucapan kedua rekan kerjanya membuat Wiway berkaca-kaca.
"Aku memang salah telah mencampakkan Aby tapi aku melakukan itu karena aku tidak mencintainya. Meskipun aku tetap menikah dengannya tetap saja dia tidak akan pernah memiliki hatiku. Karena aku sudah menambatkan hatiku pada satu orang pria saja yaitu Ezza. Dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah menggantikan posisinya di hatiku dengan orang lain. Bukankah aku lebih baik meninggalkannya sekarang dan berterus terang padanya jika aku tidak mencintainya, daripada aku harus pura-pura menikah dengannya tapi aku tidak pernah membuka hatiku untuknya dan aku terus memikirkan lelaki lain saat aku bersamanya. Jadi katakan mana yang harus aku lakukan, menolaknya atau berpura-pura menerima cintanya?" tanya Wiway membuat dua gadis itu terdiam mendengarnya.
"Kau benar-benar licik Wiway, habis mania sepah kau buang. Setelah Aby mati-matian membela dan melindungi mu sekarang kau membuangnya seperti sampah," umpat Berlin
Wiway kembali memasuki ruang kerja Aby sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan tempat itu.
"Apa kau masih kesal denganku?" tanya Wiway
"Aku marahpun tidak akan membuat mu berubah pikiran dan meninggalkan Ezza bukan?" tanyanya gusar
__ADS_1
Wiway hanya terdiam tanpa bisa menjawab pertanyaan Aby.
"Sudahlah jangan baper, aku baik-baik saja kok tidak seperti yang di katakan oleh dua karyawan ku itu. Aku bahagia asal kau bahagia Wi. Jadi tetaplah menjadi Wiway ku yang ceria dan penuh cinta. Jangan gusar hanya karena omongan orang. Tetaplah menjadi sahabat ku dan aku selalu siap membantumu jika kau mempunyai masalah atau kesulitan. Pintu rumahku akan selalu terbuka untukmu jika kau ingin singgah atau menginap sesekali, jangan sungkan apalagi canggung Jika ingin meminta bantuan ku," tutur Aby membuat Kristal bening berjatuhan membasahi wajah cantik Wiway.
Melihat Wiway tersedu-sedu di depannya membuat Aby langsung memeluk gadis itu dan mengusap lembut rambutnya.
"Jangan gusar, kau tahu kan aku paling tidak bisa melihat kamu menangis," jawab Aby mencoba menenangkannya.
"Maafkan aku By, mereka benar. Selama ini kamu sudah sangat baik padaku tapi aku malah menyakiti mu, sekali lagi maaf," ucap Wiway tersedu-sedu.
"Jangan pernah dengarkan orang lain. Kamu tidak pernah jahat padaku Wi, justru kedatangan mu dalam hidupku membuat hidupku semakin berwarna. Terima kasih sudah hadir dalam hidupku dan menjadi penyemangat ku selama ini," ucapnya lirih.
"Aku tidak menyangka jika Mas Aby benar-benar mencintai Mahluk astral itu," ucap Berlin sinis
Cukup lama Berlin mengamati gerak-gerik Wiway dari kejauhan. Namun gadis itu mendadak pergi meninggalkan tempat itu setelah tak mendapatkan apa yang diinginkannya.
"Sial aku pikir aku akan mendapatkan sesuatu yang berharga saat mengikuti Wewe Gombel itu, tapi ternyata aku hanya melihat kebucinan dukun sialan itu," keluhnya sembari melesatkan mobilnya meninggalkan tempat itu.
*********
Pagi itu Berlin sengaja mengunjungi kediaman Ezza untuk melihat kondisi Derry yang tinggal di rumah Ezza pasca kecelakaan motor yang menimpanya.
"Sepertinya sulit menemukan paku bumi itu di rumah ini, sepertinya aku harus segera menjalankan misi kedua. Semoga rencana ini berhasil, aamiin."
Gadis itu segera merapikan penampilannya saat seseorang membukakan pintu untuknya.
"Sore Om," sapanya ramah.
"Sore Be, tumben kamu datang ke sini sambil bawa tentengan. Memangnya ada perlu apa sampai repot-repot bawa buah segala," ucap Wisnu
"Kebetulan saya mau jenguk Derry Om, aku dengar dia tinggal disini pasca kecelakaan itu. Lagipula gak enak kan kalau nengokin orang sakit tanpa bawa apa-apa,_" jawab Berlin
"Oh begitu, aku kira kamu bawain buah itu buat Om, eh ternyata buat Derry." goda Wisnu
"Jangan khawatir Om, aku memang sengaja membawa dua keranjang buah. Satu buat Om, satu lagi buat Derry," Berlin segera memberikan parsel buah kepada lelaki itu.
"Terimakasih Be, jadi enak ini kalau tiap hari dibawain buah seperti ini,"
"Tenang saja Om, calon mantu siap membawakan satu keranjang buah setiap harinya buat Om," sahut Berlin menyunggingkan senyumnya
__ADS_1
"Makasih ya calon mantu," jawab Lelaki itu kemudian mengajak Berlin masuk.
Wisnu kemudian mengantar Berlin menuju kamar Derry.
"Makasih Om," ucap Berlin saat tiba di kamar Derry
"Sama-sama Be," jawab Wisnu kemudian meninggalkan mereka.
"Selamat sore Der,a pa kabar?" sapa Berlin menghampiri Derry
"Sore Be, Alhamdulillah aku sehat," lelaki itu kemudian duduk di bibir ranjangnya.
"Tumben Lo baik sama gue sampai bawain buah segala," ucap Derry kemudian mengambil sebuah jeruk dan memakannya.
"Dih kok kamu gitu, perasaan selama ini aku selalu baik sama kamu deh," sahut Berlin
"Iya baik kalau ada maunya," cibir Derry
"Tahu aja Lo Der," sahut Berlin sembari menyunggingkan senyumnya.
"Terus apa maksud kedatangan mu kali ini tanya ?" tanya Derry
"Baiklah lebih baik aku berterus terang kepada kamu, toh benar juga apa katamu," Berlin kemudian segera menanyakan perihal penyebab Derry mengalami kecelakaan.
Derry kemudian menceritakan semuanya kepada Berlin tanpa sedikitpun terlewatkan.
"Kado?" tanya Berlin
"Iya,"
"Apa kamu tahu isi kado itu?" tanyanya lagi
"Entahlah, aku juga gak mau kepo apa isinya," jawab Derry
"Lalu dimana kado itu?"
"Aku sudah berikan pada Wiway," jawab Derry
"Sayang sekali kau tidak tahu isinya, padahal aku penasaran sekali apa isinya," ucap Berlin kemudian bergegas meninggalkannya.
__ADS_1
"Tunggu Be!" seru Derry membuat gadis itu menghentikan langkahnya.
"Sepertinya aku tahu apa isinya," ucap Derry membuat Berlin menyeringai mendengarnya.