
Loker Wiway, kenapa aku mendadak penasaran dengannya,
Aku ingin menitipkan sesuatu yang berharga padamu, aku tahu kau bisa dipercaya By.
Perlahan Aby menghampiri loker itu dan membukanya.
*Kriieett!!
"Paku Bumi!!" seketika ia tercengang melihat sebuah benda tergeletak di dalam loker itu.
Jadi ia selama ini menyimpannya di sini,
Ia mengambilnya dan menatap lekat paku emas itu.
Ia segera menuju ke ruang kerjanya dan membuka sebuah buku kuno warisan ayahnya.
"Akhirnya aku bisa mengakhiri semua ini," ucap Aby sumringah
*Dep!!
Saat lampu di kampus tiba-tiba padam, terdengar suara para mahasiswa berteriak ketakutan.
"Aaaaaaaaa!!"
Hampir sebagian keluar dari kelasnya membuat suasana menjadi gaduh.
*Tap, tap, tap!!
Ezza menghentikan langkahnya ketika tiba-tiba ruangan menjadi gelap dan terdengar suara-suara para mahasiswa berteriak histeris.
Ia segera membalikan badannya dan berlari kembali ke kelasnya.
Wiway, semoga tidak terjadi sesuatu
denganmu,
Ia segera berlari menuju ke kelasnya.
Sementara di tempat berbeda, tampak seorang pria terlihat sedang khusuk membaca mantera. Bau asap kemenyan dan wewangian kembang telon memenuhi ruangan itu.
"Cepatlah kembali ke wujud mu Wewe Gombel dan bunuhlah lelaki yang bersamamu,"
"Mari akhiri semuanya," imbuhnya
🎶Lingsir wengi sliramu tumeking sirno [Menjelang malam, dirimu(bayangmu) mulai sirna]
Ojo Tangi nggonmu guling [Jangan terbangun dari tidurmu]
awas jo ngetoro (Awas, jangan terlihat (memperlihatkan diri)]
aku lagi bang wingo wingo [Aku sedang marah dan gelisah]
jin setan kang tak utusi [Jin setan ku perintahkan]
dadyo sebarang [Jadilah apapun juga]
Wojo lelayu sebet [Namun jangan membawa maut]🎶
Wiway seketika merasakan tubuhnya begitu panas hingga membuat ia segera berlari menuju kamar mandi. Ia menguyur tubuhnya dengan air namun rasa panas itu tak juga menghilang malah justru semakin bertambah panas hingga kulitnya perlahan melepuh.
"Sial, siapa yang berusaha mengusikku!" serunya berang.
"Arrrrrghhh, panas!!!" seru Wiway
"Dimana kamu Wi!!" seru Ezza memasuki kelasnya yang sudah kosong.
Ia menyalakan lampu ponselnya untuk mencari keberadaan Wiway namun ia tidak menemukan gadis itu di sana.
"Dimana kamu Wi," Ia kemudian segera bergegas pergi dan mencarinya ke setiap ruangan.
"Wiway, dimana kamu!" ia terus mencari sembari berteriak memanggil namanya
Ia kemudian mencoba menelpon Wiway, "Ayo angkat Wi, angkat!!" ucapnya geram
__ADS_1
"Sial," Ezza kemudian menuju ke toilet wanita.
Ia menghentikan langkahnya ketika mendengar suara guyuran air shower di dalam toilet.
"Apa kamu di dalam Wi," ucapnya sembari mengetuk pintu kamar kecil yang tertutup.
Ezza kemudian membuka pintu kamar mandi itu,
*Kriieett!!
"Wiway!!" serunya ketika melihat sesosok wanita tengah mengguyur tubuhnya dengan air.
Ezza segera membalikkan badannya, dan betapa terkejutnya ia ketika melihat sosok Wiway yang berubah menyeramkan.
"Kenapa jadi begini!" serunya kemudian menarik gadis itu dan menutupinya dengan almamaternya.
"Sekarang ayo kita pulang," ajaknya menggandeng lengannya.
Namun Wiway langsung menepisnya,"Pergilah dan tinggalkan aku,"
"Kenapa lagi Wi, jangan bilang kamu menyuruhku pergi karena takut menyakiti ku lagi," sahut Ezza
"Tapi itu memang kenyataannya. Ada seseorang yang sengaja memancing kemarahan ku, jadi pergilah sebelum semuanya terlambat,"
"Jadi ini alasannya kau bersembunyi di sini?" tanya Ezza
"Aku tidak peduli apapun yang akan terjadi denganku, sekarang ayo kita pulang," Ezza menarik lengan Wiway keluar dari tempat itu.
Lingsir wengi
Sepi durung biso nendro
Kagodho mring wewayang
Kang ngreridhu ati
Kawitane
Mung sembrono njur kulino
Nanging duh tibane aku dewe kang nemahi
Nandang bronto
Kadung loro
Sambat-sambat sopo
Rino wengi
Sing tak puji ojo lali
Kembali suara kidung pemanggil hantu berkumandang membuat Wiway langsung kejang dan berteriak kepanasan.
"Arrgghhh, panas!!" serunya sembari melucuti pakaiannya.
Ezza segera menutupi telinga wanita itu dan membawanya pergi.
"Jangan dengarkan lagi itu, lihat aku dan tetaplah fokus padaku," ucapnya lirih
"Aku sudah tidak kuat lagi, minggir!!" seru Wiway mendorong tubuh Ezza hingga terjengkak ke samping.
"Kalau kau berniat membunuh ku muncullah dan tampakkan dirimu, sebelum aku mencabik-cabik tubuhmu," ucap Wiway
"Bunuh lelaki di samping mu,"
Terdengar suara seseorang memerintahkan Wiway untuk membunuh Ezza.
"Dasar brengsek, sampai kapanpun kau tidak akan bisa memerintahkan aku!"
"Bunuh dia atau aku akan membunuhmu!"
"Coba saja kalau bisa!" tantang Wiway
__ADS_1
*Tap, tap, tap!!
Aby berlari memasuki arena kampus yang terlihat sepi.
"Kenapa sepi sekali, bukankah hari ini bukan hari libur," Ia segera masuk kedalam dan memeriksa setiap ruangan.
"Sial, sepertinya ada yang sengaja menutup tempat ini dengan pagar gaib. Aku yakin Wiway dan Ezza masih ada di tempat ini," Ia segera naik ke lantai dua.
Wiway mencabut beberapa rambutnya dan melemparnya kearah dukun itu.
"Arrgghhh, dasar Wewe Gombel sialan. bagaimana dia bisa memburuku di tempat ini," keluh sang dukun mencoba melepaskan diri dari gulungan rambut yang mengikatnya.
Kena kau dukun laknat!
Wiway segera menarik rambutnya dan tidak lama kemudian seorang dukun melesat menghantam dinding bangunan.
*Bruugghh!!!
Wiway segera mendekati lelaki itu dan menyeret tubuhnya.
"Sekarang kau harus merasakan apa yang aku rasakan brengsek!" seru Wiway kemudian melempar tubuh lelaki itu.
"Hahahahaha!!" dukun itu tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan Wiway
"Dasar mahluk bodoh, pantas saja mahluk seperti dirimu tidak diterima di bumi ataupun di langit, jadi mati saja kau!" sahut dukun itu segera berjalan mendekatinya.
Wiway yang geram segera melesat menyerang lelaki itu. Lelaki itu dengan sigap langsung menghindari serangan Wiway dan menancapkan sebuah paku ke kepalanya hingga tubuh Wiway langsung jatuh seketika.
"Matilah kau Wewe Gombel!" Ia kembali mengambil sebuah paku dan menjambak rambut Wiway.
"Sekarang kembalilah ke Neraka!"
"Tidakkkkkk!!" Ezza segera melesatkan tendangannya kearah dukun itu hingga ia terhempas menjauh dari Wiway.
"Apa kau baik-baik saja Wi," ucap Ezza
Ia segera membopong tubuh wanita itu dan membawa pergi.
Tidak lama terdengar sebuah suara seseorang membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an membuat Wiway kesakitan.
"Tolong bawa aku pergi dari sini sayang, aku tidak kuat lagi," ucap Wiway dengan tubuh yang mulai mengeluarkan asap
"Iya sayang, kamu sabar ya," ucap Ezza kemudian bergegas meninggalkan tempat itu.
*Bruugghh!!
"Arrgghhh!!" Ezza mencoba bangun saat sang dukun dengan sengaja menjegal langkahnya hingga ia jatuh tersungkur.
"Tidak akan ku biarkan kau membawa lelembut ini meninggalkan tempat ini," dukun itu menjambak rambut Ezza dan kemudian melepaskan pukulannya kepada lelaki itu.
"Harusnya kau tidak perlu ikut campur agar aku tidak perlu menyakiti dirimu," ucap lelaki itu kemudian menusuk Ezza
"Ezzaaa!!" seru Wiway menggerakkan tangannya berusaha menggapai Ezza yang terkulai di lantai.
"Sekarang akan aku kirim kalian berdua ke Neraka agar cinta kalian abadi selamanya," imbuhnya kemudian mengarahkan pisau itu kembali ke perut Ezza.
"Arrrrrghhh!!!" lelaki itu mengerang kesakitan saat Ezza menusuk matanya dengan bulpen di tangannya.
Ia berjalan sempoyongan menghampiri Wiway, "Bertahanlah sayang, aku pasti akan menyelamatkan mu," ucap Ezza menggendong tubuh Wiway
"Aku sudah tidak kuat lagi Za, suara ayat-ayat suci itu aku tidak kuat menahannya," jawab Wiway dengan suara lirih
"Bertahanlah sebentar lagi sayang, aku tahu kau pasti kuat," ucap Ezza mencoba menahan air matanya.
Semakin lama suara alunan ayat suci itu semakin memenuhi area kampus.
"Percuma saja kau menolongnya Ezza, karena dia akan mati juga,"
"Berlin, jadi kau yang memanggil mereka!" seru Ezza begitu geram melihat Berlin di tempat itu.
"Nyawa harus di bayar nyawa, bunuh dia Aki," ucap Berlin menyeringai
"Kau!!" seru Ezza menahan amarahnya
__ADS_1
"Bawa dia pergi dari sini, biar aku yang akan menghadapi mereka," ucap Aby menghampiri mereka.