
"Bukankah ini kosan Ezza, hmm ... jadi gadis itu tinggal di sini,"
*Tap, tap, tap!!
Roy melangkahkan kakinya mendekati pintu kosan.
"Kenapa suasana disini mendadak horor gini," ucap lelaki itu mengusap tengkuknya yang mulai merinding.
Meskipun takut, namun rasa penasaran membuat Roy memberanikan diri menyibak gorden kosan itu untuk melihat apa dilakukan oleh Wiway di dalam kosan.
Ia melihat gadis itu merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Allahu Akbar, Allahu Akbar,"
"Sudah adzan, sebaiknya aku pulang. Lebih baik besok saja aku ke sini lagi untuk memberikan pelajaran pada gadis sialan itu," ucap Roy lirih
*Deg!!
Seketika wajah lelaki itu memucat saat melihat Wiway berubah menjadi sesosok mahluk menyeramkan.
"Ha..ha...han tuu!!" ia segera menutup rapat mulutnya dan menutup kembali gordennya saat Wiway menoleh kearahnya.
*Dep, dep, dep!!
Suasana semakin mencekam manakala lampu di kosan itu mulai mati nyala. Lelaki itu buru-buru meninggalkan tempat itu ketika lampu kosan mati nyala, dan mahluk gaib itu bangun dari tidurnya.
*Braakkkk!!!
"Arrgghh!!" Roy segera bangun dan berlari meninggalkan tempat itu.
***********
"Apa kau benar-benar ingin tahu alasanku menolong mu hari ini?" tanya Aby membuat suasana tiba-tiba menjadi hening
"Hmmm,"
"Aku menolong mu karena aku tidak tega melihat kehidupan mu yang begitu menderita, bahkan mereka masih menyiksamu saat kau seharusnya beristirahat tenang di alam kuburmu. Jujur ku katakan aku begitu menyesal pernah berusaha membunuhmu waktu itu. Sudah terlalu lama kau hidup menderita dengan menjadi mahluk jadi-jadian seperti sekarang, aku yakin kau sangat tersiksa dengan semua ini dan ingin hidup damai di alam mu. Jika perkataan ku benar, aku ingin sekali membantumu untuk kembali ke alam keabadian dan beristirahat dengan tenang di sisiNya." terang Aby membuat Wiway tercengang mendengarnya.
"Sebagai dukun kau pasti tahu bagaimana cara mencabut paku laknat ini dari kepalaku bukan, tidak munafik aku juga ingin sekali kembali ke alam keabadian dan mengakhiri semua ini. Tapi semuanya berubah semenjak aku bertemu Ezza, entah kenapa mendadak aku melupakan semua penderitaan ku dan aku ingin terus ada di dunia selamanya. Aku ingin hidup bahagia bersamanya, meskipun aku tahu dia tidak akan pernah membalas cintaku. Setidaknya bisa melihat senyumnya itu sudah membuat ku bahagia,"
"Tapi kau berada dalam bahaya jika terus berada di dunia ini dengan kondisi mu seperti ini. Kau akan jadi makanan empuk bagi para Iblis dan mahluk astral yang lebih kuat darimu. Kau juga tak akan luput dari incaran dukun sakti yang akan menjadikan mu sebagai budak untuk mendapatkan banyak keuntungan,"
"Aku tahu itu, dan aku siap dengan konsekuensi yang harus aku hadapi. Bukankah semua yang ada di dunia ini tidak gratis, semuanya perlu pengorbanan aku siap mengorbankan apapun demi bisa bersama Ezza."
__ADS_1
"Jangan bodoh Fatimah, kau hidup bahagia di alam keabadian, jadi jangan sia-siakan kesempatan itu dengan hidup seperti ini,"
"Keputusan ku sudah bulat, dan aku akan melakukan apapun demi mewujudkan impianku itu," sahut Wiway
"Kalau begitu izinkan aku untuk menjadi sahabat mu, ijinkan aku menebus kesalahanku dengan melindungi mu,"
Wiway tersenyum simpul mendengar ucapan Aby.
"Tentu saja, aku senang bisa mempunyai sahabat seperti mu," sahut gadis itu mengulurkan tangannya
*************
"Wiway!!" seru Ezza mencari keberadaan gadis itu.
"Kemana dia, kenapa tidak ada di kosan. Jangan bilang dia sedang menganggu anak-anak kecil lagi. Dasar Wiway usil!" lelaki itu segera keluar dari kosannya.
"Ezza," sapa Wiway dengan wajah manisnya
"Darimana saja kamu, jam segini baru balik!" sungut Ezza menatapnya tajam
"Biasalah, aku tidak bisa menahan jiwa usil ku yang meronta-ronta saat adzan Maghrib berkumandang," sahut wanita itu berkelakar.
"Haish, sudah ku duga. Kalau kau ingin tinggal denganku maka kamu harus merubah kebiasaan mu itu, karena aku tidak suka dengan hantu usil,"
"Hilih, gombal!"
"Aku tuh serius Za, mana berani aku gombalin cowok yang aku suka. Kau tahu kan aku sangat-sangat menyukai mu jadi tidak mungkin aku membohongi mu. Apa perlu kita membuat kesepakatan agar kau percaya padaku?' sahut Wiway
"Terserah kau sajalah,"
"Oklah kalau begitu," jawab Wiway dengan riang
Gadis itu kemudian berdiri dengan sikap sempurna di hadapan Ezza.
"Ehemm, tes positif, negatif!" serunya membuat Ezza menahan tawa melihat tingkah konyolnya.
"Janji Wiway, demi cintaku kepada Ezza my honey bunny sweaty aku berjanji, satu tidak akan mengganggu anak-anak di malam hari, dua tidak akan berpindah ke lain hati ataupun menggoda para lelaki demi menjaga hati Ezza my honey," ucap wanita itu antusias
"Benarkah kau tidak akan berpaling ke lain hati ataupun menggoda cowok lain?" tanya Ezza
"Hmmm, walaupun dengan berat hati. Karena sebenarnya aku sudah berikrar untuk menjadi seorang playgirl jika aku di beri kesempatan hidup lagi, sebab aku benci menjadi wanita setia yang selalu dikhianati. Tapi tak apalah semuanya akan ku lakukan demi dirimu, apapun akan ku lakukan asal bisa bersamamu dan melihat senyummu." papar Wiway mengedipkan matanya.
"Menyedihkan, kau pasti dulu sangat menderita saat masih hidup," sahut Ezza
__ADS_1
"That's right baby, tapi dahlah semuanya sudah berakhir dan aku bahagia karena sekarang aku menemukan mu,"
"Hmmm, mungkinkah ini kurma dari Tuhan karena aku sering menyakiti hati perempuan, sehingga aku harus terjebak dalam fantasi cinta Wiway Gombal!" ucap Ezza
"Siapa bilang cintaku padamu hanya fantasi. Asal kau tahu aku menjadi dengan tulus bahkan aku bersedia melakukan apapun agar bisa selalu bersamamu. Harusnya kamu tuh bahagia karena aku ini adalah anugrah terindah yang Tuhan berikan untukmu, eeeaaa!"
"Iyain aja deh biar seneng," sahut Ezza
***********
Pagi harinya ....
"Sebaiknya kau ikut ke kampus saja, aku takut jika kau di kosan ibu kos bisa tahu keberadaan mu dan mengusir mu,"
"Yeay, senangnya bisa ikut kuliah denganmu!" seru Wiway bersorak bahagia
"Tapi ingat, kau tidak boleh menarik perhatian banyak orang apalagi membuat kegaduhan,"
"Ok siap," jawab gadis itu memberi hormat padanya
"Kuy naik!" seru Ezza menyalakan sepeda motornya.
Wiway segera duduk dibelakang Ezza dan melingkarkan tangannya di pinggang pemuda itu.
"Bisakah kau melepaskan pelukanmu, aku kesulitan bernafas," ucap Ezza merasa tidak nyaman saat Wiway memeluknya begitu erat
"Ok," jawab wanita itu melonggarkan pelukannya.
Sepuluh menit kemudian keduanya sudah tiba di halaman kampus.
Wiway tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat tiba di kampus itu, ia terus berjalan dengan riang tanpa menghiraukan semua lelaki yang terus memandanginya dengan tatapan penuh kekaguman.
*Grep!!
Ezza segera menarik lengan gadis itu dan menggandengnya ketika melihat seorang lelaki mulai mendekatinya.
Wiway tersenyum simpul melihat perlakuan Ezza padanya.
*Deg!
Ezza menghentikan langkahnya, saat melihat Roy di depannya.
*Plaaakkk!!!
__ADS_1
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Wiway.