
#Cerita ini hanya fiktif belaka, nama tokoh, nama tempat, dan semua yang adegan serta ritual di dalam novel ini adalah murni hasil khayalan author semata. Jika ada kesamaan maka itu hanya kebetulan dan tidak di sengaja.#
"Sebagai mahluk yang sudah tak berdaya apalagi tak memiliki kekuatan seperti diriku bagaimana aku bisa menolak permintaan mu. Katakan saja apa yang kau inginkan dariku," jawab Ki Parto
"Aku sudah memasang santet mematikan dalam diri Ezza, aku ingin kau mengeksekusinya malam ini!"
Ki Parto begitu berang mendengar NYI Sumi akan membunuh Ezza. Ia segera beranjak dari duduknya dan mencekik wanita itu.
"Kau, jangan harap kau bisa membunuhnya, kau pikir aku akan tinggal diam jika kau membunuh satu-satunya orang yang bisa membantu ku bisa mati dengan tenang hah!" seru lelaki itu mencekiknya.
"Arrrrrghhh!!, lepaskan aku sayang," ucap Sumi memohon
"Aku harus mengakhiri penderitaan ku dengan membunuh mu," sahut Ki Parto semakin memperkuat cekikannya membuat Sumi kehabisan napas.
Wanita itu berusaha mencari apapun yang ada di dekatnya untuk menghentikan aksi brutal Ki Parto yang ingin membunuhnya.
*Buuugggghhh!!!
Ki Parto jatuh tersungkur setelah Sumi menimpuk kepalanya dengan tempat Lilin.
"Harusnya kau berterima kasih karena hanya aku yang mau membantumu saat tidak ada seorangpun yang mau menolong mu, Parto. Kalau bukan rasa cintaku padamu aku juga tidak Sudi merawat mayat hidup seumur hidupku," ucapnya kemudian menendang tubuh lelaki tua itu.
*************
"Bagaimana keadaan Ezza Aki, apa dia bisa disembuhkan?" tanya Wiway begitu khawatir
"Santet yang dikirim padanya adalah santet mematikan yang hanya bisa disembuhkan oleh pengirimannya. Tapi jangan khawatir aku akan berusaha untuk menyelamatkannya," jawab Lingga
"Terimakasih Aki,"
"Sama-sama Wi," Wiway kemudian mengantar lelaki itu keluar dari kamarnya.
"Besok aku pasti akan datang lagi untuk melihat keadaannya, malam ini aku ingin bersemedi mencari untuk mencari wangsit, kali aja dapat penawar santet yang menyerang Ezza," ucap Lingga
"Makasih Aki, semoga berhasil semedinya," sahut Wiway
"Aamiin,"
"Le, anakku yang paling ganteng, ayah minta kamu menginap di sini malam ini. Aku ingin kau membantu Wiway menjaga Ezza malam ini." tukas Lingga menepuk pundak Derry
"Baik Ayah,"
"Alhamdulillah, makasih Le. Kalau begitu ayah pamit ya," Lingga kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Malam semakin larut, Wiway masih gelisah di samping suaminya yang masih belum sadarkan diri.
Sementara itu Derry tetap mengawasi keduanya di ruang tamu.
Seekor burung gagak tiba-tiba saja hinggap di atap rumah Wiway, burung itu seperti memberikan isyarat akan datangnya bencana.
Mendengar suara burung gagak membuat Derry segera keluar dan melihat apa yang terjadi.
"Semoga saja bukan kabar buruk," ucapnya sembari menatap burung gagak yang masih bertengger di atap rumah itu.
Tidak lama burung itu terbang meninggalkan tempat itu.
*Wuusshh!!
Tiba-tiba saja beberapa bola-bola api melesat kearah Derry membuat pemuda itu segera melompat ke samping menghindari serangan bola-bola api yang semakin lama semakin banyak.
"Sial, aku sepertinya dia tahu kapan harus menyerang," umpat Derry
__ADS_1
Ia kemudian duduk bersila dan memusatkan konsentrasinya. Ia kemudian menggerakkan tangannya menghalau bola-bola api itu dan mengembalikannya kepada pengirimannya.
"Arrgghhh!!" NYI Sumi terjungkal saat bola-bola api kirimannya berbalik menyerangnya.
"Dasar kurang ajar, siapa yang berani membuat ku seperti ini."
"Oh kulit ku, kulit ku kenapa jadi keriput seperti ini," Sumi begitu kaget ketika mendapati seluruh tubuhnya mulai keriput dan menua.
Wanita itu buru-buru mengambil cermin dan melihat wajahnya.
"Oh tidak, kenapa wajahku kembali menua," ia berusaha mengusap cermin itu dan kembali melihat wajahnya.
"Aku kembali menua karena belum mendapatkan irisan daging Wewe Gombel itu lagi. Baiklah sepertinya kali ini aku harus kejam terhadap Wiway karena hanya dia satu-satunya yang bisa membuat kecantikan dan tubuh mudaku kembali," ucap Sumi menyeringai.
"Arrgghhh!!" Wiway terkejut dan langsung membelalakkan matanya ketika mendengar suara teriakan Ezza.
"Kamu kenapa sayang," ucapnya menghampiri lelaki itu.
Ezza terus mengeram sembari berusaha mencekik lehernya.
Wiway berusaha menarik tangan Ezza agar tidak melukai dirinya sendiri.
*Buuggghhh!!
Ezza yang sudah kerasukan jin menghantam tubuh Wiway saat wanita itu akan menarik lengannya.
"Kamu tidak papa Wi?" tanya Derry membantunya berdiri
"Tidak apa-apa, sebaiknya kamu cepat tolong Ezza,"
Derry segera menghampiri Ezza yang terus berteriak sembari mencoba melukai tubuhnya sendiri.
"Sadar bro!" seru Derry menampar wajah Ezza membuat lelaki itu langsung membulatkan matanya dan menatapnya bengis.
"Kalau kau benar-benar dukun sakti, keluar dari tubuh sahabatku dan lawan aku!" imbuhnya
"Hahahaha!!" Ezza hanya tertawa mendengar ucapan Derry
"Jangan karena sukma mu dilindungi oleh Khodam Penjaga membuat mu besar kepala anak muda," jawab Ezza kemudian berjalan mendekati Derry
"Cih, tentu saja aku harus sombong agar tua Bangka seperti dirimu tahu diri dan tidak menganggu orang lain hanya demi mendapatkan sesuatu yang seharusnya bukan milikmu," sahut Derry
"Tutup mulut mu bocah tengik!" hardik Ezza kemudian menyerang Derry
Ia menyerangnya bertubi-tubi membuat Derry kewalahan menghadapinya.
"Astoge Za, sadar bro aku sahabatmu," ucap Derry saat Ezza terus memukulinya.
Wiway yang melihat Derry terdesak segera mendorong Ezza hingga lelaki itu terjungkal ke samping.
"Beraninya kau menyentuh ku Wewe Gombel!" seru Ezza berang
Ia segera bangun dan menghampiri Wiway. Sorot matanya yang tajam membuat Wiway langsung mengenali sosok yang merasukinya.
"Kau!!"
Ezza segera menjambak rambut Wiway dan menghempaskan wanita itu hingga tersungkur ke lantai.
"Seandainya saja aku bisa membunuhmu sekarang, pasti akan aku lakukan," Ezza kembali menyeret Wiway dan membenturkan kepala wanita itu ke tembok.
"Matilah kau Wewe Gombel!"
__ADS_1
"Lepaskan dia Za!" seru Derry mencoba menghentikannya, namun bukannya berhenti menyiksa Wiway ia mahal semakin keras membenturkan kepala wanita itu hingga darah segar mengucur deras ke pelipisnya.
"Sepertinya ini tidak bisa di biarkan, sepertinya percuma saja gue mengalah dengan dukun itu. Sekarang saatnya beraksi," Derry segera menarik lengan Ezza dan menatapnya tajam.
"Look at me Za!" serunya membuat Ezza menatap tajam kearahnya.
πΆdon't care who you are
Where you're from,
don't care What you did
As long as you love me
Who you are
Where you're from
Don't care what you did
As long as you love meπΆ
"Astoge Derry kirain mau ngapain eh malah nyanyi, dasar dudul," keluh Wiway menggelengkan kepalanya
Ezza hanya terdiam saat mendengar suara merdu Derry.
"Gimana Za, pasti Lo terkesima kan mendengar suara merdu gue," ucap Derry tersenyum padanya
Ezza mengangguk pelan dan tersenyum padanya.
"Syukurlah kalau kau suka. Sekarang ikut Abang nyok," ajak Derry menggandeng lengan pemuda itu.
"Kemana bro?" tanya Ezza menghentikan langkahnya
Derry menoleh kearah Ezza, "Aku ingin membantumu menemui ajal mu Aku, jadi ikutlah denganku jika kau ingin mengakhiri penderitaan mu," sahut Derry membuat Ezza terkejut mendengarnya.
"Siapa kau, darimana kau tahu banyak tentang diriku?" tanya Ezza
"Jika kau bisa membunuh ketua sekte Bumi Loh Jinawi dengan ajian pelebur Sukma maka aku bisa melakukan hal yang sama padamu," jawab Derry
"Kalau begitu lakukanlah," sahut Ezza
"Keluarlah dari tubuh sahabatku jika, karena aku tidak mungkin membahayakan sahabatku karena dirimu,"
"Tapi meskipun aku keluar dari tubuhnya, kau tetap tidak bisa mengobati sahabatmu itu
Karena hanya sang pengirim santet yang bisa mengobatinya."
"Apa bukan kau yang mengirim santet itu?"
"Untuk apa aku mengirim santet padanya. Asal kau tahu hanya dialah satu-satunya orang yang bisa menghentikan penderitaan ku. Aku sengaja merasukinya agar ia bisa bertahan hidup sampai kalian bisa menemukan cara mengobatinya, aku yakin hanya kau dan kedua temanmu yang bisa mengobatinya." tukas Ezza penuh harap
*Wuuushhh!!!
Seketika sebuah bola api melesat kearah mereka membuat Ezza langsung mendorong Derry ke samping.
*Buuggghhh!!
Seketika tubuh Ezza ambruk dan menghitam setelah terkena bola api itu.
To be continued....
__ADS_1
Jangan lupa dukung author dengan cara kasih like komen dan favoritkan novel ini. Love you all πππ.