Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 11. Maafkan aku


__ADS_3

"Wah aku dapat !!" seru Wiway berjingkrak-jingkrak saat mendapatkan sisa nasi kotak


"Pengemis baru, beraninya dia mencari makanan di wilayah ku,"


*Buuggghhh!!


Seketika Wiway jatuh terjerembab ke aspal saat seorang lelaki mendorongnya dan mengambil kotak makanan dari tangannya.


*Deg!!


"Wiway," Ezza menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Wiway yang meringis kesakitan.


"Jangan pernah mencari makanan di wilayah ku atau kau akan aku habisi!" ancam lelaki itu membuat Wiway geram


"Dasar manusia brengsek, beraninya kau menghardik ku, apa kau sudah bosan hidup!" seru gadis itu mengepalkan tangannya.


Melihat lelaki itu merundung Wiway, Ezza segera berlari menghampiri wanita itu untuk membantunya.


*Tap, tap, tap!!


Wiway segera bangun dan berjalan menghampirinya.


"Dasar j*lang sialan, beraninya kau menatapku seperti itu!" ucap lelaki itu berang ketika merasa terintimidasi oleh Wiway


"Sekarang matilah kau!" seru gadis itu


*Grep!!


Tiba-tiba Ezza langsung menariknya saat Wiway akan mencekik lelaki itu.


"Jangan lakukan itu Wi," ucap Ezza memeluknya dari belakang.


"Lepaskan aku!" seru Wiway


"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu membunuh laki-laki itu, aku tidak bisa membiarkan dirimu manjadi hantu jahat. Bukankah kau bilang kamu adalah hantu baik dan tidak sombong, jadi please jangan biarkan amarahmu merubah mu menjadi iblis jahat!" Ezza berusaha menyadarkan Wiway yang sudah dikuasai oleh amarahnya.


"Minggir!" seru Wiway mendorong Ezza hingga ia terhempas menghantam tong sampah.


*Braakkk!!


Lelaki itu ketakutan ketika melihat Wiway menghempaskan tubuh Ezza.


"Arrgghhh!!" Ezza segera bangun dan berlari menghampiri Wiway


Leleki itu benar-benar ketakutan melihat Wiway yang bersiap menerkamnya. Ia terus beringsut mundur mencoba menghindarinya.


"Cepat pergi!"


Ezza,segera menarik lengan gadis itu dan memeluknya erat.


"Sadarlah Wiway, jangan menarik perhatian banyak orang jika kau tidak mau kembali ke Bukit Gombel," ucap pemuda itu mengusap lembut rambutnya


Seketika Wiway luruh di pelukan Ezza.


"Maafkan aku Za," sesalnya lirih


"Syukurlah sekarang kau sudah sadar," sahut Ezza melepaskan pelukannya.


"Maafkan aku atas kejadian malam itu, aku begitu egois sehingga menyudutkan dirimu, sekali lagi maaf,"

__ADS_1


"Tidak perlu minta maaf, lagipula aku sudah melupakannya."


"Maafkan aku yang sudah membuat mu jadi seperti ini, pasti kau sangat kesulitan hidup di kota metropolitan sendirian tanpa uang. Sampai-sampai kau harus mencari makan dari tempat sampah," sesal Ezza


"Sudah biasa Wewe Gombel makan sampah, bahkan kotoranpun suka aku sulap menjadi makanan untuk ku berikan pada anak-anak nakal," jawab Wiway tersenyum kecut


"Kau pasti lapar bukan, kalau begitu ayo kita cari sarapan!" ajak Ezza


"Yeay!!" Wiway bersorak bahagia dan menggandeng lengan Ezza


"Aku mau sarapan steak," ucap wanita itu bergelayut manja di lengan Ezza


"Ok, tapi kamu mandi dulu ya, bau soalnya!"


"Ok!" sahut gadis itu mengedipkan matanya.


Ezza kemudian mengajak Wiway ke sebuah butik.


Ia memilih beberapa baju sembari menunggu gadis itu mandi.


"Aku sudah selesai," ucap gadis itu tersenyum di belakang Ezza


"Sekarang ganti bajumu pakai yang ini," Ezza memberikan sebuah blouse cantik kepada gadis itu dan Wiway segera masuk ke ruang ganti.


Tidak lama gadis itu keluar dengan senyuman manis di wajahnya.


"Tara!!" ucapnya riang


"Nice!" ucap Ezza mengacungkan jempolnya.


"Sekarang ayo kita makan steak!" seru Wiway langsung bergelayut manja di lengan pemuda itu.


Ia kemudian melesatkan mobilnya menuju ke sebuah restoran.


Wiway begitu senang ketika menikmati makanannya, ia bahkan menghabiskan enam porsi steak membuat Ezza hanya menggelengkan kepalanya melihat ***** makan Wiway yang begitu besar.


"Apa sekarang kau senang?"


"Seneng banget, sampai-sampai aku tidak bisa melukiskan kegembiraan ku dengan kata-kata, pokoknya lope-lope Ezza!" u


"Kan, kan mulai lagi lebaynya," sahut Ezza membuat Wiway terkekeh mendengarnya.


"Btw semalam kau tidur dimana?" tanya Ezza


"Apa kau begitu khawatir padaku?" tanya Wiway dengan mata berbinar-binar.


"Tentu saja aku khawatir jika kau menakut-nakuti orang-orang atau menyerupai wajah seseorang untuk mencuri tempat tidur mereka,"


"Ish, nyebelin. Aku semalam tidur di rumah kosong, puas Lo!" seru Wiway kesal


"Syukurlah, aku lega mendengarnya,"


"Dasar nyebelin!"


"Baru kali ini aku lihat ada hantu marah," ucap Ezza tertawa melihat raut wajah kesal Wiway.


"Bukankah itu Wewe Gombel yang semalam, bagaimana bisa dia muncul di siang hari," ucap Aby terkejut melihat Wiway keluar dari restoran.


"Oh, dukun itu!!" Wiway segera berlari ketika melihat sosok Aby di tempat itu.

__ADS_1


"Wiway tunggu!!" seru Ezza berusaha mengejarnya.


"Sial, kenapa dia bisa melihat ku," Aby berlari mengejar gadis itu.


"Wiway tunggu!!" seru Ezza terengah-engah mengejar Wiway yang lari begitu cepat.


*Wuussshh!!


"Apa itu," Ezza terkejut ketika melihat sekelebat bayangan melesat mengejar Wiway.


"Apa dia ketakutan karena mahluk itu, kalau begitu aku harus mengejarnya," Ezza kembali berlari menyusulnya.


*Wuussshh!!


"Mau lari kemana lagi kau Wewe Gombel," ujar Aby berhasil menghadangnya.


Wiway benar-benar terpojok melihat lelaki itu menghadang langkahnya, ia segera membalikan badannya dan berniat kabur namun lelaki itu berhasil menghentikan langkahnya. Ia menahan gadis itu dengan menyentuh kepalanya.


"Sekarang kau tidak akan bisa lari lagi dariku. Aku begitu penasaran kenapa makhluk gaib seperti dirimu bisa muncul di siang hari, padahal itu sesuatu yang mustahil bagi seorang hantu sepertimu," ia menekan kepala gadis itu dengan keras hingga asap mulai mengepul dari kepala Wiway


"Sakit!" seru gadis itu mencoba melepaskan diri dari cengkeramannya.


"Bersiaplah untuk kembali ke asal mu Wewe Gombel," ucap Aby menyeringai.


Ia mulai memejamkan matanya dan merapalkan mantera.


Sejenak lelaki itu bisa melihat kehidupan Wiway sebelum ia meninggal.


Ia melihat penderitaan gadis itu saat masih hidup, dan yang lebih membuatnya terkejut ialah ketika ia melihat seorang dukun yang menusukkan paku di kepalanya.


"Sekarang aku tahu kenapa kau bisa muncul di siang hari," lelaki itu membuka matanya dan menatap sendu wanita di depannya.


"Kau pasti sangat tersiksa dengan kehidupanmu ini. Kau sudah menderita ketika masih hidup bahkan mereka juga tetap menyiksamu ketika kau sudah mati. Maafkan aku," Aby kemudian melepaskan tangannya dari kepala Wiway.


"Dasar bajing*n, apa yang kau lakukan pada Wiway ku!" seru Ezza mendorong lelaki itu dan menangkap tubuh Wiway yang terkulai lemas.


"Bangun Wi, bangun!!" seru pemuda itu menepuk-nepuk pipi gadis itu.


"Sepertinya dia bukan lelaki sembarangan, dari tatapan matanya dia pasti memiliki kekuatan supranatural yang tinggi sehingga bisa mengalahkan Wiway. Aku tidak punya pilihan lain selain kabur agar bisa menyelamatkan Wiway," Ezza kemudian menggendong Wiway dan berlari meninggalkan Aby yang terus menatap gusar kearah Wiway.


To be continued.....


Halo teman-teman semua, kemarin aku baca salah satu komen kalian dan akan menjawabnya disini. Ada yang penasaran dengan wajah Wiway kan, baiklah di chapter kali ini Zahra akan memberikan bocoran kaya apa sih Wiway itu. Secantik apa sih dia hingga membuat Ezza dan Aby begitu terpukau dengannya.


Kuy Check this out!!!



Wiway : Dih othor mah jahara, itukan foto gue kalau pas magrib 🤧🤧🤧. Padahal aku tuh cute banget loh aslinya,


Othor Zahra : Wkwkwkwk


Wiway : 😏😏😏😏😏, siap-siap aja aku culik nanti malam kalau gak di ganti 😏😏😏


Othor Zahra : Ok Wi, Sans 😉😉



tuh Wiway Gimbal versi siang hari 😅😅

__ADS_1


Wiway: Thank Othor 😘😘😘, lope² sekebon toge 💋💋💋💋


__ADS_2