Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 85. Kau tetap kesayangan ku


__ADS_3

*Tak, tak, tak!!!


Semua mata terpana melihat sosok wanita cantik nan anggun berjalan memasuki lobby kampus.


"Wah cantiknya!" seru setiap lelaki berdecak kagum.


"Assalamualaikum semuanya!" sapanya ketika memasuki ruang kelasnya.


"Waalaikum salam," jawab semuanya kompak


Hampir semua pria tak berkedip menatap wanita cantik itu, tak terkecuali Ezza dan Derry.


"Wow cantik banget,"


"Jaga mata Za, ingat Wiway. Yang ini biar buat gue aja," tukas Derry segera menutup mata Ezza


"Apaan si Lo!" tukas Ezza segera menyingkirkan tangan Derry yang menutupi matanya.


"Boleh saya duduk di sini?" tanya gadis itu lirih


"Di sini???" tanya Derry tak percaya ketika wanita itu memilih duduk di sampingnya.


"Iya Derry, aku ingin duduk di samping mu. Apa kau keberatan?" tanyanya tersenyum simpul padanya


"Oh silakan saja, btw kamu kenal aku?" tanya Derry salah tingkah


"Tentu saja, masa iya aku gak kenal sahabat ku sendiri," sahut gadis itu melepaskan kacamata hitamnya


"Astoge Berlin?" ucap Derry tak percaya melihat gadis itu ada di depannya.


"Iya Der, aku balik lagi ke Jakarta setelah dua bulan menenangkan diri ke luar negeri," jawab Berlin membuat Ezza terkejut melihat perubahan gadis itu.


"Beneran ini Lo Be?" tanya Ezza tak percaya


"Iya Za, emang ada yang beda ya?" sahut Berlin balik bertanya


"Hooh, tambah cantik," jawab Derry


"Terimakasih Der, tapi aku merasa masih sama saja kok. Hanya alisku saja yang berbeda karena aku melakukan sulam alis," tandas Berlin


"Tetep aja Lo kelihatan beda Be, apalagi Lo sekarang pakai jilbab jadi makin manis," sambung Ezza


"Ehemm, ingat Wiway. Jangan celamitan!" seru Derry


"Selama dia gak tahu, gak masalah bro," sahut Ezza


"Dih dasar buaya got," celetuk Derry membuat semuanya tertawa mendengarnya


"Emang ada buaya got Der?" tanya Berlin


"Ada Be, buaya got itu buaya yang selalu amnesia kalau gak ada pasangannya di sisinya." sahut Derry


"Sa ae Lo Bambang," celetuk Ezza

__ADS_1


"Silakan duduk Be," ucap Derry mempersilakan Berlin duduk


"Tersungging aku, ada cewek cantik mau duduk di samping gue," imbuhnya langsung di sambut kekehan Berlin.


"Kenapa gak nyungsep aja sekalian Der," sahut Ezza


"Sirik Lo Za," jawabnya mencebikkan bibirnya


"Maaf gue ini sultan jadi gak mungkin sirik,"


"Iyain aja deh biar seneng," sahut Derry menatap lekat Berlin


"Kenapa sih lihatin gue kaya gitu?" ucap Berlin tersipu


"Karena Lo cantik Be, dan kecantikan seorang wanita itu harus di kagumi dan dihayati supaya tetap abadi," jawab Derry


"Emang lagu dihayati!" celetuk Ezza


"Diem lo buaya got!" cibir Derry menutup mulutnya


"Ikan hiu makan ketan, giliran ada cewek baru sahabat dilupakan," tukas Ezza


"Ikan hiu lagi tamasya, suka-suka gue Za," jawab Derry


"Ikan hiu makan manusia, bisa diam ga!"


Semuanya langsung terdiam kecuali Derry dan Ezza yang masih saling berbalas pantun.


"Ikan hiu makan Roti, jangan gampang marah si," tukas Derry terus menatap wajah Cantik Berlin tanpa menyadari kehadiran Mr. Saragih di depannya.


"Ikan hiu makan kuaci, maaf gak bisa si,"


"Ehemmm!!" seru Mr. Saragih


"Eh," ucap Ezza langsung menatap lelaki di depannya.


Seketika pemuda itu langsung terdiam, dan membalikkan badannya.


"Ikan hiu lagi bengek, minum obat dulu Za biar gak bengek," sahut Derry


*Braakkkk!!!


Derry langsung terkejut ketika Mr. Saragih menggebrak mejanya.


"Ikan hiu naik sepeda, selamat pagi pak," ucapnya sembari menyunggingkan senyumnya


"Ikan hiu makan ular, cepat bangun dan keluar!!" teriak Mr. Saragih


"Ikan hiu dapat hadiah, dapat salam pak dari Zubaidah," ucap Derry kemudian mengambil tasnya


"Siapa Zubaidah?" tanya Mr. Saragih menghentikan Derry


"Zubaidah yang bapak ajarin berenang di Waterboom," bisik Derry membuat Mr. Saragih membelalakkan matanya.

__ADS_1


"Astaga, Ikan hiu minum kopi, kalau gitu kamu duduk lagi," tukas Mr. Saragih langsung berjalan menuju meja dosen


"Ikan hiu makan sawo, terimakasih dan gomawo," jawab Derry mengedikkan alisnya.


********


Saat jam istirahat siang Wiway sengaja datang ke kampus untuk membawakan makan siang Ezza. Gadis itu tersenyum menatap Ezza yang sedang duduk menyendiri di taman.


"Sayang, maaf aku telat. Kamu pasti kelamaan nunggu ya," sapanya kemudian duduk di sampingnya.


"Gak kok Wi, aku baru saja keluar kelas." Jawab Ezza tanpa menoleh kearahnya.


"Kamu ngeliatin apa sih kok sampai aku di kacangin," tukas Wiway penasaran


"Gak lihat apa-apa Wi, gue cuma lagi menghayati," sahut Ezza tetap tak bergeming


"Ehemm!!" Wiway segera menatap ke depan untuk melihat apa yang di lihat oleh Ezza.


"Siapa gadis itu, sepertinya dia sangat familiar," ucap Wiway memperhatikan seorang gadis yang sedang dikerubuti oleh banyak mahasiswa di taman.


Gadis itu melirik kearah Wiway dan menyunggingkan senyum sinisnya.


Berlin, aku yakin itu dia. Meskipun kau merubah penampilan mu tapi kau tidak bisa menipu ku.


Wiway kembali menoleh kearah Ezza yang masih tak berkedip menatap Berlin.


"Kalau kedatangan ku menganggu dirimu, lebih baik aku pergi saja. Aku tinggalkan makan siangnya di sampingmu. Jangan lupa makan agar kamu bisa merebut kembali hati mantan pacarmu itu," tukas Wiway kemudian bergegas pergi meninggalkannya.


"Hooh Wi, thanks ya," jawab Ezza membuat Wiway mendengus kesal dan berlalu pergi.


"Astoge, apa yang aku katakan tadi," ucap Ezza segera mengejar Wiway.


"Sayang tunggu!!" serunya menyusul gadis itu


"Jangan marah Wi, aku tadi cuma khilaf sesaat," tukas Ezza menahan gadis itu.


"Gak papa kok Za, aku gak marah. Wajar saja kalau kamu mengagumi Berlin, yang gak normal itu kalau kamu menyukai mahluk halus seperti diriku," sahut Wiway


"Tuh kan gitu, mulai deh bapernya. Dengarkan aku Wiway sayangku yang unyu-unyu, aku tuh memang terkesima dengan penampilan baru Berlin tapi bukan berarti aku menyukainya ataupun ingin balikan lagi sama dia. Aku cuma penasaran saja kenapa dia berubah drastis seperti itu. Swear aku gak ada maksud lain ataupun apalah itu. Sampai kapanpun kamu tetap kesayangan aku Wiway sayang, dan kau takan tetap manjadi Ratu di hatiku selamanya," ujar Ezza menatapnya lekat.


"Gombal,"


"Siapa yang gombal sayang, aku serius. Kalau kau tak percaya belalah dadaku, kau pasti akan melihat namamu terukir indah dalam hatiku," jawab Ezza


"Masa sih," jawan Wiway mencebikkan bibirnya


"Iya sayang, btw kamu jangan monyong-monyong gitu dong," sahut Ezza


"Emang kenapa??" tanya Wiway


"Kau tahu kan, aku paling gak kuat lihat bibir mungil mu itu. Bibirmu itu bak candu yang selalu membuat ku selalu ingin mencumbunya. Jadi please jangan goda aku seperti itu,"


"Dasar Omes," tukas Wiway

__ADS_1


"Tapi kamu suka kan," sahut Ezza langsung menarik gadis itu dan mencium bibirnya.


__ADS_2