
"Hari ini beneran kita mau ngedate?" tanya Wiway sedikit ragu
"Tentu, kita akan melakukan kencan layaknya pasangan kekasih lainnya," jawab Ezza menggandeng lengan gadis itu
"Uh, so sweat banget kamu," ucap Wiway berbunga-bunga.
"Pertama-tama kita photo couple dulu buat BG hp biar samaan," ucap Ezza kemudian mengajak Wiway untuk berswafoto.
*Ceklik!!
"Wah bagus banget Za,"
Ezza kemudian mengambil ponsel Wiway dan tidak lama ia mengembalikannya.
"Cintaku Ezza, duh so sweat banget sih kamu, jadi makin lope-lope deh sama kamu," ucap Wiway terharu.
"Sekarang kita jalan yuk," ajak Ezza segera naik keatas motornya.
"Kuy," sahut Wiway langsung duduk di belakangnya.
Wanita itu langsung melingkarkan tangannya ke pinggang Ezza.
Keduanya kemudian meluncur menuju ke pusat perbelanjaan. Ezza mengajak Wiway ke sebuah butik dan membelikan ia beberapa gaun dan juga busana santai lainnya.
"Coba kamu pakai yang ini," ucapnya sembari memberikan sebuah gaun berwarna peach padanya.
Wiway segera masuk ke ruang ganti dan tidak lama keluar dari tempat itu, "Gimana Za?" tanyanya sembari berpura didepannya.
"Awesome, sepertinya mulai sekarang kamu harus sering memakai gaun selain warna putih. Biar terlihat lebih ceria," ucap Ezza
"Ok," sahut gadis itu mengeringkan matanya.
"Sekarang kita mau pergi kemana Za?"
"Bagaimana kalau nonton?"
"Hmmm, aku kurang suka nonton bioskop Za. Dari dulu aku tuh pengin banget jalan ke taman rekreasi terus naik wahana bianglala, naik komedi putar dan juga roller coaster," sahut Wiway
"Memangnya kamu belum pernah ke taman hiburan?" tanya Ezza
"Belum,"
"Kasian sekali, baiklah kalau begitu kita ke taman rekreasi saja," Ezza kemudian mengajak Wiway pergi ke taman hiburan.
"Kamu tahu gak kenapa aku lebih suka naik motor sama kamu daripada naik mobil?" tanya Ezza
"Mungkin supaya gak macet kali," sahut Wiway
"Salah,"
"Biar hemat,"
"Salah,"
__ADS_1
"Terus apa dong?" Wiway balik bertanya
"Karena aku pengin jadi imam kamu. Kamu tahu kan kalau imam itu adanya di depan bukan dibelakang," jawab Ezza membuat Wanita Langsung tersipu-sipu.
"Mmmm, mulai deh mode buayanya," ucap Wiway membuat Ezza tertawa mendengarnya
"Kan kamu yang ngajarin Wi,"
"Eh benar juga sih, hehehehe,"
"Kamu tahu bedanya Indomie sama kamu?" tanya Ezza
"Gak tahu," sahut Wiway
"Kalau Indomie aku suka rasanya, tapi kalau kamu aku suka apa adanya, eeaaa" sahut Ezza membuat Wiway langsung memukul-mukul manja dadanya.
"Unncch jadi gemes deh sama kamu,"
"Coba gantian donk Wi, aku juga kan kangen gombalan kamu," ucap Ezza
"Ok, ikan, ikan apa yang bikin baper?" tanya Wiway
"I kangen kamu,"
"Salah,"
"Terus apa dong," sahut Ezza
"Kamu dulu playgirl ya Wi, kok pinter banget ngegombal?" tanya Ezza
"Bukan, aku dulu tuh wanita Soleha yang menghabiskan hidupku sebagai ibu rumah tangga. Setelah lulus kuliah orang tuaku melarang aku untuk mencari kerja meskipun mereka tahu jika aku ini lulus dengan nilai membanggakan. Bagi mereka karier itu tidak penting untuk seorang wanita karena setinggi apapun jabatan dan pendidikan seorang wanita pada akhirnya mereka akan tetap berkutat seputar sumur, dapur, dan kasur. Baginya karier cemerlang ku akan sia-sia jika aku sampai telat nikah. Makanya setelah lulus kuliah ibu langsung menjodohkan aku dengan putra sahabatnya. Dan sejak saat itu hidupku ku habiskan sebagai seorang ibu rumah tangga sampai akhir hayat ku." kenang Wiway
"Kau tidak usah sedih Wi, kau masih bisa melakukannya sekarang. Aku janji akan mewujudkan semua keinginan mu yang belum pernah terwujud saat kau masih hidup dulu. Anggap saja ini adalah kesempatan kedua kamu untuk menikmati hidupmu yang dulu belum pernah kau rasakan." sahut Ezza
"Benarkah,"
"Tentu saja, seorang Ezza Sinatria tidak pernah ingkar janji,"
"Makasih banget Ezza, aku tidak salah memilihmu," ucap Wiway memeluknya erat
"Sama-sama Wi, sekarang sudah sampai kuy turun,"
Wiway segera turun dan memasuki area taman hiburan bersamanya.
"Sekarang kamu mau naik apa dulu?" tanya Ezza
"Aku mau naik Bianglala dulu, sepertinya asyik menikmati pemandangan alam dari ketinggian,"
"Ok, tunggu disini sebentar aku beli tiket lebih dulu," ucap Ezza kemudian segera menuju ke loket penjualan tiket
Tidak lama kemudian ia sudah kembali, dan segera mengajak Wiway menuju area bianglala.
"Ayo naik Wi,"
__ADS_1
"Gak jadi ah, aku takut," sahut gadis itu keluar dari baris antrian
"Takut kenapa?" tanya Ezza menyusulnya
"Aku takut ketinggian," jawabnya lirih
"Gak usah takut, kan ada Abang Ezza yang akan menjaga dan melindungi mu. Kalau kamu takut tinggal peluk Ezza, pasti rasa takutmu jadi hilang," ucap Ezza mengulurkan tangannya.
"Gak mau ah, tetep takut," sahut Wiway tak bergeming
"Kalau kamu tidak mencobanya sekarang kalau kapan lagi, bukankah kau sendiri yang sangat ingin menikmati wahana ini. Ingat Wi di akhirat gak ada Ferish Wheel," ucap Ezza membuat Wiway gamang.
"Sekarang genggam erat tanganku dan tutup matamu," imbuhnya
Wiway segera mengikuti semua instruksi lelaki itu dan Ezza segera menuntut Wiway ke Bianglala.
Lelaki itu terus memeluknya errat karena Wiway begitu ketakutan dan menyembunyikan wajahnya dalam dekapannya.
"Sekarang buka mata kamu," ucapnya pelan membuat Wiway perlahan membuka matanya.
"Wah indah sekali," ucapnya lirih.
"Sekarang kita berada di puncak ketinggian, jangan lihat kebawah jika kau takut."
Wiway seketika menjadi ketakutan ketika angin mulai menggoyangkan tempat duduk mereka.
"Aku takut Za," ucapnya sembari menutup matanya, Ezza segera memeluk gadis itu dan mengusap lembut rambutnya.
"Jangan takut ada aku disini,"
**********
Pagi itu di Berlin sengaja menunggu kedatangan Ezza di pintu masuk kampus.
Gadis itu semakin geram ketika melihat kedatangan Ezza bersama dengan Wiway memasuki halaman kampus.
Ia segera berjalan menghampirinya keduanya.
"Jangan bilang jika kau benar-benar meninggalkan aku demi gadis aneh itu!" seru Berlin dengan penuh emosi
"Bukankah kau yang lebih dulu meninggalkan aku, jadi tidak salahkan jika aku mencari pengganti dirimu,"
"Kau salah Za, aku sama sekali tidak ada hubungan dengan Kak Arya. Aku justru membantunya mendekati Wiway denga menjauhkan kalian." jawab Berlin
"Kau pikir aku percaya padamu. Aku sudah mengenalmu dari kecil jadi aku tahu pasti apa yang kau pikirkan saat membantu lelaki itu. Kau bukanlah orang yang mudah membantu orang lain jika tidak menguntungkan untukmu bukan, jadi jangan berdalih lagi, karena semakin kau menyangkal itu hanya akan membuat aku semakin membencimu Be," ujar Ezza
"Jujur awalanya aku memang berharap bisa mendapatkan hati Arya alih-alih aku membantunya, tapi kemudian aku sadar jika dia hanya menyukai Wiway. Jadi please maafin aku," ucap Berlin
"Aku sudah maafin kamu Be," jawab Ezza
"Syukurlah, kalau gitu kita bisa balikan lagi kan?" tanya Berlin lagi
"Aku memang sudah memaafkan mu Be, tapi aku tidak bisa kembali menjadi kekasihmu, karena sekarang aku hanya mencintai Wiway. dan dia adalah satu-satunya kekasihku saat ini," jawab Ezza kemudian meninggalkannya.
__ADS_1