
#Cerita ini hanya fiktif belaka, nama tokoh, nama tempat, dan semua yang adegan serta ritual di dalam novel ini adalah murni hasil khayalan author semata. Jika ada kesamaan maka itu hanya kebetulan dan tidak di sengaja.#
*Grepp!!
Aby segera menarik pundak Ezza dan membawa pemuda itu ke ruangannya.
"Ada apa kau mengajakku kemari?" tanya Ezza
Aby segera menuju meja kerjanya dan mengambil sebuah kotak kecil dan memberikannya kepada Ezza.
"Apa ini?" tanya Ezza terkejut
"Buka saja," jawab Aby membuat Ezza langsung membuka kotak itu.
Pemuda itu tercengang melihat isi kotak itu.
"Paku??' tanyanya sembari menatap lekat benda itu.
"Benar, tapi itu bukan paku biasa. Itu adalah paku Bumi yang bisa mengembalikan Wiway ke dunianya." terang Aby
"Lalu kenapa kau memberikannya padaku,,?" jawab Ezza balik bertanya
"Karena hanya kau yang bisa mengakhiri penderitaan Wiway, andai saja aku bisa aku pasti sudah melakukannya dari dulu,"
"Cih, di kau pikir aku percaya dengan omong kosong mu itu," tukas Ezza
"Terserah kau boleh percaya tau tidak, tapi setidaknya kau harus memikirkan penderitaan Wiway selama ini. Khususnya beberapa hari ini setelah ia sempat menghilang. Jangan sampai kau menyesal," sahut Aby
Aby kemudian memberikan sebuah tautan ensiklopedia tentang.
"Kau bisa baca dulu setelah itu baru putuskan, apa yang seharusnya kamu lakukan," Ezza terdiam dan kemudian membaca link tautan itu.
********
*Bruugghh!!!
Wiway jatuh tersungkur ketika mahluk itu menerkam. Mahluk astral itu terus menyerangnya bak seekor harimau yang kelaparan hendak menerkam mangsanya.
Wiway terkekeh melihat mahluk itu yang terus menerus menyerangnya tanpa ampun.
"Keluarkan semua kekuatan mu Aku, karena sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa membunuh ku!" ucapnya kemudian terkekeh.
Wiway mengeratkan tangannya dan menggerakkan kepalanya, ia kemudian berlari menyerang mahluk itu dengan kukunya yang tajam membuat mahluk itu langsung berteriak kesakitan.
Suara lengkingannya membuat seisi bangunan itu menjadi terguncang.
"Arrrrrghhh!!"
"Aaawwww!!" semua mahasiswa berteriak histeris dan mengira terjadi gempa sehingga banyak berhamburan keluar ruangan.
"Suara apa ini??" Aby segera keluar dan mencari keberadaan mahluk gaib itu.
Begitupun dengan Derry segera kembali ke kampus saat mendengarkan teriakan para mahasiswa. Ia kemudian berdiri di depan lobby kampus dan memusatkan konsensentrasinya. Ia mulai membuka matanya saat merasakan mahluk mengerikan di tempat itu.
Derry segera berlari menuju ke lantai dua, pemuda itu mengandalkan Indra keenamnya untuk melacak keberadaan mahluk itu.
Wiway menyeringai dan kembali melompat sembari melepaskan pukulannya kearah mahluk itu.
*Buuggghhh!!
"Arrgghhh!!" kembali mahluk itu mengerang kesakitan saat terkena pukulan keras Wiway.
Wanita itu tak puas melihat Sosok penunggu pemandian itu berdarah-darah, ia kembali melompat menyerangnya. Kali ini Wiway mencakar wajah dan dada mahluk itu hingga darah hitam mengalir dari tubuhnya.
"Arrgghhh!!" pekik mahluk itu kemudian mendorong tubuh Wiway hingga terhempas menghantam dinding bangunan.
"Sekarang kau akan ingat bagaimana rasanya kematian mahluk jelek!" Wiway menjambak rambutnya dan kemudian melemparkannya kearah mahluk itu .
Seketika rambut-rambut itu berubah menjadi jarum-jarum tajam yang langsung menusuk setiap jengkal tubuh Gondoruwo itu.
Wiway mencabut paku di kepalanya dan kemudian berjalan menghampiri mahluk itu.
Ia kemudian menusuk dada mahluk itu dan menyayatnya hingga ke perutnya. Ia kemudian memasukkan tangannya dan mengeluarkan semua isi perut mahluk itu hingga ia mengerang kesakitan.
"Sekarang pergilah ke Neraka Iblis laknat!" Wiway kemudian memegang kepala mahluk itu dan kemudian memelintirnya.
*Kreekk!!
Mahluk itu kemudian jatuh lunglai ke lantai dan menghilang menjadi kepulan asap hitam.
"Fiuuh, sekarang aku tidak perlu takut lagi menghadap mahluk seperti kalian!" ucap Wiway kemudian melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
*Wuusshh!!
*Brakkkk!!
Sebuah angin kencang berhembus menghantam tubuh Wiway hingga ia terjungkal dan nyaris jatuh dari balkon.
*Greepp!!
__ADS_1
Beruntung Derry segera datang menolongnya, ia segera mengulurkan tangannya dan menarik tangannya keatas.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Derry terengah-engah.
"Minggir!!" Wiway segera mendorong tubuh Derry kesamping saat sebuah kilatan cahaya mengarah kepadanya.
*Jrasshh!!
"Arrgghhh!!" Wiway terpelanting dan jatuh dari atas balkon.
*Buuggghhh!!!
"Siapa kau. Jangan macam-macam dengan cucu eyang subur jika kau tidak ingin celaka!" seru Derry beringsut mundur saat sesosok mahluk hitam berjalan mendekatinya.
"Ternyata kau lelaki yang melindungi gadis itu!!" mahluk itu menyeringai kemudian mencekik leher Derry dan menghempaskan tubuhnya ke dinding bangunan.
*Brakkkk!!
"Arrgghhh!!" Derry mencoba bangun dan berdiri, namun mahluk itu segera menggilas telapak tangannya.
"Arrgghhh!!"
"Aku harus membunuh mu agar istriku bangga padaku," ia menyeret tubuh Derry dan kemudian membantingnya hingga pemuda itu meringis kesakitan.
"Anj*r, kalau begini terus gue bisa mati ini," Derry mencoba merangkak mencoba melarikan diri.
Namun kembali mahluk itu menyeretnya.
"Haish, kena lagi," keluh Derry menyedakapkan tangannya.
"Huaaa papiiih, jangan biarkan putramu yang gantengnya paripurna ini harus tergores apalagi terluka oleh mahluk durjana itu," tukasnya sembari menatap wajahnya di cermin.
"Wew, mau diapain lagi gue om Wowo,"
Mahluk itu segera menyandarkan Derry ke dinding dan meninggalkannya.
"Jangan bilang aku akan di jadikan tumbal untuk melayani para selir mu Om," ucapnya pasrah.
"Kenapa ayah gak datang-datang sih, katanya sehati tapi masa anaknya lagi di risak oleh Om Wowo dia gak sadar. Dasar gak peka," ia kemudian mengambil ponselnya.
"Halo ayah,"
"Halo Derry, ada apa nak?" sahut Lingga
"Tolongin Dede yah,"
"Tolongin kenapa, jangan manja deh."
"Katakan saja apa pesan-pesan terakhirmu,"
"Astagfirullah, kok ayah ngomongnya gitu. Apa ayah sudah tidak sayang lagi sama Dede, apa ayah sengaja biar bisa bikin Dede lagi sama bunda,"
"Mulai lagi deh dramanya. Ya sudahlah, lebih baik aku tutup saja teleponnya daripada mengundang Fatonah,"
"Ya ampun ayah, sungguh teganya dirimu, teganya, teganya, teganya, teganya...." Derry segera mematikan ponselnya saat melihat mahluk itu mendekatinya dengan membawa gada di tangannya.
"Astoge Om, dikira aku ini mutan apa pakai bawa gada segala," ujar Derry kemudian memasukkan ponselnya.
"Makan permen karet dulu ah biar keren," ia mengeluarkan sebuah permen karet dan memasukkannya kedalam mulutnya.
"Dasar anak manusia sombong, masih mau mati saja masih bertingkah!" cibir mahluk itu kemudian mengayunkan gadhanya kearah Derry.
*Greppp!!
"Sudah selesai dramanya, sekarang saatnya beraksi!" Derry segera menahan gada itu dan kemudian melepaskan tendangan keras kearah mahluk itu hingga ia terhempas membentur tiang bangunan.
"Untung tadi sudah minum STMJ plus telor bebek dua, jadi kuat deh," tukas Derry menyunggingkan senyumnya.
"Sudah ku bilang jangan macam-macam dengan cucu eyang Subur, tapi kau masih saja ngeyel. Jadi aku tak bisa tanggung akibatnya," tukas Derry menghampiri Mahluk itu.
"Kau pasti mahluk gaib suruhan Berlin, jangan salahkan aku, jika aku akan mengakhiri hidupmu untuk membebaskan Berlin dari perjanjian gaib itu. Aku juga tidak mau melihat Wiway terluka olehmu, untuk itu jalan satu-satunya adalah dengan menyingkirkan mu dari dunia ini,"
Derry kemudian melompat dan melepaskan tendangan mautnya kearah mahluk itu.
*Buuggghhh!!!
Mahluk itu kembali terhempas dan darah hitam mengalir dari mulutnya.
"Saatnya jurus pamungkas," Derry kembali memasang kuda-kuda bersiap menyerang kembali Gondoruwo itu.
"Astoge, apa ini!" Derry mengambil sebuah benda putih yang bersinar di lantai.
"Ya ampun gigi Om copot ya, wkwkwkwk!" ucap Derry terkekeh ketika mengetahui benda itu adalah gigi Sang Gondoruwo yang tanggal setelah terkena tendangan mautnya.
"Makannya Om, harus rajin gosok Gigi dan jangan lupa pakai sikat gigi yang nyaman di genggaman agar ia tidak berpindah ke lain hati eeaaaa," tukas Derry menggodanya.
"Balikin gigi gue!" seru mahluk itu.
"Balikan gak ya, tapi lumayan juga nih gigi demit bisa buat jimat. Kali aja bisa menaklukkan cewek-cewek cantik atau menambah ketampanan ku agar bisa naik level sejajar dengan Park Seo Jun," tukas Derry
__ADS_1
"Maaf ya Om, barang yang sudah terbuang tidak boleh diambil lagi, karena nanti jadi besar kepala. Lebih baik hempaskan atau kasih ke orang lain saja." imbuh Derry kemudian memasukkan gigi itu kedalam kantong celananya.
"Hati-hati jangan sampai gigiku kena anu mu, bisa bahaya nanti!" tukas mahluk itu
"Emangnya anu ku kenapa Om Wowo?" tanya Derry penasaran
"Akan semakin membesar dan memanjang,"
"Alamak, Alhamdulillah kalau gitu. Jadi gak perlu repot-repot ke mak Erot lagi buat manjangin si Dede. Dan yang jelas cewek-cewek pasti bakal senang dan ngejar-ngejar gue. Secara mereka itu kan lebih suka yang besar dan panjang kaya gitu,"
Mahluk itu berusaha kabur saat Derry sedang mengalihkan perhatiannya kepada gigi di tangannya.
"Oo ... kamu ketahuan, Derry segera melompat dan berdiri di depannya. Jangan coba lari dariku Om karena kemanapun kamu pergi aku akan menemukan dirimu,"
"Bagaimana kalau aku berikan mustika ku padamu dan kau lepaskan aku," tukas mahluk itu mencoba bernegosiasi
"Maaf Om, aku bukan pedagang kaki lima yang biasa bernegosiasi harga. Aku adalah kesatria yang diutus oleh Eyang Subur untuk memberantas mahluk jahat seperti dirimu dan mengusirnya dari dunia ini," Ia segera mengeluarkan keris kecil dari dompetnya.
"Astoge kecil amat kerisnya, gagal keren deh," ucap Derry menggenggam erat benda pusaka itu.
"Bim salabin jadi besar prok, prok!!" seru Derry menggoyangkan benda pusaka itu.
Tidak berapa lama keris itu kemudian memanjang dan membesar.
"Sekaranglah saatnya, Keris Patah Hati!" seru Derry kemudian menggerakkan benda pusaka tersebut dan mengarahkan kepada Gondoruwo itu.
*Wuusshh!!!
*Jrasshh!!!
Derry terpental ketika sebuah tenaga dalamnya menghantam tubuhnya.
"Arrgghhh!!" ia memicingkan matanya melihat siapa yang menyelamatkan mahluk astral itu.
"Ternyata hanya anak ingusan," tukas wanita itu.
"Sebaiknya kau segera pergi dan jangan ikut campur urusan kami jika kau masih ingin hidup," imbuhnya kemudian ia segera melompat dari balkon.
"Wiway!" Derry segera bangun dan menuju ke balkon.
"Ternyata dia ingin menculik Wiway, aku tidak akan membiarkan dukun itu membawa Wiway pergi dari sini," Derry memberanikan dirinya melompat dari Balkon.
*Bruugghh!!"
"Pendaratan yang sempurna," ucap Derry bahagia
"Btw ada yang bulat tapi bukan tekad," ucap Derry segera menoleh kebawah.
*Plakkk!!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajahnya.
"Dasar mesum, beraninya kau!" seru Sumi segera mendorong Derry yang menindihnya.
"Astoge maaf Tante sengaja,"
"Beraninya kau menertawakan aku memangnya siapa dirimu??" ujar NYI Sumi geram.
"Perkenalkan saya Derry Tante, kalau boleh siapa nama Tante?" tanya Derry
"Jangan coba-coba merayuku anak muda. Aku hanya seorang wanita lemah biasa yang tak punya apa-apa," sahut Sumj
" Ada yang bilang kalau tak kenal maka tak gampar. Karena aku tak mau menampar Tante yang cantik boleh kan aku tahu namamu?" tanya Derry tersenyum menatapnya
"Cih dasar modus, apa kau tidak tahu aku ini siapa?"
"Tentu saja tidak Tante , makanya Tante kasih tahu dong siapa namamu. Kali aja berjodoh jadi aku gak canggung lkitaagi untuk menyapamu,"
"Berhenti merayuku jika kau masih ingin hidup,"
"Iya Tante aku masih ingin hidup, jadi jangan galak-galak dong Tante. Tante-tante culik aku dong," tukas Derry menggoda Sumi.
"Sepertinya aku harus memberimu pelajaran agar kau bisa menghormati ku," Sumi kemudian menggerakkan tangannya dan bersiap menyerang Derry .
Aku harus waspada, wanita ini sepertinya bukan wanita biasa.
Derry berusaha menghindari serangan Sumi. Namun sayangnya gerakan cepet Sumi yang tak terduga berhasil membuatnya terkapar di lantai.
Sumi tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia segera mengambil sebuah benda pusakanya dan berniat menikam Derry di tempat itu.
"Greppp!!
*Braakkk!!
Seorang lelaki segera menahan serangan Sumi dan mendorong tubuh wanita itu hingga terjungkal ke belakang.
"Jangan pernah menyentuh putraku jika kau tidak mau berurusan denganku Nyai," tukas Lingga menatap lekat Sumi.
*********
__ADS_1
Teman-teman jangan lupa author minta dukungan like dan komen dari kalian ya...love you 😘😘😘😘