
"Ah...aku kira Wiway benar-benar memakai susuk Popok Wewe Gombel, ternyata hanya bercanda," ucap Neneng membawa masuk sepaket krim perawatan wajah.
"Syukurlah Tante Neneng gak bertanya macam-macam tentang popok keramat ini. Untung dia tidak tahu apa-apa tentang benda pusaka ini, bahaya bila popok ini sampai hilang lagi maka aku tidak punya CD lagi." ucap Wiway kemudian masuk ke kamar mandi.
Pagi harinya....
"Hoaaamm...pagi Jakarta!" seru gadis itu meregangkan tangannya.
"Kenapa sepi sekali, apa Ezza sudah pergi kuliah," gadis itu kemudian melongok Ezza di kamarnya.
"Sepi, teganya dia meninggalkan ku seorang diri di rumah ini. Bagaimana jika ada yang menculik ku," cibirnya kemudian pergi meninggalkan rumah itu.
"Aku harus menyusul Ezza atau ke klinik Aby ya," ucap wanita itu saat tiba di taman kota.
"Lebih baik aku menyusul Ezza saja, sekalian aku mau memberi dia kejutan sebagai ucapan terimakasih karena sudah menolong ku," ucapnya sumringah
Wanita itu bergegas menuju ke kampus Ezza.
"Kenapa hari ini kampus rame sekali, apa sedang ada syuting," karena penasaran Wiway mendekati mahasiswa yang berkerumun di lobi kampus.
Tiba-tiba seorang wanita menatapnya sinis dan menarik tangannya.
"Ternyata ada juga mahluk seperti dirimu di dunia ini, beruntung sekali kau masih bisa menikmati kehidupan manusia meskipun kau sudah mati Wewe Gombel," ucap gadis itu menyeringai kearahnya.
Semua mahasiswa seketika menatap tajam kearah Wiway, membuat gadis itu merasa terhakimi.
"Sial, apa yang kau katakan brengsek," bisik Wiway kepada wanita itu.
"Jangan kira aku akan takut denganmu Wewe Gombel," jawab gadis itu kemudian tertawa terbahak-bahak
Sial, sepertinya aku harus memberi pelajaran pada hantu brengsek ini,
"Minggir, minggir!" seru seorang satpam membawa seorang Ustadz.
"Itu anaknya yang kesurupan Pak Ustad," ucap satpam itu menunjuk kearah Wiway.
Wiway segera menundukkan pandangannya ketika sang Ustadz menghampirinya.
"Pergilah, biar aku yang akan mengobatinya," ucap Ustadz itu membuat Wiway terkejut.
Kenapa dia tidak mengusirku juga,
Ustadz itu hanya menyunggingkan senyumnya ketika melihat Wiway begitu ketakutan melihatnya.
Gadis itu segera meninggalkan kerumunan itu dan menuju kelas Ezza.
"Kenapa kau sendirian di sini?" tanyanya menghampiri Ezza
"Beginilah aku, setiap kali ada tugas kelompok tak ada satupun yang bersedia menerimaku dalam kelompoknya."
"Kasian sekali, memangnya kenapa mereka tidak mau bersamamu,"
"Karena aku ini bodoh," jawab Ezza lirih
__ADS_1
"Semua manusia yang lahir ke dunia ini adalah seorang pemenang. Mereka berhasil mengalahkan ribuan sel ****** lain dan berhasil membuahi indung telur hingga terbentuklah zigot yang akan menjadi janin manusia. Lagipula Tuhan tidak pernah menciptakan manusia bodoh, jadi jangan berkecil hati. Sudah menjadi kodrat manusia untuk selalu belajar dan berjuang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kita sudah belajar banyak di mulai dari kita lahir. Kita belajar merangkak, berjalan, hingga belajar berbicara. Jadi jangan menyerah, semangat!" ucap Wiway
"Biasanya ada Berlin yang selalu membantu mengerjakan tugas-tugasku, tapi sekarang dia marah padaku karena lebih peduli padamu," ucap Ezza gusar
"Benarkah,"
"Hmmm,"
"Jadi kalian sekarang putus, dan kau jadi jones?" tanya Wiway lagi
"Hmmm,"
"Yes!!" seru Wiway meluapkan kegembiraannya
"Kau memang kejam Wi, kau bahagia diatas penderitaan ku," sahut Ezza
"Jangan khawatir Ezza, penderitaan mu adalah kebahagiaan bagiku. Mulai sekarang kau tidak perlu khawatir dengan tugas kuliahmu itu karena mulai detik ini aku akan menjadi tutor mu," ucap Wiway membuat pemuda itu menganga menatapnya.
"Astoge, jangan lebar-lebar Za bahaya kalau lalat masuk," ucap Wiway menutup mulut Ezza
"Apa aku tidak salah dengar tadi?" tanya Ezza menatapnya ragu
"Ish, jangan mengejekku seperti itu, kau tidak tahukan jika dulu aku ini adalah wanita pintar saat masih hidup. Bahkan karena saking pintarnya aku sampai jadi joki skripsi saat kuliah," ujar Wiway menggebu-gebu
"Apa kau tidak percaya?" tanya Wiway ketika melihat ekspresi datar Ezza.
Lelaki itu langsung mengangguk membuat Wiway sedikit kesal.
"Ish, aku tahu apa yang ada dalam otakmu ini," ucap Wiway kemudian mengambil buku catatan Ezza.
Tidak butuh waktu lama gadis itu langsung menyelesaikan tugas Ezza.
"Tara, sudah selesai!!" serunya kemudian menyerahkan laptopnya kepada Ezza
"Wah keren sekali, kau bisa menyelesaikannya hanya dengan waktu tiga puluh menit!" puji Ezza
"Dudududu," ucap Wiway memainkan jari-jarinya.
"Tapi .... kan belum lihat hasilnya, jangan-jangan kau mengerjakannya asal lagi," tambah Ezza
"Bagaimana kalau kita taruhan?" tanya Wiway
"Taruhan gimana," Ezza balik bertanya
"Jika makalah buatan ku mendapatkan nilai B plus maka kau harus mengabulkan satu permintaanku, bagaimana?" tanya Wiway
"Bagaimana jika nilainya lebih rendah?" sahut Ezza
"Aku akan mengabulkan satu permintaanmu,"
"Ok deal!" ucap Ezza langsung menyalami gadis itu.
*******************
__ADS_1
Pagi harinya di kampus Ezza.
Seorang dosen memasuki ruangan belajar dan berdiri di depan kelas.
"Dari semua makalah yang kalian kumpulkan kenapa tidak ada satupun kelompok yang mendapatkan nilai A, apa tugas itu begitu sulit?" tanya sang Dosen begitu kecewa
"Tapi aku sangat terkejut dengan Makalah yang dibuat oleh Ezza, hanya dia satu-satunya yang berhasil mendapatkan nilai A plus di mata kuliah saya. Padahal dia mengerjakan tugas seorang diri tapi dia berhasil mengerjakan tugas dengan baik dan mendapatkan nilai terbaik juga. Ini adalah makalah Ezza silakan kalian pelajari lagi dan perbaiki lagi makalah kalian!" seru sang Dosen kemudian meninggalkan ruangan kelas itu.
"Wah bagaimana mungkin Ezza si idiot itu bisa mendapatkan nilai A plus, pasti ada yang tak beres dengannya," umpat salah seorang mahasiswa membuat Ezza segera meninggalkan ruangan kelasnya.
"Ezza tunggu," seru Berlin berlari menyusulnya.
"Apa benar kau mendapatkan nilai A plus di mata kuliah Mr. Saragih?" tanya gadis itu
"Kenapa, apa kau juga tak percaya dengan kerja kerasku. Apa kau juga berpikiran sama dengan mereka yang menganggap ku idiot sehingga tidak bisa mengerjakan tugas kuliah?" jawab Ezza kemudian meninggalkan gadis itu
"Bukan begitu Za!" seru Berlin kemudian menyusulnya
"Aku tahu kok kamu sebenarnya pintar, hanya saja kau malas belajar saja," imbuh gadis itu
"Bagaimana balau kita rayakan keberhasilan mu ini ?" tanya Berlin
"Apa maksudmu?"
"Bagaimana kalau kita gunakan Villa kamu untuk merayakan keberhasilan mu kali ini,"
"Kita berdua?" tanya Ezza
"Tentu saja tidak, aku akan mengajak Derry dan teman-teman kita lainnya, bagaimana?"
"Ok, deal!"
***********
Setibanya di rumah Wiway sudah menunggu Ezza di depan pintu rumahnya.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Wiway
"Buruk," jawab Ezza dengan wajah gusar
"Benarkah, padahal seumur hidup aku belum pernah mendapatkan nilai jelek," sahut Wiway kecewa
"Tapi boong!" seru Ezza mengagetkan gadis itu
"Jadi aku menang taruhan gitu!" sahut Wiway
"That's right!" sahut Ezza
"Jadi katakan apa permintaanmu sekarang?" tanya lelaki itu
"Jadikan aku pacarmu," ucap Wiway membuat Ezza menganga
"Itu tidak mungkin Wi, kau tahukan kita berbeda, jadi jangan buat permintaan yang tidak masuk akal. Lagipula kau tahu aku hanya mencintai Berlin jadi yang lain saja." sahut Ezza
__ADS_1
"Kalau begitu jadikan aku yang kedua buatlah diriku bahagia walaupun kau Takan pernah kumiliki selamanya," jawab Wiway menyanyikan lagu Astrid.