Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 9. Balas Budi


__ADS_3

*Tap, tap, tap!!


"Lelaki itu...apa dia akan membunuh Wiway!!" Ezza terkejut melihat seorang lelaki berjalan kearah Wiway membawa keris pusakanya.


"Ezza!!!" seru Berlin dari arah berlawanan melambaikan tangannya kearah pemuda itu


Ezza melambaikan tangannya kearah wanita itu sembari menyunggingkan senyumnya.


Saat ia melangkahkan kakinya menghampiri gadis pujaan hatinya, tiba-tiba ia menoleh kearah lelaki yang membawa keris di tangannya.


"Bagaimana ini, di sisi lain aku ingin kencan dengan Berlin, tapi aku juga tidak bisa membiarkan lelaki itu membunuh Wiway, karena bagaimanapun juga Wiway sudah menyelamatkan nyawa ku jadi sudah seharusnya aku juga melakukan hal yang sama saat ia dalam bahaya,"


"Ezza!!" sekali lagi Berlin memanggil pemuda itu dan melambaikan tangannya.


"Ah persetan dengan Wiway, lagipula dia itu bukan manusia dan bukan siapa-siapa aku." pemuda itu melangkahkan kakinya menghampiri Berlin.


Tiba-tiba terbayang dalam benaknya saat Wiway mengobati kakinya yang kram dan menyelamatkannya dari terkaman bab* hutan.


"Sial, kenapa aku bisa egois seperti ini," Ezza segera membalikkan badannya dan berlari kearah Wiway.


Ia segera menarik lengan gadis itu kedalam pelukannya saat Aby berusaha menikamnya.


*Grep!!


"Ah!!"


"Ezza!!, dasar Playboy cap kadal beraninya dia mencampakkan aku saat kencan pertama," ucap Berlin berang, gadis itu kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Maafkan aku Berlin, aku tak bisa diam saja saat melihat seseorang yang sudah menyelamatkan hidupku dalam bahaya,


Ezza menatap gusar kepergian Berlin.


"Ezza, kenapa kau ada disini?" tanya Wiway terkejut dengan kedatangan Ezza di sana


"Tentu saja aku datang ke sini untuk menyelamatkan anak itu, aku tidak akan membiarkan kau memakannya!" sahut pemuda itu melirik kearah Aby


"Cih, kau pikir aku ini predator anak, dasar brengsek," sahut Wiway kemudian melepaskan pelukannya.


*Deg!!


Gadis itu,


Wiway menoleh kearah Ezza setelah melihat Berlin tak jauh darinya.


"Pemuda itu, bagaimana bisa Wewe Gombel itu berubah menjadi gadis cantik setelah ia memeluknya," ucap Aby terperanjat melihat kecantikan Wiway

__ADS_1


"Allahu Akbar... Allahu Akbar!!"


"Adzan Isya baru saja berkumandang, seharusnya dia baru berubah wujud sekarang tapi pemuda itu sudah merubah wujudnya sebelum itu," Aby terus menatap kedua orang itu dengan seksama.


"Pantas saja pemuda itu begitu peduli dengannya, ternyata Wewe Gombel itu sangat cantik. Bagi manusia awam akan sangat mudah tergoda dengan kecantikan mahluk gaib itu. Kali ini aku boleh saja gagal, tapi aku tidak akan gagal lagi untuk kali kedua. Jadi bersenang-senanglah Wewe Gombel sebelum aku akan mengirim mu kembali ke bukit Gombel," ucap Aby menyeringai


Pemuda itu kemudian pergi meninggalkan taman kota.


"Terserah apa katamu, yang jelas aku tidak sebrengsek yang kau kira. Kau belum mengenalku jadi jangan asal menilai ku," sahut Ezza kemudian meninggalkan Wiway.


"Dih gitu aja baperan, Ezza tunggu!!" seru Wiway mengejar lelaki itu.


"Stop!!" seru Ezza membuat Wiway menghentikan langkahnya


"Berhenti mengikuti aku dan pergi!" hardiknya dengan nada tinggi


"Aku sudah membawamu keluar dari bukit Gombel, jadi berhentilah mengikuti ku, aku juga punya kehidupan sendiri dan aku tidak bisa terus-terusan mengurusi mu. Jadi aku mohon menjauhlah dariku dan tinggalkan aku please!" ucap lelaki itu memohon padanya sembari bersimpuh dihadapannya.


"Aku tahu kau mahluk gaib yang memiliki kekuatan supranatural tinggi jadi kau bisa hidup dimana saja, jadi tolong biarkan aku menjalani hidupku dengan tenang," imbuhnya kemudian berdiri dan meninggalkan Wiway


Wiway hanya menatap kepergian Ezza dengan tatapan sendu.


*Braakkk!!!


"Semuanya kacau karena dia," tandasnya gusar


Wiway berlari menuju tong sampah itu dan mengambil bunga mawar yang di buang oleh Ezza.


"Sayang sekali jika bunga secantik ini di buang ke tong sampah," ucap Wiway menghirup aroma bunga itu


"Apa dia ingin memberikan bunga ini untuk wanita itu??, dan dia gagal memberikannya karena harus menyelamatkan anak itu dariku. Ah kenapa aku baru kepikiran hal itu, pasti dia sedih sekali karena di tinggalkan wanita yang ia sukai,"


"Jangan khawatir Ezza, aku Wiway sakan membantumu mendapatkan wanita yang kau sukai itu. Tapi bukankah aku tidak boleh ikut campur dalam urusan manusia, ah persetan dengan semua itu. Lagipula Ezza selama ini sudah begitu baik padaku jadi sudah sepantasnya sebagai hantu yang berbudi luhur aku harus membalas kebaikannya," Wiway kemudian pergi mencari keberadaan Berlin.


Wanita itu kemudian terbang mengikuti Berlin stelah mengetahui gadis meninggalkan taman kota dengan mobil sedannya.


"Itu dia, pasti itu rumah gadis itu!" Wiway segera turun dan berlari menyusul Berlin yang memarkirkan mobilnya di depan pelataran rumahnya.


*Tap, tap, tap!!


Perlahan wanita itu melangkahkan kakinya menuju pintu rumah itu.


"Sebaiknya aku merubah wujud ku menjadi Ezza lebih dulu sebelum ada yang tahu kedatangan ku,"


"Saatnya berubah!" seru gadis itu mengedipkan matanya.

__ADS_1


*Ting!!


"Untung aku memiliki kemampuan malih rupa, jadi bisa berubah menyerupai siapa saja sesuai dengan wajah seseorang yang di rindukan oleh target korban, wkwkwk!!"


Baru saja ia akan mengetuk pintu rumah Berlin, tiba-tiba tubuhnya terpental hingga ia tersungkur ke tanah.


*Buuggghhh!!


"Suara apa itu!"


"Gak tahu mom, kucing kali," sahut Berlin


"Cepat lihat kedepan, mommy takut rumah kita di satroni maling,"


"Iya mom," Berlin segera keluar dari kamarnya dan membuka pintu rumahnya untuk memastikan suara benda jatuh yang mengagetkan seisi rumahnya.


"Ezza!" seru Berlin menghampirinya


"Kenapa kamu ada disini?" tanya gadis itu penasaran


"Aku begitu terburu-buru untuk meminta maaf padamu hingga, aku tidak melihat jalan makannya aku sampai tersandung batu hingga nyungsep disini," jawab Wiway kemudian bangun dan berdiri.


"Tidak perlu minta maaf, lagipula kamu lebih peduli dengan gadis itu dari pada kencan kita jadi percuma saja. Aku tidak percaya lagi padamu, kau tetap saja tidak pernah berubah Za. Aku benci kamu Za!" ucap gadis itu memukulinya


"Maafkan aku, aku hanya berniat menolong gadis itu dari seseorang yang akan berbuat jahat padanya. Wiway terlalu polos karena ia berasal dari desa terpencil sehingga tidak bisa bedakan mana orang jahat dan orang baik, aku tidak bisa mengacuhkannya saat ia berada dalam bahaya karena Wiway pernah menyelamatkan nyawaku saat aku jatuh dari jurang. Aku tidak memiliki maksud apapun padanya apalagi memiliki perasaan khusus padanya, jadi kamu jangan marah ya," Wiway berusaha membujuk Berlin agar gadis itu mau memaafkan Ezza


"Apa yang kau katakan itu benar??"


"Tentu saja, kau bisa menatap mataku jika aku bohong,"


"Terimalah bunga ini sebagai permohonan maaf dariku," imbuhnya sembari memberikan Bucket mawar merah padanya.


"Wah indah sekali, bagaimana kau tahu aku suka Mawar merah," ucap gadis itu terus memeluk erat Bucket mawar itu.


"Siapa yang jatuh Nak?" tanya seorang wanita tua beerjalan menghampiri keduanya.


"Ezza Mom, dia tersandung karena buru-buru!" sahut Berlin


"Syukurlah kalau begitu, aku takut sekali jika yang tadi jatuh itu maling atau hantu," jawab wanita itu mengusap dadanya.


"Apa kau tidak apa-apa?" sapa wanita itu menghampiri Wiway.


Dewi, benarkah dia Dewi!!!


Wiway benar-benar terkejut saat melihat wanita yang berdiri di depannya.

__ADS_1


__ADS_2