
Siang itu Ezza sengaja mendatangi kos-kosannya untuk mengambil semua barang-barangnya yang tertinggal di sana.
"Beneran Lo gak mau kos lagi Za?" tanya Derry
"Sepertinya yang Lo lihat, sekarang bokap gue ngelarang gue buat kos lagi ya Udin mau gimana lagi," jawab Ezza
"Kalau Lo gak ada gak seru dong," sahut Derry
"Gak usah sedih gitu dong bro. Walaupun gue gak kos di sini lagi, Lo tetap masih tetap ada di hati gue dan tak pernah tergantikan oleh siapapun," jawab Ezza membuat Derry terkekeh mendengarnya.
"Eeeaaa, mulai deh ngegembel kaya Wiway gembel wkwkwkwk," jawab Derry membuat Ezza terkejut mendengar nama Wiway untuk kali dua.
"Apa kamu kenal Wiway?" tanya Ezza membuat Derry langsung berhenti tertawa.
"Kamu nanya apa ngetes nih?" jawab Derry balik bertanya
"Nanya dong Bro masa ngetes sih. Lagipula gue kaget aja pas Bi Neneng membicarakan Wiway padahal aku gak pernah kenal sama gadis bernama Wiway. Dan sekarang Lo juga, jadi tolong kasih tahu aku siapa itu Wiway dan apa hubungannya denganku?" Desak Ezza
"Beneran kamu gak ingat sama Wiway Za?" tanya Derry
"Swear Bro, biarin deh gue di sambar petir kalau bohong," jawab Ezza membuat Derry tercengang.
Ia kemudian menyentuh kening sahabatnya untuk memastikan kondisinya.
"Apa mungkin kamu mengalami amnesia?" tanya Derry
"Tapi kenapa hanya Wiway yang hilang dari ingatan ku," jawab Ezza
"Itu karena kisah cinta kalian yang begitu tragis, sehingga kamu melupakan dia,"
"Tragis gimana maksudnya Der,"
"Sudahlah Der, jangan suka negarang cerita deh, orang Ezza baik-baik saja kok di bilang Amnesianya," ucap Berlin sengaja membungkam Derry agar tidak bercerita lebih banyak tentang Wiway.
"Lebih baik kita cepetan beresin barang-barang kamu, biar aku bantuin juga agar lebih cepat selesai," imbuhnya kemudian menarik Ezza ke kosannya.
"Bentar ya sayang aku beli minum dulu haus," ucap Berlin meninggalkannya.
Ezza kemudian segera membereskan semua barang-barang yang ada di kosan itu.
Ia menghentikan sejenak kegiatannya ketika menemukan sebuah cincin couple disebuah kotak kecil.
Dear Ezza,
Setiap kali aku berusaha menjauh darimu, entah kenapa bukannya menghilang, rasa cinta ini justru semakin bertambah besar untukmu. Kerinduan akan hadirmu membuat ku sesak, sampai kapankah semua ini akan berakhir.
Love Wiway
Seketika air mata Ezza menetes membasahi wajahnya ketika membaca isi amplop kecil dalam kotak itu.
"Kenapa dadaku terasa sakit membaca surat itu, kenapa rasanya hatiku seperti di tusuk-tusuk hingga aku merasa begitu gusar. Siapkan Wiway, siapa gadis itu??" ucapnya lirih
Ia segera mengusap air matanya dan menyembunyikan kotak kecil itu ketika melihat Berlin kembali.
"Maaf ya lama, abis ngantri tadi," ucap Berlin memberikan sebotol minuman dingin padanya.
"Thanks Be,"
__ADS_1
"Yaudah sementara kamu beresin di sebelah sini biar, aku beresin kamar mandi ya," ucap Berlin
"Tidak usah Be, biar aku saja yang membereskannya. Lebih baik kau cepat hubungi jasa angkut barang," tolak Ezza.
"Ok," jawab Berlin segera bergegas pergi meninggalkannya.
**********
Malam itu langit begitu cerah karena Bulan separuh terlihat bersinar menyinari alam semesta.
Ezza tampak duduk di kamarnya sembari menatap ke dua cincin di tangannya.
"Andai saja aku bisa menemukan sesuatu tentang dirimu, aku pasti akan segera tahu siapa dirimu Wi," ucap Ezza
Ia kemudian meletakkan cincin itu di bawah bantalnya dan merebahkan tubuhnya diatas kasur.
Sementara itu Wiway berjalan keluar dari rumah itu dan bergegas keluar untuk mencari makanan.
"Andai saja aku bisa menemukan daging di tempat ini," ucap gadis itu sembari mencari sesuatu di dalam tong sampah.
"Yes aku dapat!" serunya begitu bahagia ketika menemukan sebuah makanan sisa.
"Andai saja ada Ezza dia pasti akan memarahiku karena memakan makanan sisa ini. Ezza semoga kau hidup bahagia di sana." Wiway segera bergegas pergi dan kembali mencari makanan di tempat sampah lainnya.
Tidak jauh darinya seorang anak kecil terlihat menangis sembari memanggil-manggil ibunya.
Wiway segera menghampiri anak kecil itu, "Kamu kenapa?" tanyanya lirih
"Ibuku meninggalkan aku di sini, katanya aku ini membuatnya susah jadi aku di tinggalkan di sini." jawabnya terisak
"Kasian sekali kamu Le, sebaiknya kamu ikut aku aja yuk," Berlin menggandeng lengan anak itu dan membawanya pergi.
"Tunggu di sini, biar aku belikan makanan untuk mu," Wiway segera meninggalkan anak itu. Ia kemudian melihat sebuah kotoran. Ia segera mengambilnya, " Bim salabin jadi apa prok, prok," ucapnya kemudian mengarahkan tangannya ke kotoran itu.
"Yes, jadi makanan enak sekarang!" ucapnya bahagia.
Ia kemudian bergegas menghampiri anak itu lagi. Namun saat akan memberikan makanan itu tiba-tiba bayangan Ezza terlintas dalam benaknya.
"Kamu itu hantu yang baik hati dan tidak sombong jadi jangan usil ya,"
Seketika Wiway membuang makanan dari tangannya itu, "Maafkan aku Za, hampir saja aku kembali menjadi Wiway yang usil. Thanks sayang sudah mengingatkan aku untuk selalu menjadi hantu yang baik," ucap Wiway
Wiway kemudian menghentikan seorang penjual nasi goreng yang melintas di depannya.
"Nasi goreng spesial satu bang,"
"Siap mbak, tunggu bentar ya," jawab lelaki itu begitu sumringah.
"Alhamdulillah penglaris," ucapnya kemudian menyalakan kompornya.
"Nasinya pedes gak mbak?" tanya lelaki itu
"Gak Mas, sedeng aja banyakin ayam sama acarnya ya," jawab Wiway
"Ok siap,"
Tidak lama lelaki itu sudah selesai membungkus nasi itu dan memberikannya kepada Wiway.
__ADS_1
"Ini nasi gorengnya Mbak,"
"Terimakasih Mas, semoga laris dagangannya hari ini," ucap Wiway memberikan selembar uang lima puluh ribuan padanya .
"Makasih mba, tapi maaf gak ada kembaliannya. Maklum aku baru keluar jadi belum dapat pelanggan," jawab lelaki itu
"Ambil saja kembaliannya Mas," jawab Wiway kemudian pergi
"Alhamdulillah selain cantik mbaknya baik banget ya. Laris manis tanjung kimpul, dagangan abis duite ngumpul!" seru lelaki itu memukul-mukulkan uang itu ke atas dagangannya.
Namun betapa terkejutnya lelaki itu saat akan memasukan uang itu kedalam dompetnya, uang itu berubah menjadi selembar daun.
"Astagfirullah, kenapa duit ku ilang. Lho kok duit ku iso berubah dadi godhong!" serunya kaget dan membuang daun itu.
"Jangan-jangan mbaknya tadi bukan manusia lagi, dih serem!!" serunya ketakutan.
Lelaki itu kemudian segera mendorong gerobaknya dan bergegas meninggalkan tempat itu.
Tidak lama lelaki itu kembali lagi dan mengambil selembar daun salam yang buang.
"Kalau benar mbaknya itu hantu maka daun ini bisa jadi jimat keberuntungan ku malam ini," ucapnya kemudian memasukkan daun itu kedalam dompetnya.
Sementara itu Wiway terus menemani anak kecil itu hingga ia menghabiskan makanannya.
"Gimana udah kenyang belum?" tanyanya lirih
"Sudah kak, terima kasih makanannya." jawab anak itu.
"Sama-sama, sekarang lebih baik kamu pulang ya, pasti ibu kamu sekarang nyariin kamu,"
"Tidak mungkin kak, Ibuku sangat membenciku jadi tidak mungkin dia mencari ku. Dia sekarang pasti senang karena bebannya sudah berkurang. Kaka tidak usah khawatir aku akan tidur di sini saja." jawab anak itu.
"Kalau begitu sebaiknya kau ikut aku saja, aku juga hidup sendirian selama ini. Mungkin kamu bisa menjadi temanku yang akan menemaniku sampai akhir usiaku," jawabnya menggandeng lengan anak itu.
"Reza!!" seru seorang wanita membuat Wiway langsung melepaskan tangan anak itu.
"Sepertinya ibumu sedang mencari mu, jadi sebaiknya kamu segera temui dia dan kembalilah pulang." ucap Wiway
"Baik Kaka, terima kasih atas bantuannya," ucap anak itu kemudian melambaikan tangannya
"Semoga kau akan selalu bahagia Reza, semoga ibumu tidak akan meninggalkan mu lagi," jawab Wiway melambaikan tangan kearahnya.
*********
Pagi itu Aby bersiap-siap menuju ke Semarang, ia sengaja menutup kliniknya untuk beberapa hari.
"Semoga keputusan ku ini tidak salah, aku akan berusaha semampu ku untuk mengeluarkan mu dari tempat itu Wi, jadi bertahanlah dan tunggu aku," ucap Aby kemudian melesatkan mobilnya meninggalkan kliniknya.
Setelah hampir enam jam perjalanan Aby akhirnya tiba di kota lumpia itu. Lelaki itu menginap di sebuah hotel tidak jauh dari bukit Gombel.
"Malam ini adalah malam purnama, aku yakin bisa menemukan mu dengan mudah di rumah tua itu," Aby segera mempersiapkan semua keperluan untuk melakukan ritual pembebasan Wiway.
Setelah selesai memasukan semua keperluan ritual, lelaki itu segera keluar dari hotel menuju kawasan bukit Gombel yang tidak jauh dari tempatnya menginapnya.
Setibanya di bukit yang dianggap angker oleh warga Semarang dan sekitarnya itu, ia langsung menuju ke sebuah bangunan tua Yang ada di puncak puncak bukit itu. Bangunan itu bekas Hotel Sky Garden yang kini tampak kosong dan tak terurus sehingga menjadi markas Wewe Gombel menurut cerita warga setempat. Begitu rimbunnya pepohonan di tempat itu, membuat bangunan itu tak bisa dilihat. Aby terus menyusuri bukit mencari pintu masuk bangunan angker itu.
Senyumnya mengembang ketika ia melewati sebuah gapura berbentuk candi, " Akhirnya baku tiba juga di pintu masuk istana Wewe Gombel," ucapnya bahagia. Setelah masuk ke gapura itu ia segera membuka palang besi palang besi yang merupakan akses masuk menuju kerajaan Wewe Gombel itu.
__ADS_1
Hawa panas begitu menyeruak seakan menampar wajah dukun muda itu, ketika Aby membuka pintu Bangunan bekas hotel tersebut.