Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 81. Akhirnya ku menemukanmu


__ADS_3

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, setiap yang datang pasti akan pergi, itulah keseimbangan dunia.


Wiway terlihat begitu bahagia setelah menaiki roller coaster. Gadis itu berjalan menuju kedai minuman untuk menuntaskan rasa dahaganya.


"Ah segarnya!" ucapnya sumringah


"Nona kaki anda terluka!" seru seorang wanita padanya


"Aku???" tanya Wiway


"Iya!!" wanita itu menunjuk kearah luka Wiway


"Astaga!!" serunya begitu tercengang melihat kakinya


Wiway segera duduk dan menutup lukanya dengan tisu.


"Kau tidak perlu terkejut seperti itu, mulai sekarang anggota tubuhmu akan terluka sedikit demi sedikit hingga pada hari itu semuanya akan menjadi kerangka seperti keadaan kamu sebenarnya," ucap Sumi menghampirinya.


"Kalau tahu aku akan menderita seperti ini kenapa Ki Parto menyelamatkan aku waktu itu, kenapa ia tak membiarkan aku mati saja di tangan Aby, atau Kyai itu." sahut Wiway emosi


"Asal kau tahu kau tidak akan mati selama kau berada di luar bukit Gombel. Hanya orang tertentu yang bisa membuat mu mati dan kembali ke alam keabadian, jadi kalau kau ingin mati carilah orang itu dan minta dia untuk membunuhmu di bukit Gombel!" seru wanita itu


Apakah orang itu Ezza???.


Wiway berjalan gontai meninggalkan area Taman Hiburan dengan ribuan pertanyaan di benaknya.


Ia menghentikan langkahnya di depan sebuah kampus yang tak asing baginya.


Entah sampai kapan aku harus hidup seperti ini, kenapa sekarang aku berpikir lebih baik mati daripada hidup menderita seperti ini.


Wiway segera mengusap air matanya dan berlalu meninggalkan kampus itu.


"Wiway," seorang lelaki berlari mengejar gadis itu.


*Grep!


Aby segera menarik pundak wanita itu dan membalikkan badannya.


"Wiway, kau benar-benar Wiway!" serunya berkaca-kaca


"Maaf anda salah orang," ucap Wiway kemudian melepaskan tangan Aby dan meninggalkannya.


"Aku tahu kau Wiway, kenapa kau harus menutupi identitas mu dariku Wi, katakan apa yang terjadi," ucap Aby menyusulnya.


"Maaf anda salah orang," sahut Wiway lagi


Ia mencoba pergi namun Aby langsung menarik lengannya.


"Kau bisa membohongi semua orang jika kau bukan Wiway, tapi tidak dengan aku. Tanda di kepalamu sudah cukup membuat aku tahu siapa dirimu. Jadi jangan mengelak lagi, " ucapnya kemudian memeluk wanita itu .


"Maaf aku harus pergi," ucap Wiway melepaskan pelukannya


Ia segera berlari ketika melihat Nyi Sumi memelototinya.


"Tunggu aku Wi!" seru Aby langsung mengejarnya.


Lelaki itu harus kehilangan jejak Wiway, karena wanita itu berlari begitu cepat.

__ADS_1


"Sial, kemana dia!" umpatnya


Aby terus berlari mencari keberadaan Wiway, namun tetap saja ia tidak menemukannya.


"Jika dia masih hidup, maka satu-satunya orang yang bisa membuatnya seperti itu adalah dia!" Aby segera menuju ke parkiran mobilnya. Ia segera melesatkan mobil itu meninggal arena taman hiburan.


Ia menghentikan mobilnya di sebuah rumah tua yang ada ditumbuhi Padang ilalang di depannya.


*Ting nong!!


Seorang wanita tua keluar membukakan pintu untuknya.


Ia terkejut melihat kedatangan Aby dan nyaris menutup kembali pintu rumahnya.


"Kau tidak boleh masuk kedalam!" seru Sumi mencoba menahan Aby saat pemuda itu menerobos masuk kedalam.


"Dimana dia??" tanya Aby menatapnya tajam


"Siapa?"


"Jangan pura-pura tidak tahu, dimana Wiway, dimana dia!" seru Aby


"Dia tidak ada di sini, lagipula aku juga tidak tahu siapa dia," sahut Sumi


"Jangan pura-pura bodoh, aku tahu dia yang membawanya ke sini." ucap Aby


Ia kemudian berjalan masuk dan memeriksa setiap kamar rumah itu.


"Wiway!" serunya sembari menarik gadis itu keluar.


Aby segera membuka perban yang membungkus kakinya.


"Kenapa kau membiarkan kakimu terluka seperti ini," ia segera menggandeng gadis itu dan mendudukkannya di sofa .


"Duduk di sini dan jangan kemana-mana," imbuhnya kemudian meninggalkan Wiway


Aby menuju ke mobilnya dan mengambil peralatan P3K dan membawanya masuk ke rumah itu.


Pemuda itu dengan telaten membersihkan luka Wiway dan menutupnya dengan perban.


"Sebaiknya kau harus mengobatinya ke dokter jika tidak ingin lukanya semakin parah,"


"Bagaimana dokter bisa mengobati mahluk jadi-jadian seperti diriku, itu tidak mungkin." jawab Wiway gusar


"Setidaknya sekarang kau adalah seorang manusia, jadi jangan pernah berpikir macam-macam," sahut Aby.


"Sebaiknya kau juga harus meninggalkan rumah ini, jika kau tetap ingin hidup sebagai Wiway," tukas Aby


"Kau tidak boleh membawanya pergi tanpa seizin ku Aby!" seru Sumi menahannya.


"Aku tidak perlu izin dari mu, karena aku tidak akan membiarkan Wiway menderita di sini." sahut Aby


"Apa kau pikir bisa membuatnya bahagia??' tanya Sumi sinis


"Tentu saja, aku akan melakukan apapun agar dia bahagia di hari-hari terakhir dalam hidupnya," sahut Aby menggenggam erat jemari Wiway


"Kau memang sama keras kepalanya dengan ayahmu, selalu memaksakan sesuatu yang bukan menjadi milikmu. Ingatlah Aby betapapun kerasnya usahamu untuk memiliki gadis itu, sampai kapanpun tidak akan berhasil. Kau tahu itu bahkan lebih tahu dari siapapun juga,"

__ADS_1


"Hentikan celoteh mu dan urusi saja bangkai ayahku!" sahut Aby meninggalkan tempat itu.


"Cih, dasar anak kurang ajar kau tidak tahu sedang berbicara dengan siapa??" umpat Sumi


Tapi bagaimana dia bisa tahu ayahnya ada disini dan aku yang merawatnya,


Sumi segera berlari mengejar Aby, namun pemuda itu sudah melesatkan mobilnya meninggalkan tempat itu.


"Kalau dia tahu ayahnya masih hidup kenapa ia tak mencarinya??"


**********


"Aku mencari asisten Nyonya Sumi Arswendo apa dia ada?" tanya Ezza memberikan foto Wiway kepada seorang sekuriti


"Sepertinya tidak ada pegawai disini yang seperti dia," sahut sang Sekuriti.


"Kalau Nyonya Sumi sendiri apa ada di rumah, kalau boleh aku ingin bertemu dengannya," ucap Ezza


"Beliau sedang pergi, jika anda ingin bertemu dengannya harap membuat janji terlebih dahulu,"


"Ok siap,"


Ezza segera mengisi buku tamu yang diberikan oleh sang Sekuriti.


"Ok, terimakasih banyak bapak besok saya datang lagi," ucap Ezza berpamitan.


"Kenapa mau ketemu doank ribet banget sih!" gerutu Ezza


"Namanya juga orang penting Za, emang harus gitu," sahut Derry


"Makanya gue gak suka nih kalau berurusan dengan orang seperti ini. Bikin ribet males,"


"Bagaimana kalau kita makan saja biar untuk mengembalikan mood booster kamu yang mulai oleng," ucap Derry


"Kuy," Ezza segera duduk diatas motornya dan melesat meninggalkan tempat itu.


Ia menghentikan motornya di sebuah warung steak di dekat taman kota.


"Beneran kita makan di sini Za?" tanya Derry sedikit ragu


"Hmmm, emang kenapa??. Lo gak suka steak??"


"Suka kok, hanya saja aku kaget aja Lo ngajak makan di sini. Soalnya biasanya Lo kan paling suka makan di pinggir jalan daripada di restoran," sahut Derry


"Sue Lo, dahlah gak jadi kalau gitu," ujar Ezza


"Dih gitu aja baper, btw itu bukannya Wiway Za!" ucap Derry menunjuk ke klinik Aby


Saat Derry menoleh kesamping tiba-tiba Ezza sudah menghilang.


"Eh mana tuh bocah main ngilang aja, sue banget gue ditinggal pas lagi laper-lapernya,"


Ezza segera berlari menuju Klinik Aby.


"Wiway!!" serunya membuat Aby dan Wiway langsung menoleh kearahnya.


"Akhirnya aku menemukanmu juga Wi," ucapnya segera memeluk erat gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2