
Kenapa hatiku merasa sepi meskipun aku sudah membalaskan dendam ku kepada semua orang yang sudah menyakitiku dulu. Kenapa hati ini masih terasa kosong, dan hampa. Tak ada lagi kebahagiaan ataupun kepuasan dalam diriku, yang ada hanya rasa sepi dan rindu yang begitu menusuk kalbu.
Aku merindukan mu Za, sungguh-sungguh rindu, aku rindu serindu-rindunya,
Wiway terus menatap Ezza dari kejauhan, seakan ada radar yang menghubungkan keduanya Ezza pun merasakan kehadiran Wiway di sana.
Kenapa tiba-tiba jantungku berdebar-debar,
Ezza segera beranjak dari duduknya dan melangkah keluar.
Ia melihat sekelebat bayangan putih menghilang di balik rerimbunan pohon.
Wiway,
Lelaki itu berlari mengejarnya, berharap ia masih bisa menemukan wanita itu.
Jangan pergi Wi, kau tahu betapa aku sangat merindukanmu. Hari-hari ku begitu berat dan la tanpamu.
Ia menghentikan langkahnya ketika menyadari usahanya hanya sia-sia.
"Wiway!!!" teriaknya begitu emosi
"Aku tahu Lo ada di sini, jika memang Lo benar-benar mencintai ku selamanya seperti yang sering kau katakan padaku maka keluarlah. Jangan menyiksaku seperti ini!!" teriaknya sembari memukuli dadanya yang terasa sesak.
Maafkan aku Za, aku tidak bisa menemui mu sekarang ini. Karena jika aku berada di dekatmu yang ada aku hanya akan menyakitimu. Sekarang aku bukan Wiway yang dulu lagi, sekarang aku adalah Iblis yang penuh dendam, jadi lupakan aku.
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melupakan mu Wi, meskipun kau memakai kekuatanmu untuk menghilangkan semua kenangan kita. Namun tetap saja kau selalu ada di hatiku dan tak pernah tergantikan, aku akan selalu mencintaimu sampai tutup usiaku. Itulah janjiku Wi. Meskipun kita berbeda namun tidak ada yang salah dengan cinta kita. Aku mencintaimu apa adanya tak peduli siapapun dirimu dan darimana asal mu, aku tetap sayang sama kamu Wi," ucap Ezza gusar
Kata-kata Ezza membuat wanita itu tidak bisa membendung kesedihannya dan segera turun menghampiri Ezza.
"Maafkan aku Za," ucapnya lirih
Ezza langsung memeluk erat Wiway, membuat wanita itu berusaha melepaskannya.
Semakin Wiway berusaha melepaskan diri darinya semakin erat Ezza memeluknya.
"Kau tidak boleh seperti ini Za, kau bisa mati jika terus bersamaku," celoteh Wiway
"Aku tidak peduli, bahkan aku lebih baik mati jika aku harus hidup tanpamu," sahut Ezza
"Jangan gila, atau kau akan menyesal!" seru Wiway mendorong pemuda itu hingga terjungkal ke tanah.
Ia segera bergegas pergi namun Ezza menahannya. Ia kembali memeluknya erat agar ia tidak pergi.
Wiway mencoba melawan kekuatan yang kini menguasainya, hasrat membunuh yang selalu muncul ketika melihat seseorang di dekatnya.
Perubahan menjadi seorang Iblis membuat Wiway haus akan darah dan selalu ingin membunuh siapapun yang berada di dekatnya khususnya pada malam hari.
"Lepaskan aku Za," ucapnya sembari mengepalkan tangannya, matanya sudah memerah dan kuku-kukunya mulai memanjang.
Ia kemudian melepaskan lengan Ezza yang melingkar di pinggangnya.
*Tap, tap, tap!
Wiway terus melangkah meninggalkan Ezza tanpa menoleh kearahnya.
*Jrasshh!!!
__ADS_1
Sebuah kilatan cahaya melesat kearah Wiway membuat gadis itu ambruk seketika. Melihat Wiway tersungkur membuat Ezza langsung berlari menghampirinya.
"Apa kau baik-baik saja Wi," ucapnya sembari membantunya berdiri
"Pergi dari sini dan jangan pernah pedulikan aku," ucap Wiway menepis lengan Ezza
Tiba-tiba sesosok pria paruh baya berdiri di depannya.
"Jadi kau Wewe Gombel yang sudah membunuh ayahku," tukas lelaki itu sinis
"Syukurlah kau muncul sendiri tanpa aku harus bersusah payah mencari mu." sahut Wiway segera berdiri dan menatapnya tajam.
"Dasar Iblis laknat, kau pikir bisa mengalahkan aku dengan kekuatanmu itu. Jangan mimpi!" seru lelaki itu kemudian meludah kearahnya.
"Tidak ada satupun mahluk halus yang bisa bermimpi, karena mimpi hanyalah milik mereka yang masih bernafas jadi bersyukurlah kau masih bisa bermimpi dan berangan-angan. Dan aku harap kau bermimpi yang indah agar hidupmu juga seindah mimpimu!" sahut Wiway
"Banyak bac*t lo!" seru lelaki itu kemudian menyerang Wiway
Lelaki itu terus menyerangnya dengan membabi-buta, namun Wiway dengan santai selalu berhasil menghindari setiap serangannya.
"Kau pikir kau hebat dengan terus menghindari serangan ku, cepat maju dan serang aku!" tantangnya.
"Baiklah kalau kau sudah bosan hidup," Wiway segera mencabut paku dari kepalanya dan melemparnya kearah lelaki itu.
"Arrrrrghhh!!!" ia menjerit kesakitan ketika paku itu bersarang di dadanya.
Lelaki itu beringsut mundur ketika Wiway melangkahkan kakinya mendekatinya.
🎶malam ini
bermimpilah
tentang cinta
ku ingin selalu
bersamamu
di sisimu
slamat malam
oh cintaku🎶
"Cukup Wi!" seru Aby menahan Wiway yang mencoba membunuh lelaki itu.
"Jangan mengotori tanganmu dengan darah lagi jika kau ingin beristirahat dengan tenang. Lupakan dendam mu dan maafkan mereka jika kau tidak ingin terus tersiksa seperti ini!" seru Aby
"Jangan ikut campur urusan ku brengsek!" seru Wiway menarik kerah baju Aby dan melemparkan lelaki itu hingga terhempas beberapa meter darinya.
*Braakkk!!
"Arrgghhh!!" Aby meringis menahan nyeri saat tulang-tulangnya menghantam jalanan beraspal.
Aby berusaha bangun dan berdiri, "Ezza, kenapa kau diam saja, dasar bodoh!" pekiknya ketika melihat Ezza yang hanya diam mematung melihat semuanya.
Ia berjalan tertatih mendekati Ezza, "Lakukan sesuatu jika kau tidak ingin melihat Wiway menjadi Iblis pembunuh yang haus darah!" seru Aby
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Ezza
"Lakukan apa saja yang bisa menghentikannya, karena aku tahu hanya kamu yang bisa menghentikan Wiway. Jangan biarkan dia membunuh lagi. Karena semakin banyak ia membunuh manusia maka ia akan sulit kembali menjadi Wiway yang dulu," jawab Aby
Ezza segera mengangguk paham mendengar penjelasan Aby, ia kemudian memantapkan hatinya dan menatap lekat kearah Wiway.
Ia segera berlari menghampirinya ketika sebuah serangan menghempaskan tubuh wanita itu.
*Greepp!!
Ezza berhasil menangkap tubuh Wiway yang terluka.
"Jangan takut Wi, aku akan melindungi mu," ucapnya mengusap lembut wajah gadis itu.
"Minggir kau anak muda, jangan ikut campur urusan kami!" seru lelaki itu berang
"Pergilah dari sini jika kau masih ingin hidup!" sahut Ezza memeluk erat Wiway
"Kau pikir siapa dirimu hingga berani berkata seperti itu padaku," jawabnya kemudian mendongakkan wajah Ezza
"Asal kau tahu aku Ki Mangun Jaya tidak takut dengan mahluk jadi-jadian seperti dia. Dan selama ini belum pernah ada satupun mahluk gaib yang bisa menyentuh ku jadi jangan mimpi mahluk itu akan mengalahkan aku," imbuhnya begitu sombong
Wiway seketika terbangun, matanya memerah dan ia menyeringai mendengar ucapan duku. itu.
Ezza menepis lengan lelaki itu, "Jangan pernah sentuh Wiway ku atau kau akan berurusan denganku!" ucap Ezza lantang
"Hahahahaha!!!" lelaki itu terkekeh mendengar gertakan Ezza.
"Dasar anak bau kencur berani kau menantang ku!" serunya kemudian melepaskan pukulan kearahnya.
Seketika Wiway melepaskan lengan Ezza yang memeluknya dan menahan pukulan dukun itu.
*Greppp!!
Ia menyeringai dan menoleh kearahnya membuat sang dukun bergidik ngeri menatap sorot mata elangnya.
Ia kemudian mendorong lelaki itu hingga menjauh dari Ezza dan melepaskan tendangan keras kearahnya hingga ia tersungkur ke jalanan.
"Sekarang kau harus mengingat dan mencatat peristiwa bersejarah hari ini Aki." Ucap Wiway mencabut beberapa rambutnya dan melemparnya kearah lelaki itu.
*Jleb!!
Seketika rambut Wiway berubah menjadi jarum-jarum mematikan yang menusuk setiap titik vital lelaki itu.
Darah segera keluar dari mulut sang dukun.
"Sekarang saatnya menyempurnakan kematian mu dukun sombong!" Ezza segera berlari kearah Wiway dan menghentikan gadis itu saat ia akan membunuh dukun itu dengan paku di tangannya.
"Lepaskan aku atau kau juga akan aku bunuh!" hardik Wiway dengan wajah bengisnya
Ezza tak menghiraukan ucapan Wiway, ia tetap memeluk erat wanita itu.
"Lepaskan dia Za, dia akan membunuhmu!" seru Aby memberikan peringatan ketika Wiway benar-benar akan menusukkan paku ke punggung lelaki itu.
Jika pelukan ku tak bisa mengembalikan dirimu menjadi Wiway yang dulu, maka aku yakin ciuman penuh cinta pangeran Ezza akan mengembalikan Wiway kekasihku.
Ezza segera melepaskan pelukannya dan mencium lembut bibir wanita itu tanpa ragu.
__ADS_1