
Wiway menatap sendu Klinik Aby yang tepat berada di depannya. Gadis itu terlihat ragu-ragu saat akan memasukinya
"Sepertinya aku tak pantas untuk meminta bantuan Aby lagi. Sudah cukup selama ini aku merepotkan dia. Sekarang saatnya untukku menyelesaikan masalahku sendiri," ujar Wiway
Saat gadis itu membalikkan badannya tiba-tiba seseorang menarik lengannya.
"Aby??" ucapnya begitu gusar melihat lelaki itu
Seakan tahu yang tengah di rasakan oleh Wiway, Aby segera menarik gadis itu dalam pelukannya.
"Ternyata kamu benar By, hubungan aku dan Ezza hanya membuat salah satu dari kami menderita. Maafkan atas keegoisan ku ini By," ucapnya sembari terisak
Aby mengusap lembut punggung gadis itu dan berusaha menenangkannya.
"Jangan bersedih, aku yakin semuanya akan segera berakhir. Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri, karena kau tidak sepenuhnya bersalah. Ada orang-orang tertentu yang memanfaatkan kisah cinta kalian untuk mendapatkan sesuatu darimu. Aku yakin semuanya akan indah pada waktunya ," hiburnya dengan penuh kasih sayang.
Ia kemudian membawa gadis itu masuk ke dalam.
"Jadi apa rencana mu sekarang?" tanya Aby sembari memberinya segelas teh hangat padanya.
"Aku ingin menunggunya siuman, setelah itu aku ingin menuruti permintaan mu untuk kembali ke alam keabadian," jawab Wiway membuat Aby begitu senang mendengarnya.
"Syukurlah ahirnya kau sadaran mau mendengarkan semua nasihatku," jawab Aby bahagia.
*********
Sementara itu di kediaman Berlin, gadis itu dan ibunya sedang merayakan keberhasilan misi mereka.
"Akhirnya semuanya berjalan sesuai rencana, sekarang kita tinggal menangkap Wiway dan membawanya kepada dukun itu," ujar Dewi
"Tapi bagaimana caranya Mah, sekarang Wiway telah menjadi Iblis yang kuat, dan kita tidak boleh meremehkannya." sahut Berlin
"Benar Be, kita tidak boleh meremehkan dia atau kita akan mati di tangannya,"
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Berlin lagi
"Mamah akan mendatangi Ki Kusumo dan meminta bantuannya untuk menangkap hantu Fatimah," sahut wanita itu
Siang itu juga Dewi bergegas menemui aki Kusumo di kediamannya. Ia berharap dukun itu akan membantunya menangkap hantu Wiway.
"Kali ini aku harus berhasil melenyapkan Fatimah selamanya dari dunia ini. Aku tidak mau dia membuat hidup Putri ku menderita."
mempercepat laju kendaraannya menuju perkampungan kumuh dan terpencil di wilayah Jakarta Utara.
Setibanya di tempat tujuan wanita itu segera turun dari mobilnya dan menyambangi kediaman Ki Kusumo. Setelah sang dukun mempersilakannya masuk, ia tanpa ragu-ragu segera menyampaikan maksud kedatangannya.
"Kami sudah berhasil membuat Ezza terbring di rumah sakit sesuai dengan permintaan Aki. Kedatangan saya kali ini adalah untuk minta bantuan Aki untuk menangkap Wiway. Terus terang saja kami tidak berani untuk menangkapnya sendiri karena kami hantu itu sudah berubah menjadi Iblis yang kuat dan jahat sehingga membuat nyali kami ciut saat akan menangkapnya. Apalagi setelah apa yang ia lakukan terhadap Putri saya tempo hari, jadi saya tidak mau mengambil resiko dengan menangkapnya sendiri." tutur Dewi dengan gamblang
Ki Kusumo menarik nafas dalam-dalam sebelum ia menjawab pertanyaan dari wanita itu.
Lelaki tua itu kemudian mengambil sebuah kalung dan memberikannya kepada Dewi.
"Pakai kalung itu saat kau akan menangkap mahluk itu. Aku yakin kalian cukup cerdik hingga tak harus beradu otot saat berhadapan dengan Wewe Gombel itu. Harusnya kau pakai otakmu itu untuk membujuk mahluk astral itu agar ia mau menemui ku dengan sukarela tanpa adanya paksaan apalagi kekerasan," tutur lelaki tua itu bijak.
"Maksudnya gimana Aki?" tanya Dewi masih belum paham
"Sepertinya kau harus membicarakan masalah ini dengan putrimu lagi. Karena aku rasa dia lebih paham apa yang harus dilakukannya." sahut Ki Kusumo.
Mendengar jawaban lelaki itu membuat Dewi segera berpamitan dan bergegas pergi meninggalkan rumah itu.
******
"Sebaiknya kau selesaikan dulu masalahmu itu sampai selesai. Setelah itu baru aku akan membantumu kembali ke duniamu," ucap Aby
"Aku tidak bisa menyembuhkan Ezza, jadi bagaimana aku harus menyelesaikan urusan ku dengannya?" jawab Wiway balik bertanya.
"Bukan dengan Ezza tapi urusan mu dengan Dewi wanita yang sudah membuat mu seperti ini dan juga putrinya yang sudah membuat Ezza menjadi Koma,"
"Jadi mereka yang sudah membantu Ezza koma seperti saat ini,"
"Aku menduga mereka melakukan semua itu karena bantuan seseorang. Sepertinya orang itu sengaja memanfaatkan keduanya untuk mendapatkan benda pusaka yang berada di tubuhmu." terang Aby semakin membuat Wanita itu geram.
"Kalau begitu aku akan membunuh dukun itu lebih dulu sebelum aku membunuh dua ******* itu," tandas Wiway dengan wajah penuh amarah
"Kau tidak akan bisa menghadapi dukun itu sendirian Wi, biarkan aku yang akan mengurus dukun itu. Kau urus saja Dewi dan Berlin," sahut Aby
"Baiklah By, malam ini juga aku akan memberi pelajaran kepada dua iblis betina itu," jawab Wiway kemudian bergegas pergi meninggalkan Aby.
__ADS_1
***********
*Tok, tok, tok!!
Berlin segera membukakan pintu dan Dewi pun bergegas masuk ke dalam rumahnya.
Wanita itu segera merebahkan tubuhnya ke atas sofa untuk melepaskan penat setelah melakukan perjalanan jauh ke kediaman Ki Kusumo.
Berlin seperti tahu apa yang dirasakan oleh ibunya, hingga ia berinisiatif pergi ke dapur dan membuatkan secangkir teh hangat untuk ibunya.
"Minumlah, aku yakin teh ini bisa sedikit mengurangi lelah setelah perjalanan jauh," ucap Berlin kemudian memberikan secangkir teh hangat itu padanya.
"Terima kasih sayang, kau tahu saja kalau ibu benar-benar kelelahan malam ini. Usia memang tidak bisa bohong, sekarang aku cepat sekali kelelahan padahal hanya melakukan perjalanan yang tidak terlalu jauh," ungkapnya lirih
Berlin segera memijat bahu wanita itu, membuat Dewi merasa nyaman dan sedikit rileks.
"Lalu apa jawaban Aki?" tanya Berlin
"Dia tidak bisa membantu kita menangkap Wiway, karena dia bilang hanya kita yang bisa melakukannya. Kita bisa mengalahkan Wiway hanya dengan menggunakan otak kita saja tanpa harus menggunakan kekuatan supranatural apalagi kekerasan, begi katanya." pungkas Dewi sembari meneguk teh hangat di tangannya.
"Tapi bagaimana cara kita mendekati Wiway, apalagi dia sekarang sudah berubah menjadi Iblis yang jahat. Jika kita mendekatinya tanpa ada persiapan khusus maka sama saja kita bunuh diri," sahut Berlin menghentikan aktivitasnya.
Dewi kemudian mengambil kalung pemberian dari Ki Kusumo dan memberikannya kepada Berlin.
"Pakailah jimat ini, Aki bilang kalung ini akan melindungi mu dari Iblis itu." jawab Dewi memberikan kalung itu padanya.
"Baiklah, besok aku akan menemui Iblis itu dan akan mengakhiri konflik yang berkepanjangan ini. Aku sudah tidak sabar ingin melihat hantu Wewe Gombel itu musnah dari muka bumi ini. Aku sudah muak melihat wajah sok lugunya itu yang selalu menebar pesona kepada semua pria." tutur Berlin
*Braakkkk!!
Keduanya tiba-tiba terkejut saat seseorang tiba-tiba mendobrak pintu rumahnya.
Keduanya terlihat ketakutan dan perlahan beranjak dari sofa untuk melihat siapa yang datang.
Tiba-tiba angin kencang berhembus memasuki ruangan itu membuat keduanya saling berpegangan agar tak terhempas oleh sapuan angin.
Belum reda rasa takut mereka kini giliran lampu rumah mereka yang tiba-tiba padam membuat Dewi langsung menjerit dan memeluk erat putri semata wayangnya itu.
"Apa Hantu Wewe Gombel itu datang?" hanya Dewi dengan raut wajah pucat pasi
"Sepertinya begitu mah, syukurlah kalau begitu jadi kita tidak perlu repot-repot mendatanginya. Akhirnya kau punya nyali juga untuk datang menemui ku Wewe Gombel. Aku kira selama ini kau adalah seorang pengecut yang selalu bersembunyi dibalik ketiak dua lelaki bodoh yang berhasil kau pelet selama ini," ujar Berlin mengejeknya
*Braakkk!!!
"Arrgghhh, dasar Iblis sialan!!, keluar kau brengsek!" seru Berlin geram
Dewi menghampiri gadis itu dan menyeka darah segar yang keluar dari pelipisnya.
"Apa kau baik-baik saja nak?" tanyanya begitu khawatir
Berlin segera menampik lengan Dewi dan berdiri. "Aku tahu kau pasti tidak berani muncul dihadapanku karena kau takut dengan jimat yang ada dalam diriku ini bukan?" ucap Berlin sembari memamerkan kalung yang dipakainya itu.
"Kau memang tidak berubah Wi, selama kau akan jadi pengecut dan menyusahkan orang-orang di sekitarmu!"
*Wuussshh!!!
Tiba-tiba Berlin di kejutkan dengan kedatangan puluhan kelelawar yang memasuki rumahnya dan langsung mengerubunginya.
"Sial, binatang apa lagi ini!" serunya seraya menghalau para kelelawar itu yang mulai menyerangnya.
Seekor kelelawar berhasil mengambil kalung jimat yang dipakainya dan membawanya pergi.
Dewi yang panik segera mengambil cairan pengusir nyamuk dan menyemprotkannya kearah Berlin untuk mengusir para kalong itu.
*Sroooottt!!
"Astaga mamah!!" seru gadis itu membuat Dewi langsung berhenti dan membuang semprotan anti nyamuk dari tangannya.
"Maaf sayang, mamah tidak sengaja. Aku hanya ingin mengusir para kelelawar itu agar tidak mencelakai mu," jawabnya membela diri
Saat Berlin perlahan membuka matanya ia begitu terkejut saat melihat Wiway muncul dihadapannya.
Wanita itu menyeringai dan langsung mencekiknya membuat gadis itu kesulitan bernafas.
Ia berusaha melepaskan diri darinya namun Wiway begitu kuat sehingga usahanya sia-sia belaka.
"Selama ini aku sangat menunggu-nunggu momen seperti ini. Aku menunggu saat yang tepat untuk menghabisi mu wanita iblis!" seru Wiway menyeringai
__ADS_1
Dewi yang ketakutan melihat sosok Wiway yang begitu menyeramkan segera berlari meninggalkan tempat itu untuk menyelamatkan diri.
Namun bagaimanapun juga Dewi tetap seorang Ibu, meskipun ia begitu takut dengan Wiway dan berusaha melarikan diri darinya. Ia tetap saja memikirkan Berlin putri kesayangannya.
"Kenapa aku begitu egois, kenapa aku begitu jahat hingga meninggalkan putriku bersama mahluk itu," ia segera membalikan badannya dan kembali menghampiri putrinya.
Dewi mengumpulkan segenap keberaniannya untuk menyelamatkan putri kesayangannya itu.
Ia segera mengambil sebuah benda tumpul dan memukulkannya kepada Wiway, berharap mahluk itu melepaskan putrinya yang sudah kehabisan napas.
Namun sedikitpun Wiway tak bergeming apalagi melepaskan cekikannya dari leher Berlin.
"Fatimah!!" seru Dewi yang mulai kehabisan akal ketika melihat putrinya sekarat didepannya
"Lepaskan dia Fatimah, orang yang sudah membuatmu menderita adalah aku, bukan putriku jadi tolong lepaskan dia. Jadi lampiaskan saja semua kemarahanmu padaku, tapi jangan pada putriku. Karena dia tidak tahu apa-apa dan dia hanya melaksanakan semua yang aku perintahkan," ucapnya memohon
Wanita itu sampai bersimpuh dihadapannya, dan meminta ia melepaskan Berlin yang sudah tak berdaya lagi.
Melihat tangis dan penyesalan Dewi membuat Wiway langsung melepaskan Berlin. Wanita itu beranjak mendekati Dewi yang bersimpuh dihadapannya.
Ia mendongakkan wajahnya dan menatapnya tajam. Sepertinya tatapan mata Elang Wiway sudah mampu merontokkan seluruh tulang-tulang persendian Dewi. Wanita itu terlihat pucat pasi dan tak berani menatapnya. Karena begitu takut menghadapi kematian yang ada di depannya membuat wanita paruh baya itu sampai kencing di celana.
"Apa kau begitu takut menghadapi kematian mu, hingga kau terlihat begitu menyedihkan saat ini?" tanya Wiway
"Apa kau tidak ingat saat itu kau tersenyum senang menatap ku yang sedang sekarat, kau bahkan tega meninggalkan aku seorang diri yang sedang sakaratul maut. Tapi melihat mu seperti ini sudah sedikit membuat ku lega karena akhirnya aku bisa melihat detik-detik menyedihkan dalam hidupmu." imbuhnya
Taburkan garam ini untuk mengusir Wewe Gombel itu jika ia sewaktu-waktu menyerang mu.
Diam-diam Dewi merogoh saku celananya dan mengambil segenggam garam krosok dan kemudian melemparkannya ke wajah Wiway saat wanita itu lengah.
"Arrgghhh, dasar wanita Iblis!!" serunya sembari memegangi wajahnya yang terasa panas.
Melihat Wiway kesakitan membuat Dewi semakin bersemangat menaburkan garam itu padanya.
"Dasar wanita bodoh, kau pikir aku takut pada benda seperti itu," Wiway segera membuka wajahnya dan melepaskan pukulannya kearah Dewi. Ia juga melepaskan tendangannya kearah wanita itu hingga semua garam di tangannya tumpah ke lantai.
Wiway menyeringai dan segera memburu wanita itu.
Ia mencekik lehernya dan mendorongnya hingga ia terhimpit di dinding rumahnya.
Tidak puas melihat Dewi menderita Wiway kemudian mengangkat tubuh wanita itu dan menghempaskannya ke langit-langit ruangan itu.
Ia kembali menghampiri Dewi yang sudah sekarat, dan bersimbah darah.
"Sekarang saatnya kau harus membayar semua perbuatan mu padaku Dewi," ucap Wiway bersiap menusukkan kuku-kukunya yang tajam ke tubuh wanita itu.
"Lepaskan dia Fatimah!!" seru seorang lelaki berdiri di belakangnya.
"Kau...kau dukun yang sudah membuat ku seperti ini!" ucap Wiway mengeratkan tangannya.
Wanita itu masih ingat betul bagaimana dukun itu menyiksanya dan mengurungnya di bukit Gombel hingga ia berubah menjadi sosok Wewe Gombel.
"Ternyata kau masih ingat padaku."
"Bagaimana aku bisa lupa dengan dukun jahat yang sudah membuatku menjadi hantu penasaran seperti ini. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melupakan apalagi memaafkan perbuatan jahat mu padaku," ujarnya kemudian menyerang lelaki tua itu.
*Braakkk!!
Seketika tubuh Wiway terpental saat berusaha menyerang dukun itu.
Ia jatuh tersungkur menghantam sofa, Wiway berusaha bangkit dan kembali menyerangnya.
Namun segigih apapun Wiway berusaha melawan lelaki itu, ia tetap saja tidak bisa menyentuhnya apalagi mengalahkannya.
Kini sang dukun menangkap Wiway dan menyeretnya keluar dari ruangan itu. Ia kemudian memeriksa kepalanya, " Ternyata paku itu sudah tidak ada," ia kemudian mendongakkan wajah Wiway.
"Dimana paku Bumi itu?" tanyanya membuat Wiway menyeringai kearahnya.
"Cepat katakan dimana paku bumi itu atau aku akan menghancurkan tubuhmu hingga menjadi debu!" ancamnya membuat Wiway terkekeh mendengar ucapannya.
Lelaki itu begitu geram padanya hingga menghempaskan tubuh gadis itu.
"Kalau kau tetap diam dan tak bicara maka jangan salahkan aku jika aku akan membunuhmu dan juga kekasihmu itu," lelaki itu kemudian mengeluarkan keris dari dalam tubuhnya dan berjalan mendekati Wiway.
"Bersiaplah untuk kembali ke Neraka Wewe Gombel!" serunya kemudian menghunuskan keris pusakanya kearah Wiway.
Dari arah berlawanan sesosok bayangan hitam melesat kearah dukun itu dan menghempaskan tubuhnya menjauhi Wiway.
__ADS_1
*Bruuugghh.
To Be Continued...