Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 48. Sad Boy


__ADS_3

Setelah membaca surat undangan Wiway, Ezza tampak murung. Lelaki itu seperti kehilangan semangat hidupnya.


Tak ada lagi keceriaan apalagi senyum di wajahnya.


"Hari ini Lo gak makan lagi Za?" tanya Derry memicingkan matanya ketika melihat sahabatnya yang hanya memakan kerupuk sembari terus meminum air putih di dalam teko hingga habis.


"Udah kok, tuh kerupuk dua sama air putih satu teko," jawabnya datar


"Astoge Za, bisa melayang badan Lo kalau tiap hari makan kerupuk terus. Memangnya kamu gak lapar apa sudah berhari-hari hanya makan kerupuk saja,"


"Gak kok, aku sudah kenyang dengan janji-janji manisnya," jawab Ezza kemudian mengambil ranselnya dan pergi meninggalkan Derry.


"Dasar sad boy, ngenes banget nasib Lo," ucap Derry kemudian mengejarnya.


"Ezza??" sapa Berlin menghampirinya


"Kita jalan yuk?" ajak Berlin menggandeng lengannya.


"Maaf aku tak bisa, aku harus prepare buat besok," jawab Ezza dingin


"Memangnya kamu mau kemana Za?" tanya Berlin


"Aku mau mendaki," jawabnya datar


"Kalau begitu biar aku bantuin Ok,"


"Gak perlu, gue bisa sendiri," jawab Ezza ketus


Lelaki itu kemudian pergi meninggalkannya.


"Dih nyebelin banget sih Ezza, awas aja Lo sekali lagi bikin gue kesel, gue bikin nyesel seumur hidup," ucap Berlin sinis.


*Braakkk!!


Dewi terkejut saat mendengar suara seseorang membanting pintu rumahnya.


"Pelan-pelan dong sayang buka pintunya," ucap Dewi menghampiri putrinya


"Bt gue Mah," sahut Berlin dengan muka di tekuk.


"Memangnya ada apa kok sampai mukanya di tekuk gitu,"


"Biasa Mah Ezza, siapa lagi yang selalu bikin gue kesel tiap hari," sahut Berlin kemudian membanting tubuhnya ke sofa


"Sabar dong sayang, untuk mendapatkan lelaki seperti Ezza memang harus sabar sayang. Kamu tidak usah khawatir karena ibu akan membantumu untuk mendapatkan lelaki itu," ujar Dewi tersenyum menatapnya


"Gimana caranya Mah?"


"Kau tidak perlu tahu, biar ibu yang akan mengerjakan semuanya. Kau tinggal terima beres saja,"


"Apa ibu akan memakai dukun lagi untuk melukuhkan hati Ezza?" tanya Berlin


"Tidak semuanya Be, namun mamah juga perlu bantuan seorang dukun sakti untuk mengalihkan perhatian semua orang," ucap Dewi menyeringai


"Lalu apa rencana Mamah?" desak Berlin


Wanita itu kemudian membisikkan sesuatu kepada Berlin.


"Apa kau juga melakukan cara ini untuk merebut ayah dari wanita yang bernama Fatimah?" tanya Berlin membuat Dewi terkejut mendengarnya.


"Darimana kau tahu cerita itu?" tanya Dewi

__ADS_1


"Mas Aby, dan asal ibu kalau wanita yang disukai Ezza itu adalah Fatimah," jawab Berlin membuat Dewi seketika memucat


"Jadi wanita yang bekerja di klinik Mas Aby itu beneran Fatimah??" ucapnya tak percaya


"Benar,"


"Bukankah dia harusnya sudah mati, lalu kenapa dia bisa hidup lagi?" tanya Dewi


"Bukankah ibu yang membuatnya seperti itu?" jawab Berlin balik bertanya.


Dewi seketika terdiam mengingat kejadian dua puluh lima tahun silam.


********


"Pasti kamu abis menguntit Ezza lagi makanya sedih?" tanya Aby ketika melihat Wiway kembali ke rumahnya dengan wajah gusar


"Hooh, kasian Ezza sejak dia patah hati dia jadi gak doyan sama nasi. Masa dia tiap hari makan kerupuk terus kan kasian By," ucap Wiway


"Alhamdulillah kalau dia masih mau makan meskipun itu kerupuk. Kali aja si Ezza cacingan makannya doyan banget makan kerupuk wkwkwk," jawab Aby sambil terkekeh.


"Dih parah Lo,"


"Emang gitu kan, kenapa sewot," sahut Aby terkekeh melihat ekspresi Wiway.


"Besok adalah hari ke sudah memasuki hari ke tiga puluh lima, aku takut terjadi sesuatu dengan Ezza By," ucap Wiway


"Hari ke 33 tidak terjadi apa-apa, bisa jadi di hari ke 35, 37, atau 39 terjadi sesuatu yang tidak di duga-duga. Tapi berdoa saja semoga tidak terjadi sesuatu dengannya di malam ganjil itu,"


"Besok dia akan mendaki gunung salak, bolehkan aku mengikutinya?" tanya Wiway


"Tapi kita harus melangsungkan pernikahan kita di hari itu juga. Bukankah kau sudah sepakat untuk melanjutkan rencana kita untuk mencegah sesuatu yang buruk terjadi pada Ezza?"


"Aku akan pastikan kembali tepat waktu," jawab Wiway penuh percaya diri


"Baik, aku janji."


**********


Pagi harinya Ezza dan tim mapala sudah bersiap untuk pergi menuju gunung salak.


"Apa kau yakin akan tetap pergi meskipun hari ini adalah hari pernikahan Wiway?" tanya Derry


"Itulah alasanku pergi, aku tidak bisa melihat dia bersama lelaki lain Der. Lebih baik aku melupakan kemarahan ku di sana. Agar tidak seorangpun tahu jika aku sedang merana." jawabnya gusar.


"Tolong berikan ini padanya," ucap Ezza memberikan sebuah kado kecil kepada Derry


"Yang sabar ya bro, aku yakin kau bisa melewati semuanya," ucap Derry memberikan support untuk sahabatnya itu.


"Thanks Bro," Ezza kemudian segera bergegas masuk kedalam mobilnya.


********


Malam itu Dewi bergegas meninggalkan rumahnya menuju ke sebuah desa terpencil. Wanita itu berniat mendatangi seorang dukun yang dulu membantunya menjadikan Fatimah sebagai Wewe Gombel.


Wanita itu menghentikan mobilnya di sebuah gubug tua yang terlihat angker.


"Mamah yakin ini rumahnya?" tanya Berlin


"Tentu saja aku yakin ini adalah rumah dukun itu. Meskipun cukup lama aku tidak pernah datang ke sini tapi aku masih mengingat tanduk kerbau di depan gerbang gubuk itu," jawab Dewi


*Tok, tok, tok!!!

__ADS_1


*Kriieet!!!


Keduanya terkejut saat melihat seorang lelaki tua membuka pintu rumah itu, "Siapa kalian, ada perlu apa datang ke gubuk ku?" tanyanya dengan suara khas seorang dukun.


Berlin tampak begitu ketakutan melihat wajah menyeramkan lelaki itu, gadis itu terus bersembunyi di belakang ibunya.


"Saya ingin bertemu dengan Mbah, apa Mbah masih ingat saya?" jawab Dewi


Lelaki itu menatap lekat wajah Dewi.


"Hmmm, meskipun aku tidak bisa melihat wajahmu dengan jelas tapi aku tahu siapa dirimu," jawabnya kemudian segera masuk kedalam.


Dewi dan Berlin pun ikut masuk mengikuti lelaki itu.


"Katakan apa keperluan mu sehingga jauh-jauh datang menemui ku,"


"Apa Mbah masih ingat peristiwa 24 tahun yang lalu, saat aku minta tolong kepada Mbah untuk mengusir arwah penasaran yang selalu mengganggu keluarga ku." ucap Dewi memulai ceritanya.


Ia kemudian menceritakan kembali kejadian dua puluh empat tahun silam untuk mengembalikan ingatan sang dukun. Setelah bercerita panjang lebar wanita itu juga menceritakan maksud kedatangannya ke tempat itu.


"Jika benar Wewe Gombel itu bisa keluar dari Bukit Gombel, maka seharusnya kalianlah yang takut dengannya. Karena di hari ke empat puluh saat ia berhasil lepas dari bukit Gombel maka ia akan berbuah menjadi Iblis yang sangat jahat. Apalagi jika paku dalam tubuhnya sudah lepas, maka tidak seorangpun dukun yang bisa menghentikannya." jawab lelaki itu membuat kedua wanita itu seketika pucat pasi.


"Lalu bagaimana cara menghentikannya?" tanya Dewi


"Kalian harus membunuhnya lelaki yang ia cintai, agar ia mau kembali ke alamnya."


"Tapi saya tidak bisa membunuh lelaki itu karena putriku sangat mencintainya," sahut Dewi


"Tentu saja kau tidak harus membuat lelaki benar-benar mati. Tapi cukup membuatnya mati suri saja," jawab lelaki itu sinis


"Kenapa kita tidak langsung membunuh Wewe Gombel itu saja Mbah sebelum hari ke empat puluh itu tiba," ucap Berlin


"Kita tidak bisa membunuhnya selama Aby masih melindunginya. Asal kalian tahu lelaki itu sangat sakti dan sangat bengis saat melawan musuh-musuhnya. Monkey see monkey do, Aby mewarisi sifat-sifat ayahnya dan juga keahlian supranaturalnya sehingga ia menjadi salah satu dukun tersakti di Jakarta. Aku saja yang sudah puluhan tahun menjadi dukun belum bisa menandingi kesaktiannya," terang dukun itu


"Hanya ada satu cara untuk mengalahkan Aby dan membunuh Wewe Gombel itu," imbuhnya membuat Dewi dan Berlin membelalakkan matanya.


"Apa itu??"


"Kalian harus mengambil paku bumi yang menancap di kepala Wewe Gombel itu


Karena hanya paku itu satu-satunya benda pusaka yang bisa membunuhnya dan juga mengalahkan Aby," jawab lelaki itu.


"Bagaimana jika paku itu sudah tidak ada dalam tubuh Wiway lagi?" tanya Berlin


"Tentu saja kalian harus mencarinya sampai ketemu,"


"Baik aku mengerti, lalu bagaimana caranya untuk membuat Ezza mati suri?" tanya Berlin lagi


"Kalau kau benar-benar mencintai lelaki itu dan dan tak ingin membunuhnya maka aku punya cara alternatif untuk membuatnya mati suri dan menghidupkannya lagi," jawab dukun itu


"Apa Mbah akan menggunakan ilmu hitam atau santet?" tanya Berlin lagi


"Tentu saja tidak, percuma saja aku mengirimkan santet padanya atau menggunakan ilmu hitam untuk membunuhnya. Karena Aby pasti akan menyembuhkannya dengan mudah. Aku akan memberikan sebuah ramuan herbal yang sangat manjur untuk membuat lelaki itu mengalami koma atau mati suri. Ini adalah sejenis racun warisan turun temurun dan selama ini belum pernah ada dokter yang bisa menyembuhkannya dengan cepat." jawab lelaki itu.


Ia kemudian mengambil sebuah bungkusan dari kotak tua dan memberikannya kepada Berlin.


"Perlu waktu tiga hari bagi korban untuk bisa kembali hidup setelah meminum racun ini, dan biasanya kaum medis bisa menyembuhkannya dalam waktu dua hari,"


"Campurkan bubuk ini kedalam makanan atau minumannya. Usahakan setelah ia koma kau harus segera membawa Wewe Gombel itu padaku. Ingat waktu kalian kurang dari dua hari, karena jika lebih maka kalian gagal," jawabnya lugas.


To be continued...

__ADS_1


Teman-teman minta dukungannya ya, yg punya vote nganggur bisa kasih ke novel ini, kalau gak ada vote mawar juga boleh, syukur-syukur ada yang lempar koin. Dijamin Wiway langsung melek dan up lagi wkwkwkwk.


Jangan lupa kasih jempol sama komen juga ya, lope-lope all.


__ADS_2