Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 107. Surprise


__ADS_3

"Halo bro, apa kabar?" sapa Ezza menbuat Derry dan Lingga terkejut melihatnya.


"Kamu, sudah sembuh?" tanya Derry


"Tentu saja, Wiway yang menolong ku," jawab Ezza


Aby segera menghampiri Ezza dan memastikan kondisinya.


"Ya elah beneran gue udah sehat sentosa loh jinawi. Apa kalian gak suka ya lihat aku sembuh?" tanya lelaki itu


"Suka kok, hanya aku terkejut saja baby. Soalnya kita hari ini berencana mau pergi ke bukit Gombel buat ngobatin Lo, eh kamu malah sudah sembuh. Yaudah kalau gitu kita gagal jalan-jalan," sahut Derry


"Kalian mau ke bukit Gombel untuk mengorbankan Wiway untuk menyelamatkan aku?" tanya Ezza menatap lekat ketiga lelaki di hadapannya.


"Tadinya begitu, itu juga atas persetujuan Wiway," sahut Derry


"Kalian benar-benar ingin memisahkan aku Dena Wiway, sampai memaksanya untuk meninggalkan dunia ini!" seru Ezza mengguncang tubuh Derry


"Sabar bro, sabar, bukan seperti itu ceritanya. Sebaiknya kita bicarakan masalah ini sambil ngopi biar suasana jadi rileks," sahut Derry melepaskan tangan Ezza yang mencengangkan kerah bajunya


"Ingat bro jangan tegang, kasiani gue yang jomblo. Kalau Lo tegang enak ada pelampiasannya lah gue...ngenes,_" imbuh Derry


"Sepertinya kita memang perlu bicara Za," ucap Lingga mengajak lelaki itu pergi.


"Aku ikut gak Ayah?" tanya Derry


"Kuy,"


Ketiganya kemudian segera masuk kedalam mobil dan meluncur meninggalkan tempat itu.


Wiway tampak gelisah menunggu Ezza yang tak kunjung kembali meski hari sudah petang.


Tiba-tiba saja ia merasakan tubuhnya lemas saat adzan Maghrib mulai berkumandang. Keringat dingin mulai membasahi wajahnya membuat wanita itu langsung menyandarkan tubuhnya ke sofa.


"Apa yang terjadi dengan ku, kenapa seluruh tubuhku sakit sekali, rasanya aku seperti sedang di kuliti, perih!!" seru Wiway mulai gelisah karena rasa sakit yang mulai menderanya.


Ia berguling-guling dan berteriak kesakitan petang itu. Tak seorangpun datang menolongnya meskipun ia berteriak begitu kencang.


"Kenapa kakiku!" Wiway begitu terkejut melihat kakinya yang melepuh serta mengelupas. Sehingga terlihat tulang kakinya.

__ADS_1


Oh Tidak, Apa ini karena Nyai Sumi yang sudah mengambil beberapa daging di tubuhku,


Ia kembali mengerang kesakitan seperti saat Nyai Sumi menyayat kakinya . Kembali darah segar mengalir dari kakinya membuat Wiway berusahalah menutupi lukanya dengan kain.


Sekarang kematian mu sedang di mulai Wiway. Kau akan terus mengalami kesakitan sampai aku mengambil semua daging di tubuhmu. bersiaplah untuk menghadapi penderitaan selanjutnya Minggu depan.


Sumi tersenyum bahagia saat melihat penderitaan Wiway dari sebuah kendi yang diisi air.


*Tok, tok, tok!!


Suara ketukan pintu membuat Wiway langsung terkejut dan terbangun. Ia segera membersihkan lukanya dan kemudian membalutnya dengan kain. Tidak lupa ia juag mengganti bajunya dan memakai gaun panjang untuk menyembunyikan lukanya dari Ezza.


*Tok, tok, tok!


Ezza kembali mengetuk pintu rumahnya saat Wiway tak kunjung keluar membukakan pintu untuknya.


"Darimana saja kamu, kok lama banget bukain pintunya?" tanya Ezza


"Maaf sayang tadi aku harus membereskan dapur dulu,"


"Sudah ku bilang, kau tidak perlu repot-repot membersihkan rumah. Biar aku saja yang membersihkannya. Aku tidak mau melihatmu kecapean sayang." tukas Ezza kemudian merebahkan tubuhnya di sofa.


Ezza segera menarik lengan Wiway dan menarik wanita itu hingga jatuh dalam pangkuannya.


Ia mengusap lembut wajah istrinya dan menatapnya sendu.


"Hari ini pasti melelahkan sekali untuk mu sehingga kau terlihat begitu pucat sayang," ucap Ezza


"Aku tidak melakukan sesuatu yang melelahkan kok," sanggah Wiway


"Mulut boleh berdusta tapi mata tidak akan pernah bisa menipu. Aku menjadikan mu sebagai istriku bukan untuk membersihkan rumahku tapi untuk melayaniku. Sekarang aku tidak mau apapun selain dirimu. Aku hanya ingin memandang mu dan memelukmu setelah seharian kita berpisah. Aku ingin melepaskan rasa rinduku padamu yang begitu membuat dadaku sesak," ucap Ezza memeluknya erat.


"Kenapa kamu tiba-tiba berubah jadi puitis gini sih, setan apa yang merasuki mu sayang?" tanya Wiway membalikkan badannya


"Kan emang dari dulu aku ini puitis, romantis, elastis dan juga erotis," jawab Ezza sambil terkekeh


"Astoge erotis," sahut Wiway terkekeh mendengar jawabannya.


"Bagaimana kalau malam ini kita dinner di luar yuk?" ajak Ezza

__ADS_1


"Kuy," jawab Wiway segera bersiap-siap.


"Tapi aku mau kamu memakai baju sexy sayang," sahut Ezza membuat Wiway langsung terdiam


"Memangnya baju ini kurang sexy ya?" tanya Wiway kecewa


"Baju ini terlalu menutupi kaki jenjang mu yang indah. Padahal aku suka sekali melihat kaki paniang mu," jawab Ezza


"Baiklah, aku akan memakai baju yang paling sexy malam ini khusus untuk mu sang pencuri hati," Wiway segera bergegas menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


"Sepandai apapun kau menyembunyikan rasa sakit mu, aku pasti bisa merasakannya Wi," Ezza terus menatap lekat Wiway yang berjalan pincang menuju kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar Wiway segera melepaskan gaunnya. Ia begitu gusar menatap luka di kakinya yang masih terbungkus kain sebagai perbannya.


Semoga saja ada keajaiban,


Perlahan Wiway membuka perban lukanya seketika netranya berbinar-binar ketika melihat luka di kakinya yang menghilang.


"Apakah Ezza yang menyembuhkan lukaku, jadi aku akan baik-baik saja setelah dia memelukku," ucapnya bahagia


"Kalau begitu aku tidak perlu khawatir dengan ancaman NYI Sumi, karena selama Ezza ada di samping ku maka aku akan baik-baik saja


Aku hanya tinggal menahan sedikit dan menyembunyikan lukaku saat Magrib tiba," Wiway kemudian mengusap air matanya dan segera merias wajahnya.


"Tara!!" gadis itu tersenyum bahagia sembari memutar tubuhnya di depan suaminya.


"Bagaimana penampilan ku malam ini sayang?" tanya Wiway sumringah


"Awesome, kami benar-benar bikin aku kesengsem. Pokoknya kalau kata Derry mah ikan hiu minum jahe Wiway saranghae," ucap Ezza memberikan bucket mawar merah padanya


"Ikan hiu makan sate, Na too saranghae," jawab Wiway tersipu


Ezza kemudian mencium kening Wiway dan mengajaknya pergi meninggalkan rumahnya.


Ia mengajak wanita itu kesebuah Restoran mewah.


Wiway begitu terkejut setibanya di restoran itu. Para staf restoran berbaris menyambutnya dan memberikan kalungan bunga selamat datang padanya. Hamparan bunga mawar merah bertuliskan ungkapan perasaan Ezza kapadanya membuat wanita itu tak bisa berkata-kata. Alunan musik Jazz terdengar merdu menyanyikan lagu cinta untuknya membuat wanita itu semakin takjub dengan kejutan dari suaminya itu.


"Terimakasih sayang, aku benar-benar senang mendapatkan kejutan darimu. Sampai kapanpun peristiwa hari ini akan selalu aku kenang dalam hidupku. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi selain Terimakasih. Terimakasih atas semua cinta yang kau berikan padaku, Terimakasih sudah menjadikan aku satu-satunya wanita dalam hidupmu. I love you so much my hubby," ucap Wiway kemudian mencium bibir Ezza.

__ADS_1


__ADS_2