
"Tante!" seru Berlin membuat Neneng seketika berlari kearahnya dan meninggalkan masakannya.
"Ada apa Be?" tanya Neneng
"Ezza gak ada di kamarnya Tan, sepertinya dia kabur," sahut Berlin
"Ya ampun Ezza, kemana dia?" ucap Neneng panik
"Aku tahu dia kemana Tan?" sahut Berlin
"Kemana emang?" tanya Neneng
"Pasti dia ke klinik Mas Aby untuk menemui Wiway,"
"Darimana kamu tahu Be?" tanya Neneng
"Karena sepertinya Ezza masih menyukai Wiway, dan dia belum bisa move on darinya," tetang Berlin
"Kasian Ezza, sepertinya ia lebih tersiksa daripada Wiway. Kenapa nasibmu jadi ngenes gini Za. Lo pasti baru merasakan betapa sakitnya di tinggalkan karena selama ini Lo yang selalu meninggalkan mantan-mantan kamu,"
"Ada ini, kenapa kamu begitu gusar Neng?" tanya seorang lelaki menghampiri mereka berdua.
"Bang Wisnu!" seru Neneng kaget
"Katakan ada apa, kenapa kalian tegang?" Wisnu mengulangi pertanyaannya.
Berlin kemudian menjelaskan semuanya yang terjadi dengan Ezza.
"Apa!!!!, benarkah Berlin bukan manusia??" tanya Neneng begitu terkejut mendengar ucapan Berlin yang menyebut jika Wiway adalah mahluk halus.
Berlin kemudian segera menunjukkan video saat Wiway berubah menjadi sosok Wewe Gombel kepada Neneng.
Bukan hanya Neneng yang terkejut melihat video itu tapi juga Wisnu. Lelaki itu terlihat begitu shock setelah melihat video tersebut.
Setelah mendengar semua penuturan Berlin, Wisnu yang baru saja tiba dar luar negeri i segera pergi menyusul Ezza di temani oleh Berlin.
"Wah bisa kacau kejadiannya kalau Mas Wisnu sudah ikut campur," ucap Neneng
"Semoga tidak terjadi sesuatu dengan Wiway, meskipun dia bukan manusia tapi selama ini dia selalu baik pada kami," kenangnya.
Sementara itu di klinik Aby, Wiway begitu terkejut ketika melihat Ezza datang ke klinik.
"Ezza," ucap Wiway dengan tatapan sendu
Lelaki itu segera menghampiri Wiway dan menggandeng lengannya.
__ADS_1
"Ayo kita pulang dan selesaikan masalah kita baik-baik Wi," ucapnya lirih
"Aku tahu semuanya tidak benar, aku percaya kamu masih Wiway yang dulu. Wiway yang hanya mengejar-ngejar satu orang pria saja yaitu aku Ezza," imbuhnya mencoba meyakinkan Wiway
"Kenapa kau tidak mau menerima keputusan Wiway Za, bukankah sudah jelas jika dia lebih memilih aku daripada dirimu. Jadi silakan pergi dan jangan pernah ganggu kami lagi," jawab Aby kemudian menarik lengan Wiway
"Diam dukun brengsek, aku tidak percaya semua kata-kata mu. Wiway tidak akan pernah menyukai lelaki seperti dirimu kecuali kau memaksanya atau memeletnya. Biasakan seorang dukun melakukan itu," sahut Ezza
"Jaga bac*t lo nj*ng, meskipun gue seorang dukun tapi pantang bagi aku untuk mendapatkan cinta dari wanita yang aku sayangi dengan cara seperti itu. Tidak semua dukun seperti yang Lo tuduhkan," jawabnya kemudian menarik lengan Wiway
Melihat Aby menarik Wiway, Ezzapun tidak tinggal diam. Ia juga menarik Wiway ke arahnya hingga keduanya terus saling tarik menarik hingga membuat Wiway geram.
"Dasar brengsek, memangnya kalian pikir hantu juga tidak kesakitan saat kalian menarikku seperti ini!" cibir Wiway
*Bruuugghh!!
Keduanya kemudian terjungkal saat lengan Wiway tiba-tiba putus.
"Astoge, tangan Wiway lepas, maaf ya Wi!" ucap Ezza begitu kaget mendapati lengan Wiway di tangannya dan langsung melemparkannya
Ia begitu ketakutan saat tangan itu bergerak dan kembali ke tubuh Wiway.
Tidak jauh berbeda dengan Ezza, Aby juga begitu terkejut ketika ia melihat potongan lengan Wiway ada di tangannya. Namun berbeda dengan Ezza yang melempar potongan lengan itu, Aby justru segera mengembalikannya pada Wiway.
"Maaf Wi, aku khilaf," ujar Aby
"Lepaskan aku Za, aku tidak bisa pergi denganmu. Kita tak bisa bersama lagi karena aku sebentar lagi akan menikah," ujar Wiway
"Jangan bohong Wi, aku tahu kamu melakukan semua ini agar aku membencimu bukan. Kamu melakukan semua ini karena ingin meninggalkan aku dan kembali ke bukit Gombel bukan?" jawab Ezza
Sementara itu di luar klinik tampak Wisnu sedang memarkirkan mobilnya. Selesai memarkirkan mobilnya ia segera masuk ke dalam klinik.
"Lihat itu om, itu adalah Wewe Gombel yang mencoba meracuni pikiran Ezza," tunjuk Berlin. Wisnu begitu geram saat melihat putra semata wayangnya begitu tergila-gila pada seorang mahluk Gaib.
Wisnu kemudian bergegas menghampirinya Ezza.
"Lepaskan dia Ezza!" seru Wisnu dengan suara lantang.
"Ayah!!!" jawab Ezza begitu terkejut melihat ayahnya ada di tempat itu.
Bukannya melepaskan Wiway, Ezza justru menarik gadis itu dalam pelukannya.
"Aku sangat mencintainya ayah, jadi tolong jangan pisahkan kami,"
Melihat ekspresi Ezza yang tidak mau melepaskan Wiway membuat lelaki itu semakin geram dan segera melepaskan Wiway dari dekapan Ezza dan membawa putranya pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Setibanya di rumah Wisnu segera mengurung Ezza di kamarnya dan menguncinya dari luar.
"Ayah buka ayah, buka!!" seru Ezza
"Apa ini gak terlalu keras Bang, aku takut Ezza malah makin nekat jika Abang bertindak seperti ini," ucap Neneng yang begitu iba melihat Ezza.
"Tolong jaga dia, aku akan keluar sebentar." ucap lelaki itu
"Baik Bang,"
Wisnu kemudian melesatkan mobilnya meninggalkan rumahnya.
Lelaki itu menghentikan mobilnya di depan klinik Aby.
"Ada perlu apa anda kembali lagi ke sini?" tanya Aby
"Apa dia ada disini?" tanyanya sembari mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya
"Apa Wiway yang anda maksud?" tanya Aby
"Tentu saja," jawabnya datar
"Dia tidak ada di sini,"
"Syukurlah kalau begitu, jadi kita bisa berbicara lebih santai," jawabnya kemudian duduk di sofa .
Disebuah ruangan gelap tampak seorang lelaki tengah membakar dupa, sembari merapalkan mantera.
Saat seluruh ruangan mulai dipenuhi oleh asap dan bau kemenyan bercampur dupa mulai menyeruak memenuhi ruangan itu, sesosok bayangan hitam melesat pergi dari ruangan itu.
*Braakkkk!!!!
Neneng tersentak ketika mendengar ada suara benda jatuh di atap rumahnya. Wanita itu segera bergegas keluar untuk melihat apa yang terjadi.
"Tidak ada apapun, tapi aku yakin sekali ada benda jatuh di atap rumah." ucapnya penasaran
Karena masih penasaran Neneng segera naik keatas roof top rumahnya untuk menjawab rasa penasarannya.
Wanita itu terkejut saat melihat ada sesuatu yang terbakar di atap rumahnya.
"Bola api???" wanita itu segera berlari meninggalkan tempat itu dan mengambil selang air untuk memadamkan api tersebut.
Namun saat ia kembali bara api itu sudah lenyap tanpa ada bekas sedikitpun.
"Sial, aku yakin tadi masih ada di sini, tapi kenapa sekarang sudah hilang."
__ADS_1
Tidak lama terdengar suara teriakan dari kamar Ezza membuat wanita itu buru-buru turun dan menghampirinya.
"Ada apa denganmu Za??" tanyanya begitu panik saat mendapati Ezza terkapar di lantai dan kejang-kejang.