Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 14. Magrib


__ADS_3

*Tap, tap, tap!!!


Roy terus mengikuti Wiway dari kejauhan, lelaki itu sengaja membuntutinya untuk mencari tahu tentang wanita itu.


"Sial, seumur-umur aku belum pernah di kalahkan oleh seorang wanita, gadis itu...siapa dia kenapa dia sangat kuat dan pukulannya begitu keras seperti seekor kerbau," Roy terus mengamati Wiway dari kejauhan.


*Krieeett!!


Wiway membuka pintu kosan dan segera masuk ke dalam.


"Kenapa hari ini lelah sekali,"


Gadis itu membaringkan tubuhnya diatas kasur.


"Allahu Akbar, Allahu Akbar!!!"


Kumandang adzan Magrib menggema menandai pergantian hari. Semua orang terlihat menghentikan aktivitasnya sejenak dan masuk kedalam rumahnya masing-masing dan menutup pintu rapat-rapat.


Maghrib merupakan waktu Shalat tiga rakaat yang dilakukan ketika bumi berpindah waktu dari siang menjadi malam hari. Saat Maghrib tiba, orang tua biasanya menyuruh anaknya untuk masuk ke dalam rumah dan menghentikan aktivitas di luar rumah. Mereka percaya bahwa saat Maghrib tiba, akan banyak setan dan jin yang berkeliaran. Setelah Magrib, mereka kembali membiarkan anak-anaknya untuk bermain di luar rumah.


Waktu menjelang maghrib, spectrum cahaya di alam akan berubah menjadi berwarna merah.


Ketika sore berangsur menuju malam, terjadi perubahan spectrum warna alam yang memiliki kesamaan frekuensi dengan jin dan iblis, yaitu spectrum merah. Pada waktu ini, jin dan iblis memiliki tenaga yang kuat karena memiliki resonansi yang sama dengan alam. Pada waktu maghrib, penglihatan terkadang kurang tajam dengan adanya fatamorgana yang disebabkan oleh banyaknya tumpang tindih atau interferensi antara dua atau lebih gelombang.


Ketika malam menjelang, bersamaan dengan datangnya kegelapan, setan akan mulai mencari tempat tinggal. Bahkan sebagian setan juga takut dengan setan lain yang memiliki kekuatan lebih besar. Karena itu, ketika maghrib tiba dianjurkan untuk menutup tempat kotor, menutup tempat air, menjauhi hewan, dan mengurangi kecepatan kendaraan. Kita juga disarankan untuk tidak duduk sendirian di tempat sepi, maupun melempar batu ke air, kamar mandi, dan kebun.


Sebuah mitos yang masih di yakini oleh sebagian besar masyarakat Indonesia hingga kini.


*Dep, dep, dep!!


Tiba-tiba lampu di kamar Wiway terlihat mati, menyala, mati, menyala dan terus seperti itu membuat wanita itu langsung bangun dari tidurnya.


"Ada apa ini," ucapnya lirih

__ADS_1


Ia mengusap keringat dingin yang membasahi wajahnya.


Saat ia menatap langit-langit kamarnya tiba-tiba muncul sosok makhluk tinggi besar menyeringai kepadanya.


"Sial," Wiway segera berlari keluar untuk menyelamatkan diri dari mahluk mengerikan itu.


Ia terus berlari sekencang-kencangnya menghindari mahluk gaib mengerikan itu.


*Deg!!


Wiway menghentikan langkahnya ketika melihat sosok Gondoruwo itu sudah ada di depannya.


Mahluk itu menyeringai dan menjulurkan lidahnya, seakan bahagia melihat buruannya tak bisa berkutik di depannya.


"Wewe Gombel yang lemah, hari ini aku akan menjadikan mu sebagai makananku," ujarnya menghampiri Wiway


"Sial, ternyata benar kata orang jika Ibu kota memang kota yang kejam, bahkan lebih kejam daripada ibu tiri. Bukan hanya manusia yang merasakannya tapi hantu juga, bagaimana ini." ucap Wiway gusar


Saat mahluk itu akan menyergapnya tiba-tiba sesosok bayangan hitam muncul dan menghalau serangannya.


"Jangan ikut campur kau dukun sialan!" seru mahluk itu geram.


"Pergi, dan jangan ganggu dia jika kau tidak mau aku jadikan sebagai budak ku!" ancam lelaki itu dengan tatap mata elangnya.


"Aku ingin tahu seberapa hebat dirimu, sampai kau berani menggertak ku!" sahut mahluk itu menyeringai


Mahluk itu kemudian mengeluarkan bola-bola api kearah Aby, namun pemuda itu berhasil menghalau semua serangannya.


Ia mengeluarkan sebuah keris kecil dan melompat kearah mahluk itu dan menusukkan benda pusaka itu tepat di jantungnya hingga Gondoruwo itu seketika menghilang berubah menjadi kepulan asap hitam.


*Klentiing!!


Sebuah batu hitam terjatuh tepat setelah tubuh sang Gondoruwo lenyap.

__ADS_1


Aby segera mengambil batu itu dan menyimpannya di sakunya.


Lelaki itu membalikkan badannya dan berjalan menghampiri Wiway.


"Kamu!" seru Wiway ketakutan


Ia berusaha berlari menghindari Aby, namun lelaki itu dengan mudah langsung menariknya.


"Ampuh Mbah, tolong jangan bunuh aku, aku masih belum mau mati. Btw katanya tahun depan film Captain Marvel 2 akan segera release, aku mau nonton oppa Park Seo Jun beraksi di film itu. Jadi please jangan bunuh saya Mbah!" ucap Wiway bersimpuh di kaki Aby


"Terus aku juga belum sempat menyatakan cintaku kepada Ezza, jadi please tunda dulu jika kau ingin membunuhku, setidaknya sampai akhir tahun 2022, please!" imbuhnya dengan wajah memelasnya


"Kenapa ketawa, garing ya?" tanya Wiway dengan wajah polosnya


"Garing banget, kaya kerupuk nyak gue!" sahut Aby sambil terkekeh


"Sue," cibir Wiway mencebikkan bibirnya.


"Santuy aja, gue gak akan membunuhmu. Tapi sebaiknya kau hati-hati karena mahluk lemah sepertimu akan menjadi incaran mahluk gaib lain yang lebih kuat. Jadi saran gue lebih baik kau tidak tinggal di kosan itu. Karena tempat itu dulunya bekas kuburan masal pada masa penjajahan, jadi wajar saja jika banyak mahluk gaib bergentayangan di tempat itu." sahut Aby


"Syukurlah, aku lega mendengarnya. Tapi bukankah kau dukun yang dibayar Dewi untuk mengembalikan aku ke bukit Gombel, jadi apa maksudmu menyelamatkan ku hari ini?" tanya Wiway menelisik


"Jangan bilang kau berubah pikiran karena melihat kecantikan ku yang membuat kau jatuh cinta padaku," imbuhnya sembari memalingkan wajahnya dari Aby


"Kalau itu benar, terus kau mau apa. Apa kau bersedia menjadi istriku?" goda lelaki itu


"Hmmm, sudah kuduga. Kau adalah lelaki ke seribu yang mengatakan itu padaku. Tapi maaf, walaupun banyak yang bilang kalau aku ini hantu Genit tapi aku ini adalah hantu yang setia. Karena aku hanya melabuhkan hatiku hanya pada satu pria saja yaitu Ezza. Jadi seganteng dan setajir apapun dirimu, kau tidak akan pernah bisa meluluhkan hatiku." sahut gadis itu dengan penuh percaya diri.


"Wah sayang sekali, padahal aku suka tipe seperti mu. Tapi sudahlah cinta memang tidak bisa dipaksakan jadi aku menyerah saja."


"Syukurlah, kalau begitu. Ish ... kenapa jadi ikut-ikutan lebay kaya aku sih!" ujar Wiway berkacak pinggang


"Lagian Lo yang mulai kok, kenapa jadi sewot, kan gue cuma ngimbangin Lo aja apa gue salah?" jawab Aby balik bertanya

__ADS_1


"Hadeeh, sue salah orang kali ini," sahut gadis itu lirih


"Aku menolong mu karena aku tidak tega melihat mu. Jujur ku katakan aku begitu menyesal pernah berusaha membunuhmu waktu itu. Sudah terlalu lama kau hidup menderita dengan menjadi mahluk jadi-jadian seperti sekarang, aku yakin kau sangat tersiksa dengan semua ini dan ingin hidup damai di alam mu. Jika perkataan ku benar, aku ingin sekali membantumu untuk kembali ke alam keabadian dan beristirahat dengan tenang di sisiNya." terang Aby membuat Wiway tercengang mendengarnya.


__ADS_2