
#Cerita ini hanya fiktif belaka, nama tokoh, nama tempat, dan semua yang adegan serta ritual di dalam novel ini adalah murni hasil khayalan author semata. Jika ada kesamaan maka itu hanya kebetulan dan tidak di sengaja.#
"Dasar pengkhianat, apa kau berencana membunuh Wiway agar aku mati!!" Sumi begitu berang ketika tahu Ki Parto berusaha membunuh Wiway.
"Tunggu saja, apa yang akan aku lakukan padamu sayang," ucapnya sinis
Wanita itu kembali duduk di depan sesaji dan mulai merapalkan mantera.
*******
"Untuk apa aku mengirim santet padanya. Asal kau tahu hanya dialah satu-satunya orange yang bisa menghentikan penderitaan ku. Aku sengaja merasukinya agar ia bisa bertahan hidup sampai kalian bisa menemukan cara mengobatinya, aku yakin hanya kau dan kedua temanmu yang bisa mengobatinya." tukas Ezza penuh harap
"Apa maksudmu dia satu-satunya orang yang bisa menghentikan penderitaan mu?" tanya Derry penasaran
"Kelak kau akan tahu Ken Arok," jawab Ezza menatap lekat lelaki di hadapannya.
*Wuuushhh!!!
Seketika sebuah bola-bola api melesat kearah mereka membuat Ezza langsung mendorong Derry ke samping.
*Buuggghhh!!
Derry terjatuh kelantai sedangkan tubuh Ezza ambruk dan menghitam setelah terkena bola api itu.
"Bangun Za!" seru Derry langsung menggendong tubuh lelaki itu dan membawanya masuk kedalam.
"Apa yang terjadi dengannya??" tanya Wiway cemas.
"Kau tunggu sebentar di sini, aku harus mengejar seseorang jadi jangan kemana-mana!" seru Derry kemudian melesat secepat kilat meninggalkan keduanya.
Aku yakin dia belum jauh,
Pemuda itu mempercepat langkahnya mengejar Nyai Sumi yang berlari membawa pergi Ki Parto.
Tidak ku sangka, ternyata di era modern ini masih ada yang menguasai Ajian Kijang Kencana,
Derry yang dirasuki oleh Gilang segera melompat dan mendarat tepat di depan Sumi.
"Senang bertemu denganmu lagi Nyai," ucap lelaki itu menyunggingkan senyumnya
"Cih, tidak ku sangkar kau berhasil menyusul ku. Kau memang patut untuk diperhitungkan Aki," jawab Sumi
"Sebaiknya lepaskan dia, jika kau benar-benar mencintainya. Biarkan dia mati dengan tenang agar kau juga bisa hidup bahagia tanpa harus mengurusnya seumur hidupmu."
"Cih, kau pikir aku ini bodoh sampai harus mendengarkan omong kosong mu itu. Jika aku membiarkan dia mati sama saja aku juga menggali kubur ku sendiri. Jika aku membiarkannya mati maka otomatis Wiway juga mati, dan jika Wiway mati maka kecantikan ku akan memudar dan aku kembali menjadi wanita tua jelek dan lemah yang tinggal menunggu mati saja. Dan aku tidak mau seperti itu, apa kau mengerti sekarang?" sahut Sumi
"Hidup mati seseorang sudah ditakdirkan oleh Tuhan, kata siapa kau akan mati setelah berubah menjadi wanita tua. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan apalagi mendahului takdir Tuhan bahaya bisa kena kurma nanti. Dan kalau masalah cantik itu perkara yang paling mudah, bukankah kau ini seorang MUA terkenal yang tajir melintir. Kenapa tidak oplas saja di Korea, buatlah wajahmu secantik Yoona SNSD, atau Kim Tae Hae beres kan. Atau kau bisa setiap hari memakai riasan untuk menyulap wajahmu menjadi lebih cantik dan muda. Mudahkan, kecuali kau orang susah baru susah menjadi cantik karena cantik itu perlu modal," terang Derry
"Jangan banyak bacot anak muda!" Sumi segera mengeluarkan benda pusakanya dan membebaskannya kearah Derry.
Beruntung lelaki itu segera melompat untuk menghindari serangan wanita itu.
Sumi kembali menghempaskan tenaga dalamnya kearah Derry membuat lelaki itu terhempas beberapa meter darinya.
Tidak puas melihat Derry tersungkur ia kemudian melemparkan paku bumi kearahnya. Derry segera membuat perisai untuk menahan serangan wanita itu.
"Matilah kau dukun sialan!" Nyai Sumi melesatkan kilatan jingga kearah Derry dan seketika menghancurkan perisai gaib yang dibuat pemuda itu.
Derry seketika terpental dan jarum-jarum itu langsung menancap ke tubuhnya.
"Arrgghhh!!"
Sumi segera menghampiri Derry yang sekarat setelah puluhan jarum beracun miliknya bersarang di dada pemuda itu.
"Sekarang tamatlah riwayat mu bocah tengik," ucap Sumi kemudian menggilas dada Derry dengan sepatu high heelsnya.
Darah segar mengalir dari tubuh pemuda itu membuat Sumi menyeringai dan menjilati darahnya.
"Andai saja kau seorang wanita pasti aku akan menjadikan dirimu sebagai Pengantin Iblis berikutnya," tukasnya kemudian meninggalkannya.
Gilang segera keluar dari tubuh Derry dan memapah tubuh pemuda itu. Setibanya di kediaman Lingga, Gilang segera membaringkan tubuhnya ke atas ranjangnya.
"Apa yang terjadi dengan putraku?" tanya Lingga
"Maafkan aku, aku tidak menyangka wanita itu benar-benar sakti. Dia bahkan menguasai Ajian Kijang Kencana, dan berhasil melukai Derry dengan jurus jarum Iblis."
"Apa dia akan mati?" tanya Lingga begitu gusar
"Tentu saja tidak, putramu baik-baik saja. Secara jarum itu hanya menyakitiku," sahut Gilang segera mencabuti satu persatu jarum yang menancap di tubuhnya.
"Syukurlah, aku kira anakku terluka parah,"
"Dih, giliran gue yang terluka Lo sukurin Lee. Dasar ponakan sue!" cibir Gilang
"Sorry Om, maaf sengaja," jawab Lingga terkekeh mendengarnya
"Dimana Rangga?" tanya Gilang
"Masih semedi Om," jawab Lingga
"Semedi kok lama banget, jangan-jangan dia malah tidur lagi bukan semedi!" Gilang segera masuk kedalam kamar Lingga.
"Gimana Ran, sudah dapat pencerahan belum?" tanya Gilang
__ADS_1
"Sepertinya susah mengobati Ezza, bagaimanapun juga santet itu terlalu sakti dan susah di jamah oleh dukun aliran putih seperti kita." jawab Rangga lirih
"Terus apa rencana kamu selanjutnya?" tanya Gilang
"Kita bawa Wiway ke bukit Gombel dan mengakhiri semuanya di sana." sahut Rangga
"Jangan bilang kau akan meminta Wiway mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Ezza?" tukas Gilang
"Hanya itu cara satu-satunya menyelamatkan Ezza, bukankah yang hidup harus melanjutkan hidupnya dan yang sudah mati harus kembali ke alamnya. Lagipula menurut ku ini yang terbaik untuk Wiway agar ia bisa mengakhiri penderitaannya. Toh dia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan selama ini yaitu cinta Ezza. Aku yakin dia pasti akan melakukan apapun demi lelaki yang ia cintai," terang Rangga
"Aku setuju dengan usulan Rangga. Sebagai sesama mahluk astral aku tahu pasti yang dirasakan Wiway, biarlah Wiway pergi membawa cinta sucinya ke alam baka. Dan semoga Ezza bisa cepat move on dan mendapatkan pengganti Wiway," sambung Barra
"Iya aja deh kalau Wowo Ucin sudah ngomong, asal kalian bahagia aku sih Iyes aja," jawab Gilang memeluk kedua sahabatnya.
"Btw Lo kenapa Lang?" tanya Barra
"Kena jarum Bar, ada dukun licik yang berusaha membunuhku tadi," sahut Gilang
"Siapa??" tanya Barra lagi
"Sang pengirim santet,"
"Wah dia pasti benar-benar sakti sampai dia bisa membuatmu terluka seperti ini," jawab Rangga
"Sesakti-saktinya manusia pasti ada kelemahannya, dan sekarang tugas kita adalah mencari kelemahan dukun itu," ucap Gilang
"That's right baby," jawab Barra dan Rangga bersamaan.
Sementara itu di Wiway yang gusar karena kondisi Ezza yang semakin memburuk segera menghubungi Derry.
"Halo Der, kamu dimana kenapa gak balik lagi, sekarang Ezza semakin memucat dan tubuhnya sangat dingin seperti es. Aku takut dia semakin drop dan....." Wiway tak melanjutkan ucapannya namun hanya terisak diujung telpon.
"Tidak akan terjadi apa-apa dengannya, aku akan segera kesana menjenguknya," jawab Lingga
"Baik Aki, Terimakasih." jawab Wiway kemudian mematikan ponselnya.
Ia segera mendekati Ezza dan memeluknya erat.
"Kenapa aku begitu sakit melihat mu seperti ini, andai saja aku bisa menggantikan dirimu biarlah aku yang akan menanggung rasa sakit mu sayang," ucapnya gusar
*Tok, tok, tok!!!
Wiway segera mengusap air matanya dan bergegas membuka pintu rumahnya.
"Aby,"
"Aku dengar Ezza sakit, makanya aku ingin menjenguknya," tukas lelaki itu menatap sendu kearah Wiway
"Iya By, maaf aku belum sempat mengabari mu," jawab Wiway
Wiway kemudian mengajak lelaki itu menemui Ezza di kamarnya.
Aby tercengang melihat Ezza yang terbaring diatas ranjangnya.
"Aku yakin dia sengaja melakukan ini padanya agar kau kembali ke rumah itu," ucap Aby lirih
"Apa maksudmu By?" tanya Wiway penasaran
"Nyai Sumi, dia pasti sengaja menyantet Ezza agar kau kembali lagi tinggal bersamanya. Aku yakin dia menginginkan dirimu agar ia bisa tetap menjadi cantik dan awet muda," jawab Aby
"Darimana kau tahu semua itu?" tanya Wiway lagi
"Dari buku peninggalan ayahku,"
"Aku tidak sengaja menemukan sebuah buku kuno di dalam laci lemari Ayah. Karena penasaran aku membaca buku itu, dan terrnyata isinya adalah semua catatan ayah tentang ilmu yang ia pelajari selama dia hidup. Termasuk sebuah ilmu hitam yang bisa membuat seorang hidup abadi dengan menumbalkan sesosok mayat perempuan yang sengaja di jadikan Wewe Gombel." jawab Aby
"Jadi selama ini kau juga tahu jika ayahmu masih hidup?" tanya Wiway
"Tentu saja aku tahu, bahkan aku paham betul kenapa wanita itu selalu menyembunyikan ayahku dari diriku," jawab Aby.
"Lalu apa kau bisa menyembuhkan santet yang menyerang Ezza?" tanya Wiway
"Entahlah, karena di buku itu tidak tertulis ilmu santet. Karena aku tahu ayahku adalah seorang dukun yang tidak mau mempelajari ilmu santet," jawab Aby
"Lalu apa yang harus aku lakukan By, apa aku harus datang ke rumah Nyai Sumi dan berlutut di kakinya agar ia mengatakan menyembuhkan Ezza?"
"Tidak perlu, biar aku saja yang akan menemuinya. Bila perlu aku akan mengancam wanita itu agar ia segera mengambil santet yang ia kirimkan pada Ezza," Jawab Aby
"Tapi aku tidak mau merepotkan kamu By, jadi biarkan aku saja yang menemui wanita itu," ucap Wiway
"Jangan Wi, berbahaya. Aku tidak mau kau terluka lagi," jawab Aby
"Tapi By...."
"Aku janji, kali ini aku pastikan Ezza akan bisa sembuh lagi. Jadi jangan sedih lagi ya," ucap Aby mengusap air mata Wiway.
"Thanks By,"
"Sekarang tersenyumlah agar aku bisa meninggalkan mu dengan lega," ucap Aby
Wiway segera menyunggingkan senyum manisnya kepada lelaki itu.
"Nah kalau senyum kan manis, ya sudah aku pamit dulu ya Wi, jaga Ezza baik-baik."
__ADS_1
"Iya, hati-hati By. Aku harap kau juga akan baik-baik saja dan jangan sampai terluka," ucap Wiway menatapnya sendu
"Aku akan terluka jika melihat mu tidak bahagia Wi." jawab Aby
"Baiklah mulai sekarang aku akan selalu tersenyum bahagia terutama jika di depanmu. Aku memang bisa memberikan senyumanku kepada semua orang, tapi tidak dengan hatiku. Karena hatiku hanya untuk Ezza seorang eeeaaaa," jawab Wiway membuat Aby terkekeh mendengarnya
"Dasar Wiway gembel, mulai deh ngegembel wkwkwk,"
"Tapi aku senang melihat kau mulai menggombal lagi, karena itu berarti kau sudah merasa lega sehingga bisa bercanda dan tertawa," jawab Aby
"Alhamdulillah By, semuanya karena dirimu. aku sangat bersyukur memiliki teman sejati seperti dirimu di kehidupan ku yang sekarang ini, Terimakasih sudah menjadi sahabat terbaikku By,"
"Sama-sama Wi, btw aku pamit ya, bye!" Aby kemudian melambaikan tangannya meningkatkan Wiway.
*************
Pagi itu Wisnu dan Neneng datang menjenguk Ezza. Wiway segeramenyambut kedatangan mertuanya itu.
"Bagaimana keadaan Ezza?" tanya Wisnu
"Masih belum ada kemajuan ayah," jawab Wiway
"Hmmm," Wisnu segera masuk kedalam kamar Ezza dan melihat kondisinya secara langsung.
"Sampai kapan kau akan seperti ini nak, aku kira dengan menikahkan dirimu dengan wanita yang kau cintai akan membuat mu hidup bahagia. Tapi kenyataanya bukannya hidup bahagia kau malah menderita seperti ini,"
Wiway begitu gusar mendengar ucapan Wisnu, bagaimanapun wanita itu merasa bersalah dengan apa yang menimpa Ezza saat ini.
"Maafkan aku Za, benar yang ayah ucapkan bukannya memberikan kebahagiaan aku justru membawa kesialan untukmu," tukas Wiway kemudian mengusap air matanya.
"Kenapa kau menangis?" tanya Wisnu menghampiri Wiway
"Ah, aku tidak apa-apa kok ayah hanya kelilipan saja," jawab Wiway mencoba menyembunyikan kesedihannya.
"Jangan terlalu bersedih, aku akan mencoba meminta bantuan Kyai Umar untuk menyembuhkan Ezza. Aku yakin dia bisa menyembuhkannya," jawab Wisnu
"Iya ayah,"
Wisnu kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Kyai Umar.
"Sebaiknya kau istirahat saja, biar Tante yang akan membereskan semuanya," tukas Neneng langsung mengambil sapu dari tangan Wiway
"Gak papa kok Tante, aku bisa melakukan semuanya,"
"Jangan ngeyel, aku tahu kau pasti begadang semalaman untuk menjaga suamimu. Lihat saja matamu sampai bengkak seperti itu. Sudah istirahat saja, aku tahu dalam situasi ini kamu harus tetap sehat agar bisa terus menjaga dan mendampingi Ezza. Jadi Kuy istirahat dulu," Neneng mendorong wanita itu memasuki kamarnya.
Wiway kemudian membaringkan tubuhnya di samping Ezza, rasa kantuk yang menderanya membuat ia terlelap untuk sesaat di samping suaminya.
Tak lama Wiway terbangun karena mendengar isakkan tangis yang membuat tidurnya terganggu. Ia begitu bingung ketika ia membuka matanya, ia melihat Wisnu dan Neneng menangisi Ezza yang terbujur kaku di depannya.
"Apa yang terjadi dengan Ezza ku, apa yang terjadi dengannya Tante," tanya Wiway mengguncang tubuh wanita itu.
"Kau harus sabar Wi, Ezza sudah meninggal kita semua, hiks, hiks," jawab Neneng kemudian memeluknya erat.
"Tidak mungkin, Ezza tidak mungkin mati. Aku tidak percaya, kau pasti bohong kan Tante," Wiway melepaskan pelukannya dan bergegas menghampiri Ezza
Ia menyingkap kain putih yang menutupi wajah suaminya dan menatapnya sendu. Wiway memeriksa denyut nadinya dan kemudian mendekatkan telinganya ke dada lelaki itu.
"Jangan bercanda sayang, aku tahu kamu sedang bercanda kan, aku tahu kau lelaki kuat jadi tidak mungkin kau akan pergi secepat ini. Aku tahu kau begitu menyayangi aku jadi aku yakin kau tidak akan pernah meninggalkan aku sendirian di sini. Cepat bangun sayang, buka matamu, lihat aku!" ucap Wiway mengguncang tubuh lelaki itu.
Tangisnya seketika pecah ketika Ezza tak bereaksi apapun.
"Jangan pergi, jangan tinggalkan aku, hiks, hiks," Wiway menangis sejadi-jadinya sembari memeluk jenazah suaminya.
"Bangun Wi!!"
Seketika Wiway membuka matanya ketika ia merasakan seseorang mengguncang tubuhnya.
Ia segera menoleh kearah Ezza dan memeriksa denyut nadinya.
"Syukurlah, dia masih hidup," ucapnya lega
"Kamu pasti mimpi buruk ya, sampai kau menangis tersedu-sedu seperti itu?" tanya Neneng
"Iya Tante, aku takut sekali. Aku kira itu nyata tapi ternyata hanya mimpi."
"Iya Wi, sebaiknya kau jangan banyak pikiran ya, sekarang yang terpenting adalah kita harus mencari orang pintar yang bisa mengobati Ezza. Btw tadi Abang memintaku untuk membangunkan dirimu karena ia ingin membicarakan sesuatu denganmu," ucap Neneng
"Baik Tante, sekarang ayah dimana?" tanya Wiway
"Dia ada di beranda,"
"Ok Tante," Wiway segera turun dari ranjangnya dan berjalan menuju kedepan rumahnya.
"Apa yang ingin ayah bicarakan denganku?" tanya Wiway kemudian duduk disampingnya.
"Aku sudah mendengar semuanya dari Ki Lingga tentang Ezza dan bagaimana cara mengobatinya. Mungkin mereka belum memberikan dirimu karena masih menunggu waktu yang tepat. Sebagai seorang ayah aku tahu pasti kau pasti akan melakukan apapun untuk Ezza seperti waktu itu. Aku tidak bermaksud memisahkan mu dengan putraku, tapi aku hanya ingin yang terbaik buat kau dan juga Ezza. Sekarang kau sudah mendapatkan semua yang kau inginkan yaitu menjadi istri sah Ezza bahkan kau juga sudah mendapatkan hatinya. Aku tahu aku tidak pantas meminta kau mengorbankan dirimu untuk menyelamatkan putraku, tapi tidak ada pilihan lain untuk menyelamatkannya. Meskipun Ki Lingga masih belum memberitahukan dirimu karena ia sedang mencari alternatif lain tapi aku yakin dengan kau kembali ke alam keabadian kau adalah cara yang paling tepat menyelamatkan Ezza. Selain kau bisa menyelamatkannya kau juga bisa mengakhiri penderitaan mu sebagai mahluk jadi-jadian dan hidup bahagia di surga. Jika kalian benar-benar pasangan sejati maka Allah akan mempertemukan kalian berdua di surga nanti, jadi tunggulah Ezza di sana," ucap Wisnu berkaca-kaca.
"Aku mohon padamu Wi kali ini saja," imbuh Wisnu bersimpuh di kaki Wiway sembari menggenggam erat jemarinya.
"Dengan kembali ke alam baka selain menyelamatkan Ezza kau juga sudah membantu Ayah Aby untuk bisa menemui ajalnya. Bukankah kau dan Aby berkawan baik, jadi bagaimana keputusan mu Wi?" tanya Wisnu
"Baiklah ayah, jika memang itu yang terbaik aku bersedia melakukannya," jawab Wiway mantap
__ADS_1
To be continued....
Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan cara kasih like komen dan favoritkan novel ini, Terimakasih. Love you all 😘😘.