Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 108. Kematian Ki Parto


__ADS_3

Ketika seseorang hidup hanya untuk menanggung penderitaan demi membahagiakan orang lain maka itu bukanlah kehidupan tapi sebuah siksaan. Apa kau tega melihat wanita yang kau cintai hidup menderita sepanjang usianya??.


Mencintai adalah membiarkan orang yang kita sayangi hidup bahagia tanpa harus memilikinya apalagi membebaninya untuk selalu ada disisi kita. Seorang pecinta sejati pasti akan melakukan apa saja demi kebahagiaan pasangannya.


Jika kau benar-benar mencintai Wiway maka lepaskan dia dan biarkan ia hidup bahagia di alamnya.


Ezza masih tak bisa memejamkan matanya malam itu, kata-kata Lingga membuatnya terjaga sepanjang malam.


Ia menatap lekat Wiway yang terbaring pulas di sampingnya. Diusapnya wajah ayu yang terlihat damai malam itu.


Apa selama ini kau menanggung banyak penderitaan karena diriku??.


Matanya berkaca-kaca menahan air mata yang akan jatuh membasahi pipinya.


Jika memang mengembalikan dirimu ke alam keabadian akan membuatmu bahagia, aku akan melakukannya. Sekarang aku tidak akan memaksamu untuk hidup bersamaku lagi. Aku ingin melihat mu bahagia sayang.


Ezza kemudian mengecup kening Wiway dan memejamkan matanya sembari memeluknya erat.


*************


*Braaakkkk!!!


NYI Sumi segera keluar dari kamarnya dan melihat siapa yang datang.


"Kenapa kau selalu saja merusak pintu rumahku saat datang ke sini. Apa kau tidak pernah diajarkan sopan santun oleh ayahmu!" maki wanita itu ketika melihat Aby berdiri di depannya


"Ayahku memang tidak pernah mengajariku sopan santun, karena ia sudah mati saat aku bayi, jadi maklumi saja." jawab Aby membuat Sumi tercengang


Wanita itu hanya tersenyum getir menatapnya.


Aby segera masuk dan menggeledah semua ruangan rumah itu.


"Dimana kau sembunyikan ayahku?" tanya Aby


"Bukankah kau sudah tahu jika aku sudah menguburkannya di belakang jadi untuk apa kau mencarinya di sini," jawab Sumi


"Jangan bohong, aku sudah tahu semuanya. Jadi cepat beritahukan dimana dia atau aku akan memakai kekerasan untuk membuat mu buka mulut,"


"Dasar anak kurang ajar beraninya kau mengancam ku!" sahut Sumi


"Terserah apa katamu, sekarang katakan dimana ayahku,"


"Cari saja kalau bisa," sahut Sumi kemudian melipir meninggalkannya.


Aby segera menarik lengan wanita itu dan menatapnya tajam.


"Jangan pernah meremehkan aku lagi Nyai, atu aku akan menghancurkan rumah ini dan seisinya,"


"Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan, aku tidak peduli," jawab Sumi acuh


"Kau benar-benar sengaja memancing emosiku, baiklah lihat saja apa yang akan terjadi denganmu jika kau tak menunjukkan dimana ayahku," ucap Aby kemudian pergi meninggalkannya.


Apa yang akan dia lakukan??.


Sumi menatap lekat kepergian Aby dari rumahnya.


***************


Aby menghentikan mobilnya didepan kliniknya, ia kemudian memasuki ruangan kerjanya dan mengambil kotak kecil di laci meja kerjanya.


Ia kemudian kembali pergi melesatkan mobilnya menemui Lingga.


Setibanya di kediaman Lingga, Aby segera memberikan kotak kecil itu padanya.


"Maaf aku tidak bisa menemukan ayahku disana, dan aku juga tidak bisa memaksa Ibuki untuk memberitahukan dimana ia menyembunyikannya. Aku hanya bisa memberikan ini padamu, aku harap ini bisa membantu kalian menyelesaikan masalah ini." ucap Aby


"Terimakasih Aby, tapi yang bisa menggunakan paku ini hanya Ezza. Jika dia masih bersikeras tidak mau berpisah dengan Wiway kita bisa apa. Satu-satunya jalan menolong ayahmu adalah dengan membunuh Wiway atau membunuhnya dengan ajian pelebur Sukma seperti yang dulu ayahmu lakukan pada ketua sekte Bumi Loh Jinawi. Nah sekarang pertanyaannya siapa yang menguasai Ajian pelebur Sukma," ujar Lingga


"Aku, aku sudah mempelajari ajian itu selama kurang lebih dua tahun," jawab Aby


"Apa kau yakin tega membunuh ayahmu sendiri dengan ajian itu?" tanya Lingga


"Tentu saja, aku melakukannya karena aku sayang padanya, aku tidak tega melihatnya terus tersiksa selama ini." jawab Aby

__ADS_1


"Wah, tidak ku sangka kau benar-benar anak berbakti By, aku salut pada anak muda seperti dirimu. Baiklah soal urusan cari mencari orang ilang serahkan saja sama gue, sejauh apapun NYI Sumi menyembunyikan Ayahmu pasti radar ku akan bisa menemukannya. Jadi jangan khawatir. Persiapkan saja dirimu untuk menyelamatkan ayahmu. Biar tim Buser yang akan mencari keberadaan ayahmu," tukas Lingga


"Emangnya Tim Buser siapa aja ayah?" tanya Derry


"Tri hantu kece, Om Barra, Gilang sama Daddy Rangga." sahut Lingga


"Ya ampun ayah punya tim Buser gak bilang-bilang, sekalian mereka suruh Carikan jodoh buat aku bisa gak?" tanya Derry


"Astoge sakno, anake dukun kok jones," ucap Lingga terkekeh


"Dih bukannya jawab malah ngetawain," jawab Derry


"Iya Le, nanti ayah Carikan istri Soleha buat kamu. Gak usah pacaran kamu langsung nikah aja biar gak bikin dosa,"


"Tapi yang cantik ya ayah, minimal kaya Yoona SNSD,"


"Astoge, tinggi banget standar Lo Le, gak bisa turun dikit gitu sekelas Inem pelayan seksi," sahut Lingga


"Yaudah gak papa yang penting gak malu-maluin kalau diajak kondangan," jawab Derry


Tentu saja lingga seketika tertawa mendengar ucapan putranya itu.


"Kenapa ketawa??" tanya Derry


"Gak papa Ke, lucu aja gitu." jawab Lingga


"Oh,"


"Asal kamu tahu, cantik itu bukan segalanya. Karena selamanya yang cantik itu bisa membuat mu selalu bahagia. Lebih baik cantik hatinya daripada parasnya. Kehidupan rumah tangga tak seindah masa pacaran jadi kau harus memilih calon istri yang bisa menerima kamu apa adanya, itu hanya saran ayah saja Le,"


"Inggih Romo, aku pasti akan mendengarkan semua petuah Romo,"


"Alhamdulillah, Romo doakan semoga kamu bisa mendapatkan jodoh seperti yang kau harapkan ya Le,"


"Aamiin,"


"Jadi aku gimana ini om?" tanya Aby


"Astoge hampir lupa kan gara-gara jodoh si Derry, sekarang kau pulang saja ke rumah persiapkan dirimu karena malam ini kita akan mengeksekusi ayahmu,"


"Menolong Le,"


"Nah gitu kan kedengarannya enak, gak kaya ******* yang akan dieksekusi,"


"Baik Aku, aku akan menunggu kabar darimu," jawab Aby Kemudian berpamitan


***********


Saat Magrib tiba seperti biasa Wiway menjerit kesakitan. Kali ini teriakannya begitu keras dari biasanya, rasa sakit mulai menjalar di seluruh tubuhnya terutama wajahnya.


Wiway begitu ketakutan melihat wajahnya sendiri yang begitu menakutkan. Ia kemudian melarikan diri dari rumah itu agar Ezza tak melihatnya.


*Buuugggghhh!!!


*Ciiitt!!


Aby menghentikan mobilnya ketika ia merasakan menabrak seseorang, ia segera turun dan melihat siapa yang di tabrakannya.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanyanya membantu wanita itu berdiri


Aby begitu terkejut ketika melihat wajah wanita itu.


"Wiway," ucapnya terperanjat melihat wajah Wiway


Wiway hanya bisa menangis tanpa bisa berkata-kata membuat Aby langsung memeluknya erat.


"Kenapa kau melakukan semua ini Wi?" tanya lelaki itu mengusap air matanya


"Tidak ada cara lain untuk menyembuhkannya, Nyai Sumi mengancam ku akan membunuh nya sore itu. Aku tidak punya pilihan lain selain menyelamatkannya, aku tidak mau kehilangan dia By. Lebih baik aku yang menderita daripada melihatnya tersiksa. Lebih baik aku yang meninggalkannya dari pada aku yang ditinggalkan karena aku tidak kuat menahan sedih jika ia pergi meninggalkan aku karena keegoisan ku," jawab Wiway terisak


"Dasar bodoh, kenapa kau bisa bucin seperti ini. Apa kau tahu akibatnya jika kau menjadi pengantin Iblis?" tanya Aby


"Aku akan mati perlahan setelah Nyai Sumi berhasil mengambil semua kulitku bukan??" jawab Wiway

__ADS_1


"Kau tidak akan pernah mati Wiway, tapi kau akan menanggung kesakitan seumur hidupmu. Menjadi monster seperti ini apa kau mau menghabiskan sisa hidupmu seperti ini?" tanya Aby


"Demi Ezza aku rela,"


"Sial, kenapa kau harus berkata seperti itu disaat kau sendiri tidak bisa menolong dirimu sendiri. Lihatlah dirimu sekarang!" seru Aby membuat Wiway semakin gusar menatap dirinya di depan cermin


"Apa kau bisa bersama Ezza dengan keadaan seperti ini?"


Wiway hanya menggeleng mendengar ucapan Aby.


Melihat kesedihan Wiway membuat Aby tak melanjutkan kata-katanya. Ia segera menarik lengan wanita itu dan membawanya pergi dari tempat itu.


"Jangan bawa aku pulang ke rumah ku By, aku mohon," ucap Wiway ketika Aby akan menghentikan mobilnya di depan rumahnya


"Kenapa, bukankah Ezza harus tahu jika kau sudah mengorbankan dirimu demi menyelamatkan nyawanya,"


"Jangan By aku mohon, kau harus merahasiakan ini dari Ezza," jawab Wiway


"Sampai kapan?" tanya Aby


"Selamanya,"


"Bagaimana jika dia mencarimu?"


"Katakan saja aku sudah kembali ke Bukit Gombel," jawab Wiway


"Mana mungkin dia percaya begitu saja,"


"Katakan saja aku sudah mati,"


"Kau benar-benar Gila Wi," sahut Aby kemudian melesatkan mobilnya meninggalkan pelataran rumah Ezza.


Aby menghentikan mobilnya di klinik dan mengajaknya masuk kedalam.


Ia mengantar Wiway ke ruang kerjanya.


"Sekarang istirahatlah, aku ada urusan sejenak,"


"Terimakasih By,"


"Sama-sama," Aby segera meninggalkan wanita itu menuju ke ruang khusus.


Lelaki itu terkejut ketika melihat Ki Parto sudah ada di sana bersama Rangga, Barra, dan Gilang.


"Senang bisa bertemu denganmu lagi anak muda?" ucap Gilang menyapanya.


"Aku juga senang bertemu denganmu lagi Aki," jawab Aby


"Sekarang, saatnya kau mengakhiri penderitaan ayahmu Aby," tukas Lingga


Aby berjalan pelan mendekati lelaki yang terbaring lemah di depannya.


"Ayah, maafkan aku." ucapnya sembari memeluk lelaki renta itu.


Ki Parto hanya mengedipkan matanya tanpa bisa berkata-kata.


"Sepertinya dia sudah memaafkan mu dan dia juga sangat berterima kasih jika kau bisa membantunya menemui ajalnya," ucap Barra


"Kuy kita mulai," Rangga segera menyingkir dari tempat itu,


Lingga segera mempersiapkan beberapa sesaji dan Gilang segera beraksi dengan ajian ilusi jiwanya.


Mereka ini sudah berpindah dimensi kesebuah hutan belantara yang sepi.


"Aku rasa ini adalah tempat yang cocok untuk melakukan rencana mu Aby," ucap Lingga


"Tentu saja Aki, Terimakasih atas bantuan kalian, sampai kapanpun aku tidak akan pernah melupakan kebaikan kalian," jawab Aby


Aby menarik nafas dalam-dalam dan kemudian mulai menggerakkan tangannya, membuat Lingga dan yang lainnya segera menjauh dari pemuda itu.


Ia kemudian melesatkan pukulan mautnya kearah Ki Parto yang duduk di dihadapannya.


Maafkan aku ayah, hanya ini yang aku bisa berikan kepadamu untuk membalas semua kebaikan mu yang sudah merawat ku sejak bayi. Semoga kau bisa beristirahat dengan tenang disana ayah.

__ADS_1


*Buuugggghhh!!


Sebuah gelombang besar menghantam tubuh Ki Parto membuat lelaki itu seketika terhempas menjadi butiran debu.


__ADS_2