
"Kamu yakin ayank mau menemui ayah kamu?" tanya Wiway
"Tentu saja, jika dia memang menyayangi ku pasti dia akan merestui hubungan kita," jawab Ezza mantap
"Terserah kamu sajalah ayank, toh begini saja aku sudah bahagia. Bisa selalu ada di sisimu seperti ini saja aku sudah bahagia, aku tidak mau meminta lebih darimu Za," ucap Wiway
"Untuk wanita spesial seperti dirimu apapun akan aku lakukan sayang,"
"Makasih sayang, jadi makin cinta deh," jawab Wiway bergelayut manja di lengannya.
"Cie, cie yang CLBK," goda Derry menghampiri keduanya
"Apaan CLBK?"
"Cinta lama bikin klepek-klepek," sahut Derry membuat Ezza dan Wiway tertawa.
"Emang bener bro, saking klepek-klepeknya gue Ampe gak bisa move on," jawab Ezza
"Sudah kuduga, hanya janda yang bisa menaklukkan playboy seperti dirimu,"
"Apaan sih Lo bawa-bawa janda," sahut Ezza
"Tapi emang bener kan, kek gitu?" tanya Derry lagi
"Bener juga sih bro, tapi gak masalah lah aku gak mempermasalahkan status atau apapun kok. Yang penting aku suka sama Wiway dan Wiway juga suka sama gue it doesn't matter," jawab Ezza
"That's right baby, Lo emang keren salut gue," jawab Derry
"Lo baru tahu kalau gue keren?" goda Ezza
"Dih mulai deh besar kepalanya," cibir Derry membuat Ezza tertawa terbahak-bahak.
"Yaudah kita tinggal dulu bro," ucap Ezza menepuk pundak Derry
"Emang mau kemana?" tanya Derry
"Mau mojoklah, kan kangen udah lama gak ketemu." jawab Ezza
"Ikut,"
"Dih gak boleh, nanti kamu ganggu. Lagipula kita kan udah pas berdua karena kalau bertiga kan satunya setan," tukas Ezza terkekeh menunjuk Derry
"Ngomong setannya biasa aja keles, gak usah ngeledek gitu
"Jangan baper Der,"
"Gue gak baper tapi laper!"
"Yaudah beli makan saja dan jangan ganggu gue sama Wiway," ujar Ezza
"Yaudah asal sejuta,"
"Makan apa Lo sampai habis sejuta?"
"Makan anak perawan," bisik Derry
"Anj*r!" seru Ezza membelalakkan matanya
**************
"Assalamualaikum,"
"Waalaikum salam," seorang wanita paruh baya berjalan keluar membuka pintu rumahnya.
"Berlin??" ucapnya terkejut melihat gadis itu
"Iya Budhe," jawab gadis itu segera mencium punggung tangan wanita itu.
"Kapan kamu pulang nak?" tanya Wanita itu membawa gadis itu masuk ke dalam rumahnya.
"Baru saja sampai budhe makanya aku kemari untuk mengambil kunci rumahku yang aku titipkan sama budhe," jawabnya singkat
"Apa kau mau tinggal di rumah itu sendirian?"
"Tentu saja, memangnya dimana lagi aku harus tinggal kalau bukan di sana," sahut Berlin
"Kenapa kamu tidak tinggal di sini saja sama Budhe,"
"Aku gak mau merepotkan budhe, insya Allah saya berani kok tinggal di sana sendirian," jawab Berlin
"Baiklah kalau itu yang kamu mau, jangan lupa kalau ada apa-apa segera hubungi budhe,"
"Baik Budhe," Berlin segera meninggalkan rumah itu setelah mendapatkan kunci rumahnya
"Akhirnya setelah hampir dua bulan meninggalkan tempat ini aku bisa kembali lagi ke Jakarta,"
Gadis itu segera melesatkan mobilnya menuju ke pemakaman umum. Ia kemudian turun dan menyambangi makam ayah dan ibunya.
__ADS_1
"Aku datang mah, papah. Maafin Be yang sudah lama tak menjenguk kalian," gadis itu menaburkan bunga diatas makam itu.
Ia menundukkan kepalanya sejenak sembari memanjatkan doa dan bergegas pergi setelah menyiram kuburan itu dengan air mawar.
"Sampai jumpa lagi mah, aku akan datang lagi lain waktu,"
**********
Sementara itu Ezza tengah asik menikmati kebersamaan mereka di sebuah Waterboom.
"Sayang aku mau naik itu!" seru Wiway menunjuk kearah prosotan yang paling tinggi.
"Yakin Lo berani yank?" tanya Ezza
"Tentu saja aku berani, masa iya sih gue gak berani,"
"Kali aja Wi, soalnya tinggi banget itu kan,"
"Kalau kamu gak berani biar aku aja sendirian," tukas Wiway berjalan meninggalkan Ezza.
Melihat beberapa pria langsung menghampiri Wiway membuat Ezza langsung berbalik mengejarnya.
"Sial, gini nih kalau punya cewek cantik. Gak aman di tinggal sendirian," keluhnya.
"Halo cantik," sapa seorang lelaki menghampirinya
"Hai,"
"Mau Abang ajarin renang gak?" tanya yang lainnya
"Gak usah bang, aku udah bisa kok," jawab Wiway
"Kalau gitu kenalan aja boleh,"
"Ehemmm!!" seru Ezza menghampiri mereka
Lelaki itu langsung menyingkirkan mereka yang mendekati Wiway dengan menunjukkan cincin di tangannya.
"Apaan bang, pamer cincin," celetuk salah seorang dari mereka
"Kita ini pasangan dudul, apa gak lihat kita pakai cincin couple gini," sahut Ezza
"Selama janur kuning belum melengkung kan masih milik umum jadi, halal dong kalau kita dekati dia,"
"Cih dasar buaya, gak malu Lo deketin bini orang!" cibir Ezza
Sialan, gue dibilang buaya darat.
Ezza mengepalkan tangannya menatap para lelaki itu.
Wiway tersenyum dan melingkar tangannya ke pinggang Ezza.
"Jangan marah sayang." ucap Wiway kemudian mengecup pipi Ezza
"Apa itu sudah cukup membuktikan kalau dia adalah suamiku," Imbuh Wiway membuat para pemuda itu langsung meninggalkannya.
"Kenapa tidak dari tadi sih sayang," ucap Ezza
"Kan aku pengin kamu peduli sama aku,"
"Emang kurang peduli apa selama ini aku ke kamu," jawab Ezza
"Kurang aja gitu,"
"Kurang apa?" tanya Ezza penasaran
"Kurang berani naik itu!" tunjuk Wiway
"Siapa bilang, kuy naik!" sahut Ezza langsung menggandeng lengan Wiway
"Beneran Lo berani Za?"
"Demi kamu aku berani,"
"Eaaaa, bucin mengalahkan segalanya," ujar Derry terkekeh mendengarnya
"Gimana Lo bisa ada disini bro?" ucap Ezza
"Lah emang gak boleh gue datang kemari?" Derry balik bertanya
"Emang Lo datang bareng siapa?" tanya Ezza
"Cewek gue dong," sahut Derry sombong
"Sumpeh Lo punya cewek, mana dia?" tanya Ezza
Derry langsung menunjuk kearah seorang wanita yang sedang asik belajar berenang.
__ADS_1
"Anj*r, kenapa Lo bawa bi Neneng kemari!" seru Ezza
"Siapa yang bawa bi Neneng, gue sama adek gue tuh yang lagi main seluncuran!" sahut Derry
"Emang kenapa kalau ada bi Neneng bukanya dia mah gak rese orangnya," tukas Derry
"Emang gak, tapi tuh yang di sebelahnya yang bikin gue ill feel," sahut Ezza
"Mr. Saragih???" tanya Derry
"Hooh, kenapa juga bi Neneng harus berpacaran dengan dosen killer itu, kan jadi gimana gitu,"
"Namanya juga jodoh Za, nah Lo aja kenapa Lo milih Wiway jadi pacar Lo dari sekian wanita cantik yang ada di sekeliling mu,"
"Bener juga Bro, kadang-kadang Lo suka bener kalau ngomong,"
"Lo aja yang baru nyadar dudul, sekarang kuy kita naik keatas. Gak sabar gue mau meluncur di antara para cewek-cewek itu," ucap Derry segera berjalan menuju arena seluncur paling tinggi.
Lelaki itu begitu antusias dan bersemangat untuk meluncur dari arena itu.
"Ayem coming!!" seru Derry segera meluncur meninggalkan Ezza.
"Lo duluan Wi, gue belakangan," ucap Ezza
"Dih dasar penakut, awas aja kalau gak nyusul. Gak akan aku kasih jatah malam ini!" ancam Wiway
"Iya sayang iya," jawab Ezza segera mundur dan mempersilakan Wiway meluncur.
Hadeh, gue takut nih. Jadi gak yah ni terjun,
"Dasar penakut, dah Lo bareng gue aja!" ujar Derry berdiri di belakang Ezza
"Lo yang didepan Der, biar gue bisa pegangan Lo,"
"Ok zheyenk," jawab Derry segera duduk dan Ezzapun duduk di belakangnya.
"Sudah siap Lom?" tanya Derry
"Siap Der," jawab Ezza
"Pegangan yang kenceng kalau takut!"
"Iya," Ezza langsung memeluk erat Derry
"Berangkat!!!" seru Derry segera meluncur
"Aarrgghhh!!!" teriak Ezza saat tubuhnya meluncur dengan cepat menuju kolam renang. Karena panik dan takut tidak terasa Ezza malah menarik celana kolor Derry saat pemuda itu meluncur ke kolam renang.
*Byuurr!!!!
Ezza segera keluar dari dalam air dan mengambil nafas dalam-dalam.
"Gimana Za, masih hidup kan Lo!" ledek Derry
"Alhamdulillah, masih nafas gue," jawab Ezza masih ketakutan
"Dasar penakut gitu aja takut, Cemen Lo!" ledek Derry
"Sayang celana kamu gak lepas kan saat meluncur dari atas," bisik Wiway menghampiri Ezza
"Gak kok aman. Emang kenapa?" tanya Ezza sembari memeriksa celananya
"Tuh para cewek-cewek lagi histeris melihat sangkar burung lepas," jawab Wiway menunjuk para gadis yang saling lempar sebuah under ware.
"Astoge kasian banget tuh yang burung lepas dari sangkarnya, pasti kedinginan," sahut Derry
"Kalau kedinginan doank gak papa Der, asal jangan terbang aja," ucap Ezza
"Hooh,"
"Kuy kita pulang, udah sore nih," ucap Ezza menggandeng Wiway
"Kuy, gue juga mau pulanglah," sahut Derry mengikuti keduanya.
"Ops," Derry segera menangkap sebuah celana kolor yang terbang kearahnya.
"Untung gue sigap, jadi gak kena muka tampan gue nih kolor," tukasnya kemudian melempar lagu celana pendek itu.
"Tunggu, btw kaya familiar sama tuh kolor," Derry menghentikan langkahnya dan berpikir sejenak.
Ia kemudian segera naik keatas keluar dari kolam renang.
"Arrgghhh!!!" jerit seorang wanita saat melihatnya.
"Kenapa perasaan gue gak enak ya," ucap Derry saat melihat setiap orang langsung memalingkan wajahnya.
"Astoge kenapa gue baru inget, kalau benar kolor itu punya gue, artinya sekarang burungku, Aaaaaaarrrgghhh!!!" Derry langsung berteriak histeris dan kembali menceburkan dirinya ke kolam renang.
__ADS_1