
"Aku tahu kau sengaja membuat Berlin jatuh ke kolam renang karena kau cemburu dengannya bukan?" tanya Ezza membuat Wiway begitu tercengang mendengarnya.
"Teganya kau memfitnah ku seperti itu Za, meskipun aku cemburu melihat kemesraan kalian tapi aku tidak pernah berbuat jahat seperti itu," jawab Wiway kecewa.
"Jangan bohong Wi, aku tahu kau begitu membencinya karena aku lebih memilihnya daripada dirimu,"
"Terserah apa katamu, yang jelas aku tidak pernah melakukan itu pada Berlin," jawab Wiway kemudian meninggalkan Ezza
Pagi harinya...
"Pagi Be gimana keadaan mu apa sudah baikan ?" sapa Ezza
"Alhamdulillah aku udah enakan," jawabnya lirih
"Btw anak-anak pada kemana?" tanya Berlin
"Berenang,"
"Oh gitu, kenapa kamu gak ikut renang?" tanyanya lagi
"Aku masih mengkhawatirkan kamu dan aku belum bisa tenang sebelum memastikan sendiri kalau kamu baik-baik saja,"
"Makasih sayang atas perhatiannya, sekarang kita gabung aja yuk sama teman-teman," ajak Berlin
Ezza segera mengikuti Berlin menuju kolam renang. Semua orang terlihat bahagia kecuali Wiway yang tidak ada di sana.
Kemana dia, apa dia marah padaku karena kejadian semalam, kenapa juga gue peduli sama dia , lagipula dia emang harus di beri pelajaran agar tidak usil lagi.
"Sayang, aku boleh minta tolong gak,"
"Tentu saja Be, apa yang bisa aku bantu," sahut Ezza
"Tolong ambilkan catering sarapan pagi kita," ucap Berlin memberikan kwitansi kepada Ezza.
"Ok," jawabnya kemudian meninggalkan Berlin.
"Lo mau kemana Za!" seru Derry menyusulnya.
"Mau ambil Catering,"
"Gue ikut," sahut Derry berlari menghampirinya.
"Btw kenapa Lo gak renang sama yang lain?" tanya Ezza
"Gak ah, gue takut."
"Takut kenapa?"
"Villa ini kayaknya ada penunggunya Za, lebih baik kita segera pulang ke Jakarta. Aku takut terjadi sesuatu jika kita lama-lama di sini."
"Kata siapa Villa ini berhantu?"
__ADS_1
"Kata gue barusan," jawab Derry
"Darimana Lo tahu ni villa berhantu, emangnya Lo dukun!" seru Ezza
"Gue emang bukan dukun atau Indigo, tapi gue bisa merasakan kehadiran mahluk halus di tempat ini, terutama di kolam renang itu," sahut Derry membuat Ezza tertawa
"Percaya atau tidak semalem gue lihat penampakan hantu wanita di kolam renang itu, makannya gue gak berani berenang di sana, dan mungkin kejadian yang menimpa Berlin semalam adalah ulah hantu itu," terang Derry
"Iya Mbah gue percaya," sahut Ezza kembali menertawakannya
"Serius Lo?"
"Darius malah, kalau gak percaya tanya aja pak haji,"
"Dasar dodol, diajak serius malah bercanda," ucap Ezza melesatkan motornya menuju tempat Catering.
"Btw pagi ini gue gak lihat Wiway, kemana dia?" tanya Derry
"Entahlah, mungkin dia ilang dibawa penunggu villa kali," sahut Ezza
"Jangan bicara sembarangan Za, tar kalau Wiway ilang beneran nangis deh Lo," sahut Derry
*Ciiiit!!
Ezza segera menghentikan motornya dan menghampiri seorang wanita paruh baya yang sudah menunggunya.
"Mau ambil pesanan ya Mas," tanya wanita itu
"Kalian benar-benar menginap di Villa De Jendes?" tanya wanita itu mengernyitkan keningnya
"Benar Bu, memangnya kenapa?" sahut Derry
"Gak papa sih, cuma hati-hati saja disana. Karena menurut cerita penduduk sini Villa itu berhantu. Kata orang-orang yang pernah menginap di sana ada hantu kuntilanak merah yang suka menganggu para pengunjung Villa. Konon katanya Kuntilanak itu suka menenggelamkan para pengunjung Vila hingga sering di temukan jenazah mengapung di kolam renang angker itu.." ucap sang pemilik Catering itu membuat Ezza merasa bersalah karena telah menuduh Wiway mendorong Berlin ke kolam renang.
Setibanya di Villa, Ezza segera mencari keberadaan Wiway.
"Dimana dia, kenapa tidak ada dimana-mana," ucapnya gusar
"Apa kau melihat Wiway?" tanya Ezza
"Tidak lihat,"
"Sial, jangan bilang dia pergi dari sini karena marah denganku,"
Sementara itu Wiway duduk di tepi kolam renang sembari bermain air.
"Andai saja aku bisa berenang, mungkin aku bisa menolong Berlin dan Ezza tidak marah padaku," ucapnya getir.
"Ternyata ada sasaran empuk di sini. Bila kuambil paku bumi darinya aku bisa hidup seperti manusia," ucap sesosok mahluk astral mengintainya.
Mahluk itu kemudian menceburkan diri ke kolam renang dan berenang mendekati Wiway.
__ADS_1
Wiway seakan tahu ada yang sedang mengintainya.
Mahluk itu kemudian muncul di depannya dan menyeringai kearahnya. Saat Wiway akan berlari meninggalkan tempat itu, mahluk itu segera menarik kakinya dan menyeretnya masuk ke kolam renang. Wiway berusaha melepaskan diri dari cengkraman wanita itu, mahluk itu terus berusaha menenggelamkannya hingga Wiway tak bisa melawannya.
"Tolong, tolong!!" ucap Wiway berusaha melambaikan tangannya, namun mahluk itu langsung menariknya lagi kedalam kolam hingga Wiway tak sadarkan diri.
"Kamu dimana Wi," ucap Ezza semakin gusar.
Pemuda itu menatap kearah kolam renang yang terlihat sepi.
Konon katanya Kuntilanak itu suka menenggelamkan para pengunjung Vila hingga sering di temukan jenazah mengapung di kolam renang angker itu,
Tiba-tiba perkataan perkataan wanita pemilik Catering itu terngiang-ngiang di telinga Ezza hingga membuatnya penasaran dan mendekati kolam renang.
*Blep, blep!!!
Ketika melihat gelembung udara dalam kolam renang membuat Ezza segera berlari dan terjun kedalam kolam renang.
*Byuuurr!!!
Lelaki itu segera menyelam dan mencari keberadaan Wiway.
Kuntilanak merah itupun segera menghilang ketika melihat Ezza menghampirinya. Ia kemudian membawa Wiway keatas kolam renang.
"Bangun Wi, bangun!" serunya sembari mengguncang tubuh gadis itu.
Ia segera melakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation) untuk membuat Wiway kembali bernapas .
Senyumnya seketika mengembang ketika melihat Wiway mulai membuka matanya.
Ia segera memeluk erat gadis itu, "Maafkan aku Wi, aku sudah menuduh mu mencelakai Berlin, maafkan aku," sesalnya
"Wah ternyata kalian ada disini, pantas saja aku cari kemana-mana tidak ada," ucap Derry menghampiri mereka.
"Kenapa kalian basah kuyup begini?" tanya Derry kebingungan.
"Sepertinya yang dikatakan ibu catering itu benar tentang Villa ini, kita harus segera meninggalkan tempat ini sebelum matahari terbenam," sahut Ezza menggandeng Wiway
"Jangan bilang jika Wiway habis tenggelam karena ulah mahluk penghuni Villa ini?" selidik Derry
"Kalau sudah tahu cepat kemasi barang-barang mu dan kita kembali ke Jakarta,"
"Siap!" sahut Derry segera masuk kedalam Villa.
"Darimana saja kamu yank," ucap Berlin menyambanginya.
"Sebaiknya cepat kemasi barang-barangmu, kita harus segera pergi dari sini," ucap Ezza
"Memangnya kenapa kita harus kembali buru-buru, lagipula kita belum mendengarkan kuliah umum dari kak Arya," sahut Berlin
"Terserah padamu kalau kau masih mau menginap di villa ini, tapi aku harus kembali sekarang juga," ucap Ezza
__ADS_1
"Kalau begitu kalian pulang saja duluan, karena aku masih harus meminta bantuan kak Arya untuk mengerjakan tugas Mr. Saragih," sahut Berlin