
"Tentu saja tidak, sepertinya manusia banyak salah paham tentang diriku. Aku memang suka menculik anak-anak tapi aku hanya menculik mereka yang kurang di perhatikan oleh orang tuanya, aku hanya ingin memberi pelajaran kepada orang tua mereka agar lebih peduli dengan buah hatinya. Sebenarnya aku ini pecinta anak-anak, jadi mana mungkin aku memakan mereka. Aku juga suka menculik anak-anak nakal untuk mendidik mereka agar tidak nakal lagi, jadi jangan salah sangka lagu terhadap diriku. Satu lagi yang harus kau tahu tentang diriku, aku ini seorang vegetarian jadi aku tidak makan daging." jawab Wiway
"Benarkah??"
"Tentu saja benar, lagipula jika cerita masyarakat itu benar maka kau sudah habis ku makan." sahut Wiway mengeratkan giginya
"Sudahlah, percuma juga ku jelaskan panjang lebar karena kau tetap saja tidak akan percaya padaku. Lebih baik aku mencari makan saja," Wiway kemudian berlari meninggalkan Ezza
"Apa dia bilang??, dia akan mencari makan??. Tidak...aku tidak boleh membiarkan ia berkeliaran di luar. Aku takut dia akan membuat kehebohan dengan menakut-nakuti orang-orang!" Ezza segera berlari menyusul Wiway.
"Wiway tunggu!!" seru Ezza terus mengejarnya.
"Hosh...hosh...hosh, kemana dia cepat sekali larinya," Ezza sejenak mengatur nafasnya yang tersengal-sengal setelah berlari mengejar Wiway.
"Tentu saja aku tidak akan pernah menang melawan mahluk gaib seperti dia,"
Baru saja ia membalikkan badannya dan hendak seorang mahasiswa menabraknya dengan keras.
"Nj*r, lihat-lihat dong kalau jalan jangan main tabrak aja!" maki Ezza
"Wew, lagi pada ngapain ngumpul dibawah pohon rambutan, jangan bilang Wiway ada di sana," Ezza segera bergegas menuju mahasiswa yang berkerumun.
"Keliatan gak?" tanya seorang mahasiswa penasaran
"Lom kelihatan hilalnya, masih gelap!" sahut yang lainnya
"Nj*r, masa sih," sela yang lain menggeser posisi teman-temannya,"
"Astoge Wiway!!" seru Ezza tak habis pikir melihat gadis itu berdiri diatas di dahan pohon rambutan sedang menikmati buah manisnya buah tropis itu, hingga tak sadar jika banyak mahasiswa yang berusaha mengintip under warenya.
"Bubar, bubar!!!. Beraninya kalian mengintip cewek gue, pergi sana pergi!!" seru Ezza mengusir semua mahasiswa dari tempat itu.
"Ezza," ucap Wiway menatap pemuda itu dengan takjub.
"Wah, sepertinya aku harus membantu Ezza, mengusir para pemuda hidung belang itu. Dasar lelaki buaya beraninya mengintip Wewe Gombel, rasakan akibatnya," Wiway segera melemparkan puluhan rambutan kearah para mahasiswa itu.
*Buuughhh... buuugggghhh.... buuugggghhh!!
"Awww!!" menyadari ada yang menimpuki mereka, para mahasiswa itupun berlarian meninggalkan tempat itu.
"Rasakan jurus Wiway melempar buah, benjol...benjol deh. Hahahahaha!" ujar Wiway terkekeh geli diatas pohon rambutan.
"Kenapa tiba-tiba gue jadi merinding gini ya. Pasti gara-gara mendengar tawa Wiway, menyeramkan, hiiiii!" ucap Ezza mengusap tengkuknya
"Turun oii!!" seru Ezza melambaikan tangannya kearah Wiway.
Wiwaypun langsung melompat turun ke bawah ketika pemuda itu menyuruhnya turun .
*Wuussshh!!
"Oh, oh!!" Ezza segera berlari mengadakan tangannya untuk menangkap gadis itu, begitu melihat Wiway melompat dari pohon.
__ADS_1
*Buuggghhh!!
"Kenapa kau suruh aku turun, padahal aku belum kenyang,"
"Kenapa kau ceroboh sekali pakai lompat dari atas pohon, bagaimana kalau kau cedera!" keluh Pemuda itu
"Eh, apa kau lupa kalau aku ini Wewe Gombel, jadi Sans aja," sahut gadis itu dengan entengnya.
"Astoge, kenapa aku jadi bodoh begini, bisa-bisanya aku khawatir pada Wewe Gombel seperti dia,"
"Kau baru sadar kalau kau ini bodoh,"
"Apa, Dasar Wiway Gembel, beraninya kau mengatai ku bodoh hah!!"
"Memangnya kenapa, apa kau marah!" seru gadis itu menatapnya tajam hingga membuat Ezza ketakutan
"Biasa aja kali liatnya, btw kamu boleh kok mengatakan aku bodoh atau apapun asal kau tidak menyakitiku tidak masalah, peace!!" ucap Ezza menyunggingkan senyum terpaksa kearah Wiway
"Hmmm," sahut Wiway acuh
"Oii kalian!!" seru seorang sekuriti kampus menghampiri mereka.
"Kenapa mang Sip kemari!" Ezza segera menggenggam tangan Wiway ketika melihat lelaki berbadan gempal itu mendekat kearahnya.
"Kalian harus ikut saya untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kalian karena sudah mencuri buah rambutan dan juga mengotori taman ini dengan kulit rambutan!" hardik lelaki itu
"Memangnya siapa yang hamil hingga kita harus tanggung jawab?"
"Aku tidak mencuri kok, penunggu pohon rambutan sudah memberiku izin untuk memetiknya jadi tidak masalah bukan,"
"Hadeeh, percuma ngomong sama hantu, Jaka sembung bawa golok, mending kabur nyok!" Ezza segera menarik lengan gadis itu dan mengajaknya lari meninggalkan tempat itu.
"Oiii, jangan kabur oii!" seru mang Sip mengejar keduanya.
"Ah sial, kenapa mang Aip cepat sekali larinya," Ezza mempercepat langkahnya agar tidak tertangkap oleh sekuriti itu.
Sementara itu Wiway terus tersenyum menatap pemuda di sampingnya.
Entah kenapa aku bahagia sekali hari ini, bisa bersamamu saja aku sudah bahagia, ditambah lagi kita main kejar-kejaran seperti ini rasanya makin lope-lope sama kamu Za,
"Fiuh, akhirnya lolos juga dari kejaran mang Aip,' ucap Ezza mengatur nafasnya
"Btw kenapa tanganmu dingin sekali, apa kau sakit??" tanya Ezza mengusap kening gadis itu
Wiway hanya tersenyum simpul melihat perlakuan Ezza padanya.
"Astoge kenapa aku lupa lagi jika kau bukan manusia, pantas saja tangan dan tubuh mu terasa dingin." ucap pemuda itu menyesali kebodohannya.
"Kau tidak salah, tapi tidak juga tidak semuanya benar. Tubuhku akan terasa dingin jika aku kelaparan apalagi setelah melakukan aktivitas yang menguras tenaga. Sama seperti manusia hantu juga perlu nutrisi agar tetap kuat menghadapi kenyataan hidup eeaaaa!!" celetuknya sambil terkekeh
"Mulai ngegombal lagi, dasar Wiway gombal,"
__ADS_1
"Kenapa kamu selalu manggil aku Wiway sih, namaku Fatimah bukan Wiway!" sahut gadis itu dengan nada tinggi
"Fatimah itu kesannya kampungan, mending aku panggil kamu Wiway lebih keren dan gak pasaran,"
"Wiway...benar juga nama Wiway tidak pasaran tapi kalau Fatimah memang banyak dimana-mana ada. Baiklah aku setuju dengan nama Wiway, mulai sekarang panggil aku Wiway!" seru gadis itu bahagia
"Sepertinya aku lapar, bagaimana kalau kita makan siang di restoran itu,"
"Setubuh!" serunya membuat Ezza langsung melotot kearahnya
"Dasar Omes!!" cibir Ezza
"Omes: Orangnya menggemaskan eeaaa,"
"Dih alay,"
"Wkwkwkwkwk,"
"Hmmm,"
Ezza kemudian mengajak Wiway ke Restoran untuk makan siang.
"Silakan saja pesan makanan yang kau suka," ucap pemuda itu memberikan buku menu kepadanya
"Hmmm, makanan jaman sekarang namanya aneh-aneh. Aku tidak tahu makanan itu, jadi samain aja dengan pesena mu,"
"Tapi janji harus di makan,"
"Asal itu bukan daging aku pasti memakannya,"
"Kenapa kau tidak makan daging?" tanya Ezza menelisik
"Itu karena semasa aku hidup, aku mengidap penyakit kronis sehingga mengharuskan aku untuk banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan menghindari daging dan sejenisnya."
"Tapi bukankah kau sudah meninggal, jadi tidak masalah kan jika kau makan daging. Karena kau tidak akan terjangkit penyakit kronis lagi seperti saat kau masih hidup," sahut Ezza
"Kau benar juga, baiklah aku akan mencobanya."
"Ok kalau gitu aku akan pesan dua steik ukuran jumbo untuk makan siang kita,"
"Yeay!!" seru Wiway melupakan kegembiraannya.
"Btw memangnya kau meninggal kenapa?" tanya Ezza lagi
"Aku hanya ingat aku tertabrak mobil, dan saat aku sedang sekarat bukannya membawa aku ke rumah sakit, suamiku malah pergi meninggalkan aku bersama selingkuhannya," kenangnya sedih
"Apa itu yang membuat mu menjadi arwah penasaran?" tanya Ezza lagi
"Entahlah, aku tidak tahu pasti. Yang jelas aku tiba-tiba saja ada di rumah itu dan tidak bisa keluar dari bukit Gombel," sahut Wiway
"Sepertinya kematian mu tidak wajar, mungkinkah kau mati karena sengaja di bunuh seperti dalam film-film horor?" ucap Ezza membuat Wiway sejenak terdiam.
__ADS_1