Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter. 41. Siapa yang benar


__ADS_3

"Pulang kuliah kita ngerjain tugas bareng yuk,"


"Maaf Be aku gak bisa," jawab Ezza


"Memangnya kenapa," tanya Berlin sedikit kecewa


"Aku masih banyak urusan, jadi lain kali saja," Ezza kemudian melepaskan lengan Berlin dan pergi meninggalkannya.


Ia segera memacu sepeda motornya meninggalkan kampus.


"Bukankah itu Wiway, kenapa dia??" Ezza segera menghentikan motornya dan berlari menyusul Wiway.


"Aarrgghhh!!" Wiway jatuh tersungkur saat kakinya menyandung sebuah batu.


"Aku senang sekali karena hari ini aku akan mendapatkan benda pusaka sakti yang ada dalam dirimu Wewe Gombel. Sebenarnya aku tidak mau membunuhmu tapi meskipun aku tidak membunuhmu, akan ada orang lain yang akan melakukan hal yang sama padamu demi mendapatkan benda pusaka yang ada padamu. Jadi bersyukurlah karena aku akan menyempurnakan kematian mu agar sukma mu bisa kembali ke alam baka dengan tenang," ucap dukun itu mendekat kearahnya.


Wiway segera bangun dan berlari meskipun kakinya terluka.


*Grep!!!


Sang dukun berhasil menangkapnya dan menarik rambutnya hingga Wiway meringis kesakitan.


Ia kemudian menyeret gadis itu dan menghempaskannya ke tanah.


*Tap, tap, tap!!


Ezza mempercepat langkahnya berharap masih bisa menyelamatkan Wiway.


"Wiway!!" serunya ketika melihat seorang pria hendak menikamnya.


Sang dukun menoleh ke belakang dan menyeringai kearahnya.


"Dasar manusia bodoh, seandainya kau tahu apa yang akan terjadi denganmu suatu hari nanti kau pasti tidak akan berbuat konyol seperti sekarang ini," lelaki itu kemudian menghujamkan keris pusakanya ke jantung Wiway.


Ezza tidak tinggal diam melihat lelaki itu hendak menyakiti Wiway. Ia segera melepaskan tendangan kerasnya kearah dukun itu.


*Buuugggghhh!!


"Ezza," ucap Wiway berkaca-kaca


Pemuda itu segera menarik lengannya dan berlari meninggalkan dukun itu.


"Kamu kenapa Wi?" tanyanya ketika melihat gadis itu tertatih mengikutinya.


"Gak papa Za," jawabnya mencoba menyembunyikan sakitnya.

__ADS_1


Melihat luka di perut dan kaki Wiway membuat Ezza segera menggendongnya dan berlari menuju ke parkiran motornya.


Ia kemudian membonceng gadis itu meninggalkan taman kota.


Ezza menghentikan motornya tepat di depan sebuah Klinik, ia kemudian menggendong Wiway menuju ke ruang UGD.


"Tolong dia dok," ucapnya panik


"Baik, silakan tunggu di luar,"


Ezza segera keluar dari ruang UGD dan menunggu di depan Selasar.


Satu jam kemudian seorang dokter keluar dari ruang itu, membuat Ezza langsung bergegas menghampirinya.


"Bagaimana keadaan Wiway dok?"


"Dia baik-baik saja, tidak ada luka yang serius," jawab sang dokter


"Bagaimana dengan bekas tusukannya?" tanyanya lagi


"Tidak ada luka di sana, aku juga heran kenapa lukanya langsung menutup," jawab sang dokter


"Masa sih," Ezza yang penasaran segera masuk dan melihat langsung kondisi Wiway


Pemuda itu segera memeriksa kaki dan perut Wiway.


"Mungkin karena aku hantu, kan aku sudah mati jadi tidak mungkin aku terluka seperti manusia," jawab Wiway


"Tapi bukannya tadi kau terluka seperti manusia pada umumnya??"


"Benar, itulah yang jadi pertanyaan dalam benak ku. Sepertinya aku harus menemuinya sekarang, aku harus menanyakan hal ini padanya," ucap Wiway segera turun dari brankarnya dan bergegas pergi meninggalkan klinik.


"Tunggu aku Wi!" seru Ezza mengejarnya


Wiway berjalan begitu cepat dan tiba-tiba menghilang dari tempat itu.


"Sue, diikuti malah ngilang. Kira-kira dia pergi kemana ya?" Ezza segera mengambil motornya di parkiran kemudian meluncur meninggalkan tempat itu.


*********


"Astoge, kamu mengagetkan aku aja Wi," ujar Aby terkejut ketika tiba-tiba Wiway muncul di hadapannya.


"Maaf kalau sudah ngagetin," jawabnya santai


Wiway segera mengambil segelas air dingin dan meneguknya hingga tak tersisa.

__ADS_1


"Ada apa kok tiba-tiba muncul kaya jaelangkung?" tanya Aby


"Hari ini aku mengalami kejadian aneh. Aku terluka karena seorang dukun yang mencoba membunuhku. Tapi saat Ezza membawaku ke rumah sakit tiba-tiba luka itu langsung sembuh dengan sendirinya. Dan juga kekuatan ku yang sempat hilang saat menghadapi dukun itu juga tiba-tiba kembali. Coba jelaskan padaku fenomena alam apa yang terjadi padaku?" tanya Wiway


"Hmmm, jika aku tidak salah terka itu adalah pertanda baik untuk mu sekaligus menjadi pertanda buruk untuk Ezza," jawab Aby


"Apa maksudnya?" tanya Wiway penasaran


"Lukamu bisa sembuh karena Ezza, begitupun dengan kekutan mu. Kekuatan itu hilang saat Ezza tidak ada di samping mu dan ia kembali saat kau bersamanya. Peristiwa itu menandakan jika energimu lebih kuat darinya. Kau mengambil energi positif dalam diri Ezza dan itulah yang membuat lukamu sembuh dan kekuatan mu kembali. Rasa sayang Ezza yang tulus padamu itulah jawabannya. Sebaiknya kau cepat tinggalkan Ezza sebelum semuanya terlambat,"


Wiway langsung terduduk lemas setelah mendengar penjelasan Aby.


"Berapa lama kau sudah tinggal bersamanya?" tanya Aby


"Entahlah, aku tidak pernah menghitungnya." jawab Wiway gusar.


"Tinggalkan dia sebelum waktunya berakhir, aku berjanji akan mengobatinya jika sesuatu terjadi padanya. Aku yakin sekarang belum terlambat, jangan sampai kau menyesal setelah melihatnya kematiannya,"


"Jangan dengarkan dia Wi, tidak ada dalam sejarah manusia mati karena tinggal bersama hantu. Aku yakin itu hanya omong kosongnya saja untuk memisahkan kita." ucap Ezza menghampiri mereka


"Sekarang adalah hari ke tiga puluh satu, tapi aku baik-baik saja. Aku masih sehat wal Afiat, aku juga tidak pernah sakit-sakitan ataupun kesurupan. Hanya kau yang bisa menilai siapa yang berbohong di sini Wi," imbuhnya


"Semuanya tidak seperti yang kau kira Ezza, kau hanyalah anak muda yang sedang di mabuk cinta kau tidak tahu apapun tentang mahluk gaib. Jadi percuma saja aku menjelaskan padamu panjang lebar kau tetap tidak akan percaya padaku. Kau baru akan percaya jika sesuatu terjadi padamu," sahut Aby


"Terserah apa katamu," ucap Ezza kemudian membawa Wiway pergi meninggalkan tempat itu.


"Kita lihat saja nanti Ezza. Siapa yang benar dan siapa yang bohong,"


Setibanya di rumah Ezza, Wiway masih terlihat murung karena terus memikirkan ucapan Aby.


"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi ucapan dukun itu. Seperti janjiku padamu aku akan tetap mengijinkan kamu tinggal di sini sampai hari ke empat puluh. Karena aku yakin hanya tempat ini yang aman untukmu," ucap Ezza


"Bagaimana jika Berlin marah karena aku tinggal di sini lagi," tanya Wiway


"Itu tidak akan pernah terjadi Wi, sudahlah lebih baik kau istirahat saja. Aku tahu kau pasti lelah setelah apa yang menimpamu tadi," Ezza mengantar Wiway sampai di depan kamarnya.


"Selamat malam Wi, semoga mimpi indah," ujar Ezza


"Selamat malam juga Ezza, semoga kamu mimpiin aku,"


"Dasar kamu ya, tetap saja genit," sahut Ezza mengacak-acak rambut gadis itu.


Lelaki itu kemudian segera menuju ke dapur untuk mengambil air minum.


Tiba-tiba Ezza merasakan dadanya terasa nyeri hingga membuatnya menjatuhkan gelas di tangannya.

__ADS_1


*Prannggg!!


"Kenapa dadaku terasa nyeri sekali," ucapnya sembari memukul-mukul dadanya. Tiba-tiba Ezza merasa pandangannya mulai gelap dan ia jatuh pingsan.


__ADS_2