Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 61. Cinta Rahasia


__ADS_3

#Cerita ini hanya fiktif belaka, semua adegan nama tokoh yang ada di novel ini hanyalah karangan author semata berdasarkan cerita rakyat setempat ataupun mitos yang beredar di masyarakat#


Wuussshh!!


Angin berhembus menampar wajah Aby saat memasuki Bangunan itu.


Ia hanya tersenyum kecut dan terus melangkah maju Tan rasa takut sedikitpun.


Ia memeriksa setiap ruangan di bangunan itu untuk mencari peti jenazah Wiway.


"Dimana peti jenazah itu," ucapnya sembari terus menyisir setiap sudut ruangan itu.


Ia kemudian berhenti menatap sebuah ruangan Yang bertuliskan VIP Room.


"Ini pasti tempatnya," ia kemudian mendobrak pintu masuk ruangan itu, namun ajaibnya pintu itu tak kunjung terbuka meskipun Aby sudah berkali-kali mendobraknya.


"Sial, rupanya pintu ini di jaga oleh sosok Khodam yang sangat kuat. Baiklah mari kita lihat siapa yang lebih kuat diantara kita." Aby menarik nafas panjang dan kemudian memusatkan konsentrasinya.


Lelaki itu kemudian menggerakkan tangannya seperti seorang penari, ia begitu gemulai menggerakkan tangannya dan meliuk-liukkan tubuhnya.


Tak lama suara kidung ke luar dari mulutnya, suaranya begitu nyaring hingga menggema memenuhi ruangan itu.


Suara tangisan dan juga tawa mulai memenuhi ruangan itu seakan berusaha mengalahkan suara kidung Aby.


Aby tak goyah ataupun gentar menghadapi puluhan suara-suara aneh yang membuat gendang telinganya hampir pecah itu.


Kini konsentrasinya harus terpecah lagi dengan kedatangan puluhan wanita cantik yang keluar dari ruangan VIP dan menghampirinya.


Para gadis itu sengaja menggodanya dengan ada yang sengaja mengimbangi gerakan tarinya dengan penuh hasrat. Ada yang sengaja melakukan sentuhan-sentuhan erotis dan ada pula yang perlahan menanggalkan satu persatu busana yang dikenakannya untuk mengalihkan perhatian sang dukun muda itu.


Aby tetap berusaha memfokuskan konsentrasinya agar ia tidak goyah dengan godaan para lelembut itu.


Ia sengaja menatap satu persatu para lelembut itu sembari tetap berkidung, hingga perlahan satu demi satu para Wewe Gombel itu menghilang dari pandangannya.


Setelah para Wewe Gombel menghilang Kini giliran sosok lelaki tinggi besar keluar dari ruang VIP dan berdiri tepat di depannya sembari memegang gada seperti tokoh pewayangan Bhima.


Ia mengayunkan gadhanya dan menatap Aby dengan tatapan mata elangnya.


Saat ia berjalan mendekati lelaki itu tiba-tiba seisi ruangan itu bergetar hebat seperti terjadi gempa membuat Aby langsung terjungkal ke lantai.


Mahluk itu semakin mendekati Aby dan segera mengangkat kakinya seakan ingin menginjak tubuh pemuda itu yang terkapar di depannya.


Namun dengan sigap Aby segera menggulingkan badannya ke samping hingga ia bisa menghindari injakan mahluk itu.


Ia terus menghindar saat mahluk itu kembali melakukan hal yang sama.


Mahluk itu begitu geram ketika semua gerakannya bisa di baca oleh sang dukun muda itu. Ia kemudian mengambil senjatanya dan melemparkannya kearah Aby.


Ia segera melompat ke samping untuk menghindari benda pusaka itu yang melesat dengan cepat kearahnya.


*Braakkk!!

__ADS_1


Tiba-tiba tembok bangunan itu mulai retak setelah terkena hantaman benda pusaka itu.


*Kreek, kretek!!


*Bruuugghh!?


Aby segera melompat dari jendela untuk menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan itu.


Kini bangunan itu kukuh lantah, kecuali ruangan VIP yang masih kokoh berdiri dengan pintu yang masih tertutup.


Kini mahluk itu berlari kearahnya sembari mengepalkan tangannya bersiap melepaskan pukulannya.


Aby menyunggingkan senyumnya dan segera memasang kuda-kuda untuk menahan pukulannya.


*Buuugggghhh!


Aby berhasil menahan pukulannya dengan telapak dewa. Ia menyeringai dan mendorong mahluk itu hingga keduanya meluncur dengan cepat kearah ruang VIP.


Aby kemudian melepaskan tendangan kerasnya kearah mahluk itu hingga ia jatuh tersungkur menghantam pintu ruang VIP yang tetap kokoh tanpa bergerak sedikitpun.


Tanpa berpikir panjang Aby kembali memasang kuda-kuda bersiap untuk menghabisi mahluk itu.


Ia kemudian menggerakkan tangannya bersiap melepaskan pukulan Mautnya.


Setelah mengambil nafas dalam-dalam ia kemudian melepaskan Jap keras kearah mahluk itu hingga ia terpental menghantam pintu masuk ruangan VIP .


*Braakkkk!!!


Aby menyunggingkan senyumnya ketika ia berhasil membuka pintu masuk ruangan itu.


"Semoga kau bisa beristirahat dengan tenang kawan," ucapnya kemudian memasukkan keris saktinya kedalam sarungnya.


Kini lelaki itu bergegas memasuki ruangan itu, dan beberapa orang wanita cantik langsung menyambutnya dengan tarian daerah.


Seorang lelaki berkebangsaan asing menyambutnya dan menghampiri pemuda itu. Ia kemudian mempersilakan Aby untuk duduk di sofa yang sudah ia persiapkan.


"Silakan duduk Aki," sapanya ramah


"terima kasih," jawab Aby segera menyandarkan tubuhnya ke sofa.


"Apa tujuan Aku datang ke tempat ini?" tanyanya dengan logat khas bulenya


"Saya ingin membawa pergi jenazah seorang wanita yang sengaja di sembunyikan di tempat ini," Jawab Aby


"Saya tidak pernah tahu dengan urusan seperti itu, karena saya disini hanyalah seorang penunggu. Jika kau ingin mencarinya silakan saja, tapi tolong jangan pernah merusak apalagi mengusik para penghuni hotel ini. Karena jika itu sampai terjadi maka aku tidak akan membiarkan mu keluar dari tempat ini hidup-hidup." sahut lelaki itu


"Tidak mungkin kau tidak tahu tamu hotel mu bukan, jadi katakan padaku dimana kau menyembunyikan jenazah wanita itu." ucap Aby


"Asal kau tahu dia bukan wanita mandul ataupun istri yang membunuh suaminya karena selingkuh. Dia tidak masuk kategori untuk menjadi abdi setia mu. Dia juga bukan wanita usil seperti Wewe Gombel lainnya, jadi lepaskan dia dan biarkan dia beristirahat dengan tenang di alamnya." imbuh Aby


"Mendengar ceritamu aku jadi ingat dengan seseorang yang selalu saja ingin pergi dari tempat ini. Jika benar dia adalah orang yang kau maksud, maka aku akan membiarkan dia pergi bersamamu. Bawalah ia pergi dari sini jika kau memang bisa keluar dari tempat ini," jawab lelaki itu kemudian menghilang dari hadapan Aby.

__ADS_1


Tiba-tiba ruangan itupun menghilang bersama hilangnya lelaki itu.


Kini Aby mulai sadar jika ia ada di sebuah puncak bukit. Ia segera menuruni perbukitan itu sembari mencari keberadaan Wiway di tempat itu.


"Wiway!!" serunya dengan suara lantang.


Suara Aby menggema di perbukitan yang sepi itu.


"Dimana kamu Wi," ucapnya lirih


Ia membuka botol air mineral yang dibawanya dan meneguk habis isinya.


Ia kemudian membuang botolnya dan kembali melanjutkan perjalanan mencari Wiway.


"Dasar manusia, seenaknya saja membuang sampah sembarang. Apa kau tidak lihat ada wanita cantik di sini hah," umpat seorang wanita membuat Aby langsung membalikkan badannya


"Wiway!" seru lelaki itu gembira.


Ia langsung memeluk erat Wiway dan melepaskan kerinduannya.


"Darimana saja kau Wi, aku sudah berkelana mencari mu hingga tujuh samudra dan tujuh purnama telah aku lewati untuk bisa bertemu dengan mu lagi Wi," ucapnya membuat Wiway terkekang dan langsung melepaskan pelukannya.


"Dih sejak kapan Lo ketularan alay By," jawab Wiway menahan tawanya.


"Sejak kau pergi meninggalkan aku Wi," jawabnya begitu serius menatap wanita itu lekat.


"Ternyata virus gembel Wiway sudah menyebar menjadi wabah ya, sakno," ucap Wiway terkekeh mendengarnya


"Bukan hanya virus gombal mu yang sudah menjadi wabah Wi, tapi dirimu juga sudah menjadi virus yang membuat ku tak bisa hidup tanpamu," jawab Aby membuat Wiway seketika terdiam menyadari keseriusan lelaki itu hingga membuatnya tak berani bercanda lagi.


"Maafkan aku jika sudah membuat mu tidak nyaman Wi, tapi aku hanya mencoba jujur padamu. Aku hanya ingin kau tahu jika aku selama ini mencintai mu dalam diam. Awalnya aku selalu menyangkal perasaan itu, tapi lama kelamaan aku tahu jika perasanku padamu itu seperti hutang yang semakin lama semakin membesar ketika terus di diamkan." jawab Aby membuat Wiway langsung tertawa mendengarnya.


"Eeaaaa," jawab gadis itu membuat Aby tersenyum kepadanya.


Inilah yang paling aku rindukan dari mu Wi, keceriaan mu, tawamu dan juga gombalan mu, entahlah apa aku masih sanggup tersenyum saat aku harus melepaskan dirimu untuk kembali ke alam keabadian.


"Rasa yang paling menyakitkan adalah ketika kita terjebak pada cinta yang rahasia tanpa berani mengutarakan, dan hanya bisa memendam perasaan hingga pada akhirnya hanya Berujung sia-sia. Dan sekarang aku kumpulkan segenap keberanian ku untuk mengutarakan perasaan ku padamu agar cintaku tidak sia-sia. Setidaknya kau bisa tahu perasanku meskipun aku tahu kau tidak akan pernah membalas cintaku. Jadi jangan khawatir, aku tidak berharap agar kau menerima cintaku. Karena aku sadar jika cinta itu tidak bisa di paksakan. Melihat mu Bahagia sudah membuat aku bahagia, itulah alasanku datang ke tempat ini. Aku ingin membantu mu keluar dari tempat ini agar kau bisa beristirahat dengan tenang di alam keabadian. Aku tidak mau melihat mu menjadi Iblis setelah hari ke empat puluh ini. Itulah bukti rasa cintaku padamu Wi," ucap lelaki itu membuat Wiway langsung terharu dan menitikkan air mata setelah mendengar pengakuannya.


"Thanks Aby, aku tahu cintamu begitu tulus untukku. Tapi aku lebih senang lagi jika kau tetap menjadi sahabat ku, karena selama ini aku selalu berdoa kepada Gusti Allah agar di pertemuan dengan sahabat sejati ku yang akan selalu ada untukku saat aku senang maupun susah. Karena selama aku hidup aku belum pernah memiliki seorang sahabat seperti itu. Jadi aku senang sekali saat memiliki sahabat seperti dirimu meskipun aku sudah menjadi seorang hantu," ucap Wiway berkaca-kaca.


"Tentu saja Wi, sampai kapanpun kau akan tetap menjadi sahabat terbaikku sekaligus kekasih bayangan yang tidak akan pernah ku miliki," jawab Aby mengusap lembut air matanya.


Ia kemudian memeluknya untuk menenangkannya ketika tangis Wiway tak kunjung berhenti.


"Jangan sedih, karena jika kau sedih maka aku juga akan ikut sedih." bisik lelaki itu mengusap lembut rambutnya.


"Btw kamu pakai sampo apa sih Wi, kok tumben rambut kamu gak wangi seperti biasanya," tanya Aby mencoba mengalihkan perhatian gadis itu agar tak sedih lagi.


"Tadi Nemu sampo di kandang kuda terus aku pakai aja, kali aja rambutku jadi indah seperti rambut twilight sparkle," jawab Wiway


"Kami pakai sampo kuda?" tanya Aby membelalakan matanya.

__ADS_1


"Yoi, kali aja aku langsung diangkat jadi duta sampo kuda," jawab Wiway


"Jadi duta sampo lain, Ups !" seru Aby menirukan gaya iklan sampo membuat Wiway terkekeh mendengarnya.


__ADS_2