Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 65. First Kiss Derry


__ADS_3

"Kenapa jantungku berdebar-debar, apa hantu juga masih memiliki jantung?" ucap Wiway mengusap-usap dadanya.


"Kenapa perasaanku juga gak enak," imbuhnya Perempuan itu kemudian bergegas pergi meninggalkan taman kota dan kembali ke kediamannya di Bukit Gombel.


Saat ia tiba di pintu gapura hotel, wanita itu terkejut ketika melihat sosok Buto ijo keluar dari dari hotel.


"Tumben Mang Holik keluar dari kandangnya emang ada siapa?" Buru-buru Wiway memasuki pelataran Hotel untuk melihat siapa yang datang menyambangi kediamannya sehingga membuat sang hantu penjaga muncul menampakkan wujudnya.


"Ezza," gadis itu begitu tak tak percaya melihat dua lelaki tampan di depannya.


"Kenapa bayangan mantan selalu datang menghantui, ya ampun sadar Way, Ezza gak mungkin datang ke sini. Secara dia sudah aku buat melupakan semuanya jadi impossible." Wiway mengucek-ngucek matanya untuk memastikan apa yang dilihatnya tidak salah.


"Ups," karena terlalu bersemangat saat mengucek-ngucek matanya membuat bola mata Wiway terjatuh.


"Haish, untuk gak di kerubuti semut," Wiway segera mengambil bola mata itu dan langsung memasangnya.


*Tak, tak, tak!!


Wiway berjalan dengan penuh estetik memasuki pelataran Hotel, langkahnya terhenti ketika melihat Derry berlari ketakutan kearahnya.


"Derry??" pekiknya sembari menatap lelaki itu lekat.


"Setaaannnn!!!" seru Derry langsung mengerem mendadak langkah kakinya.


"Ishhh, udah cantik gini masih di teriakin setan," cibir Wiway


"Astoge, aku kira setan ternyata sang mantan!" seru Derry membuat Wiway terkekeh mendengarnya.


"Sue Lo," sahut Wiway


"Tolongin gue Wi, dari hantu Hulk itu," ucap Derry Langsung bersembunyi di belakangnya.


Melihat Buto ijo itu akan menangkap Ezza Wiway langsung melompat kearahnya.


*Wuussshh!!


*Tap!


"Stop!!!!" seru Wiway menghentikan mahluk itu


"Stop kenapa Timeh," jawab mahluk itu


"Stop jangan ganggu pacarku, jangan sentuh pacarku, dia itu milikku," jawabnya Wiway


"Kaya lirik lagu Fat?" tanya mahluk itu menggaruk-garuk kepalanya.


"Yoi, judulnya jangan ganggu pacarku mang," jawab Wiway sambil terkekeh


"Astoge dasar Fatimah bohay, kuy bawa pergi pacar kamu dari sini sebelum aku hobah," sahut mahluk itu.


"Suwun Mang Holik, papay!" sahut Wiway melambaikan tangan kearahnya.


Wanita itu segera membalikkan badannya dan menatap Ezza, "Hai??" sapanya canggung


Melihat Wiway di depannya membuat Ezza langsung menghampirinya dan mencium lembut bibirnya.


"Astoge Za, dasar gak ada akhlak, mau ciuman itu lihat-lihat tempat dong my bro. Jangan main nyosor aja, awas aja salah cium hantu sukurin Lo," cibir Derry

__ADS_1


"Abang jelous ya?"


"Kagak,"


"Pasti pengin kek gitu juga,"


"Iya juga sih, tapi derita gue jadi jones jadi belum bisa ngerasain takbiran," sesal Derry


"Takbiran tarik bibir pelan-pelan ya bang?"


"Hooh," sahut Derry lagi


"Kalau abang gak keberatan boleh kok takbiran sama Neng, aku ikhlas kok memberikan ciuman pertamaku sama Abang," jawab wanita itu membuat Derry langsung mengernyitkan keningnya.


"Mencurigakan," umpat Derry


Lelaki itu kemudian membungkukkan badannya untuk melihat wanita itu.


"Ngapain pakai nungging-nungging segala, kalau mau lihat kecantikan aku lihat aja aku dari dekat dijamin Abang pasti terpikat," jawab gadis itu


"Aku belum bisa terpikat keles, mencurigakan kalau ada cewek cantik di tempat angker seperti ini. Kakinya aja gak kelihatan, masih mencurigakan," umpat Derry lirih


"Oh Abang penasaran dengan kaki jenjang Neng?"


"Hooh, untuk memastikan apa Neng itu beneran cewek tulen atau cewek jadi-jadian," sahut Derry


"Ok kalau gitu, jangan kaget ya Abang," wanita itu langsung menyingkap gaunnya hingga kaki jenjangnya terlihat dengan jelas.


Derry langsung membulatkan matanya ketika melihat kaki wanita itu menggantung.


"Sudah ku duga," ucapnya kemudian segera membalikkan badannya.


"Kuntilanak!!!" seru Derry langsung berlari menghampiri Wiway dan Ezza.


"Ish, ganggu aja Lo!" cibir Ezza


"Sorry bro, sengaja." sahut Derry


"Gak usah takut Der, dia gak jahat kok cuma usil doang. Namanya Tia Lana Kun." tukas Wiway


"Keren amat namanya kaya orang Jepang," sahut Derry


"Ember," sahut Wiway sambil terkekeh


"Wew, udah Jan kebanyakan ketawa Wi, buru suruh dia pergi kalau gak mau aku kencing di celana," ujar Derry


"Ok," Wiway segera bergegas menghampiri mahluk itu.


Wiway segera menghampiri mahluk itu dan menyuruhnya untuk pergi.


"Kok Lom pergi Wi," tanya Derry


"Dia mau pergi kalau sudah di cium sama kamu Der," sahut Wiway.


"Dih ogah banget ciuman sama setan," jawab Derry.


"Tapi kalau Lo gak mau menciumnya dia akan terus mengikuti mu,"

__ADS_1


"Dih ogah,"


"Yaudah buruan kasih kiss terhot kamu gih," ujar Wiway


"Et dah, demi agar bisa survive seratus tahun lagi, terpaksa deh gue harus memberikan ciuman pertamaku pada seorang hantu," ucap Derry sedih.


Wiway dan Ezza hanya tertawa melihat ekspresi gusar Derry.


"Mamam tuh bibir hantu wkwkwkwk," ujar Ezza sambil terkekeh


"Sue Lo," sahut Derry


Derry kemudian berjalan pelan mendekati wanita itu. Ia langsung mendekatkan wajahnya kepada wanita itu.


Tahan nafas dan bayangkan saja kamu sedang mencium Shin Min A,


"Gaskeun Der!!" goda Ezza


"Jangan julit dong sayang," sahut Wiway


"Biarin aja, mahluk kaya Derry mah gak mempan di julitin juga," jawabnya


Derry mulai mencium wanita itu yang sudah memonyongkan bibirnya lebih dulu.


Derry merasakan sebuah sensasi yang berbeda saat bibirnya menyentuh bibir dingin mahluk itu.


Ia bahkan sampai membuka matanya yang sempat terpejam untuk menghindari kontak fisik dengan wanita itu.


Namun ia harus menelan kekecewaan karena wanita itu seketika menghilang saat ia melepaskan ciumannya.


"Kok ilang???" tanyanya kecewa


"Kan emang perjanjiannya gitu, sesuai request Lo Der."


"Emang tadi gue request apa Wi?" tanya Derry


"Berlaga amnesia dia," keluh Ezza


"Kan tadi Lo yang nyuruh gue buat ngusir tuh Tua Lana Kun. So sesuai permintaan dia pergi setelah kamu menciumnya, emang ada yang salah?" tanya Wiway


"Gak sih, cuma nyesel aja dikit,"


"Nj*r sue Lo," sahut Ezza sambil terkekeh


"Gimana rasanya ciuman sama mahluk astral bro?" tanya Ezza


"Rasanya gurih-gurih nyoy melebihi tahu bulat," sahut Derry membuat Ezza dan Wiway langsung tertawa mendengarnya.


"Dasar dudul, bisa-bisanya nyamain takbiran sama tahu bulat,"


"Sebaiknya kita bahas tahu bulat nanti aja Za, Lebih baik sekarang kita cepat bergegas meninggalkan tempat ini sebelum malam semakin larut dan para lelembut semakin banyak berdatangan ke tempat ini," ujar Derry


"Bener tuh kata Derry," sahut Wiway


"Tumben Lo bener bro, emangnya Lo tahu dari mana kalau semakin malam semakin banyak demit bermunculan," ujar Ezza


"Feeling aja bro, secara walaupun ganteng gini gue itu masih keturunannya Eyang Subur jadi tahulah tentang hal-hal gaib seperti ini," sahut Derry membuat Ezza Langsung tertawa terpingkal-pingkal.

__ADS_1


"Astoge Eyang Subur, Demi Tuhaaaaaan!!!!" sahutnya menirukan gaya Arya Wiguna.


__ADS_2