Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 43. Jangan Bohong


__ADS_3

"Kau sudah memberikan hampir 80 persen energimu untuk Wiway. Tapi sayangnya meskipun kau memberikan semua energi mu hingga kau mati ia tetap saja kau tidak bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati. Jadi berhentilah mencintainya dan biarkan ia kembali dengan tenang ke alamnya. Itulah hal terbaik yang bisa kau lakukan untuknya jika kau benar-benar tulus mencintainya. Karena sebesar apapun cinta kalian berdua tetap saja kalian tidak akan pernah bersatu untuk selamanya." ucap Aby sebelum memulai ritualnya.


Ia kemudian menyentuh ubun-ubun Ezza dan mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh pemuda itu.


Wiway, ngapain Lo ada disini!" seru Berlin saat melihat gadis itu sedang mengamati Ezza dari kejauhan


"Aku, aku...hanya ingin tahu keadaannya saja kok," jawab Wiway terkejut melihat Berlin memergokinya.


Mendengar jawaban Wiway membuat gadis itu meradang, ia kemudian menarik rambut Wiway untuk melampiaskan amarahnya.


"Melihat keadaannya kau bilang, cih dasar tak tahu diri,"


"Arrrrrghhh!!!" teriak Wiway kesakitan


"Haish, dasar anak muda. Apa kalian tidak bisa menahan emosi untuk sementara waktu," Neneng segera menghampiri keduanya.


"Hentikan Be, ingat ini rumah sakit bukan arena tinju. Disini tempatnya orang sakit, jadi please jangan bikin keributan atau aku akan mengusir kalian berdua," tukas Neneng melerai keduanya.


"Dasar jal*ng tak tahu diri, sudah tahu Ezza sakit gara-gara lo, tapi kamu masih saja berani menginjakkan kakimu di sini!" hardik Berlin kembali menyerang Wiway sembari terus menyalahkannya.


"Diam, atau tinggalkan tempat ini sekarang juga!!" ancam Neneng membuat Berlin langsung diam.


Namun rasa geram dan kebenciannya terhadap Wiway membuat Berlin kembali menyerang gadis itu. Ia tidak peduli lagi dengan ancaman Neneng, bahkan kali ini bukan hanya menjambak rambut Wiway gadis itu juga menyeretnya agar keluar dari tempat itu.


"Lepaskan dia!!" seru Aby melerai keduanya


"Jangan pernah salahkan Wiway untuk apa yang menimpa Ezza, asal kau tahu dia datang ke sini bukan untuk menjenguk Ezza tapi untuk menemani ku. Dan sebaiknya mulai saat ini kamu harus menghormatinya jika masih membutuhkan bantuan ku. Karena aku tidak akan pernah memaafkan apalagi menolong orang yang sudah menyakiti hati calon istriku," ucap Aby kemudian menggenggam jemari Wiway.


Tentu saja hal itu membuat mereka semua terkejut mendengarnya, tidak terkecuali dengan Ezza yang langsung beranjak dari ranjangnya setelah mendengar ucapan Aby.


"Calon istri," ucap Ezza menatap sendu kearah Wiway membuat gadis itu langsung mengalihkan pandangannya.


Hatinya begitu remuk ketika melihat tatapan Ezza yang menyimpan banyak kesedihan dan kekecewaan. Namun apa mau di kata ia terpaksa harus mengikuti sandiwara Aby agar Ezza membencinya.


Tinggalkan dia dan buat ia membencimu, karena dengan begitu energi positif Ezza akan kembali dan ia bisa selamat.


"Katakan padaku kalau semuanya itu bohong Wi?" tanya Ezza memecah keheningan di antara mereka.


Wiway menarik nafas dalam-dalam dan memantapkan hatinya.


Apapun akan aku lakukan demi dirimu Za, meskipun aku sendiri akan hancur aku rela melakukannya asal kau bisa tetap hidup. Aku tidak mau melihatmu mati sia-sia hanya karena diriku.

__ADS_1


Wiway segera menyeka air matanya, kemudian menatap wajah Ezza penuh percaya diri.


"Semua yang kau dengar itu benar adanya Za. Aku memang memutuskan untuk menjadi istri Aby setelah kau mencampakkan aku. Lagipula hanya Aby yang mengerti aku jadi tidak salah jika aku menerima pinangannya bukan," jawab Wiway kemudian menghampiri Aby dan menggandengnya.


"Mulai sekarang kau harus melupakan aku, dan mulailah hidup bahagia bersama Berlin. Semoga kau bahagia bersama cinta pertamamu Za,"


"Tante aku pamit dulu ya, terimakasih sudah mengizinkan aku tinggal di rumah itu. Aku sangat senang karena Tante begitu baik padaku, maafkan aku jika aku punya salah sama Tante," ucap Wiway kemudian memeluk wanita itu


"Sama-sama Wi, terimakasih juga karena kamu sudah menjadi sahabat terbaik Tante dan Tante juga minta maaf kalau pernah kasar sama kamu. Jaga diri kamu baik-baik ya dan jangan sungkan datang ke Tante jika kamu membutuhkan bantuan aku. Semoga kau bahagia bersama calon suamimu itu. Jangan lupa undang Tante kalau kamu mau nikah ya," ucap Neneng kemudian melepaskan pelukannya.


"Ok Tante, bye!" sahut Wiway kemudian mengajak Aby pergi meninggalkan tempat itu.


Tangis Wiway seketika pecah saat ia sudah berada di dalam mobil Aby.


"Sudahlah Wi, jangan bersedih lagi. Kau harus tegar dan merelakannya jika ingin Ezza tetap hidup. Kecuali kalau kau ingin dia mati," sahut Aby membuat tangisnya semakin kencang


"Dih kok kamu ngomongnya gitu, jahat kamu By!" seru Wiway kesal


"Yaudah aku minta maaf," sahut Aby mengusap lembut rambutnya


"Kok masih nangis sih, terus gue harus gimana biar Lo diem dan gak sedih lagi," imbuhnya


"Ok aku ganteng aku diem," jawab lelaki itu tersenyum menatap Wiway.


**********


Setelah melihat kondisi Ezza, dokter kemudian mengizinkan lelaki itu pulang.


"Syukurlah kamu sudah baikan Za, Bibi khawatir sekali saat dokternya bilang kamu tidak sakit tapi belum sadarkan diri. Beruntung ada Berlin yang membawa Mas Aby untuk mengobati kamu. Sebaiknya mulai sekarang kamu harus hati-hati saat melakukan sesuatu Za. Karena di dunia ini kita hidup berdampingan dengan mahluk astral yang tak terlihat wujudnya. Ada baiknya kita permisi dulu saat melewati jalan atau tempat yang dianggap angker atau keramat agar penunggu tempat itu tidak marah dengan kita. Sekarang lebih baik kau istirahat saja di kamar. Bibi akan masakin makanan kesukaan mu untuk makan malam kita." ucap Neneng kemudian mengantar Ezza ke kamarnya.


"Bibi juga sudah mengabari ayah kamu, dan dia bilang akan pulang besok." imbuhnya


"Terimakasih Be, sudah membantu Tante dengan membawa Aby untuk menyembuhkan Ezza, sekali lagi thanks dear,"


"Sama-sama Tante, btw aku boleh gak nemenin Ezza disini?" jawab Berlin


"Tentu saja boleh dong, silakan saja. Tapi Tante tinggal dulu ya mau masak."


"Ok Tante, makasih." jawab Berlin sumringah


"Sebaiknya kau pulang saja Be, gue mu istirahat." ujar Ezza dingin.

__ADS_1


"Tapi aku masih ingin bersamamu Za. Aku mau menemani mu sampai kau benar-benar tidur. Aku takut kamu akan melakukan sesuatu yang konyol setelah peristiwa tadi," jawab Berlin hati-hati


"Kau pikir aku akan bunuh diri setelah diputusin Wiway gitu, atau kau berpikir aku akan mencelakai Aby dan Wiway," sahut Ezza geram


"Itu bisa saja terjadi bukan, mengingat kau begitu menyukainya. Aku sudah mengenalmu selama dua puluh tahun Za, jadi salahkah aku yang mengkhawatirkan kamu?" tanya Berlin


"Sotoy, tidak ada seorangpun yang lebih mengenal diriku selain aku sendiri. Jadi jangan kepedean deh kamu." cibir Ezza kemudian menutup dirinya dengan selimut.


Berlin hanya menghela nafas ketika mendengar cibiran Ezza.


Sial, kenapa Lo masih saja ngeselin Za. Andai saja bukan karena Ibu, aku sebenarnya juga ogah mengemis cinta padamu,


Tiba-tiba senyum Berlin langsung mengembang ketika melihat Ezza membuka kembali selimutnya.


Aku tahu sebenarnya kau masih menyukaiku Za,


Ezza segera bangun dan duduk di samping Berlin.


"Kalau kamu memang mengenalku harusnya kamu tahu kalau aku paling tidak suka cewek kepo dan sok perhatian seperti kamu. Dan satu lagi, aku tidak bisa tidur kalau ada orang asing di kamarku, jadi pergilah sebelum aku mengusir mu," ucapnya mematahkan harapan Berlin.


Brengsek, beraninya kau menganggap ku sebagai orang asing. Kita lihat saja nanti Za. Aku pastikan kau menyesali setiap kata-kata mu. Dan akan merengek mengemis perhatian dariku.


Berlin kemudian pergi meninggalkan kamar Ezza menuju ke dapur.


Setelah memastikan Berlin tidak lagi memata-matainya. Ezza segera berganti pakaian dan pergi meninggalkan kamarnya melalui jendela.


Ia sengaja menuntun motornya keluar rumah dan menghidupkannya di tempat yang agak jauh dari rumahnya agar Berlin dan Bi Neneng tak mendengar suara motornya.


Ia melesatkan motornya menuju klinik Aby.


Aku yakin Wiway tidak mungkin menikah dengan Aby, aku yakin dia melakukan semua itu karena terhasut oleh ucapan dukun itu. Mulai sekarang aku harus meyakinkan Wiway kalau aku tidak akan pernah meninggalkannya lagi.


Setibanya di klinik Ezza segera menarik lengan Wiway dan membawanya pergi dari tempat itu. Ia tetap memaksa gadis itu pergi bersamanya meskipun Wiway sudah menolaknya. Sementara itu Aby tak bisa berbuat apa-apa ketika melihat Ezza yang begitu bersikeras membawa Wiway pergi dari tempat itu.


"Lepaskan aku Za, aku tidak bisa pergi denganmu. Kita tak bisa bersama lagi karena aku sebentar lagi akan menikah," ujar Wiway


"Jangan bohong Wi, aku tahu kamu melakukan semua ini agar aku membencimu bukan. Kamu melakukan semua ini karena ingin meninggalkan aku dan kembali ke bukit Gombel bukan?" jawab Ezza


"Lepaskan dia Ezza!" seru seorang lelaki paruh baya membuat Ezza terkejut melihat kedatangannya.


"Ayah!!!"

__ADS_1


__ADS_2