
"Bangunlah!"
"Aku dimana," seorang wanita tampak kebingungan mendapati dirinya ada di sebuah sendang.
Seorang lelaki menghampirinya dan kemudian menambahkan kembang setaman kedalam sendang itu.
"Mandilah dan bersihkan tubuhmu," imbuhnya kemudian pergi meninggalkannya.
Wanita itu menatap sekilas lelaki itu.
"Sepertinya tidak asing, aku seakan mengenalnya,"
Selesai mandi Wiway segera keluar dari tempat itu dan seorang wanita sudah menunggunya.
"Sudah selesai cah ayu," ia segera memberikan handuk dan membawa kesebuah kamar.
"Sekarang gantilah bajumu, biar aku menunggumu didepan," tukas wanita itu.
Selesai berganti pakaian Wiway kemudian menuju ke ruang tengah dimana seorang lelaki menunggunya.
"Sekarang aku sudah mengembalikan kehidupan mu lagi, semoga dengan menebus dosaku dua puluh lima tahun lalu aku bisa beristirahat dengan tenang sekarang," ucap lelaki itu lirih
"Apa maksudmu??" tanya Wiway penasaran
"Apa kau tidak mengenalku?" tanya lelaki itu menatapnya
"Sepertinya kau begitu familiar, tapi aku belum bisa mengingat dengan jelas siapa dirimu," jawab Wiway
"Benar, sudah dua puluh lima tahun pasti kau sedikit lupa, apalagi dengan wajahku yang seperti ini. Aku adalah Ki Parto yang sudah menjadikan kamu sebagai Wewe Gombel," ucap lelaki itu membuat Wiway tercengang.
*************
"Jadi gak bro kita pergi ke nikahan Andre?" tanya Derry
"Kamu aja yang datang, gue nitip aja," sahut Ezza
"Kenapa, masih belum bisa melupakan bayang-bayang mantan?" ledek Derry
"Entahlah,"
"Ayolah bro, move on sudah satu bulan semenjak kepergian Wiway kau terus saja seperti ini. Ayolah jangan membuat kuburan Wiway sempit gara-gara kau tak mau mengikhlaskan kepergiannya," sahut Derry.
"Memangnya kenapa kuburannya jadi sempit?" tanya Ezza
"Kebanjiran air mata Lo, makannya jadi sempit," sahut Derry
"Astoge suka bener Lo kalau ngomong," sahut Ezza membuat Derry tertawa mendengarnya.
"So ayolah nikmati masa muda mu, kali aja Lo ketemu pengganti Wiway disana. Kan sudah jadi rahasia umum kalau banyak cewek buluk jadi bening saat kondangan," ucap Derry
"Lagipula Andre itukan sepupu lo, masa Lo gak datang di hari pernikahannya?" imbuh Derry
"Jam berapa resepsinya?" tanya Ezza
"Jam dua,"
Ezza segera melirik jam tangannya, " Kalau gitu kuy kita meluncur,"
__ADS_1
"Berangkat!" seru Derry mengikuti lelaki itu
Keduanya segera naik keatas motornya dan melesat menuju tempat resepsi pernikahan Andre.
************
"Kenapa kau tidak kembali ke kehidupan mu saja, bukankah kau bisa hidup bahagia dengan kekasihmu. Kenapa malah memilih tinggal bersamaku?"
"Aku tidak mau mengulang kesalahanku untuk ke dua kalinya. Aku ingin memulai hidupku yang baru dan melakukan semua yang belum ku rasakan saat aku masih hidup sebelum hari itu tiba," jawab Wiway getir
"Bersabarlah, setidaknya Aki sudah menyelamatkanmu dari kematian," tukas wanita itu.
Flashback..
Ing wengi kang peteng ndhedhet awakmu teka, ndang bali sadurunge esuk, mulih sadurunge awak dadi awu.
*Jlebb!!!
Aby menancapkan paku bumi itu ke ubun-ubun Wiway membuat wanita itu seketika melemah.
Dasar bodoh bagaimana kau bisa menancapkan paku itu di sini,
Merasa Aby melakukan kesalahan Ki Parto segera melesat menuju ke rumah sakit.
*Dep!
Lampu rumah sakit seketika menjadi padam ketika lelaki itu tiba di bangsal perawatan Ezza. Hawa panas mulai menyeruak menandakan kedatangannya.
Lelaki itu segera berjalan menghampiri Wiway dan melepaskan baku bumi dari kepalanya dan membawa pergi Wiway dari tempat itu.
*Flashback off
"Sekarang sudah selesai," ucap wanita itu sumringah
Ia kemudian mengantar keluar sang pengantin menuju ke pelaminan, sementara Wiway masih menunggunya di ruang rias.
"Wah seperti yang gue bilang kan bro banyak cecan ( cewek cantik ) bertaburan di sini. Lumayan buat cuci mata," tukas Derry sembari menyisir rambutnya.
"Mau kemana bro?" tanya Derry
"Ketemu Andre,"
"Masih di make up kali, secara pengantin wanita aja baru keluar dari sarangnya," sahut Derry
"Keluar dari sarangnya emang burung," celetuk Ezza membuat Derry tertawa.
"Yaudah suka-suka Lo aja bro, asal kau bahagia aku tak mengapa,"
"NJ*r mulai alay deh," cibir Ezza meninggalkannya.
"Mending cari kenalan ah, kali aja ada yang nyantol," ucap Derry menghampiri para tamu cewek.
"Kamu tolong bantu dandanin dia ya Wi, aku mau kebelakang sebentar,"
"Baik Nyai," sahut Wiway
Ia segera merapikan penampilan mempelai pria sambil menunggu wanita itu kembali dari kamar kecil.
__ADS_1
"Halo bro, selamat ya Akhirnya Lo jadi juga merried," ucap Ezza menghampiri Andre di ruang make up
"Thanks Za, btw mana Derry?" tanya Andre
"Biasalah jones lagi nyari gebetan dia," sahut Ezza
"Kenapa lo gak nyari juga,"
"Kalau sudah ada jodohnya kenapa harus dicari lagi," jawab Ezza
"Maaf Kaka, ganti baju dulu ya," ucap Wiway menghampiri mereka. Ia segera memberikan pakaian ganti kepada lelaki itu.
"Wiway," ujar Ezza terus menatap lekat wanita itu.
Wiway segera pergi meninggalkan ruangan itu setelah memberikan pakaian kepada Andre.
"Wiway tunggu!" seru Ezza menyusulnya.
Wiway tak bergeming, ia terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan Ezza.
"Wiway!" seru Ezza kemudian menarik pundaknya.
"Maaf aku bukan Wiway, sepertinya anda salah orang," ucap Wiway
"Tidak mungkin, aku yakin kau pasti Wiway. Kau sengaja pura-pura melupakan aku karena kau tidak ingin menyakiti aku bukan," ucap Ezza
Wiway segera mengeluarkan dompetnya dan memberikan kartu tanda penduduk padanya.
"Bisa bacakan," ucapnya kemudian mengambil kembali KTPnya
"Tidak ada seorangpun di dunia ini yang begitu mirip bahkan anak kembar sekalipun pasti ada perbedaannya. Aku yakin kamu Wiway ku, kamu belum mati bukan?" ucap Ezza kemudian memeluknya.
"Aku yakin kau masih hidup Wi. Selama ini dugaan ku tidak pernah salah, apalagi saat aku tidak menemukan jasad mu di bukit Gombel. Jadi apapun yang kau katakan aku tetap percaya kau adalah Wiwayku," imbuhnya
"Lepaskan dia!" seru seorang wanita membuat Ezza langsung melepaskan pelukannya.
"Cepat selesaikan make up-nya dan pulanglah," imbuh wanita itu.
"Baik Nyai," sahut Wiway segera meninggalkan Ezza
Namun Ezza mengikutinya membuat wanita itu langsung menariknya.
"Dia bukan Wiway yang kau cari, dia adalah Dinda putriku jadi jangan ganggu dia lagi," tukas wanita itu.
"Mana ada seorang anak memanggil ibunya Nyai, jangan kau pikir aku ini orang bodoh yang bisa kau tipu dengan omong kosong mu itu!" sahut Ezza melepaskan tangan wanita itu.
Dasar keras kepala,
Wiway buru-buru pergi ketika mengetahui Ezza terus membuntutinya. Ia segera menyelinap di ruangan kosong untuk menghindari Ezza.
Semoga saja dia tidak tahu kalau aku ada di sini.
Wiway segera menutup pintu rapat pintu ruangan itu. Namun betapa terkejutnya dia saat melihat Ezza ada di hadapannya.
"Bagaimana kau bisa??" ucapnya terkejut
"Kalau kau memang benar bukan Wiway ku maka kau harus membuktikannya padaku," ucap Ezza
__ADS_1
"Bagaimana cara membuktikannya?" tanya Wiway penasaran
Ezza segera menarik gadis itu dan mencium bibirnya.