
Wiway mulai mengerjapkan matanya saat mencium aroma wangi melati. Wanita itu segera beranjak dari ranjangnya dan berjalan keluar mengendus wangi aroma bunga yang memikatnya.
"Kay sudah bangun!" seru Lingga menyambutnya
"Dimana aku??" tanya Wiway kebingungan
"Kau ada di rumahku sekarang," jawab Derry menghampirinya.
"Kenapa aku ada di sini??" tanya Wiway lagi
"Ceritanya panjang Neng, lebih baik kamu segera temui pangeran mu sekarang," ujar Lingga
"Pangeran??" tanya Wiway sedikit kebingungan
"Jangan bilang kamu menjadi amnesia gara-gara jatuh dari balkon kemarin!" celetuk Derry
"Btw my prince ada dimana ya?" tanya Wiway
"Di hatimu!!" sahut Derry dan Lingga bersamaan
"Dih anak sama bapak sama alaynya!" sahut Wiway kemudian berjalan meninggalkan mereka.
Tak lama Ezza muncul dihadapannya membawa bucket mawar merah.
"Will you marry me," ucap Ezza kemudian bersimpuh dihadapannya
"Yes I Will," jawab Wiway tersipu-sipu
"Btw ini beneran apa mimpi sayang??" tanya Wiway
"Tentu saka ini real sayang, kalau gak percaya coba merem," sahut Ezza kemudian segera berdiri dan mendekatkan bibirnya.
"Jangan modus Bambang, ingat kalian belum muhrim," ucap Derry langsung menjewernya
"Awww, sakit!!" pekik Ezza mencoba melepaskan tangan Derry dari telinganya
"Lepasin dia Der, kasian," ucap Wiway membelanya
"Ok Wi," jawab Ezza segera melepaskan telinga Ezza
"Huft, hampir saja telingaku copot. Tega banget Lo bro sama gue!"
"Tega mana sama Lo, Lo sengaja kan mau mencium di depan gue agar gue iri sama kalian," sahut Derry
"Diih suudzon," jawab Ezza
"Sudah-sudah, jadi bagaimana ini jadi gak nikahannya?" tanya Barra
__ADS_1
"Nikah???, siapa yang mau nikah??" tanya Wiway bingung
"Ya kitalah sayang," jawab Ezza langsung merangkul gadis itu.
"Kita menikah???" tanya Wiway masih tak percaya
"Iya sayangku, bukankah tadi sudah jelas aku telah melamar mu dengan mawar merah itu," jawab Ezza
"Apa kau tidak mau?" imbuhnya
"Tentu saja mau dong sayang, hanya saja aku masih tidak percaya, aku tidak percaya kalau kita akan benar-benar menikah. Lalu bagaimana dengan ayahmu dan Tante Neneng, apa mereka setuju??" tanya Wiway lagi
"Tentu saja kami setuju nak," ucap Wisnu mendekati keduanya.
"Terus bagaimana dengan Tante, bukankah Tante gak mau dilangkahi oleh Ezza?" tanya Wiway lagi
"Gak masalah Kon Wiway sayang, yang penting setelah kalian menikah aku juga langsung menyusul kalian," jawab Neneng
"Syukurlah kalau begitu," ucap Wiway begitu bahagia
Ia langsung memeluk erat Neneng, "Terimakasih Tante, terimakasih banyak sudah memberikan restu pad kami. Maaf Wiway gak bisa ngasih apa-apa ke Tante. Hanya dia yang bisa aku berikan kepada Tante semoga hubungan Tante dengan Mr. Saragih langgeng hingga pernikahan." ucap Wiway
"Kenapa kamu nangis Wi, harusnya kamu itu bahagia bukannya nangis," ucap Neneng mengusap air mata gadis itu.
"Aku nangis karena bahagia Tante, aku begitu bahagia sehingga aku tak bisa menahan air mataku," sahut Wiway.
"Kalau kalian sudah setuju semua, pihak keluarga laki-laki bisa melamarnya besok pagi dan dilanjutkan pernikahan keduanya seminggu kemudian." tukas Lingga
" Untuk sementara Wiway harus tinggal bersama kami untuk mencegah hal-hal yang di inginkan," tandas Lingga lagi
"Baik Om," jawab Ezza
"Kalau begitu kau pulanglah, biarkan Wiway beristirahat sejenak untuk memulihkan kondisinya,"
"Baik Om," Ezza kemudian berpamitan dan pergi meninggalkan kediaman Derry bersama ayah dan Bi Neneng.
"Sekarang istirahatlah, karena mulai besok jadwal mu pasti akan padat merayap melebihi seorang artis," ujar Lingga kemudian meninggalkannya.
"Tunggu Aki," ucap Wiway menghentikan lelaki itu
"Apalagi??"
"Ada banyak yang ingin ku tanyakan padamu tentang kejadian hari ini, apa kita bisa bicara empat mata?" pinta Wiway dengan penuh penekanan
Lingga hanya menghela nafas dalam-dalam kemudian mengajak gadis itu duduk di beranda rumahnya.
*Flashback satu hari sebelumnya.
__ADS_1
"Apa dia mahluk halus, yang benar saja Lo Ran?" tanya Barra begitu terkejut
"Secara kasat mata dia memang seperti manusia pada umumnya, tapi secara supranatural dia itu adalah mahluk gaib yang sengaja di ciptakan untuk menjadi manusia setengah hantu. Keserakahan seseorang membuatnya tersiksa hingga ia sulit kembali ke alamnya kecuali dengan pertolongan lelaki yang tulus mencintainya," terang Rangga
"Kaya cerita dongeng Ran," celetuk Barra
"Itulah kejamnya ilmu hitam, untuk itulah kita harus menolongnya sebelum ia berubah menjadi iblis menakutkan!" imbuh Rangga
Gilang kemudian berjalan mendekati perempuan itu ia memejamkan matanya sembari mengusap kepalanya.
"Sepertinya semakin sulit untuk mengembalikannya menjadi sosok Wewe Gombel dan mengakhiri penderitaannya. Seseorang telah sengaja membuatnya menjadi pengantin Iblis untuk membangkitkan Iblis lain yang lebih kejam," tukas Gilang menerawang
"Masih ada cara untuk menolongnya," sela Rangga
"Caranya???" tanya Lingga
"Menikahkan dia dengan lelaki yang ia cintai,"
"Tapi itu sangat beresiko Ran, kau tahu kan jika pernikahan itu bisa membunuh salah satu dari mereka?" jawab Lingga
"Aku ganteng aku diam, aku tidak tahu masalah perdukunan jadi aku minyak saja," tukas Barra menyimak dengan estetik pembicaraan Rangga dan Gilang
"Kita masih memiliki kesempatan lima puluh persen bukan. Semoga saja pernikahan ini bisa mengakhiri penderitaan Wiway," jawab Rangga
"Bagaimana jika pasangannya yang mati, apa yang akan kita lakukan?" tanya Gilang
"Selama ini dia sudah membuktikan bahwa ia lebih kuat dari Wewe Gombel itu. Dia lebih dominan hingga kesempatan hidupnya lebih tinggi dari wanita itu. Meskipun kita punya peluang lima puluh persen tapi tetap saja kita harus mempertimbangkan segala kemungkinan terburuk yang akan menimpa lelaki itu. Apalagi dalam ensiklopedi online disebutkan jika seorang wanita yang sengaja menikahi mahluk setengah manusia maka akan mendapatkan kemalangan dalam hidupnya, bagaimana jika itu terjadi??" tutur Lingga
"Kalimat itu harus digarisbawahi untuk pernikahan manusia dan mahluk setengah manusia seperti Garra bukan hantu yang dijadikan manusia seperti Wiway. Jadi kita belum bisa berspekulasi apalagi menebak apa yang akan terjadi nanti." terang Rangga
"Kita bisa membentengi laki-laki itu dengan pagar gaib untuk mencegah sesuatu yang buruk terjadi dengannya," jawab Gilang
"That's right baby, kamu memang cerdas Lang. Makin lope-lope sama kamu," tukas Rangga langsung memeluk Gilang dan menciumnya.
"Dih jijay!" seru Gilang segera mendorong tubuh Rangga
"Aku juga bersedia menjadi pelindung pemuda itu jika di butuhkan," tukas Barra
"Maksudnya???" tanya Rangga dan Lingga bersamaan
"Aku akan masuk kedalam tubuh lelaki itu setelah pernikahan mereka," jawab Barra
"Jangan Gila Bar, jangan cari mati Lo!" sahut Rangga
"Gue gak cari mati kok, gue cuma ingin merasakan kembali bagaimana nikmatnya menjadi pengantin baru," jawab Barra membuat mereka semua tertawa mendengarnya
"Sue Lo!!!"
__ADS_1
"Dasar Omes!!"
"Tapi boong, mana mungkinlah seorang Barra Wowo ucin yang ganteng dan baik hati akan melakukan hal rendah seperti itu. Aku hanya ingin membantunya saja. Aku ingin memberikan sedikit kebahagiaan padanya sebelum akhir hidupnya. Bagaimanapun juga dia berhak mendapatkan kebahagiaan. Aku tahu hidupnya begitu menderita ketika ia masih hidup, bahkan setelah matipun ia masih harus menderita. Aku hanya ingin membantunya mewujudkan mimpinya untuk menikah dengan lelaki yang ia cintai. Sedikit kebahagiaan akan membuatnya Bahagia saat menghadapi kematian keduanya yang begitu menyakitkan aku rasa,"