Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 68. Transformasi


__ADS_3

*Braakkkk!!!


Sundari segera keluar ketika mendengar suara pintu rumahnya di buka paksa oleh seseorang.


"Ra Ono tata Kramane blas! " seru Sundari berkacak pinggang


"Sudahlah, aku tidak mau berdebat lagi denganmu. Dimana dia?" jawab Ki Kusumo balik bertanya


"Untuk apa kau mencarinya?" sahut Sundari


"Tentu saja untuk menghentikan kekonyolan kalian, kau pikir bisa membunuh mahluk itu!." sahut Ki Kusumo


"Buktinya aku sudah membereskannya, dan sekarang Aby sudah menguburnya," sahut Sundari


"Dasar sotoy, kita lihat saja apa kau masih bisa menyombongkan diri seperti ini jika tahu apa yang terjadi nanti," Ki Kusumo segera pergi dari rumah itu.


"Kamu mau kemana!" seru wanita itu menarik pundaknya.


"Tentu saja ke TPU Terdekat, aku yakin belum terlambat," sahut lelaki itu melepaskan tangan Sundari.


"Tidak akan ku biarkan kau merusak rencana Aby," cegah Sundari segera menghadangnya.


"Aku tidak mau berdebat denganmu, jadi minggirlah!" sahut Ki Kusumo


"Aku sudah mempertaruhkan segalanya untuk ritual ini jadi tolong jangan ikut campur Aku,"


"Itulah bodohnya dirimu, kenapa kau tidak berdiskusi dulu denganku sebelum melakukan hal itu."


"Kalau kau masih bersikeras ingin melihat hasil ritual besar mu itu, cepatlah ikut denganku dan mari kita buktikan siapa yang benar dalam hal ini," ujar Ki Kusumo


Lelaki itu segera masuk ke dalam mobilnya, dan Sundari pun bergegas mengikutinya.


************


Kreek, kreekk!!


Baru beberapa langkah Aby melangkahkan meningkatkan makam Wiway tiba-tiba langkahnya terhenti ketika mendengar suara aneh dari makam tersebut. Ia langsung menoleh kearah makam itu untuk melihat apa yang terjadi.


Namun suara itu seketika menghilang saat lelaki itu menghentikan langkahnya. Ia kembali melangkah pergi dan suara itu kembali terdengar.


Aby menyunggingkan senyum sinisnya dan menghampiri makam itu.


*Duaarrr!!


Tubuh Aby terpental saat makam itu tiba-tiba meledak dan sesosok mahluk mengerikan keluar dari liang kubur itu.


"Hihihihihihi!!!"

__ADS_1


Sesosok mahluk wanita dengan wajah menyeramkan muncul dari liang kubur dengan tawa keras yang membuat Aby langsung menutup telinganya.


"Tidak mungkin," ucap Aby segera bangun dan berdiri


Mahluk itu menyeringai dan berjalan menghampiri Aby.


"Terimakasih sudah membangkitkan aku anak muda," ucap Wiway kemudian mencekiknya


"Sadarlah Wi, aku Aby," ucap lelaki itu mencoba menyadarkan Wiway


Namun bukannya melepaskan cekikannya ia justru semakin menekankan kuku-kukunya yang tajam ke leher Aby. Darah segar mengucur deras dari leher lelaki itu membuat Wiway langsung menjilatinya.


Diam-diam Aby menggerakkan tangannya untuk mengambil keris saktinya. Setelah mendapatkan keris itu Aby segera menusukkannya ke punggung Wiway.


"Arrgghhh!!" Wiway menjerit dan segera mendorong tubuh Aby hingga ia terjungkal ke tanah.


"Beraninya kau melukaiku anak muda, apa kau sudah bosan hidup," ucapnya menyeringai.


Ia kemudian berjalan mendekati Aby, melihat Wiway menyambanginya lelaki itu segera bangun dan bersiap menyambutnya.


"Kau memang pemberani, aku suka lelaki seperti dirimu," goda Wiway sembari mengusap lembut wajah Aby.


Lelaki itu segera menangkap lengan Wiway dan memelintirnya hingga ia mengerang kesakitan.


"Aku tidak akan membiarkan mahluk seperti dirimu menguasai Wiway." ucap Aby kembali menusukkan keris saktinya ke jantung Mahluk itu.


Kali ini mahluk itu begitu berang hingga wajahnya terlihat semakin menakutkan. Ia segera menarik kerah baju Aby dan melemparkan pemuda itu hingga menghantam batu nisan beberapa makam.


Tak puas melihat Aby babak belur kali ini ia mencabut keris sakti Aby yang masih menancap di dadanya dan mengarahkannya kepada lelaki itu.


Beruntung Aby berhasil menghindari serangan Wiway.


Wiway semakin geram melihat Aby selalu berhasil menghindari setiap serangannya. Ia terus melancarkan serangan membabi buta kearah dukun milenial itu hingga berhasil melumpuhkannya. Ia kemudian menyeret pemuda itu dan membawanya ke liang kuburnya.


"Sekarang kau harus merasakan apa yang aku rasakan dukun jahat," ucap Wiway menyeringai


Ia mengarahkan keris sakti yang di pegangnya ke jantung lelaki itu.


"Bersiaplah untuk mati," ucapnya dengan wajah bengisnya.


*Ciiittt!!


Ki Kusumo segera menghentikan mobilnya dan bergegas keluar menuju ke pemakaman.


Lelaki itu segera mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Aby. Bola matanya terhenti pada sosok wanita yang sedang berusaha menikam Aby dengan keris pusakanya.


Ki Kusumo segera melemparkan daun kelor kearah perempuan itu hingga ia menjerit kesakitan dan melepaskan Aby.

__ADS_1


"Siapa dia?" tanya Sundari


"Dia adalah Wewe Gombel yang kalian bunuh,"


"Dasar dukun sialan beraninya kau melukaiku!" seru Wiway langsung menghampiri Ki Kusumo


Ia kemudian melompat dan menyerang lelaki tua itu. Ki Kusumo segera mengeluarkan bambu kuning yang di bawanya, ia segera melesatkan bambu kuning itu ke tubuh wanita itu hingga ia jatuh tersungkur ke tanah.


Ki Kusumo segera mengambil bungkusan putih yang ia bawa dan membukanya


"Paku Bumi," Sundari begitu terkejut melihat Ki Kusumo memiliki senjata pusaka itu.


"Sekarang kembalilah ke Bukit Gombel bedebah!" teriak Ki Kusumo mengarahkan paku bumi itu ke ubun-ubun Wiway.


"Hihihihi!!" seketika mahluk itu melesat terbang sembari terkekeh melihat kegagalan Ki Kusumo.


"Jangan pernah bermimpi dukun laknat, bukan aku yang harus kembali ke Bukit Gombel tapi kaubyang akan aku kirim sana. Kau harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah kamu lakukan padaku dua puluh lima tahun silam," ucap Wiway


Ia segera meluncur ke arah Ki Kusumo dan menekan kepala lelaki itu. Ia mendorong tubuh lelaki itu hingga ia terperosok masuk kedalam tanah. Ki Kusumo berusaha melawannya dengan terus mengarahkan paku bumi miliknya ke arah wanita itu.


Namun usahanya sia-sia karena Wiway berhasil merebut paku itu dan kemudian mematahkannya.


"Sekarang tidak ada satupun benda pusaka yang bisa membunuhku," ucapnya kemudian tertawa terbahak-bahak.


Wiway kemudian mematahkan kepala lelaki itu, "Sekarang bersiaplah untuk menyusul saudara seperguruan mu Ki Parto," Wiway mengambil ujung paku Bumi yang tajam


"Dulu kau membunuhku dengan paku ini, sekarang aku akan melakukan hal yang sama padamu agar kau tahu bagaimana rasanya jadi arwah penasaran," ucapnya menyeringai


Sebuah kilatan cahaya melesat kearah Wiway dan menghantam tubuh wanita itu hingga ia terhempas menjauh dari Ki Kusumo.


"Jangan ikut campur urusan ku Nyai, atau kau akan menyesal," ancam Wiway kemudian bangkit sambil memegangi dadanya yang terasa panas.


"Meskipun aku tidak punya dendam terhadap mu tapi aku tidak akan membiarkan mahluk jahat seperti dirimu melukai orang lain," sahut Sundari membuat Wiway langsung tertawa mendengarnya.


"Kalau kau ingin tahu siapa yang jahat maka dialah orangnya!" sahut Wiway menunjuk kearah Ki Kusumo


"Dia yang sudah membuat aku seperti ini jadi jangan salahkan aku jika sekarang aku menjadi iblis jahat yang akan membalas dendam kepada semua orang yang sudah membuatku menjadi Iblis. Dan asal kau tahu aku tidak akan segan-segan membunuh siapa saja yang menghalangi jalanku termasuk kau ataupun dukun itu," imbuhnya kemudian menunjuk kearah Aby yang terkapar diatas sebuah makam.


"Terserah apapun yang kau katakan aku tetap saja tidak bisa membiarkanmu berkeliaran bebas menganggu manusia. Sudah jadi tugasku untuk mengusir iblis jahat seperti dirimu," sahut Sundari


"Coba saja kalau kau bisa," tantang Wiway


🎶I don't care who you are, where you're come. Don't care what you did, as long as you love me🎶


Wiway tiba-tiba menghentikan serangannya ketika mendengar seseorang menyanyikan lagu itu.


Ia segera menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang menyanyikan lagu itu. Air matanya tiba-tiba mengenang di pelupuk matanya ketika melihat pemuda tampan tersenyum padanya.

__ADS_1


__ADS_2