Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 17. Alasanku Menyukai mu


__ADS_3

"Wah senangnya hari ini bisa berduaan dengan Berlin. Kenapa waktu terasa begitu cepat jika aku bersamanya. Tapi sebaliknya waktu terasa begitu lama jika aku tidak bersamanya." Ezza segera memasuki ruang kosannya.


*Krieet!!


"Dimana dia, kenapa ia tidak ada di kosan??" Ezza kembali memeriksa kamar mandi dan menanyai tetangga kosnya, namun tak satupun dari mereka yang melihat Wiway pulang ke kosan.


"Kau masih di sini Wi?" tanya Aby menghampiri gadis itu


"Iya, aku harus tetap di sini sebelum Ezza datang menjemput ku," sahut gadis itu mencoba tegar


"Tapi semua mata kuliah sudah selesai, aku rasa Ezza melupakan mu kali ini, jadi lebih baik kau pulang saja bersamaku," ajak Aby


"Tidak, Ezza bukan orang seperti itu, aku yakin dia akan menjemput ku sebentar lagi," tolak gadis itu.


"Tapi sekarang hampir magrib Wi, apa kau tidak takut jika ada mahluk astra yang berusaha membunuhmu lagi," sahut Aby


"Aku bisa menghadapi mereka, jadi jangan khawatir."


"Jangan konyol Wi," ucap Aby menarik lengan gadis itu, namun Wiway langsung melepaskannya.


"Aku tidak bisa meninggalkan tempat ini tanpa Ezza, jadi pergilah," ucap Wiway gusar.


"Wiway dimana kamu??, jangan bilang kamu masih menunggu ku di kampus,"


Tidak lama kemudian suara kumandang adzan Magrib menggema menandai pergantian hari.


"Sial, pasti Wiway masih menunggu ku di perpustakaan. Aku harus segera menjemputnya, aku tidak mau ia menakuti semua orang," Ezza segera melesatkan motornya menuju ke kampus.


"Dasar hantu bodoh, aku yakin kau akan menyesali keputusan mu ini!" sahut Aby kemudian meninggalkan gadis itu.


"Ezza, dimana kamu...aku takut disini, hiks...." ucap gadis itu gusar


*Srek, srek, srek!!!


Tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki mendekati ruangan itu.


Wiway tampak mengepalkan tangannya ketika sesosok Buto ijo menyeringai di depannya.

__ADS_1


"Wewe Gombel yang cantik, aku akan menjadikan mu sebagai istriku, apa kau bersedia?" tanya mahluk itu menjilat air liurnya


"Tak nak," jawab Wiway dengan lantang.


"Sombong sekali, jika kau tidak mau menjadi istriku maka aku akan membunuhmu, karena aku tidak suka melihat mahluk jadi-jadian seperti dirimu bergentayangan di muka bumi ini," Buto ijo itu langsung merengsek menyerang Wiway.


Beruntung Wiway yang sudah berubah menjadi Sosok Wewe Gombel segera menghindar. Wanita itu bergelantungan menghindari serangan mahluk bertubuh hijau besar itu.


"Sampai kapan kau akan terus menghindari serangan ku Wewe Gombel!" seru Buto Ijo langsung melompat dan berhasil menjambak rambut Wiway. Mahluk itu langsung menghempaskan tubuhnya hingga menghantam tiang penyangga bangunan.


Wiway terlihat berusaha bangun, Sang Buto ijo begitu senang ketika melihat mahluk didepannya kesakitan.


Kini ia mulai mendekatinya dan mengusap lembut wajah Wiway.


"Kau sangat cantik Wewe Gombel," ucap mahluk itu berusaha melecehkannya.


Wiway berusaha memberontak dan melepaskan diri dari mahluk itu, namun ia tidak cukup kuat untuk mengalahkannya.


Sementara itu Aby hanya menatapnya iba dari kejauhan tanpa menolongnya.


"Aku ingin kau tahu bahwa tidak ada manusia yang peduli dengan mahluk astral sepertimu, mereka hanya peduli denganmu karena ingin memanfaatkan dirimu saja," ucapnya lirih.


*Bruuugghh!!!


Ia berhasil menjatuhkan buku tua itu, dan tidak lama sesosok mahluk tinggi besar keluar dari dalam buku itu.


Sosok Gondoruwo itu segera menyerang Buto Ijo yang menindihnya. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Wiway untuk kabur dari tempat itu.


Namun saat ia mencoba kabur mahluk astral lain bermunculan dan mengepungnya.


"Bukankah sudah ku bilang, dunia ini sangat kejam dan mahluk lemah seperti mu tidak akan bertahan lama hidup di dunia yang keras ini. Lebih baik kau menyerah saja Wiway maka aku akan membantumu kembali ke alam mu dengan damai," batin Aby


*Deg!


Wiway menatap satu persatu mahluk astral yang berdatangan dan mengerumuninya.


"Sepertinya ini adalah akhir dari hidupku, tapi bagaimana juga aku tidak mau hidupku berakhir tragis seperti ini. Kumohon Seseorang datanglah," ucap Wiway gusar

__ADS_1


*Ciiit!!!


Ezza segera meninggalkan sepeda motornya di halaman depan kampus dan berlari memasuki arena kampus.


"Semoga tidak terjadi sesuatu denganmu Wi," ujarnya sembari terus mempercepat langkahnya.


Baru saja Aby akan bergerak menolong Wiway, tiba-tiba ia terkejut melihat kedatangan Ezza.


*Krieeett!!!


"Wiway!" serunya ketika melihat sosok wanita itu tersungkur ke lantai.


Ezza segera berlari menghampirinya dan memeluk wanita itu erat membuat semua mahluk astral yang ada di tempat itu seketika menghilang.


Melihat Ezza berhasil menghalau para lelembut di tempat itu membuat Aby langsung bergegas meninggalkan tempat itu.


"Aku masih tidak percaya dengan pemuda itu, aku yakin dia melakukan semua itu karena ingin memanfaatkan dirimu,"


"Maafkan aku Wi, maafkan aku karena sudah meninggalkan mu disini sendirian," sesalnya memeluk erat gadis itu


"Tidak apa-apa Za, melihatmu datang menolong ku saja sudah membuatku bahagia, jadi tak perlu merasa bersalah," jawab Wiway sumringah


"Apa kamu terluka?" tanya Ezza memeriksa kondisi Wiway.


"Hanya sedikit, aku yakin luka ini akan segera menghilang tergantikan oleh rasa bahagiaku karena kau datang sebagai dewa penyelamat ku malam ini. Makasih Ezza," ucap wanita itu memeluknya erat


"Wait, sepertinya ada yang tidak beres," ujar Ezza melepaskan pelukannya


"Apa?" tanya Wiway kebingungan


"Lo...kenapa lo sudah berubah menjadi manusia padahal belum adzan Isya?" ucap Ezza kaget


"Oh itu, kirain apa. Tentu saja itu karena kamu memelukku. Seperti Prince Ferdinand yang mampu mematahkan mantra penyihir dan membuat Snow White terbangun dari tidur panjangnya, begitulah arti dirimu bagiku,"


"Jadi itukah alasanmu selalu menempel padaku?" tanya Ezza lagi


"Hmmm, bukan itu alasan aku menyukaimu. Walaupun aku tahu dari awal kamu adalah malaikat penyelamat ku tapi itu bukan alasanku untuk selalu mengikuti mu. Alasanku selalu berusaha menempel denganmu seperti lem adalah karena aku menyukai mu. Aku menyukaimu karena sikapmu yang perhatian dan peduli padaku meskipun aku ini berbeda denganmu. Kau berusaha menolong ku saat kau ketakutan dan ingin lari dari cengkraman ku, kau juga lebih memilih menyelamatkan aku daripada kencan dengan wanita pujaan mu. Itulah alasannya kenapa aku sangat sangat menyukaimu. Dan semakin hari rasa cintaku semakin bertambah untukmu apalagi melihat aksi heroik mu hari ini. Bahkan kekuatan cintamu mampu mengusir mahluk astral yang berusaha membunuhku," terang wanita itu begitu antusias

__ADS_1


"Kau terlalu berlebihan Wiway, asal kau tahu aku melakukan semua itu karena aku takut kau menyakitiku. Secara kamu ini kan mahluk gaib yang selalu menguntit ku. Tentu saja aku harus baik dan perhatian padamu agar aku bisa selamat. Ingat...kamu ini hantu dan aku manusia jadi sampai kapanpun kita tidak akan pernah bersatu. Lagipula aku juga sudah menyukai wanita lain jadi jangan pernah bermimpi aku akan menyukaimu," sahut Ezza


"Kita lihat saja nanti," jawab Wiway mengedipkan matanya.


__ADS_2