Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 97. Bulan Madu


__ADS_3

#Cerita ini hanya fiktif belaka, nama tokoh, nama tempat, dan semua yang adegan serta ritual di dalam novel ini adalah murni hasil khayalan author semata. Jika ada kesamaan maka itu hanya kebetulan dan tidak di sengaja.#


Hari ke ketiga pasca pernikahan Wiwaypun berakhir, Gilang, Rangga dan Barra Akhirnya berpamitan kepada lingga karena tidak menemukan kejadian janggal pada keduanya.


Begitupun dengan Ezza dan Wiway yang juga berpamitan kembali ke rumahnya sendiri.


"Aku pamit ya Lee, jangan sedih dan jangan kangen," ucap Rangga


"Iya dad, salam buat mamih." sahut Lingga


"Jangan sungkan-sungkan panggil kami jika kau ada masalah atau perlu bantuan kami," imbuh Rangga


"That's right baby, pokoknya we are available for you," sahut Barra


"Sok Inggris Lo!" celetuk Gilang


"Pamer dikit Lang, wkwkwkwk," jawab Barra tertawa


"Iya Om, makasih semuanya. Hati-hati di jalan ya. Lee gak bisa kasih apa-apa buat bekel di jalan hanya doa dariku yang akan mengiringi perjalanan kalian menuju Surga," ujar Lingga


"Aamiin,"


Ketiganya kemudian menghilang dari hadapan Lingga.


Pagi harinya Ezza dan Wiway juga langsung berpamitan kepada Lingga.


"Wah sepi lagi deh rumah ini, semuanya pada pergi. Bahkan Si Ganteng Derry juga kembali ke kosannya lagi. Yaudah sayang sekarang saatnya kita melepaskan kerinduan yang sudah tertahan selama tiga hari," ucap Lingga kemudian menggandeng lengan istrinya.


**********


"Sayang, aku ke kampusnya dulu ya?" ucap Ezza berpamitan


"Iya hati-hati," jawab Wiway mengantar lelaki itu


"Kamu gak mau ikut ke kampus yank?" tanya Ezza


"Nanti aku nyusul setelah beres-beres," ujar Wiway


"Ngapain beres-beres kan ada bibi," jawab Ezza


"Gak papa, aku mau bantuin dia,"


"Subhanallah istri Solehanya Aku. Yaudah tapi jangan capek-capek ya sayang, persiapkan dirimu untuk nanti malam," ucap Ezza


"Ok siap," jawab Wiway mengerlingkan matanya


Ezza kemudian meluncur meninggalkan rumahnya menggunakan motor sportnya.


Setibanya di kampus Berlin sudah menyambut kedatangannya di depan ruang kelasnya.


"Selamat ya Za, maaf aku gak bisa datang Kemarin karena ada acara mendesak yang harus aku hadiri," ucap gadis itu


"Iya gak papa Be,"


"Btw aku cuma bisa kasih hadiah ini buat Pernikahan kalian. Semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek dan Bahagia selalu," ucap Berlin memberikan sebuah kotak hadiah yang dibawanya


"Aamiin and thanks ya Be," jawab Ezza


"Sama-sama Za, " Sahut gadis itu kemudian meninggalkan Ezza


"Mau kemana Be," ucap Ezza menyusulnya.


"Aku mau sarapan dulu Za, laper banget tadi belum sarapan,"


"Ok kalau gitu gue yang traktir, itung-itung itu prasmanan karena sudah memberikan hadiah pernikahan padaku," jawab Ezza


"Gak usah Za, gue ikhlas kok, jadi gak perlu repot-repot gitu," tukas Berlin


"Baiklah kalau begitu, tapi tetep aku akan traktir kamu sebagai sahabat ya,"


"Ok, terserah kamu aja Za, asalkan kau bahagia aku sih ok aja," jawab Berlin


Keduanya kemudian meninggalkan kampus menuju ke sebuah kedai yang tak jauh dari kampus keduanya,"


"Kamu mau makan apa Be?" tanya Ezza


"Terserah kamu aja Za, lagipula Lo juga tahu kan makanan kesukaan ku," jawab Berlin


"Ok," Ezza segera memesan dua porsi bubur ayam dengan air jeruk hangat.


"Aku ke toilet bentar ya Za," ucap Berlin berpamitan


"Iya," Ezza segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Wiway.


💌. Sayang aku sudah di kampus dan sekarang lagi mau sarapan di warkop depan kampus. Kamu jangan lupa sarapan ya. Love You😘😘.


💌. Iya sayang. MET breakfast ya, pelan-pelan makannya nanti keselek 🤣🤣. Aku masih bantuin Bi neneng masak jadi belum sempat sarapan ayank.


💌. Istirahat dulu sarapan, aku gak mau kamu sampai sakit karena kecapekan.


💌. Baik suamiku sayang. Love you😘😘


💌. Love you too 😘😘


Tidak lama Berlinpun kembali dan seorang lelaki membawakan pesanan mereka.


"Pas banget, Lo datang buburnya dah siap," ucap Ezza


"Iya Za, Kuy sikat," tukas Berlin


"Kuy,"


Keduanya kemudian menikmati sarapannya dengan lahap.


"Ikan hiu makan kuaci, dih jahara kalian sarapan kok gak ajak-ajak sih," celetuk Derry menghampiri keduanya


"Pesen aja bro tar gue yang bayar!" seru Ezza


"Ok my love, thanks banget nih," Derry segera menuju ke meja pesanan dan memesan seporsi mi rebus spesial dengan secangkir kopi latte.


"Wah wanginya menggoda," ucap Ezza saat seorang pria membawakan pesanan Derry.


"Lo mau Za?"' tanya Derry


"Mau dong," jawab Ezza

__ADS_1


"Kuy pesan sendiri!!" sahut Derry


"Dih kirain mau di suapin," jawab Ezza


"Btw tumben Lo sarapan di sini Be, biasanya paling anti makan di warkop," ucap Derry


"Lagi pengin aja Der, kebetulan Ezza yang traktir gue jadi kan gak bisa nolak," sahut gadis itu


"Btw gue cabut duluan tak, soalnya ada janji sama dosen," imbuhnya


"Ok Be,"


"Thanks ya Za traktirannya,"


"Sama-sama,"


Berlin Segera bergegas keluar meninggalkan warkop itu.


"Ingat Lo udah nikah sama Wiway, jadi jangan terlalu dekat lagi dengan Berlin. Jaga mata dan hati kamu, jangan kecewakan Wiway," ucap Derry


"Siap Der,"


*************


Jam kuliah sudah selesai Ezza segera merapikan buku-bukunya dan memasukannya kedalam tas ranselnya.


"Bisa kita bicara sebentar," ucap Aby menghampirinya


"Tentu saja," Ezza kemudian mengikuti Aby ke ruangannya.


"Silakan duduk," ucap Aby


Ia kemudian membuka laci mejanya dan mengambil sebuah kotak kecil kemudian memberikannya kepada Ezza.


"Untuk kedua kalinya aku memberikan benda ini padamu, dan aku mohon kau bisa menerimanya sekarang," tukas Aby memberikan paku bumi kepada Ezza.


"Kalau aku ingin aku membunuh Wiway dengan benda ini aku tidak mau. Kau tahukan jika. kami baru saja menikah jadi tidak mungkin bagiku untuk membunuh istriku sendiri," jawab Ezza


"Kau sudah memberikan kebahagiaan padanya, dan sebagai suaminya kau tentu tidak ingin melihat istrimu menderita setelah menikah denganmu bukan,"


"Jangan sok tahu kamu, kata siapa dia menderita setelah menikah denganku. Justru dia bahagia bersama ku, dan asal kau tahu semenjak dia menikah denganku ia tidak pernah lagi berubah menjadi Wewe Gombel di waktu magrib," terang Ezza


"Selama dia bersama ku tidak akan pernah ada yang menyakitinya, jadi aku tetap menolak benda pusaka ini," Ezza kemudian meninggalkan ruangan Aby.


Sementara itu dari balik pintu Berlin menyunggingkan senyumnya ketika mendengar penolakan Ezza.


Bagus Ezza, dengan begitu Wiway akan semakin menderita karena mu.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang, bagaimana aku bisa menyelamatkan ayahku jika Ezza terus aja menolak mengakhiri hidup Wiway. Andai saja aku bisa melakukannya aku pasti akan melakukannya dari dulu," keluh Aby.


"Sayang!!!" seru Wiway melambaikan tangannya saat melihat Ezza keluar dari pintu kampus


Ezza menyunggingkan senyumnya dan langsung berlari menghampirinya.


"Kangen," ucap Wiway langsung memeluknya erat


"Me too," jawab Ezza manja


"Kalau gitu kita cepat-cepat pulang yuk, udah gak sabar ini," ucap Wiway


"Itu....,_" jawab Wiway malu-malu


"Itu apa??" goda Ezza


"Ish, gak peka deh," sahut Wiway


"Iya-iya gitu aja baper, kuy kita pulang," ucap Ezza menggandeng lengan Wiway


"Kuylah,"


Keduanya kemudian menuju ke parkiran.


Ezza segera menyalakan sepeda motornya dan melesat meninggalkan kampus.


Setibanya di rumah keduanya tersenyum bahagia saat mendapati rumah itu sepi.


"Aman sayang," ucap Wiway


"Hooh, situasi mendukung," sahut Ezza kemudian mendekatkan wajahnya kepada Wiway.


Lelaki itu kemudian mengecup bibir tipisnya dengan lembut. Keduanya terus memperdalam ciumannya, menyalurkan kerinduan mereka yang menggelora.


Ezza mengendong Wiway masuk kedalam kamarnya dan membaringkan wanita itu di ranjangnya.


Seperti tahu apa yang harus dilakukannya Wiway langsung menanggalkan pakaiannya satu persatu tanpa aba-aba.


Pergulatan keduanya di mulai siang itu.


Siang yang panas semakin bertambah panas seiring hasrat kedua pengantin baru yang begitu menggebu-gebu.


Cukup lama keduanya masih bergulat dalam buaian asmara pengantin baru. Peluh yang membasahi wajah dan tubuhnya seakan semakin menambah gairah keduanya untuk terus menikmati manisnya madu percintaan kedua insan yang saling mencintai.


Suara adzan magrib membangunkan keduanya yang terlelap setelah pergulatan panjang mereka.


Wiway membuka matanya dan menyingkap selimutnya. Namun Ezza segera menarik lengan wanita itu saat ia akan meninggalkannya.


"Mau kemana sayang, aku masih mau lagi," bisik lelaki itu sembari menciumi tengkuknya.


"Magrib sayang, nanti saja kita mulai lagi setelah isya," jawab Wiway


"Nggak mau, aku maunya sekarang," ucap Ezza memeluknya erat


"Pamali sayang, magrib adalah waktu sakral. Lebih baik kamu mandi terus sholat, aku akan membuatkan makan malam untuk kamu. Pasti kamu kelaparan kan setelah berperang tadi siang," bujuk Wiway


"Iya sayang, yaudah tapi kiss dulu," ucap Ezza manja


Wiway kemudian menuruti keinginan suaminya. Ezza yang masih belum puas terus menciuminya, hingga Wiway mendorongnya.


"Ish nakal, sekarang istirahat dulu sayang, nanti kamu bisa lanjut lagi setelah ishoma." ucap Wiway


"Yah, padahal aku mau lagi. Yaudahlah sayang aku akan menuruti kata-kata mu. Yaudah tapi aku mau kita melakukannya lebih dari siang tadi," ucap Ezza


"Tentu saja sayang, aku bisa kok melayani mu sampai pagi. Ingat janda lebih hot dan berpengalaman," bisik Wiway membuat Ezza tersipu


"Dasar Wiway mesum," sahutnya sambil terkekeh

__ADS_1


Wiway segera memakai pakaiannya dan kemudian menuju ke dapur.


"Kenapa rumah masih sepi, kemana Tante sama ayah Wisnu???. Apa mereka belum pulang kerja atau sengaja memberikan kesempatan kepada kami untuk berduaan??"


Wiway sedikit penasaran dengan keadaan rumah yang begitu sepi hari itu, namun ia segera menepisnya dan melanjutkan memasak makanan untuk makan malam.


*Grep!!


Ezza yang selesai mandi langsung memeluknya erat dari belakang.


"Masak apa sih sayang, wangi banget aromanya," ucap Ezza


"Kesukaan mu nasi goreng," jawab Wiway


"Kok tahu sih kalau aku lagi pengin nasi goreng?"


"Tentu tahu dong kan kita sehati," jawab Wiway kemudian membalikkan badannya


"Uunncch gemes banget pengin nyium tapi belum mandi," tukas Ezza mencubit gemas hidung Wiway.


"Yaudah kamu tunggu sini aku mandi dulu ya," ucap Wiway melepaskan pelukannya


"Gak usah mandi sayang, karena kamu tetap cantik meskipun belum mandi juga," sahut Ezza Kemudian menciumi pipinya.


"Mulai ngegembel deh," ucap Wiway sambil terkekeh.


"Aku serius sayang, sekarang lebih baik kita makan saja dulu," Ezza kemudian menggandeng lengan Wiway dan mengajaknya duduk di meja makan.


Ia kemudian duduk di sebelahnya, dan menatapnya sendu.


"Gak pernah bosen ngeliatin kamu sayang," ucap Ezza menopang dagunya sembari menatap lekat istrinya.


"Apaan sih kamu, ngeliatinnya biasa aja kali." ucap Wiway tersipu


"Abis kamu itu cantik, dan kecantikan mu itu telah mengalihkan perhatianku, eeaa,"


"Dasar buaya got wkwkwk," sahut Wiway terkekeh mendengarnya


"Ikan hiu minum jus mangga, walaupun aku buaya tapi kamu suka eeaaa," balas Ezza membuat keduanya langsung tertawa.


*Kruuyuuk!!!


Keduanya terdiam sesaat ketika mendengar suara perut Ezza yang keroncongan.


"Sepertinya cacing-cacing di perutmu sudah minta jatah ayank,"


"Hooh sayang, kita makan dulu yuk, karena kita butuh tenaga ekstra untuk bisa lembur malam ini," jawab Ezza membuat Wiway tersipu


"Kita makan sepiring berdua aja ya sayang," ucap Ezza


"Mana kenyang ayank, makan sendiri-sendiri aja ya,"


"Kata siapa gak kenyang, justru makan berdua denganmu apalagi sambil memandangi wajah cantik membuat aku cepat kenyang eeaaa,"


"Dih ngegembel mulu ih dari tadi,"


Ngegembel itu kalau sama orang lain sayang, kalau sama istri sendiri mah bukan ngegembel namanya tapi memupuk benih-benih cinta agar tak pudar seiring berjalannya waktu. Karena hubungan kita sudah bukan seperti dulu lagi sayang. Akan banyak kerikil, duri dan setan-setan yang akan meretakkan hubungan kita. Untuk itulah gombalan kecil, pujian dibutuhkan agar hubungan suami istri lebih berwarna. Jangan biarkan pasangan kita merindukan hal-hal romantis yang tidak ia dapatkan dari pasangannya sehingga timbullah perselingkuhan, gitu loh ayang." tutur Ezza


"Ya ampun so sweat banget sih kamu sayang. Gak salah aku pilih kamu sebagai imanku," ucap Wiway gemas


"Alhamdulillah, aku sudah kenyang menjalani asmara dengan berbagai wanita saat aku masih menjadi playboy. Dan sekarang sudah saatnya aku menambatkan hatiku hanya padamu seorang, karena kamu adalah ratu hatiku saat ini dan selamanya,"


"Aamiin, semoga saja kita akan tetap bahagia seperti ini ya sayang," ucap Wiway memeluk erat Ezza


"Aamiin, semoga saja ayang,"


"Btw aku mau disuapin sayang," ucap Ezza


"Dih manja banget,"


"Emang gak boleh manja sama istri sendiri??" tanyanya manja


"Boleh kok sayang, justru aku suka cowok manja," Wiway kemudian menyuapi suaminya dengan penuh cinta begitupun sebaliknya Ezza


menyuapinya dengan bahagia.


Malam semakin larut, bulan purnama bersinar terang menambah romantis malam syahdu.


Di tempat berbeda terlihat Sumi tengah menggali makam Ki Parto, selesai menggalinya ia kemudian memandikan jenazah itu dan kemudian membaringkannya di sebuah tikar pandan.


Ia kemudian mengambil segelas darah ayam cemani dan meminumkannya kepada lelaki itu.


Tidak lama tubuh Parto mulai bergerak-gerak. Suhu tubuhnya yang dingin kini berangsur menghangat karena jantungnya kembali berdetak.


Sumi tertawa menyeringai melihat lelaki itu mulai bangun dan duduk bersila di depannya.


Ia kemudian mengambil satu nampan sesaji dan memberikannya kepada lelaki itu.


"Makanlah sayang kau pasti lapar setelah dua hari tertidur di dalam liang kubur," ucapnya lirih


Ki Parto kemudian mengambil ayam panggang yang ada dalam sesaji itu dan memakannya.


Selesai makan ia kemudian menyeruput habis kopi hitam di Bali sesaji itu.


"Kenapa kau membangkitkan aku Nyai, bukankah aku sudah cukup membantumu selama ini, jadi apalagi yang kau inginkan dariku?" tanya lelaki itu mengepulkan asap rokoknya ke udara.


"Bukankah kau sendiri yang minta bantuan ku untuk menjaga jasad mu ketika kau sendiri tidak bisa mati ataupun hidup lagi di bumi ini. Kau sendiri yang meminta bantuan dariku, jadi apa salahnya memanfaatkan dirimu selagi kau belum bisa mati Aki," ucap wanita itu


"Dengan kekuatan mu harusnya kau bisa membantu ku beristirahat dengan tenang bukan dengan memanfaatkan aku untuk menambah ilmu hitam mu. Ingat Nyai semakin banyak ilmu hitam yang kau miliki maka kau akan mengalami kesakitan yang luar biasa sebelum kau mati. Kau akan tersiksa seperti diriku dan sangat mengingat mati disaat orang-orang justru takut mati,"


"Jangan banyak omong, turuti saja pemintaan ku atau kau akan ku buat lebih menderita!" ancam Sumi


"Sebagai mahluk yang sudah tak berdaya apalagi tak memiliki kekuatan seperti diriku bagaimana aku bisa menolak permintaan mu. Katakan saja apa yang kau inginkan dariku," jawab Ki Parto


"Aku sudah memasang santet mematikan dalam diri Ezza, aku ingin kau mengeksekusinya malam ini!"


Ki Parto begitu berang mendengar NYI Sumi akan membunuh Ezza. Ia segera beranjak dari duduknya dan mencekik wanita itu.


"Kau, jangan harap kau bisa membunuhnya, kau pikir aku akan tinggal diam jika kau membunuh satu-satunya orang yang bisa membantu ku bisa mati dengan tenang hah!" seru lelaki itu mencekiknya.


To be continued.


Halo teman-teman, jangan lupa ya dukung author dengan cara kasih like, komen dan favoritkan novel ini. Lope-lope all sekebon duren sawit 😘😘😘.


Salam sayang dari aku yang selalu merindukan komentar mu reader ku 😘😘.

__ADS_1


__ADS_2