Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 19. Jelous


__ADS_3

"Sudah masuk waktu Isya, sepertinya aku harus pulang. Aku takut Ezza mencari ku," tukas Wiway berpamitan


"Kau masih saja memikirkan lelaki yang tidak pernah menganggap mu?" tanya Aby


"Iya, aku memang belum bisa melupakan dia dari pikiranku. Karena bagaimanapun juga Ezza adalah dewa penyelamat bagiku itulah yang membuat aku susah untuk tidak mencintainya,"


"Kalau begitu biar aku mengantarmu pulang, aku takut hantu penunggu kosan itu akan kembali menyerang mu,"


"Terimakasih banyak By," jawab Wiway


"Btw kita naik apa by, sapu terbang atau karpet Aladin?" tanya Wiway mengedikkan alisnya


"Naik Si Nia aja dulu ya," jawab Aby sambil tertawa


"Dih ogah, masa dukun famous naiknya mobil sejuta umat, gak mau pokoknya Wiway maunya naik Alpardi," sahut Wiway


"Kalau gitu pinjem popoknya bentar buat beli Alpardi,"


"Astoge, bukannya dah ku kasih tahu ya kalau popok ku satu-satunya di curi orang,"


"Kalau begitu beli lagi lah, masa tiap hari kamu gak pakai popok,"


"Gak papalah biar Isis wkwkwkwk," jawab Wiway sambil terkekeh


"Astagfirullah, jauhkanlah aku dari godaan Wewe Gombel tanpa ****** *****," ucap Aby membuat Wiway semakin terkekeh mendengarnya.


Tidak lama kemudian keduanya sudah tiba di depan kosan Ezza.


Aby segera membukakan pintu mobilnya dan Wiwaypun segera turun.


"Bukankah itu Wiway, dan lelaki itu bukannya itu si dukun yang berusaha mengusirnya. Kenapa mereka sangat akrab gitu," Ezza begitu terkejut melihat kedatangan Wiway dengan Aby


"Terimakasih ya By," ucap Wiway ramah


"Sama-sama, jangan lupa hubungi aku jika terjadi sesuatu denganmu," tukas Aby melambaikan tangannya


"Cih, Si Dukun sok-sokan peduli dengannya padahal kemarin ia jelas-jelas akan membunuhnya," c bg


Entah kenapa Ezza begitu kesal ketika melihat kedekatan keduanya, ia segera menarik Wiway dan membawanya pergi meninggalkan Aby.


"Jangan dekat-dekat dengan dukun itu kalau kau masih ingin tinggal bersama ku," ujar Ezza ketus


"Memangnya kenapa aku tidak boleh dekat dengan Aby?"


"Apa kau lupa jika ia nyaris membunuhmu tempo hari!" seru Ezza


"Benar, tapi dia sekarang sudah berubah dan kami berteman sekarang," sahut Wiway

__ADS_1


"Berteman??"


"Hmmm,"


"Secepat itukah kau mempercayai dia?" tanya Ezza lagi


"Aku memang butuh waktu sebentar untuk dekat dengan seseorang tapi aku butuh waktu lama untuk melupakannya,"


"Astoge Wiway, jangan bercanda!" seru Ezza


"Aku serius Za," sahut gadis itu kemudian masuk kedalam kosan


"Btw kenapa sih kamu marah-marah aku pulang bareng Aby, jangan bilang kalau kamu jelous?" tanya gadis itu menatapnya tajam


"Siapa yang jelous, gue cuma khawatir saja kalau terjadi sesuatu denganmu. Tapi ternyata kekhawatiran ku sia-sia saja karena kau malah senang-senang dengan dukun itu," sahut Ezza melemparkan jaketnya


"Apa aku gak salah denger, benaran kamu khawatir sama aku?" tanya Wiway berbinar-binar


"Tadinya, tapi sekarang gak karena sebel lihat kamu sama dukun itu," sahut Ezza


"Yes, senangnya hatiku lihat kamu sebel," ucap gadis itu berbunga-bunga


"Ada yang bilang kalau sebel itu kepanjangan dari sayang betul," imbuhnya sembari melupakan kegembiraannya membuat Ezza tersenyum melihat tingkah konyolnya.


"Hooaamm, aku ngantuk sekali," ucap Wiway kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Hari ini aku membantunya mengobati pasien kelas VIP di tempat prakteknya, makanya aku kelelahan," sahut Wiway


"Hmmm, kalau begitu cepatlah tidur."


"Baik, met malam Ezza," ucap gadis itu kemudian memejamkan matanya.


"Sudah malam ternyata, aku mau pulang tapi takut di begal. Mau tidur di kamar Derry takut ganggu dia lagi, soalnya jam segini pasti Di Derry dah molor, lagipula kalau sudah molor dia kan kaya mayat gak bisa dibangunin sama sekali. Terpaksa deh gue tidur disini malam ini,"


Lelaki itu mengambil selimut dari dalam lemari, tapi melihat Wiway meringkuk kedinginan membuatnya segera menutupi tubuh wanita itu dengan selimut di tangannya.


"Selain cantik kau juga manis Wi," ucapnya sembari menatap lekat wanita di depannya.


"Astaga, apa yang gue pikirkan," Ezza segera menepuk-nepuk wajahnya dan meringkuk di atas karpet.


*Kriiing!!!!


Bunyi suara Beker membuat Ezza langsung membuka matanya.


"Sudah siang rupanya," pemuda itu terkejut ketika menyadari dirinya ada di atas kasur.


"Ini pasti kerjaan Wiway, dimana dia," lelaki itu segera mencari keberadaan wanita.

__ADS_1


"Wiway!!" serunya memanggil gadis itu


"Kemana lagi sih dia, pagi-pagi udah ngilang aja," ujarnya kesal.


Malam harinya Ezza kembali gelisah menunggu Wiway yang tak kunjung pulang.


Ia begitu senang ketika melihat wanita itu memasuki gerbang kosan meskipun sedikit kecewa ketika melihat Aby yang mengantarnya pulang.


"Apa kau membantu dukun itu lagi?" tanyanya kesal.


"Iya, mulai sekarang aku akan membantunya tiap hari karena aku bekerja di tempat prakteknya. Lumayanlah daripada aku diam-diam di rumah, itung-itung aku belajar hidup mandiri. Karena aku tahu aku harus pergi meninggalkan mu jika sudah empat puluh hari bukan," jawab gadis itu.


"Kamu kerja apa emangnya?" tanya Ezza


"Mengusir hantu, mencabut susuk, menangkal guna-guna, sampai memelet orang," jawab Wiway


"Ngeri amat kerjaan Lo," sahut Ezza ketakutan membuat Wiway menertawakannya.


Padahal kerjaan gue gak seperti itu keles, sebenarnya aku hanya membantu Aby untuk memegangi pasien yang sedang diobatinya. Karena memegangi orang yang kesurupan itu memerlukan tenaga yang kuat jadi Aby alih-alih menambah karyawan laki-laki Aby lebih memilihku karena aku memiliki Tenaga yang lebih kuat lebih kuat daripada kuda hihihi.


Wiway segera membaringkan badannya dan mendengkur meninggalkan Ezza.


Keadaan seperti itu terus berlanjut membuat Ezza lama kelamaan kesal dengan Wiway yang mulai asyik dengan kegiatan barunya dan mulai menjauhinya.


"Rasanya aneh jika Wiway yang selalu menempel dan juga menggoda ku dengan gombalannya yang alay tiba-tiba menjauhiku. Hidupku jadi terasa hampa," ucap Ezza gusar


"Halo sayang, kita makan siang yuk?" ajak Berlin menghampiri Ezza di kelasnya


"Kuy," jawabnya kemudian mengikutinya.


Ezza dan Berlin segera menuju restoran favorit mereka yang berada tak jauh dari kampus.


"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Berlin


"Samain aja lah sama kamu,"


"Sepertinya kamu terlihat gusar hari y, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Berlin


"Tidak ada, aku cuma lagi gabut aja," sahut Ezza


"Iya gabut kenapa, apa karena tugas kuliah atau masalah lain?" tanyanya lagi


"Bisa dibilang begitu," jawab Ezza mencoba menyembunyikan kegundahannya.


Tiba-tiba ia terperanjat melihat Wiway menuju ke restoran itu bersama Aby.


"Pantas saja ia begitu bersemangat bekerja dengannya, ternyata dukun itu memanjakannya. Tidak mungkin seorang atasan mentraktir bawahannya di restoran mewah jika tidak ada udang di balik gorengan." ucapnya sembari mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Sekarang aku tahu kenapa kau terlihat gusar hari ini, kamu memang tidak pernah berubah Za!" seru Berlin kemudian meninggalkan lelaki itu.


__ADS_2