Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 27. Jangan Tinggalkan aku


__ADS_3

"Kenapa kau tidak mau pulang bersama mereka?"


"Tujuan saya ikut menginap di Villa ini adalah untuk mendengar tips darimu agar bisa mendapatkan nilai terbaik pada mata kuliah Mr. Saragih."


"Apa kau tidak takut dengan kuntilanak merah penunggu Villa ini?" tanya Arya lagi


"Kan ada kaka jadi untuk apa saya takut,"


"Kau begitu percaya diri Berlin, aku suka gadis sepertimu," sahut Arya tersenyum padanya


*********


"Thanks Ezza," ucap Wiway menatap lekat pemuda itu


"Sama-sama, lagipula kamu sudah puluhan kali mengucapkan terima kasih padaku, jadi berhentilah menatapku seperti itu," sahut Ezza


"Itu karena aku benar-benar menyukaimu, jadi aku tak bosan-bosannya memandang wajah tampan mu itu," ucap Wiway


"Mulai deh gombalnya," sahut Ezza kemudian meninggalkan rumahnya


"Ikut," seru Wiway mengejar pemuda itu


"Memangnya kamu tidak kerja?" tanya Ezza


"Gak, aku mau ikut kamu aja," jawabnya segera duduk di belakang Ezza, dan meluncur menuju ke kampus.


"Bukankah itu pacar kamu," tunjuk Wiway


Ezza segera turun dari motornya dan menghampiri Berlin.


"Kamu lagi ngapain Be?" tanya Ezza ketika melihat kedekatan Berlin dan Arya


"Mengerjakan tugas Pak Saragih," jawabnya acuh


"Oh begitu," ucap Ezza kemudian meninggalkannya


"Sepertinya ada sesuatu antara mereka berdua," ucap Wiway


"Sudahlah jangan di bahas,"


"Tapi beneran Lo Za, lihat aja cara Berlin menatap Arya. Terus Berlin yang tetap di Villa dan tak mau pulang bersama kita meskipun tahu Villa kamu berhantu. Apa kamu tidak curiga?" tanya gadis itu


"Jangan kepo,"


"Dih gitu, yaudahlah mending gue ke klinik aby daripada kena semprot sadboy, " tukas Wiway kemudian pergi meninggalkannya


"Kenapa lo Za, kusut amat?" tanya Derry menghampirinya


"Pasti gara-gara Berlin ya," ucap Derry ketika melihat Berlin dan Arya sedang bersenda gurau di taman kampus.


"Sudahlah, sepertinya kamu dan Berlin itu tidak cocok menjadi sepasang kekasih. Lagipula aku lebih setuju jika Lo jadian sama Wiway. Meskipun Wiway terkesan norak tapi cintanya tulus sama kamu. Dan aku yakin dia itu tipe cewek setia, buktinya walaupun di tolak sama Lo masih saja menempel sama kamu. Padahal dia bisa aja mendapatkan cowok lain yang lebih tampan daripada Lo dengan wajah cantiknya itu,"


"Hmmm,"


"Jangan Hmmm, hmmm aja Lo Za, tar kalau Wiway sudah di gebet orang baru nyesel." sahut Derry


**********

__ADS_1


Hari berganti hari makin lama Berlin semakin dekat dengan Arya membuat Ezza benar-benar patah hati.


"Halo By, aku masih nganter Ezza ke kampus bentar lagi gue otw ke klinik Lo," ucap Wiway membuat Ezza melirik kearahnya.


"Sejak kapan Lo punya handphone?" selidik Ezza


"Kemarin Aby beliin aku, katanya biar kita mudah berkomunikasi." sahut Wiway sumringah.


"Wah sepertinya dukun itu suka sama kamu makanya dia sampai beliin Hp mahal buat kamu,"


"Jangan bilang kamu jelous sama Aby, ayo ngaku!" desak Wiway


"Siapa juga yang jelous, jangan ngarep," sahut Ezza kemudian pergi meninggalkannya.


"Dasar nyebelin!" cibir Wiway kemudian bergegas menuju klinik Aby.


Setibanya di klinik Aby.


"Pagi semuanya?" sapa Wiway sumringah.


"Pagi Wi,"


"Pagi Aby,"


"Pagi juga Wi,"


"Sudah sarapan belum?" tanya Aby


"Sudah sih, tapi kalau lihat makanan jadi laper lagi,"


"Yaudah sini sarapan bareng aby," ajaknya ramah


"Selalu saja begitu, kapan sih dia pergi jauh-jauh dari Mas Aby," ucap salah salah seorang karyawan Aby gusar


"Hooh, kapan kita dapat kesempatan buat deketin mas Aby," sahut yang lainnya.


Sementara itu dari kejauhan Ezza yang penasaran dengan Wiway mengikuti gadis itu.


"Pantas saja dia betah kerja di sini, rupanya dukun itu memperlakukannya sangat spesial," ucapnya kecewa


"Enak sekali buburnya," ucap Wiway membersihkan isi mangkuknya


"Apa kau masih mau lagi?" tanya Aby


"Cukup, aku sudah kenyang sekarang," sahut Wiway mengusap-usap perutnya.


Aby kemudian mengambil tisu dan membersihkan makanan yang menempel di ujung bibir gadis itu membuat Ezza geram.


"Dasar modus, aku yakin dukun itu punya maksud tertentu di balik perhatiannya," ucap Ezza


"Aku harus mencari tahu, apa yang diinginkan dukun itu dari Wiway. Aku tidak mau Wiway menyesal karena terlalu berharap banyak pada dukun itu."


Biasanya apa yang di cari seorang dukun pada diri mahluk gaib,


Ezza mengambil ponselnya dan segera mencari tahu tentang Wewe Gombel.


"Hmmm, sekarang aku tahu apa yang dia inginkan dari Wiway." ucap lelaki itu kemudian segera beranjak dari duduknya.

__ADS_1


*Braakkk!!


"Awwww, kepalaku!" seru lelaki itu memegangi kepalanya yang terbentur daun jendela.


"Bukankah itu suara Ezza," ucap Wiway segera beranjak dari tempat duduknya.


"Ezza?" sapa Wiway menghampirinya membuat lelaki itu salah tingkah.


"Kamu pasti kangen ya makanya nyusulin aku kesini?" tanya Wiway sumringah


Astoge, tetap saja begini. Wiway oh Wiway


"Siapa Wi?" tanya Aby menghampiri gadis itu.


"Ezza, seperti yang aku katakan padamu kalau Ezza itu sangat perhatian padaku, lihat saja dia masih sempat mengunjungi ku padahal dia ada kelas hari ini," sahutnya tersipu


"Beruntung sekali kamu punya teman seperti dia," ucap Aby menatap Ezza sinis


"Tentu saja, tidak ada lelaki yang begitu mengerti dan perhatian pada Wiway selain gue." sahut Ezza kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Wiway.


"Unncchhh makin lope-lope deh sama Ezza," sahut Wiway memeluknya erat


Sial, dia berusaha membuatku jelous rupanya,


"Btw karena ada pasien aku pamit dulu," ucap Aby meninggalkan keduanya.


"Yes, aku berhasil," ucap Ezza bahagia ketika melihat ekspresi wajah Aby


"Haish dasar nyebelin, ternyata kamu datang buat bikin Aby jelous," cibir Wiway mencubit pinggang pemuda itu.


"Sebenarnya aku datang kesini karena aku tidak suka melihat kamu dekat dengan dukun itu," sahut Aby lirih


"Kenapa?" tanya Wiway


"Entahlah, aku gak suka saja jika melihatmu dekat dengan lelaki lain," jawabnya


"Harusnya kalau kau tak mencintai ku kamu tidak boleh seperti itu. Itu namanya egois, kamu gak mau menerima cintaku tapi kamu juga gak mau membiarkan aku dekat dengan yang lain," sahut Wiway membuat Ezza menatapnya tajam.


"Kau benar Wi, aku memang egois, maaf jika selama ini aku sudah membuatmu kecewa," ucap Ezza kemudian meninggalkan gadis itu.


*Tak, tak, tak!!!


"Ezza awas!!" seru Wiway berlari menghampirinya. Ia segera mendorong tubuh pemuda itu ketika melihat sebuah mobil melaju kencang kearahnya.


*Buuggghhh!!!


Seketika tubuh Wiway terhempas dan menghilang dari tempat itu.


*Ciitt!!


Mobil yang menabraknya langsung berhenti dan mencari keberadaan jasad Wiway.


"Dimana orang itu, padahal aku yakin sekali aku menabrak seseorang. Tapi kenapa tidak ada jasadnya," ucap sang Sopir kebingungan.


"Wiway!!" seru Ezza berlari menghampiri mobil itu dan mencari keberadaan Wiway, namun sayangnya ia tidak menemukan gadis itu.


"Wiway, dimana kamu!" serunya sembari terus mencari gadis itu.

__ADS_1


"Apa kau memutuskan untuk kembali?" ucap Aby keluar dari kliniknya.


"Jangan pergi Wi, jangan tinggalin gue!!" seru Ezza gusar.


__ADS_2