Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter. 53. The power of love


__ADS_3

"Sayang sekali kau tidak tahu isinya, padahal aku penasaran sekali apa isinya," ucap Berlin kemudian bergegas meninggalkannya.


"Tunggu Be!" seru Derry membuat gadis itu menghentikan langkahnya.


"Sepertinya aku tahu apa isinya," ucap Derry membuat Berlin menyeringai mendengarnya


"Katakan padaku apa isi kado itu?" tanya Berlin antusias


"Cincin couple mereka." sahut Derry


"Apa kau yakin?" tanya Berlin


"Tentu saja, aku bahkan inget kata-kata bucin Ezza yang membandingkan dirinya dengan cincin couple mereka," jawab Derry


"Ok Thanks. btw kemana Ezza, kenapa ia tidak kelihatan hari ini?" tanya Berlin


"Dia masih ada di kampus, untuk mengumpulkan tugas kuliah Mr. Saragih." sahut Derry


"Ok, kalau gitu gue susul Ezza dulu ke kampus, papay!" Berlin segera pergi dari kamar itu.


********


Wiway tampak bersemangat membantu Ezza menyelesaikan tugas-tugas kampusnya.


Keduanya terlihat senang bisa merajut tali kasih mereka lagi meskipun harus backstreet karena ayah Ezza yang tidak menyetujui hubungan keduanya.


Jadi wajar saja jika Ezza lebih sering menghabiskan waktu di luar bersama Wiway agar ayahnya tak mengetahui hubungan keduanya.


Malam itu adalah malam ke tiga puluh tujuh Wiway keluar dari bukit Gombel. Wiway hampir lupa dengan malam ganjil yang merupakan malam-malam terberat dimana bisa saja Ezza atau dirinya mengalami sesuatu yang mengerikan pasca melarikan diri dari Bukit Gombel dan juga sebagai akibat telah mencabut paku bumi dari dalam tubuh Wiway.


Saat adzan Maghrib berkumandang Wiway merasakan tubuhnya terasa begitu panas. Ia seketika jatuh lemas dan keringat dingin membasahi wajahnya.


"Kamu kenapa Wi, kenapa gelisah sekali?" tanya Ezza khawatir ketika melihat Wiway terlihat wanita itu bermandikan keringat dengan wajah memucat.


"Cepat pergi dari sini Za," ucap Wiway mendorong pemuda itu


"Aku tidak bisa pergi meninggalkan dirimu seperti ini." jawab Ezza mengusap lembut wajahnya


"Tinggalkan aku cepat!!" hardiknya dengan bola mata yang sudah memutih semuanya.


*Bruugghh!!


Wiwaypun kemudian jatuh pingsan setelah berteriak kesakitan.


Melihat Wiway jatuh pingsan membuat Ezza langsung menggendongnya dan membawanya pergi dari tempat itu.


Entah kenapa semakin lama Ezza merasakan tubuh Wiway semakin berat hingga tak kuat menggendong wanita itu dan jatuh ke lantai.


Ezza kemudian menggendong Wiway meninggalkan kampus.


"Maafkan aku Wi," ucapnya mencoba bangun dan berdiri. Namun sekuat apapun ia mencoba mengangkatnya lagi, ia tetap tidak bisa menggendong Wiway yang beratnya sudah mencapai sepuluh kali lipat dari berat aslinya.


"Ada apa denganmu Wi," ucap Ezza penasaran.


Karena penasaran Ezza pun menurunkan Wiway dan melihatnya. Betapa terkejutnya Ezza saat melihat Wanita berubah menjadi mahluk yang sangat mengerikan. Meskipun ia sudah terbiasa melihat Wiway berubah saat Magrib tiba namun kali ini ia benar-benar ketakutan karena wajah Wiway lebih menakutkan dari biasanya.


"Kenapa kau berubah seperti ini Wi?" tanyanya sembari beringsut mundur menghindari mahluk itu.


Ia menyeringai sembari menatapnya tajam membuat Ezza semakin ketakutan. Namun meskipun takut lelaki itu berusaha menguatkan dirinya untuk memeluk mahluk itu agar ia kembali berubah menjadi sosok Wiway yang cantik.

__ADS_1


Belum sempat ia memeluknya mahluk itu segera menghempaskan tubuhnya hingga ia terpelanting ke lantai. Mahluk itu berjalan pelan menghampirinya sembari memamerkan kuku-kukunya yang tajam yang siap untuk membunuh siapapun


Ezza segera bangun dan berlari meninggalkan mahluk itu, membuat mahluk itu terkekeh dan memburunya.


"Ezza?" sapa Berlin ketika melihat lelaki itu berlari kearahnya.


"Cepat pergi dari sini Be!" seru Ezza menghalaunya.


Namun bukannya pergi Berlin malah berlari menghampirinya.


"Sudah ku bilang lari kenapa malah mendekati ku!" hardik Ezza melepaskan tangannya dari Berlin


Seketika mata Berlin membulat ketika melihat sosok mengerikan menatapnya sinis.


"Apa dia Wiway!" tanyanya dengan wajah pucat pasi


Tanpa pikir panjang Ezza segera menarik lengan gadis itu dan membawanya pergi dari tempat itu. Akan tetapi dengan cepat mahluk itu segera menarik baju Berlin dan menyerat gadis itu hingga terlepas dari genggaman Ezza.


"Tolong aku Za!" seru Berlin sembari Berusaha menggapai lelaki itu.


Meskipun Berlin menyebalkan dan sering membuatnya kesal karena selalu menyakiti Wiway tetap saja Ezza merasa iba terhadap gadis itu ketika melihatnya dalam Bahaya.


"Lepaskan dia Wi, jangan pernah sakiti dia. Bukankah kau hantu yang baik hati dan tidak sombong, jadi please lepasin dia," pinta Ezza mencoba menenangkan Wiway.


Setelah mendengar kata-kata Ezza bukannya Wiway melepaskan cekikannya dari leher Berlin ia justru semakin ganas menyiksa gadis itu.


Wiway menghempaskan tubuh Berlin hingga terpelanting menghantam dinding kampus.


*Bruuugghh!


Gadis itu seketika tak sadarkan diri, membuat Wiway tertawa terbahak-bahak melihatnya.


Saat ia akan memeluknya, kembali mahluk itu menghamparkan tubuhnya hingga Ezza tersungkur ke lantai.


"Aarrgghhh!!" Ezza berusaha bangun, namun seketika mahluk itu menyeretnya dan melemparnya ke tembok kampus.


*Greepp!!


Beruntung Aby datang dan menangkap tubuh Ezza hingga ia tidak membentur tembok bangunan.


"Inikan yang kau inginkan darinya Ezza?" ucap Aby dingin


"Apa maksudmu?" tanya Ezza geram


"Inilah akibatnya kalau kalian tidak pernah mendengarkan aku, inilah akibatnya jika kau tetap memaksakan ego mu dan tidak mau meninggalkan Wiway. Kau tahu ini belum seberapa menakutkan dengan apa yang akan tetapi pada Wiway jika melewati hari ke empat puluh bersamamu. Dia mungkin saja tidak akan mengenalimu dan malah membunuhmu?" sahut Aby membuat Ezza membelalakkan matanya.


"Jadi maksudnya Wiway menjadi seperti ini karena aku bukan aku yang akan mati jika aku dan Wiway terus bersama?" tanya Ezza penasaran


"Benar, tapi itu jika energi positif mu lemah. Sebaliknya jika energi positif mu kuat maka kau tidak akan mati tapi Wiway yang akan berubah menjadi Iblis yang bengis dan Jahat. Apalagu jika paku itu sudah dicabut dari kepalanya. Ia akan semakin liar dan tidak ada seorangpun dukun yang bisa menggantikannya termasuk aku. Jadi jika kau tahu dimana paku bumi itu cepatlah berikan padaku agar Wiway bisa kembali menjadi Wiway yang dulu," Terang Aby


"Sayangnya paku bumi itu tidak ada padaku karena aku sudah memberikannya pada Wiway." sahut Ezza


"Sayang sekali, harusnya kau memberikan benda pusaka itu padaku, agar semua ini tidak terjadi," jawab Aby kemudian bergegas menghampiri Wiway.


Wiway beringsut mundur ketika melihat Aby berjalan mendekatinya.


Ia seperti ketakutan saat melihat tatapan mata elang Aby.


Lelaki itu segera menarik lengannya dan menghempaskan tubuh Wiway dengan kekuatan supranaturalnya hingga tubuh Wiway terhempas menghantam dinding bangunan.

__ADS_1


Wiway berusaha bangkit dan melawan Aby tapi sia-sia, dukun sakti itu selalu saj berhasil mengelak semua serangannya.


Aby kemudian mencekik mahluk itu hingga ia kehabisan nafas dan perlahan menjadi kepulan Asap hitam.


Tak tega melihat Aby yang menyakiti Wiway, Ezza segera mendorong tubuh Aby hingga ia terjerembab dan melepaskan Wiway.


"Kau tidak apa-apa Wi," ucapnya begitu khawatir.


Ezza mengusap lembut wajah Wiway dan kemudian memeluknya erat. Mahluk itu mencoba melepas diri dari pelukan Ezza dengan menusuk-nusuk Ezza dengan kuku-kukunya yang tajam. Namun hal itu tidak membuat Ezza melepaskannya.


Ia justru mengusap lembut rambutnya dan membisikkan sesuatu padanya.


"Jika benar kau adalah Wiway ku maka kau tidak akan menyakiti kekasihmu. Kembalilah menjadi Wiwayku yang manis dan baik hati. Meskipun sekarang kau berubah menjadi mahluk yang mengerikan tapi itu tidak akan pernah memadamkan api cinta dalam hatiku untuk mu Wi. Selamanya aku akan tetap menyayangimu apapun wujud mu. Karena cintaku tulus padamu tanpa peduli siapa dirimu, darimana asalmu selama kau mencintaiku dan aku juga nyaman bersamamu maka aku akan selalu menjaga cintaku untukmu," bisiknya perlahan membuat mahluk itu berhenti menyakitinya.


"Dasar bodoh, aku ingin lihat sebesar apa cintamu pada Wiway di hari ke empat puluh nanti. Kita lihat saja Za apa cintamu itu tulus padanya atau hanya sekedar fantasi saja," ucap Aby kemudian meninggalkannya.


Tak lama kemudian Mahluk itu pun jatuh pingsan dan berubah menjadi sosok Wiway yang cantik.


"Syukurlah akhirnya kau kembali lagi Wi," ucap Ezza lega.


Lelaki itu kembali memeluknya erat dan kemudian membawa Wiway pergi dari tempat itu.


Perlahan Wiway membuka matanya saat ia merasakan cacing-cacing di perutnya meronta-ronta karena kelaparan.


Saat ia akan beranjak dari ranjangnya, ia terkejut melihat Ezza meringkuk di lantai beralaskan sajadah.


Ia segera menghampiri lelaki itu dan mengusap lembut wajahnya.


"Kau pasti kelelahan karena semalaman menjagaku, terimakasih pangeran ku selalu ada untukku dan menjadi pelindung ku." ucapnya kemudian mencium lelaki itu.


Wiway kemudian mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Ezza. Saat ia akan beranjak meninggalkannya tiba-tiba Ezza menarik lengannya hingga wanita itu jatuh kedalam pelukannya.


"Jangan pergi, tetaplah bersamaku dan jangan pernah tinggalkan aku lagi," bisiknya sembari memeluknya erat.


"Tentu saja sayang, aku tidak akan pernah pergi meninggalkanmu. Aku akan selalu bersamamu dan menghabiskan sisa umurku bersamamu," sahut Wiway tersenyum menatapnya.


"Love you Wi," ucap Ezza sembari mengecup kening gadis itu.


"I Love you too sayang," sahut Wiway mengecup bibir lelaki itu membuat Ezza langsung membalas ciuman panasnya.


*Tok, tok, tok!!


Keduanya seketika langsung melepaskan pagutannya.


"Siapa sih pagi-pagi gini ganggu banget, padahal baru saja mulai pemanasan eh ada aja gangguannya," ucap Ezza mendengus kesal.


"Jangan marah-marah sayang nanti luntur loh gantengnya," ucap Wiway menggodanya


"Mana mungkin kegantengan Ezza yang paripurna luntur hanya karena ketukan pintu, Aya Aya wae kamu Wi," sahut Ezza kemudian bergegas membukakan pintu kosannya.


"Ayah," ucap Ezza terkejut melihat kedatangannya


"Ternyata kau menginap di kosan, pantas saja kau tidak pulang semalam. Harusnya kau memberi kabar agar ayah dan Ibu mu tidak khawatir," ujar Wisnu melangkah masuk kedalam kosan


Gawat jika ia masuk dan melihat Wiway ada di dalam, bisa terjadi perang dunia ke empat nanti.


Ezza segera berlari dan menahan langkah lelaki itu agar tidak masuk ke kamarnya.


"Sebaiknya ayah tidak usah masuk kedalam, bahaya kalau lihat kamar Ezza yang seperti kapal pecah!" ucapnya lirih

__ADS_1


"Tidak masalah Za, ayah hanya ingin memastikan jika mahluk itu tidak ada di sini bersamamu," sahut Wisnu bergegas mendekati kamar Ezza.


__ADS_2