Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 77. Jangan Takut


__ADS_3

"Ah sial, kenapa aku malah kepikiran Wiway terus." Derry segera masuk dan menemui lelaki yang sedang mengurus jenazah Dewi.


Keduanya terlihat begitu serius membicarakan tentang Wiway.


"Oh jadi begitu ceritanya," ucap lelaki itu menghela nafas


"Benar Pak Kyai," sahut Derry.


"Sepertinya aku pernah bertemu wanita itu di kampus Berlin. Ia begitu ketakutan saat melihatku," kenang sang Kyai


"Terimakasih infonya nak, insya Allah aku akan membantu kalian," jawab lelaki itu menyunggingkan senyumnya.


Ia kemudian menyuruh seseorang pemuda untuk berhenti bertilawah.


"Kalau begitu saya permisi dulu Pak Dhe," ucap Derry berpamitan.


Ia segera melesatkan motornya menuju ke kampus.


Semoga belum terlambat,


Derry mempercepat laju sepeda motornya menuju ke kampus.


Setibanya di kampus ia segera berlari ke lantai dua.


Aku yakin mereka di sana,


Ia terus berlari menuju ke ruang kelas Ezza.


"Kosong," Derry kemudian memejamkan matanya dan berkonsentrasi.


Ia membuka matanya setelah mendengar suara jeritan.


*Drap, drap, drap!!!


Derry mempercepat larinya mengikuti suara jeritan yang didengarnya.


Semoga aku masih bisa menyelamatkan mu,


Derry menarik nafas dalam-dalam sebelum ia memasuki ruangan kosong itu.


Matanya menatap lekat kearah Wiway yang sedang mencengkeram erat Berlin.


Ia melangkahkan kakinya perlahan mendekati Wiway sembari melafalkan ayat kursi dengan suara merdunya.


اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ


"De....Derry!" seru Wiway sebelum ia jatuh ke terkulai ke lantai.


"Terimakasih sayang, aku tahu kau pasti akan menyelamatkan aku," ucap Berlin Bahagia.


Ia kemudian menatap sinis kearah Wiway dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya.


Kali ini tidak boleh gagal,


Ia menyeringai dan mengarahkan paku di tangannya ke jantung Wiway.


*Greep!!


Derry segera menahan lengan gadis itu, "Apa yang kau lakukan Der, lepasin!" seru Berlin


"Aku tidak akan membiarkan dirimu menjada seorang penjahat hanya hanya karena dendam. Karena sampai kapanpun dendam tidak pernah padam. Jadi kau harus menghentikannya sekarang juga," Derry segera mengambil paku itu dan kemudian membawa Wiway pergi dari tempat itu.


"Aku sudah tahu kau adalah seorang lelaki pengecut yang lebih memilih menolong wanita iblis daripada gadis yang kau cintai," celoteh Berlin


"Bagiku sahabat itu lebih dari segalanya," sahut Derry membawa pergi Wiway


"Dasar brengsek!!" seru Berlin meradang.


Derry segera melesatkan sepeda motornya meninggalkan tempat itu. Satu jam kemudian pemuda itu menghentikan kendaraannya di sebuah rumah sederhana di dalam sebuah pondok pesantren.


"Assalamualaikum," sapa Derry

__ADS_1


"Waalaikum salam, silakan masuk nak," sahut seorang wanita paruh baya menyebutnya.


"Letakan saja dia di ranjang itu," imbuh wanita itu


Derry segera membaringkan tubuh Wiway ke sebuah ranjang kecil yang sudah dipersiapkan oleh tuan rumah.


"Maaf aku tinggal sebentar, kau bisa beristirahat sembari menjaganya," imbuhnya


"Baik, Terimakasih Nyai," jawab Derry kemudian duduk di sofa.


Ia kemudian meneguk secangkir teh yang sudah disiapkan oleh pemilik rumah.


"Bagaimana keadaan Ezza, apa dia baik-baik saja," Derry segera mengambil ponselnya dan menghubungi sahabatnya itu.


"Halo,"


"Halo, dimana kau sekarang?"


"Siapa kau, dimana Ezza?" jawab Derry balik bertanya


"Aku Aby, Ezza ada di rumah sakit sekarang,"


"Aku, aku ada di pondok pesantren Nurul Huda," sahutnya lirih


"Kenapa kau membawa Wiway ke sana?" tanya Aby menelisik


"Aku hanya ingin menolongnya," jawab Derry


"Kau pikir dia akan lebih baik jika berada di sana, tunggu aku dan jangan kemana-mana," sahut Aby Kemudian menutup panggilannya


Ia segera bergegas menuju ke lokasi yang dikirim oleh Derry.


*Kreek, kreekkk!!


Derry langsung terjaga ketika mendengar sesuatu. Ia segera mendekati Wiway untuk memastikan apa suara itu berasal darinya.


"Tidak ada yang berubah," ucap Derry kemudian membalikkan badannya


Ia segera menoleh ketika Wiway menarik lengannya.


"Bawa aku pergi dari sini," ucap Wiway


"Kau tidak perlu takut Wi, Pak Dhe akan menolong mu," jawab Derry


"Arrrrrghhh," Derry terkejut ketika Wiway langsung mencekiknya.


"Bawa aku keluar dari sini atau kau akan mati di tangan ku," ancamnya dengan wajah bengisnya


*Bruugghh!!


Seketika Wiway segera jatuh terkulai ke ranjangnya ketika seorang wanita menyentuh pundaknya.


"Terimakasih Nyai," ucap Derry


"Sebaiknya kau segera berwudhu dan ikutlah sholat berjamaah di masjid," ucap wanita itu.


"Baik, tapi saya sedang menunggu seseorang,"


"Kalau begitu kau harus menunggunya sampai kau datang," jawab wanita itu


"Kalau boleh tahu apa Pak Dhe masih lama?" tanya Derry


"Paling sebentar lagi juga pulang," sahutnya singkat


"Ok baik," Derry segera duduk kembali di sofa sembari memainkan ponselnya


"Assalamualaikum,"


Derry segera beranjak dari duduknya dan melihat siapa yang datang.


"Waalaikum salam,"

__ADS_1


"Maaf kalau kau menunggu lama," jawab lelaki itu kemudian masuk kedalam.


"Tidak lama kok pak Dhe," sahut Derry


Lelaki itu menatap Wiway lekat, ia kemudian menutup tubuhnya dengan sorban yang di pakainya.


"Bagaimana keadaan Ezza?" tanyanya membuat Derry membelalakkan matanya.


"Apa pak Dhe mengenal Ezza??" tanyanya penasaran


"Tentu saja, aku adalah teman Wisnu ayah Ezza. Beberapa hari lalu aku juga sempat mengobatinya saat dia koma," jawab lelaki itu


"Astagfirullah, Kyai Umar??. Maaf aku gak ngeh," sahut Derry segera mencium punggung tangan lelaki itu.


"Gak papa nak, Sans aja," jawab lelaki itu


"Ezza dirawat di rumah sakit sekarang,"


"Kalau begitu kita harus membawa dia juga ke rumah sakit," sahut Kyai Umar


"Tapi dia itu kan...."


"Dia memang bukan manusia, tapi hanya Ezza yang bisa menyembuhkannya. Jadi kita harus membawanya menemui dia,"


"Bagaimana Anda bisa yakin Ezza yang bisa menyembuhkannya,"


"Saat Ezza bangun dari Koma dia pernah bercerita padaku tentang apa yang ia lihat di alam bawah sadarnya," kenang Kyai Umar


Lelaki itu kemudian mengingat kembali semua cerita Ezza.


Aku melihat seseorang yang begitu menakutkan disana Kyai. Dia bilang hanya aku yang bisa mengakhiri penderitaannya. Aku harus menolongnya karena hanya aku yang bisa membawanya kembali ke alam keabadian.


"Jadi Ezza sudah tahu semua ini??" tanya Derry lagi


"Benar, sepertinya seorang dukun yang membuat nasib tragis gadis itu menceritakan semuanya kepada Ezza. Dia ingin ia mengakhiri penderitaannya dengan memberitahukan semuanya kepada Ezza," jawab lelaki itu


"Apa dukun itu masih hidup??" tanya Derry


"Kalau dari cerita Ezza, dia sudah meninggal,"


*Tok, tok, tok!!


Keduanya langsung menghentikan obrolannya ketika mendengar suara ketukan pintu.


"Aby??"


"Dimana dia??" tanya Aby


"Apa kau paranormal yang waktu itu??" tanya Kyai Hasan menatap Aby


"Benar, memangnya ada apa?" tanya Aby penasaran.


"Kalau begitu semuanya sudah lengkap, kita akhir semuanya malam ini," tukas Kyai Umar membuat Derry dan Aby saling menatap penasaran.


"Apa maksud anda pak Kyai?" tanya Aby


"Kau harusnya lebih tahu daripada yang lain, jadi lakukan semuanya untuk ketenangan ayahmu," jawab Kyai Umar.


**********


Kumandang adzan Maghrib mulai menggema mengadakan pergantian hari.


Kyai Umar terlihat khusu memimpin sholat berjamaah di ruang perawatan khusus Ezza.


Sementara itu Ezza terlihat menjaga Wiway yang sudah di bungkus kain kafan.


Suasana tiba-tiba berubah menjadi mencekam saat tiba-tiba puluhan kelelawar memasuki ruangan itu dan mengerubungi tubuh Wiway.


Ezza berusaha menghalau mahluk itu, namun bukannya pergi kelelawar itu semakin bertambah banyak membuat Ezza beringsut mundur menjauhi Wiway.


"Jangan takut, karena dia tidak akan menyakiti mu!" seru Kyai Umar saat melihat Ezza ketakutan.

__ADS_1


"Cepat usir mahluk itu sebelum gadis itu berubah menjadi iblis lagi," imbuh Kyai Umar


__ADS_2