
*Tap, tap, tap!!!
Wiway begitu ketakutan melihat sosok Aby yang tiba-tiba berdiri di depannya.
"Kenapa kau tampak ketakutan seperti melihat Iblis saja?" tanya pemuda itu kemudian duduk disampingnya.
"Ada apa kamu datang menemui ku?" tanya gadis itu gugup
"Kita harus bicara, dan aku tidak mau berbicara di tempat ramai seperti ini," ujar Aby kemudian bergegas keluar meninggalkan perpustakaan.
Dengan wajah ketakutan gadis itu segera berlari menyusul Aby sampai ponselnya tertinggal di meja.
"Bukankah itu Wiway, g kemana dia kenapa buru-buru sekali," Derry berusaha mengejar gadis itu. Namun ia berhenti di bangku tempat gadis itu.
"Dasar ceroboh, bagaimana bisa kau meninggalkan benda mahal di tempat seperti ini. Beruntung aku ini lelaki baik-baik yang tidak celamitan, jadi ponsel ini aman," setelah mengambil ponsel itu Derry kemudian menyusul Wiway untuk mengembalikan ponsel itu padanya.
Namun ia mengurungkan niatnya ketika melihat Aby ada bersamanya.
"Kenapa kau masih terlihat tegang dan ketakutan. Apa kau takut jika aku akan menyakiti mu?" tanya Aby ketika melihat gurat ketakutan di wajah Wiway
"Apa kau bersikap seperti ini karena kejadian semalam?" imbuh lelaki itu sembari menatapnya tajam
"Aku, aku...."
"Kau tidak perlu takut, aku hanya bersikap seperti itu jika kau berubah menjadi Iblis jahat." jawab Aby mengusap lembut rambut gadis itu.
"Sekarang kau sudah tahu kan apa yang akan terjadi padamu jika kau tidak mendengarkan semua ucapan ku," imbuhnya kemudian memperlihatkan sebuah rekaman suara kepada Wiway.
Wiway terkejut mendengar suara pemuda dalam rekaman suara itu.
"Apa itu Ezza??" tanyanya bingung
"Benar itu Ezza yang menangis tersedu-sedu di toilet. Apa kau masih tidak sadar jika keputusan mu untuk tetap bersamanya membuat SSH sedih dan tersiksa. Dia bahkan tidak bisa menikmati hidupnya karena ia lebih mementingkan dirimu daripada kebahagiaannya." jawab Aby membuat Wiway langsung menitikkan air matanya.
"Kalau kau benar-benar mencintainya, tinggalkan dia dan kembalilah ke duniamu dengan damai. Aku yakin jika kalian memang benar-benar berjodoh maka kalian akan di pertemukan di kehidupan selanjutnya. Jangan sampai kau terlambat hingga sesuatu yang buruk menimpa Ezza,"
"Apa kau bisa menjamin jika Ezza akan hidup bahagia setelah aku meninggalkannya?" tanya Wiway membuat Aby tersenyum kecut menatapnya.
"Jadi sekarang kau ingin meminta aku memberikan jaminan padamu jika Ezza akan hidup bahagia setelah kepergian mu?" jawab Aby balik bertanya.
"Aku tahu sekarang jiwa Iblis sudah menguasai mu untuk itulah aku ingin menyadarkan mu Wi. Kau tahu kan aku sayang padamu, dan aku tidak mau kau berubah menjadi Iblis jahat. Aku tahu kehidupan mu dulu sangat menderita untuk itulah aku tidak mau melihat mu menderita untuk kedua kalinya. Aku ingin kau hidup bahagia dan damai di alam keabadian, itulah kenapa aku selalu memintamu untuk meninggalkan Ezza." ujar lelaki itu.
"Tapi aku tidak akan memaksamu lagi, semua keputusan aku serahkan padamu," imbuhnya kemudian bergegas meninggalkan Wiway
"Wiway!" seru Ezza berlari menghampirinya.
Ia segera memeluk erat gadis itu, "Sudah kubilang tunggu aku, dan jangan pernah pergi meninggalkan aku. Tapi kenapa kamu pergi meninggalkan aku , membuat ku begitu khawatir. Aku takut sesuatu terjadi padamu, jadi please jangan pernah pergi tanpa pamit," ucapnya dengan nafas terengah-engah.
"Iya sayang, maafkan aku sudah membuat mu khawatir," jawab Wiway tersenyum menatapnya
Tidak lama kemudian Aby menghampiri mereka dan membawa dua gelas es jeruk.
"Maaf Za, aku hanya memesan dua gelas saja karena aku pikir hanya ada aku dan Wiway saja," hujan api Semarang memberikan 1 gelas es jeruk kepada Wiway
Ezza segera menyambar gelas minuman dari tangan Wiway dan meneguk habis es jeruk itu.
"Aku tahu kau pasti kesal karena kejadian semalam hingga memanggil Wiway kemari, dan aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padanya hanya karena minuman ini," ucap Ezza menatap tajam kearah pemuda itu
Aby hanya tersenyum sinis melihat aksi pemuda itu.
"Cih, Ingat Fatonah lebih kejam daripada pembunuhan," sahut Aby dingin
"Serah apa kata lo," jawab Ezza kemudian mengandeng Wiway dan membawanya pergi meninggalkan tempat itu.
"Sial, seharusnya aku tidak memperdulikan keselamatannya serta mengambil racun ini dari Berlin. Seharusnya aku biarkan saja dia mati di tangan gadis iblis itu," umpat Aby kemudian membuang obat herbal itu ke tong sampah.
__ADS_1
"Ternyata benar apa yang diucapkan oleh Berlin, Aby yang mencuri ramuan herbal itu darinya," Dewi yang sedari tadi mengamati Aby segera menuju ke tong sampah itu dan mengambil obat herbal itu.
*Flashback satu jam sebelumnya.
"Bisa tolong ambilkan tas kecilku mah," ucap Berlin
Dewi segera menyebar tas kecil di sampingnya dan memberikannya kepada Berlin.
Gadis itu terlihat terkejut ketika mendapati salah satu barang pribadinya ada yang hilang.
"Ada apa nak kok kamu panik gitu?" tanya Dewi
"Obat itu hilang mah," jawab Berlin dengan wajah kecewa
"Obat apa?" tanya Dewi
"Obat herbal yang diberikan oleh mbah dukun yang kita datang waktu itu,"
"Astaga, kok bisa ilang sih. Coba cari lagi. Kali aja obat itu ngumpet di tas mu," sahut Dewi
"Sudah aku cari mah, tapi tetep gak ada," jawab Berlin kemudian mengeluarkan semua isi tasnya
"Tuh kan gak ada, btw siapa yang membawa Berlin ke rumah sakit kemarin?" selidik gadis itu.
"Mas Aby, dia yang menyelamatkan dirimu dari mahluk jahat itu dan membawa mu ke sini," sahut Dewi
"Kalau begitu berarti dia yang mengambil obat itu,"
"Bagaimana mungkin dia melakukan semua itu?" tanya Dewi tak percaya
"Tentu saja itu karena Wiway, sudah jelas dia tidak mau terjadi sesuatu dengan Wewe Gombel itu makanya ia mencuri obat itu dariku,"
"Tapi bukankah harusnya ia senang jika Ezza mati, jadi kan dia tidak ada saingan untuk mendapatkan Wiway," jawab Dewi
"Entahlah, sepertinya dia juga punya rencana terselubung terhadap Wiway, tapi apapun rencana asal tidak merugikan kita tidak masalah. Sekarang yang terpenting adalah mamah harus mengikuti lelaki itu dan mengambil kembali obat herbal itu dari tangannya. Karena aku yakin sekali kalau Abylah yang telah mengambil obat herbal itu,"
*Flashback off
Malam itu Ezza terkejut ketika ayahnya memintanya untuk pulang ke rumah.
"Kenapa ayah memintaku pulang ke rumah," ucap Ezza terkejut ketika mendengar permintaan ayahnya melalui ponselnya
"Kenapa sayang?" tanya Wiway
"Sepertinya malam ini aku tidak bisa menemanimu di sini. Ayah meminta aku pulang ke rumah," jawab Ezza
"Tidak masalah sayang pulanglah, aku berani kok di sini sendirian. Lagipula kan ada Derry yang bisa aku panggil sewaktu-waktu jika aku butuh pertolongan,"
"Ok sayang, meskipun perasaanku tidak enak tapi aku akan mencoba positif thingking. Doakan aku semoga semuanya lancar.
" Aamiin," jawab Wiway kemudian mengantarnya hingga ke depan kos kosan.
Setibanya do rumah Ezza terlihat begitu kaget saat melihat Berlin dan ayah ibunya ada di rumahnya.
"Halo Ezza?" sapa Berlin menghampirinya.
"Akhirnya kau datang tepat waktu juga Za," ujar Wisnu mempersilakan pemuda itu duduk.
"Memangnya ada apa ayah?" tanya Ezza penasaran
"Nanti kau juga tahu," sahut Wisnu membuatnya semakin penasaran.
Wisnu kemudian menjelaskan alasannya mengundang keluarga Berlin dan meminta Ezza pulang ke rumah hari itu.
"Tujuan saya mengundang Berlin dan kedua orang tuanya, adalah untuk membicarakan tentang perjodohannya dengan putraku Ezza," ucap Wisnu membuat Ezza benar-benar terkejut seperti di sambar petir di siang bolong.
__ADS_1
"Sekarang adalah zaman modern Bukan saatnya lagi bagi orang tua untuk menjodohkan putra-putri mereka tanpa sepengetahuan mereka. Karena Pernikahan adalah hal yang sakral dan kalau bisa hanya sekali seumur hidup. Saya harap bisa memilih calon istri saya sendiri tanpa campur tangan siapapun. Karena saya sendiri yang akan menjalani biduk rumah tanggaku makannya aku harus mengenal lebih dalam siapa yang akan jadi istriku. Bukan kecantikan atau harta yang akan saya jadikan acuan dalam memilih istri, tapi saya memilihnya dan sikap dan perilakunya. Karena percuma saja cantik jika ia seorang yang picik serta licik. Buat apa wanita kaya jika buruk ahlaknya." terang Ezza membuat Wisnu terkejut mendengarnya.
"Bukankah Berlin adalah sahabat kecilmu, kalian sudah saling mengenal sejak masih duduk di bangku TK. Selain cantik Berlin juga berperangai santun dan memiliki good behavior, jadi tidak salah bukan jika aku menjodohkan kalian." ujar Wisnu
"Ayah benar, Berlin memang sahabat kecilku dan sangat mencintainya dan bahkan aku pernah harap jian suatu hari nanti aku bisa menjadikan dia sebagai istriku. Tapi semuanya sudah berubah dan hanya tinggal kenangan setelah aku bertemu dengan Wiway. Apalagi setelah perlahan aku tahu sikap asli Berlin yang selama ini ia sembunyikan dariku. Setelah tahu sifat asli Berlin aku memutuskan untuk menjadikan Wiway sebagai kekasih hatiku. Bahkan aku juga berjanji padanya untuk menikahinya dan menjadikan ia sebagai Ratu dalam kehidupan rumah tanggaku. Kehadirannya mampu membuat aku perlahan melupakan Berlin dan masa laluku. Hal yang membuatku akhirnya melupakan semua impian masa laluku termasuk mengubur cintaku pada Berlin. Sekali lagi aku minta maaf karena aku tidak bisa menerima perjodohan ini aku hanya mau jika wanita yang saya cintai itu bukan Berlin. " tutur Ezza membuat Wisnu semakin terkejut mendengarnya l
Ezza kemudian segera meninggalkan tempat itu dan bergegas masuk ke dalam kamarnya.
Berlin terlihat begitu sedih setelah mendengar penolakan Ezza padanya.
"Sudahlah Be jangan menangis terus, jika kau tidak bisa mendapatkan Ezza , maka orang lainpun tidak bisa mendapatkannya." ujar Dewi sinis.
"Apa maksud Mamah?" tanya Berlin
"Tentu saja kita akan melakukan cara ke dua kita untuk memberikan pelajaran kepada Si Ezza brengsek itu. Dia harus tahu bahwa tidak semudah itu menyakiti putri semata wayang ku. Sekaranglah saatnya kita untuk meracuninya," sahut Dewi menyeringai
"Benar mah, aku juga semakin benci padanya apalagi ditambah ia sudah menolak ku mentah-mentah." Berlin segera mengambil racun itu.
Siang itu Berlin terus terus mengamati gerak-gerik Ezza dan Wiway yang sedang asyik berbincang di taman kota.
Keduanya terlihat begitu bahagia membuat gadis itu semakin mengumpat keduanya dengan kata-kata kasar.
Saat seorang anak kecil mengantarkan minuman dingin untuk keduanya, saat itulah Berlin beraksi. Ia menghadang anak itu dan mengajaknya berbincang sejenak untuk mengalihkan perhatiannya . Saat anak itu lengah Berlin segera memasukkan racun itu kedalam minuman yang di bawa anak itu.
"Sekarang kau rasakan akibatnya jika berani menyakitiku Ezza," ucap wanita itu begitu bahagia ketika melihat Ezza menghabiskan minumannya.
Tidak lama setelah meminum air itu Ezza merasakan pandangannya mulai kabur dan tubuhnya terasa lemas.
"Kamu kenapa Za?" tanya Wiway penasaran
Ezza tak bisa menjawab pertanyaan Wiway karena kini ia merasakan dadanya sesak hingga ia kesulitan bernafas.
*Bruugghh!!!
seketika tubuh Ezza jatuh terkulai di tanah membuat Wiway berteriak histeris dan meminta pertolongan.
"Tolong, tolong!!" serunya dengan suara lantang
Beberapa orang segera menghampirinya dan membantu membawa Ezza menuju ke rumah sakit terdekat.
Tidak lama kemudian Wisnu dan Neneng tiba di rumah sakit tempat Ezza di rawat.
Wisnua tak bisa menyembunyikan kemarahannya ketika melihat Wiway di sana.
Lelaki itu kemudian mengajak Wiway ke suatu Tempat dan mengajaknya berbicara empat mata.
"Aku tahu kau adalah mahluk pembawa sial yang membuat putraku menderita. Bukankah kau sudah tahu jika putraku akan mengalami sesuatu yang buruk jika terus bersamamu, jadi kenapa kau masih tetap bersamanya. Jika kau benar-benar mencintainya maka saya minta dengan sangat untuk meninggalkan putraku sekarang juga. Lagipula kalian ini berbeda, meskipun rasa cinta kalian sangat besar, tetap saja kalian tidak akan bisa menentang takdir Tuhan. Jadi tolong jauhi putraku dan tinggalkan dia. Biarkan dia hidup tenang dan menikmati masa mudanya," ucap lelaki itu sampai bersimpuh di hadapannya.
Tentu saja hal tersebut membuat Wiway gusar dan segera pergi meninggalkan tempat itu.
Sebelum pergi Wisnu memberikan kesempatan kepada gadis itu untuk menemui Ezza untuk terakhir kalinya.
"Aku tahu kau adalah mahluk astral yang baik hati dan tidak sombong. Jadi aku minta padamu tolong hapus ingatan Ezza tentang dirimu agar dia bisa hidup bahagia. Buatlah putraku seperti saat pertama kali kalian bertemu," ucap Wisnu kemudian membuka pintu ruang rawat inap Ezza.
Perlahan Wiway melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu, ia begitu sedih ketika melihat Ezza yang terbaring di atas brankar dengan beberapa selang infus yang menempel di tubuhnya.
Maafkan aku Za, maafkan aku jika tidak bisa di sisimu lagi. Aku harus pergi agar kau bisa kembali sehat dan tersenyum lagi. Lupakan aku dan mulailah hidup bahagia dengan lembaran baru.
Wiway kemudian mencium kening lelaki itu dan mengusap lembut Wajahnya.
"Lupakan aku dan kembalilah menjadi Ezza yang tidak mengenal Wiway. Kembalilah menjadi Ezza yang suka bergonta-ganti pasangan dan dicintai oleh banyak wanita." Wiway kemudian meniupkan sesuatu wajah lelaki itu dan bergegas pergi meninggalkannya.
Wiway berjalan gontai meninggalkan rumah sakit, gadis itu terlihat begitu kacau saat meninggalkan rumah sakit.
Ia kemudian menghentikan langkahnya di depan klinik Aby.
__ADS_1
Haruskah aku kembali ke tempat ini atau pulang ke bukit Gombel??