
#Cerita ini hanya fiktif belaka nama-nama tokoh, adegan, ritual dalam novel ini semuanya hanyalah karangan author semata. #
Tolong kami Mbah," ucap seorang wanita mendatangi seorang dukun sakti
"Sebaiknya kalian memberikan persembahan untuk arwah wanita yang sudah kalian sakiti agar arwahnya tenang," sahut sang dukun
"Apa saja yang harus kami sediakan untuk membuat persembahan itu Mbah?"
"Kalian cukup membayar mahar sebesar lima ratus ribu rupiah untuk keperluan sesaji, dan yang lainnya kita bicarakan nanti setelah urusannya selesai," jawab sang dukun
"Baik Mbah," wanita itu kemudian memberikan sejumlah uang yang diminta kepada lelaki itu.
"Terimakasih, besok aku akan melakukan ritual pengusiran arwahnya, jadi kau dan suamimu wajib datang,"
"Baik Mbah," jawab sepasang suami istri itu sebelum meninggalkan rumah sang dukun.
Hari yang dinantipun tiba, Dewi dan Galih sudah berada di kediaman sang dukun, dan ritualpun segera dimulai.
Saat sang dukun membakar kemenyan dan merapalkan mantera tiba-tiba sesosok wanita berbaju putih muncul di tempat itu.
Tentu saja kemunculan mahluk tak kasat mata itu membuat Dewi dan Galih ketakutan. Sepasang suami istri itu hampir saja mati tercekik oleh hantu Fatimah andai sang dukun tidak menolong keduanya.
*Braakkkk!!!
Sang dukun jatuh terpelanting menghantam altar sesaji, lelaki tua itu tak berkutik menahan serangan hantu Fatimah yang begitu berang saat tahu ia berusaha menyingkirkannya.
"Kau tidak akan bisa mengalahkan aku dukun sialan, sampai aku bisa membalaskan dendam ku aku tidak akan pernah pergi dari dunia ini," ucap Fatimah menghampiri dukun itu
Ia menyeret sang dukun dan menghempaskan tubuhnya ke arah Dewi dan Galih.
"Karena kau telah memilih untuk membantu mereka, maka aku akan menghabisi mu lebih dulu," tunjuknya membuat Galih dan Dewi ketakutan
Saat keduanya mencoba melarikan diri, Fatimah sengaja membuat keduanya tak bisa bergerak.
"Kalian tidak akan bisa lari dariku, sebelum bersujud dan memohon ampun padaku,"
Fatimah berjalan menghampiri sang dukun dan mencekiknya.
"Dukun jahat seperti mu lebih baik mati, agar tidak bisa membantu para pendosa yang ingin lari dari tanggung jawabnya,"
Tiba-tiba sebuah bayangan hitam melesat menghantam tubuh Fatimah hingga wanita itu terhempas dan menghilang dari tempat itu.
__ADS_1
"Kang Mas Parto, syukurlah kau datang tepat waktu," ucap sang dukun merasa senang karena bisa lolos dari maut.
"Bagaimana bisa kau berurusan dengan hantu pendendam seperti dia?. Bukankah aku sudah melarang mu untuk melakukan pengusiran arwah hantu pendendam karena itu sangat berbahaya. Tidak semua dukun sakti bisa mengalahkan mereka karena energi negatif mereka terlalu kuat. Untung saja aku datang tepat waktu kalau tidak kau akan mati sia-sia di tangan hantu itu." ucap Parto
"Apa kang Mas tidak bisa mengalahkannya?" tanya dukun itu hati-hati
"Bukannya aku tidak bisa tapi terlalu beresiko melawan mahluk sepertinya. Hanya ada satu cara agar kita bisa membuat mahluk itu tidak bisa melukai mereka?" jawab Parto
"Apa itu Kang Mas?"
"Kita jadikan dia manusia setengah Iblis," sahut Parto
"Bukankah itu berarti kita harus mengadakan ritual paku gaib?"
"Benar, dan kita harus bersyukur karena nanti malam adalah malam satu suro dan itu berarti kita tidak perlu menunggu lama untuk melakukan ritual Paku Gaib,"
"Ritual ini sangat langka dan tidak sembarang dukun bisa melakukannya, karena jika salah sedikit saja taruhannya nyawa. Kalau boleh tahu apa Kang Mas sudah pernah melakukan ritual ini sebelumnya?" tanya dukun itu
"Aku pernah melakukannya sekali bersama guruku, meskipun usiaku masih sangat muda waktu itu tapi aku yakin masih mengingat semuanya dengan jelas." jawab Parto
"Baiklah, jika Kang Mas yakin mari kita lakukan ritual itu bersama,"
Keduanya tampak mengendap-endap agar tidak seorangpun yang melihat aksi mereka.
Setelah selesai mengambil jenazah Fatimah keduanya segera menuju tempat ritual.
Mereka segera membersihkan mayat itu dan mengganti kain kafannya dengan baju pengantin.
Setelah mereka selesai menata altar persembahan kedua dukun itu kemudian bersiap melakukan ritual Paku Gaib.
Malam itu langit terlihat begitu cerah dengan bulan sabit yang bersinar terang sebagai pelita yang menambah keindahan malam itu.
Suasana mencekam mulai terasa saat Mbah Parto mulai berkidung dan memanggil arwah leluhurnya untuk membantu ritual Paku Gaib yang dilakukannya.
Lelaki itu terlihat menggerakkan badannya seperti sedang menari menyambut kedatangan para leluhurnya. Ia sengaja memanggil arwah para leluhurnya untuk datang dan menyatu dengan raga-raga yang terpilih.
Malam semakin larut, suara lolongan burung hantu membuat suasana semakin mencekam. Hembusan angin kencang menyapu semua persembahan di atas altar.
*Prannggg!!
Dewi dan Galih seketika pucat pasi ketika melihat mayat Fatimah bangun dan berjalan menghampiri Ki Parto yang masih meliuk-liukkan tubuhnya.
__ADS_1
Ki Parto kemudian berhenti menari ketika menyadari Fatimah sudah berdiri di depannya.
"Rupanya kamu sudah bangun cah ayu," ucapnya santai
Lelaki itu kemudian mengambil segelas kopi hitam dan meneguknya hingga habis.
"Malam ini aku akan menyelesaikan segala urusanmu di dunia ini. Untuk itu kau harus menurut padaku jika tidak ingin sukma mu hancur menjadi Abu," ucap lelaki itu menatapnya nyalang
Seketika Fatimah tertawa mendengar ucapan Ki Parto.
Tawa keras Fatimah yang begitu nyaring membuat bulu kuduk merinding bagi siapapun yang mendengarnya.
"Jangan kau pikir dengan bantuan leluhur mu Kau bisa menjadikan aku sebagai peliharaan mu. Cih, sampai kapanpun aku tidak Sudi!" seru Fatimah langsung menyerang lelaki itu.
Namun Ku Parto dengan sigap menahan serangan mahluk itu dan segera menancapkan Paku keramat ke atas kepala Fatimah hingga wanita itu jatuh terkulai tak berdaya.
"Karena kau adalah hantu keras kepala, maka jangan salahkan aku jika aku akan mengurung mu di bukit Gombel. Kelak kau akan menjadi Wewe Gombel di malam hari dan menjadi manusia setengah Iblis di siang hari. Kutukan ini akan membuat mu tersiksa karena kau tidak akan bisa beristirahat dengan tenang sampai kau menemukan lelaki yang akan melepaskan paku itu dari tubuhmu,"
*Flashback off
"Hoh!!" para pemuda itu terperanjat melihat Wiway mengalahkan Roy dengan sekali pukulan.
*Tap, tap, tap!!
Mereka beringsut mundur saat wanita itu mendekat kearahnya.
Wiway kemudian menarik satu persatu pemuda itu dan menghajarnya bergantian hingga mereka berterbangan dan tersangkut di tempat-tempat tinggi.
"Wah kau hebat sekali Wi," puji Ezza menghampirinya.
"Itu belum seberapa, jadi jika ada yang berusaha menyakitimu jangan sungkan untuk meminta bantuan ku. Aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkan mu," sahut Wiway
"Wah benarkah kau akan melakukan apapun untuk menyelamatkan aku?"
"Tentu saja,"
"Bagaimana jika harus mengorbankan nyawamu," tanya Ezza lagi
"Tentu saja, kau tidak perlu meragukan kesetiaan ku. Apapun yang terjadi ku kan slalu ada untukmu, janganlah kau bersedih coz everything gonna be Ok,"
"Hadeeh, mulai lagi...."
__ADS_1