
Kalau kau tetap diam dan tak bicara maka jangan salahkan aku jika aku akan membunuhmu dan juga kekasihmu itu," lelaki itu kemudian mengeluarkan keris dari dalam tubuhnya dan berjalan mendekati Wiway.
"Bersiaplah untuk kembali ke Neraka Wewe Gombel!" serunya kemudian menghunuskan keris pusakanya kearah Wiway.
Dari arah berlawanan sesosok bayangan hitam melesat kearah dukun itu dan menghempaskan tubuhnya menjauhi Wiway.
*Bruuugghh!!!
Ki Kusumo mencoba bangun dan menatap siapa yang sudah melepaskan tendangan maut kepadanya.
"Lama tak bertemu paman?" sapa Aby menyunggingkan senyumnya
"Sudah kuduga kau yang menolongnya," sahut Ki Kusumo menatapnya sengit
"Aku hanya tidak suka melihat seorang yang kuat menindas yang lemah, itu saja paman." jawab Aby santai
Ki Kusumo tersenyum sinis menghampirinya, "Jangan munafik By, aku tahu kau juga memiliki maksud terselubung dengan menyelamatkan mahluk itu. Kau tidak ada bedanya dengan Kang Mas Parto jadi janganlah bersikap sok bijak di hadapanku,"
"Jangan bawa-bawa orang yang sudah mati dalam masalah ini paman. Karena tidak mungkin ada dua orang berbeda dengan karakter yang sama. Bahkan sepasang anak kembar sekalipun memiliki perbedaan karakter yang membedakan keduanya." sahut Aby
"Kau terlalu sombong anak muda," sahut Ki Kusumo kemudian menyerangnya.
Keduanya kemudian terlibat dalam pertarungan sengit.
Wiway mencoba bangkit dan berdiri. Ia berjalan tertatih mendekati Dewi.
Ia menarik baju wanita itu dan menatapnya lekat, "Sekarang kau cepat katakan padaku bagaimana cara menyembuhkan Ezza?" tanya Wiway
"Kalau kau ingin dia sembuh maka kau harus meninggalkan dunia ini untuk selamanya, dan jangan pernah muncul lagi dihadapan kami," sahut Dewi menyeringai
"Baiklah kalau itu yang kalian inginkan, aku akan melakukannya. Tapi aku ingin memastikan dulu dia benar-benar sembuh dan kembali sehat seperti sedia kala sebelum aku pergi."
"Ok, aku akan menyampaikan semua itu pada Ki Kusumo," jawab Dewi kemudian Wiway.
Wiway hanya bisa menyaksikan pertarungan sengit antara Aby dan Ki Kusumo dari kejauhan.
Wanita itu memang tak bisa berbuat banyak apalagi membantu Aby mengalahkan dukun sakti itu.
*Bruugghh!!
Wiway langsung tersentak kaget ketika melihat Aby tersungkur ke tanah setelah terkena pukulan keras Ki Kusumo.
__ADS_1
Wiway segera berlari menghampirinya, "Apa kau baik-baik saja By?" tanya Wiway
Aby mengangguk pelan dan segera mendorong gadis itu ketika melihat Ki Kusumo mengarahkan tenaga dalamnya kearahnya.
"Awww," Wiway segera bangun dan menoleh kearah Aby yang terkapar setelah terkena tenaga dalam Ki Kusumo.
Melihat Ki Kusumo kembali menyerang Aby, membuat Wiway langsung menghalau serangannya.
Wiway berusaha menghindar dari semua serangan Ki Kusumo, gadis itu dengan cepat melesatkan pukulannya kearah lelaki tua itu hingga membantu lelaki itu sempoyongan.
"Kau mencoba untuk membuat ku kesal rupanya, baiklah kalau itu mau mu," Dukun itu segera mengeluarkan keris saktinya dan menebaskannya kearah wanita itu.
Wiway segera melompat dan melepaskan tendangan ke punggung lelaki itu hingga ia terjungkal.
Saat Wiway membalikkan badannya, dan saat itu juga sebuah serangan tiba-tiba mengarah padanya.
Wiway yang terkejut tak bisa menghindari serangan itu, hingga membuat wanita itu terhempas ke udara. Melihat Wiway terhempas membuat Aby langsung melesat kearahnya dan menyambar tubuh gadis itu.
*Greepp!!
"Tetaplah di sini dan jangan pernah membantuku apapun yang terjadi. Aku tidak mau melihat mu terluka lagi," ucap Aby kemudian menurunkan tubuh Wiway
"Baik," jawab Wiway mengangguk pelan
"Tidak akan ku biarkan dukun seperti dirimu menyakiti wanitaku," ucap Aby kemudian menyerangnya dengan beringas membuat lelaki tua itu kewalahan dan tak bisa mengimbangi kekuatan supranatural pemuda itu.
Ki Kusumo terkapar bersimbah darah setalah terkena ajian sakti milik Aby. Lelaki itu tersenyum kecut menatap sinis kearah Aby.
"Bunuh saja aku agar kau bisa memiliki Wewe Gombel itu. Karena jika kau membunuhku sudah pasti lelaki itu akan mati juga karena tidak mendapatkan obat penawar untuk lelaki itu," ucap Ki Kusumo
"Aku tidak perduli, aku yakin dia akan tetap hidup meskipun aku membunuhmu saat ini juga. Lagipula jika memang kau memberikan racun itu maka besok pasti Ezza segera sembuh," sahut Aby
"Asal kau tahu aku sudah mengganti racun itu. Aku tidak memberikan obat herbal itu pada Ezza melainkan sebuah racun mematikan yang bisa membunuh korbannya dalam waktu dua hari." jawab Ki Kusumo terkekeh
"Dasar brengsek!!" Aby kembali memukuli lelaki itu hingga ia tidak bisa mengelak semua serangannya.
"Aku sudah mengantisipasi jika akan terjadi hal seperti ini. Makanya aku menukar obatnya. Jadi jika kau membunuhku sekarang maka kau tidak akan pernah mendapatkan obat penawar racun itu" imbuh Ki Kusumo
"Jadi silakan saja bunuh aku!" tantangnya
"Dasar brengsek!!" seru Aby kemudian melemparkan lelaki itu.
__ADS_1
Saat Aby akan membunuh lelaki itu Wiway langsung mencegahnya.
"Jangan bunuh dia By," cegah Wiway
"Kalau kau membunuhnya maka Ezza akan mati, dan jika itu terjadi aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri," imbuhnya
"Kalau begitu berikan penawarannya padaku, atau aku akan membunuhmu!" ancam Aby
"Aku akan memberikan penawarnya jika Wewe Gombel itu memberikan paku bumi itu padaku," jawabnya menyeringai
Aby begitu marah mendengar permintaan lelaki itu, Aku yakin kau akan ingkar janji setelah mendapatkan benda pusaka itu," imbuhnya
"Aku bukan seorang yang tidak menepati janjiku Aby, kau pasti tahu itu," sahutnya dengan wajah penuh percaya diri.
Aby kemudian melepaskan lelaki itu.
"Sekarang berikan benda pusaka itu padanya," ucap Aby
"Aku sudah membuang benda itu?" jawab Wiway ketakutan.
"Jangan bohong kau Gombel, aku yakin kau berbohong agar aku melepaskan kekasihmu itu bukan!" hardik Ki Kusumo
"Aku tidak bohong. Aku memang sudah membuangnya saat Ezza memberikan padaku hari itu." jawab Wiway
"Kalau begitu sekarang bunuhlah dirimu sendiri dengan keris ini," ucap Ki Kusumo.
"Baik, aku akan membunuh diriku sendiri jika aku sudah melihat dengan kepala sendiri Ezza bangun dari komanya," jawab Wiway.
"Jadi kau akan melakukan semua perintah ku jika aku sudah memberikan penawar itu?" tanya Ki Kusumo.
"Benar,"
"Wah, kau benar-benar cerdik Gombel. Baiklah kalau itu kemauan mu," lelaki itu kemudian memberikan sebuah obat kepada Aby.
"Campur serbuk ini kedalam infusan Ezza, dan segera kabari aku jika dia sudah siuman," ucap Ki Kusumo kemudian menarik lengan Wiway.
"Aku sudah memberikan obat itu, jadi mulai sekarang ikutlah denganku!" ucap Ki Kusumo dengan nada Tinggi.
Wiway segera mengangguk dan mengikuti lelaki itu pergi.
Aby hanya menatap sendu kepergian Wiway.
__ADS_1
"Maafkan aku Wi, maafkan aku yang tidak bisa berbuat banyak untuk melindungi mu," ujarnya lirih.
"Tapi aku janji, aku janji akan segera menyelamatkan mu setelah Ezza siuman. Jadi bertahanlah dan tunggu aku Wi?" ujar Aby