Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 69. Mari kita Akhiri penderitaannya


__ADS_3

*Braaaakkk!!!


Seketika Ezza terbangun ketika mendengar suara pintu di dobrak paksa oleh seseorang. Ia segera mengguncang tubuh Derry untuk membangunkannya.


"Der, bangun bro," ucapnya panik


"Hmmm," sahut Derry menggeliat


"Bangun GC, sepertinya ada perang dunia kedua," sahut Ezza seketika membuat Derry langsung melompat dari ranjangnya dan langsung menggerakkan tangannya memperagakan jurus silat khas Betawi.


"Siape yang berani nyerang rumah ane, langkahin dulu nih mayat cucunye bang Pitung," ucapnya dengan logat Betawinya


"Ish, kemarin katanya keturunan eyang subur, kok sekarang jadi cucunya bang Pitung, sebenarnya mana yang bener sih!" cibir Ezza


"Kan Eyang Subur cucunya bang Pitung?" sahut Derry


"Jang ngadi-ngadi Lo," sahut Ezza


"Emang kenyataan gitu, btw tadi Lo bilang ada perang dunia maksudnya apaan bro?" tanya Derry


"Sepertinya ada yang gak beres," ucap Ezza kemudian mengendap-endap keluar dari kamarnya.


Derry yang penasaran mengikutinya dari belakang. Keduanya berhenti di ruang tamu dan segera bersembunyi di balik sofa ketika Ki Kusumo menoleh kearahnya.


Keduanya menyaksikan adu mulut antara NYI Sundari dengan Ki Kusumo.


"Sepertinya dugaan Lo benar Za," ucap Derry lirih


"Tentu saja, dan aku rasa hilangnya Wiway sejak tadi pagi dan kita yang tiba-tiba tertidur seperti mayat ada hubungannya dengan mereka." sahut Ezza


"Terus kita harus ngapain Za?" tanya Derry


"Kita ikuti mereka," jawab Ezza


"Oghey," sahut Derry


Keduanya segera menaiki sepeda motor Aby setelah melihat mobil Ki Kusumo meninggalkan pelataran rumah Sundari.


"Jangan terlalu dekat bro agar mereka tak curiga," ujar Derry


"Iye bawel," sahut Ezza sembari terus mengikuti mobil Ki Kusumo.


*Ciiit!!!


"Kok mereka ke kuburan Za?" tanya Derry penasaran ketika melihat Ezza menghentikan motornya di sebuah pemakaman umum.


"Lihat aja tuh mobil dukun itu!" seru Ezza membuka helmnya.

__ADS_1


Ia segera turun dan bergegas melihat apa yang mereka lakukan di pemakaman itu saat Magrib menjelang.


"Hua!!!" Derry langsung berteriak takut dan memeluk erat Ezza ketika melihat Wiway tengah menjilati darah segar dari leher Aby.


Berbeda dengan Derry yang ketakutan, Ezza terlihat begitu gusar ketika melihat mahluk itu.


Ia begitu terpukul melihat mahluk yang sudah tak asing baginya itu. Air matanya menggenang di pelupuk matanya.


Kenapa kau menjadi seperti ini lagi Wi, apa yang sebenarnya terjadi denganmu,


Ia semakin semakin gusar ketika melihat Wiway yang begitu beringas, dan menjatuhkan semua lawannya.


"Kalau kau ingin tahu siapa yang jahat diantara kami, maka dialah orangnya!" sahut Wiway menunjuk kearah Ki Kusumo


"Dia yang sudah membuat aku seperti ini, jadi jangan salahkan aku jika sekarang aku menjadi iblis jahat yang akan membalas dendam kepada semua orang yang sudah membuatku menjadi Iblis. Dan asal kau tahu aku tidak akan segan-segan membunuh siapa saja yang menghalangi jalanku termasuk kau ataupun dukun itu," imbuhnya kemudian menunjuk kearah Aby yang terkapar diatas sebuah makam.


"Terserah apapun yang kau katakan aku tetap saja tidak bisa membiarkanmu berkeliaran bebas menganggu manusia. Sudah jadi tugasku untuk mengusir iblis jahat seperti dirimu," sahut Sundari


"Coba saja kalau kau bisa," tantang Wiway


Mendengar ucapan Wiway membuat Ezza segera bergegas melangkah menghampirinya.


"Mau kemana Za?" tanya Derry


"Jangan bilang kau mau membantu lelaki itu melawan Iblis jahat itu?" tanya Derry


"Jangan nekat Za, ingat kau ini bukan dukun atau anak indigo yang mempunyai kekuatan supranatural untuk menghadapi setan dan keturunannya," ucap Derry menahannya


"Aku akan menaklukkannya dengan cinta," sahut Ezza membuat Derry tertawa


"Jangan konyol deh," ujar Derry


Melihat Ezza tak sedikitpun bergeming membuat Derry geram.


"Ah sial, kenapa kamu keras kepala gini sih, terus aku hrs gimana?"


🎶I don't care who you are, where you're come. Don't care what you did, as long as you love me🎶


Wiway tiba-tiba menghentikan serangannya ketika mendengar seseorang menyanyikan lagu itu


"Astoge, Lo kesurupan apa sih Za, sampai sekarang setan aja kau rayu. Apa kau sudah bosan dengan cewek-cewek cantik atau kau ingin menjadi pemburu hantu sekarang," ucap Derry penasaran.


"Jangan sakiti dia Wi, aku tahu kau adalah hantu baik hati dan tidak sombong jadi please jangan sakiti mereka. Biarlah Tuhan yang akan menghukum mereka yang sudah membuatmu seperti ini." ucap Ezza mendekatinya


Saat ia akan memeluknya, Wiway langsung mendorongnya dan menghilang dari hadapannya.


"Wiway, jangan pergi Wi!, jangan tinggalin gue!!" seru Ezza gusar

__ADS_1


"Gue gak peduli Lo hantu, iblis atau apapun itu yang jelas aku tetap menyala aku tetap suka sama kamu apa adanya." ujar Ezza terisak


"Sudahlah bro, ikhlasin aja dia ya," hibur Derry kemudian memeluknya erat.


Sementara itu Ki Kusumo segera bangkit dan memapah Aby menuju ke mobilnya.


"Bawa dia pergi dari sini," ujar Ki Kusumo menatap Derry


Lelaki itu hanya mengangguk dan segera membawa Ezza pergi dari pemakaman.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Wiway kenapa dia jadi seperti itu?" tanya Aby


"Setelah Fatimah berubah menjadi Wewe Gombel maka selamanya ia harus tinggal di bukit Gombel. Itulah alasannya kenapa Ki Parto sengaja membuat pagar ghaib di sana agar ia tidak bisa meninggalkan tempat itu. Karena jika ia berhasil keluar dari Bukit Gombel dan paku bumi terlepas dari kepalanya maka ia akan berubah menjadi sosok Iblis yang menyeramkan dan bengis. Tak ada seorangpun dukun sakti yang bisa mengalahkannya. Dan mungkin itu akan menjadi petaka bagi semua orang yang sudah menganiaya Fatimah dan juga keluarganya yang tidak bersalah. Karena iblis itu akan membunuh semua orang yang sudah menyakitinya dulu sampai ke anak cucunya." sahut Ki Kusumo


"Mengerikan sekali kalau itu benar-benar terjadi," sahut Sundari


"Tentu saja, itulah alasannya kenapa aku mengembalikan ia kembali ke Bukit Gombel."


"Kenapa kau tidak membunuhnya saja?" tanya Aby lagi


"Percuma saja, tidak akan bisa ada yang bisa membunuhnya," jawab Ki Kusumo


"Jadi itu alasannya, kau melarang kami melakukan ritual itu?" tanya Sundari


"Tentu saja, semuanya sia-sia saja Sun, karena ia akan bangkit lagi saat matahari terbenam," jawab Ki Kusumo


"Lalu adakah cara untuk mengakhiri penderitaan Wiway?" tanya Aby lagi


"Hanya paku bumi yang menancap di kepalanya yang bisa membunuh mahluk itu. Tapi itu tidak mudah karena kita pasti kesulitan untuk mendekatinya." sahut Ki Kusumo


"Andai saja aku bisa menemukan paku itu, aku pasti akan mengakhiri semuanya," jawab Aby


"Jangan konyol, meskipun kau memiliki paku itu tetap saja kau akan kesulitan melumpuhkan Wewe Gombel yang sudah bertransformasi menjadi seorang Iblis itu,"


"Apapun caranya akan aku lakukan demi menebus kesalahan yang dilakukan oleh ayah pada Wiway. Bahkan aku rela mengorbankan nyawa ku bila itu bisa membuat Wiway bisa beristirahat dengan tenang di sisiNya," tukas Aby


"Kau tidak perlu melakukan semua itu By, kau tidak bersalah jadi jangan pernah melibatkan dirimu dalam urusan ini. Biarkan aku yang akan menyelesaikan semuanya, bagaimanapun juga aku harus bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan di masa lalu. Jika kau menemukan paku itu maka serahkanlah saja padaku, aku janji akan membuat wanita itu beristirahat dengan damai," sahut Ki Kusumo


Setelah kejadian itu Ezza memutuskan untuk kembali ke Jakarta begitupun dengan Aby.


"Jangan sedih bro, lupakan saja semuanya dan mari kita mulai nol lagi," hibur Derry


"Aku belum bisa melupakannya Der," sahut Ezza


"Kalau kau tidak bisa melupakannya setidaknya kau bisa membantuku untuk membuat Wiway mau kembali ke alamnya. Karena aku tahu hanya kamu yang bisa meluluhkan hatinya. Karena aku masih melihat cinta untukmu di matanya, jadi bantu aku temukan Wiway dan mari kita akhiri penderitaannya," ujar Aby membujuknya


"Betul itu kata Aby, meskipun kalian ini rival dalam percintaan, tapi setidaknya kalian harus bersatu untuk menolong wanita eh hantu yang kalian cinta. Yakinlah bersama kita bisa menolong Wiway untuk mengakhiri penderitaannya sebagai Wewe Gombel" ujar Derry

__ADS_1


__ADS_2