
Wiway menghentikan langkahnya ketika akan memasuki kediaman Ezza.
"Kenapa sayang, kok berhenti?" tanya Ezza
"Aku takut, ayahmu akan mengusir ku," jawab Wiway
"Tidak mungkin, ayah itu orangnya baik kok," Ezza segera menggandeng lengan Wiway dan membawanya masuk kedalam rumahnya.
"Assalamualaikum," sapa Ezza ketika memasuki rumahnya
"Waalaikum salam," sahut Wisnu
"Ayah," ucap pemuda itu menghampiri Wisnu yang sedang membaca koran sembari menikmati secangkir kopi hitam.
"Hmmm," jawab lelaki itu tanpa menatapnya.
Lelaki itu masih fokus membaca berita hangat di media massa yang ada di hadapannya.
"Aku ingin meminta restu ayah," ucapnya hati-hati
"Untuk apa??" tanya Wisnu menyingkirkan koran di tangannya dan menatap lekat kearah Ezza yang menggenggam erat jemari Wiway.
"Menikahi Wiway...."
"What!!!, kau sudah gila Za. Apa kau tidak memikirkan perasaan bibi mu ini. Apa kau ingin aku memiliki cucu sebelum aku menikah!" seru Neneng terkejut mendengar ucapan Ezza
"Bukan begitu maksud ku Bi," sahut Ezza mencoba menjelaskan maksud kedatangannya.
"Tetap saja aku tidak setuju kau menikah mendahului aku, kali ini aku tidak mau mengalah denganmu Za. Kau harusnya tahu perasaanku, pokoknya aku gak mau tahu kamu harus menikah setelah aku menikah," tandas Neneng dengan emosi
"Iya Bi, aku juga tahu. Aku hanya meminta restu dari ayah untuk merestui hubungan aku dengan Wiway, karena aku sadar aku tidak akan bisa menikahinya," jawab Ezza menghibur wanita itu.
"Syukurlah kalau kau paham sayang," sahut Neneng tersenyum menatap Ezza
"Kenapa kau tidak menikahinya saja Za," tukas Wisnu beranjak dari duduknya.
"Maksud Ayah??" tanya Ezza begitu terkejut mendengar jawaban Wisnu
"Mulai sekarang ayah akan merestui hubungan kalian dan bila perlu aku akan menikahkan kalian berdua sekarang juga,"
"Dih Abang!!!!" seru Neneng gusar
"Beneran ayah??" tanya Ezza
"Memangnya kapan ayah bohong," sahut lelaki itu membuat Ezza langsung memeluknya.
"Thanks ayah, makasih banget sudah ngertiin Ezza," ucap pemuda itu begitu bahagia.
"Abang Jahara," ucap Neneng dengan nada marah bercampur sedih.
"Untuk itulah cepat bawa pacar kamu ke sini, suruh dia datang menemui ku. Katakan padangnya agar ia segera meminang mu, bukan malah kelamaan pacaran. Ingat kalian bukan ABG lagi, kau sudah harus mengakhiri masa lajang mu sebelum masa menepous mu tiba. Jangan kelamaan berpacaran karena itu hanya akan menambah dosa kalian. Lebih baik segera resmikan hubungan kalian," tutur Wisnu
"Kalau begitu Abang saja yang bilang padanya," tukas Neneng merajuk.
"Kalau begitu bawa dia menemuiku besok pagi, aku ingin bicara dengannya," ujar Wisnu
"Baik Abang," jawab Neneng sumringah
***********
Derry keluar dari kamar kost nya ketika melihat kepulan asap hitam menuju ke kosan Ezza.
Pemuda itu terdiam sembari terus menatap kepulan asap itu tanpa berkedip.
Tak lama terdengar suara jeritan Wiway membuat Derry langsung menyambangi kamar kost Ezza.
__ADS_1
"Arrgghhh!!!" seru Wiway terkulai di lantai.
"Kamu tak apa-apa Wi?" tanya Derry mengangkat tubuh wanita itu dan memindahkannya ke ranjangnya.
"Tolong aku Der," ucapnya lirih
"Apa yang bisa aku bantu," sahut Derry
"Hubungi Ezza dan segera suruh ia cepat kembali ke sini. Aku sudah tidak kuat lagi," tukas Wiway
"Baiklah, kau tahan sebentar aku akan menelponnya," Derry segera mengambil gawainya dan menghubungi Ezza
"Kenapa gak diangkat-angkat sih, emangnya lagi ngapain sih Lo," umpat Derry
"Sial, dasar brengsek, kenapa malah di reject lagi," ucap Derry geram ketika Ezza memutuskan panggilannya.
"Memangnya Ezza kemana Wi, kok telpon gue di reject," ujar Derry
"Entahlah, dia belum pulang dari kampus sampai sekarang," jawab Wiway
"Kenapa tubuhmu melepuh seperti ini, bukankah kau seharusnya berubah menjadi Wewe Gombel saat Magrib seperti ini?" tanya Derry ketika melihat perubahan Wiway.
"Entahlah Derry, tapi transformasi ini lebih menyiksa diriku. Aku lebih memilih berubah menjadi Wewe Gombel daripada monster mengerjakan seperti ini. Rasanya sakit sekali tubuhku seperti di bakar lalu di kulit, perih, panas!" ucapnya sembari mencoba membuka satu persatu bajunya.
"Wait, jangan buka baju di sini!" seru Derry
"Panas!" seru Wiway mencakari tubuhnya.
"Cepat naiklah, aku akan membawamu ke tempat aman!" Derry membungkukkan badannya dan Wiway segera naik ke punggungnya dan pemuda itu membawanya keluar dari tempat itu.
Derry melesatkan mobilnya menerobos dinginnya malam yang mulai di guyur hujan lebat.
Ia sengaja menaikkan suhu mobilnya untuk mengurangi rasa panas yang di derita Wiway.
"Tahan sebentar Wi," Derry menambah laju kendaraannya menerobos derasnya hujan malam itu.
Ia menghentikan mobilnya dan kembali menggendong Wiway memasuki pelataran rumah sederhana di tepi danau.
*Tok, tok, tok!!
Tidak lama seorang lelaki keluar dari dalam dan menyambut kedatangannya.
"Ada apa malam-malam begini kamu datang ke sini Der," sapa lelaki itu menatap lekat wanita yang di gendong Derry
"Tolong dia ayah," ucap Derry kemudian membawa masuk Wiway dan membaringkannya di sofa.
"Siapa namamu cah ayu?" sapa lelaki itu duduk di samping Wiway
"Fatimah Aki," jawabnya lirih
"Kasian sekali awakmu nduk, selama hidup kau tidak pernah bahagia bahkan setelah matipun kau selalu menderita," ujar lelaki itu mengusap lembut rambutnya.
"Tolong ambilkan air putih di belakang le," ujar lelaki itu.
Derry segera kebelakang dan kembali membawa segelas air putih kemudian memberikannya kepada lelaki itu.
"Minumlah," ucapnya memberikan gelas itu pada Wiway.
Dengan gemetaran Wiway meraih gelas itu dan meneguk habis air putih itu.
"Bagaimana sekarang?" tanya lelaki itu menatapnya sendu
"Masih panas dan perih Aki," jawab Wiway
"Hanya lelaki itu yang bisa mengobati dirimu, tapi sayangnya ada yang sengaja menjebaknya agar tidak bisa menolong mu malam ini," jawab lelaki itu kemudian beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Ia berjalan menuju ke dalam dan tak lama ia kembali dengan membawa sesaji yang ia persiapkan dalam baki.
"Untuk menghilangkan rasa sakit yang menyiksamu terpaksa aku harus mengembalikan dirimu ke wujud aslimu. Tapi kau tak perlu khawatir karena setelah adzan isya berkumandang kau akan kembali menjadi gadis cantik seperti biasanya," ucapnya sumringah.
Lelaki itu segera memulai ritualnya dengan membakar kemenyan dan menyanyikan kidung pemanggil mahluk halus. Ketika suara lelaki itu mulai terdengar membuat Wiway semakin kesakitan ia berguling-guling ke lantai menahan sakit yang mendengarnya.
Lelaki itu kemudian memberikan kembang telon padanya dan Wiwaypun segera memakannya dengan lahap. Tak lama setelah menghabiskan kembang telon itu Wiway terkekeh seperti Sesosok Kuntilanak dan merayap di langit-langit rumah itu.
"Sekarang pergilah dan lakukan rutinitas mu sebagai seorang Wewe Gombel agar kau bisa membebaskan dirimu dari ilmu hitam yang menyiksamu selama ini!" seru lelaki itu.
Seketika Wiway langsung menyeringai seakan tahu yang dikatakan lelaki itu. Ia kemudian menghilang dari rumah itu.
"Kenapa ayah melepaskannya, bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya?" tanya Derry khawatir
"Kau tidak perlu khawatir, justru ia lebih baik menjadi Wewe Gombel daripada menjadi manusia yang hanya akan menyiksanya. Dengan kembali menjadi Wewe Gombel dia juga akan segera mengakhiri penderitaannya," jawab lelaki itu.
"Apa ayah bisa membantu dia agar bisa kembali ke alam baka dan tidak gentayangan lagi?" tanya Derry penuh harap
"Hanya lelaki itu yang bisa membunuhnya dan membuatnya kembali beristirahat dengan damai di alam keabadian. Aku hanya bisa membantu menunjukkan jalannya saja." sahut lelaki itu
"Tapi bukankah ayah bilang, ayah dukun sakti kenapa tidak bisa membantu Wiway," tukas Derry
"Dasar bocah nakal, kau pikir karena aku dukun sakti maka aku bisa melakukan segalanya, memangnya aku ini Tuhan apa bisa melakukan segalanya. Semuanya itu ada batasnya bocah ganteng," jawab lelaki itu mencubit gemas pipinya
"Dih ayah, sakit tahu!" seru Derry
"Kalau kau ingin membantunya, maka jauhkan dia dari wanita cantik yang ada di kampusmu," ucap lelaki itu.
"Wanita cantik yang mana ayah, banyak cewek cantik di kampus jadi aku bingung yang mana yang ayah maksud," ujar Derry
"Ikan hiu minum susu, masa kaya gitu aja kamu gak tahu. Peka dikit dong sayang. Itulah alasannya kenapa Lo susah dapat cewek padahal kau harusnya bisa mendapatkan gadis manapun dengan kemampuan yang kau miliki. Dasar gak peka," ujar lelaki itu
"Apa mungkin dia??" ucap Derry
"Bukan mungkin lagi Der, tapi memang dia,"
"Dih sotomi, memangnya ayah tahu siapa yang aku maksud,"
"Tahulah, kan kita ini satu hati. Apa yang Lo pikirkan aku pasti tahu," jawab lelaki itu mengerlingkan matanya.
"Iyeh, Mbah dukun," tukas Derry membuat lelaki itu terkekeh melihat tingkahnya.
Sementara itu di tempat berbeda.
"Sial, siapa yang berusaha ikut campur dalam urusan gue," wanita itu segera beranjak dari duduknya dan membuang sirih dari mulutnya.
"Kau belum tahu berurusan dengan siapa Aki," ucap wanita itu geram.
*Bruugghh!!!
Wanita itu kemudian melemparkan tubuh Ezza ke jalan tol.
"Semoga dengan kematian mu bisa membuatnya semakin tersiksa," ucap wanita itu menyeringai.
Ia kemudian melesat pergi meninggalkan tempat itu.
Dari arah berlawanan terlihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi kearah Lingga.
"Tamatlah riwayat mu anak muda," ucap wanita itu menyeringai.
*Wuuushhh!
Sebuah bayangan putih melesat dan menyambar tubuh Ezza saat sebuah mobil hendak menabraknya.
"Aku tidak akan membiarkan dirimu mati sayang. Aku akan melakukan apapun demi menyelamatkan dirimu walaupun aku harus memberikan nyawaku,"
__ADS_1
"Kalian memang sudah ditakdirkan untuk bersama, apapun yang terjadi kalian pasti akan saling melindungi satu sama lain." ujar Lingga tersenyum menatap Wiway dari tepi danau.