
Malam itu Sumi begitu gelisah dan tak bisa memejamkan matanya.
Ia kemudian beranjak dari ranjangnya dan menuju kamar Ki Parto. Wanita itu perlahan membuka peti jenazah suaminya untuk memastikan keadaannya.
"Dimana dia??" Sumi begitu terkejut ketika mendapati jasad Ki Parto menghilang dari peti mati itu.
"Siapa yang membawanya, bagaimana bisa ada orang masuk ke kamar ini tanpa sepengetahuan ku," Sumi segera memeriksa kamera Cctv rumahnya untuk melihat siapa yang sudah masuk membobol rumahnya.
"Sial, kalau bukan manusia lalu demit mana yang bisa menerobos pagar gaib ku," Sumi segera masuk kembali ke kamarnya dan berganti pakaian.
Setelah selesai memakai pakaian kebesarannya, wanita itu kemudian memasuki ruangan pribadinya.
"Tidak ada seorangpun yang boleh menghancurkan rencana ku, meskipun itu puteraku sendiri," Nyai Sumi mempersiapkan sesaji diatas baki dan kemudian meletakkannya diatas meja.
Ia mengambil dupa kemudian membakarnya.
Selesai membakar kemenyan, ia mengambil sirih dan segera mengunyahnya.
"Wahai sang Raja Kegelapan, pengantin memanggil mu, datanglah... datanglah...!!"
Angin kencang berhembus membuat pintu ruangan itu langsung terbuka.
*Braakkk!!
Sumi segera berlindung saat angin kencang memasuki ruangan itu dan meluluh lantakkan semua sesaji di atas altar persembahan.
Sesosok mahluk tinggi besar muncul di hadapannya membuat wanita itu langsung bersimpuh di hadapannya.
"Tolong aku suamiku, para dukun itu ingin menyingkirkan aku dengan menculik abdi setia mu Ki Parto. Jadi bantu aku untuk menghabisi mereka,"
Mahluk itu menatapnya tajam tanpa menjawab pertanyaannya.
"Cepat pergi dan bunuh para dukun itu!" titah Sumi membuat mahluk itu segera berjalan meninggalkannya.
*Wuuushhh!!
"Ikan hiu naik makan sayur bening, halo Gondoruwo I'm coming!" seru Gilang tiba-tiba muncul di tempat itu.
"Sudah ku duga jika kau adalah pelakunya. Syukurlah kau menyerahkan diri, jadi aku tidak perlu repot-repot untuk mencari mu," sahut Sumi
"Aku mah gak usah di cariin Nyai, karena gue pasti akan mendatangi seseorang yang aku sayangi, eeaaaa." jawab Gilang sambil terkekeh
"Jangan banyak bacot Lo dukun brengsek, habisi dia sayang!" hardik Nyai Sumi
"Wuih ngeri, kesayangan demit ternyata,"
"Pantes kelakuannya kek demit ya Lang," timpal Barra
"Yoi Bro,"
"Kuy maju kalian berdua, biar Gilang yang akan menghadapi kalian berdua!" seru Barra
"Lah kok gue,"
"Aku mah ngalah sama senior Lang," sahut Barra
__ADS_1
"Dih Sue, ada juga Lo yang senior bar-bar!"
"Gak masalah lah bro, kuy habisi pasangan demit itu,"
"Oklah,"
Gilang segera melesat menghantamkan tinjunya kearah mahluk gaib itu sehingga ia seketika tersungkur ke lantai.
"Lo gak papa Lang?" tanya Barra membantu Gilang berdiri
"Its ok, aku baik-baik saja," jawab Gilang
"Ok, pastikan Lo fokus dan jangan terpancing saat ia berusaha memprovokasi dirimu dengan serangan mautnya. Jangan lupa pukul dia di titik lemahnya agar kau bisa menang di ronde pertama ini,"
"Astoge, emang gue lagi main tinju apa, sampai Lo harus memberikan wejangan seperti itu," sahut Gilang
"Sorry bro, gue kebawa suasana,"
"Dasar sue,"
"Minggir!!" seru Gilang seketika mendorong tubuh Barra hingga ia terhempas menjauh beberapa meter dari tempatnya.
*Buuggghhh!!
Sebuah Tenaga dalam berhasil menghempaskan tubuh Gilang hingga menghantam tembok bangunan.
"Matilah kau dukun laknat!" seru Sumi berusaha menikam Gilang
Lelaki itu segera bangun dan melepas tendangannya kearah Sumi hingga wanita itu terhempas menghantam meja sesaji.
"Sekarang majulah kau Gondoruwo!" tantang Gilang
"Kok cepet banget kalahnya, padahal tadi berharap ada ronde ke tiga," ucap Barra
"Ngapain ada ronde ke tiga kalau bisa menang di ronde pertama eeaaa,"
"Dih Sombong,"
"Sekarang kita apakah wanita laknat itu?" tanya Gilang
"Biarkan saja dia, toh dia juga sebentar lagi akan mati karena kesalahannya sendiri," sahut Barra
"Ok, kuy kita pergi dari sini,"
Sumi begitu ketakutan saat melihat sosok mahluk yang di pujanya tewas di tangan Gilang.
Wanita itu segera keluar dari ruangan itu dan menuju ke kamar tidurnya.
Ia kemudian memandangi wajahnya di depan cermin.
"Tidak mungkin kecantikan ku ini akan luntur, kecantikan ku ini abadi dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah menua," ucapnya sembari tertawa memandangi wajahnya
Seketika senyumnya menghilang saat tiba-tiba wajahnya mulai timbul flek hitam dan keriput di bawah matanya mulai timbul.
"Tidak mungkin, tidak mungkin aku menjadi tua!" ucapnya menutupi wajahnya.
__ADS_1
"Aku yakin ini hanya mimpi," aku hanya harus tidur dan wajahku akan kembali cantik saat aku bangun nanti.
Sumi segera merebahkan tubuhnya keatas ranjangnya, dan menutupinya dengan selimut.
Saat pagi menjelang Sumi segera membuka matanya, wanita itu segera turun dari ranjangnya dan berjalan menuju ke meja riasnya.
"Aaaaaaa!!"
Ia berteriak histeris saat mendapati dirinya menjadi seorang nenek tua yang keriput dengan jalan yang sudah membungkuk.
"Kenapa aku jadi seperti ini, aku tidak mau menua!!" ucapnya gusar.
"Tubuhku kenapa juga harus menjadi lemah seperti ini, jangankan untuk berdiri tegap, berjalanpun aku sudah kelelahan," keluhnya sembari memandangi tangannya yang penuh luka.
"Daripada hidup seperti mayat hidup, lebih baik aku mati saja," Sumi membuka laci mejanya dan mengambil sebuah serbuk herbal. Ia kemudian memasukkan serbuk itu kedalam gelas yang sudah terisi air putih.
"Biasanya aku menggunakan racun ini untuk membunuh musuh-musuh ku, tapi sekarang aku malah mengakhiri hidupku dengan racun ini," Sumi segera meneguk habis racun itu dan tak lama mulutnya berbusa dan iapun kejang-kejang kemudian meninggal.
Saat wanita itu sudah meninggal tiba-tiba saja kulitnya mengelupas dan memisahkan diri dari tubuhnya.
***"********
"Mau kemana kamu Za?" tanya Derry saat melihat Ezza membawa kopernya.
"Aku mau liburan ke Jogja, mau ikut ga?" sahut Ezza
"Wah kalau liburan gratis siapa yang bisa menolaknya, kuy jalan!" seru Derry
"Kuy," Ezza segera masuk kedalam mobilnya fan meluncur meninggalkan kota Jakarta.
Setelah tujuh jam berkendara Akhirnya keduanya tiba juga di kota Gudeg.
"Ikan hiu naik kuda, welcome to Jogja bang Ezza!" seru Derry saat memasuki kamar hotelnya
"Ikan hiu naik bianglala, kuy kita cuci mata," jawab Ezza
"Kuy," Keduanya kemudian bergegas menuju ke malioboro untuk menikmati suasana malam kota Jogja.
"Makan dulu Za, biar bisa godain cewek," ucap Derry
"Iye,"
Keduanya segera duduk di sebuah angkringan yang tidak begitu ramai
"Mau pesen apa mas?" sapa seorang wanita dengan ramah
Seketika Ezza menganga saat menatap wanita itu, bibirnya seakan kelu dan air matanya mulai menetes membasahi pipinya.
"Wiway, apakah benar ini kamu,"
****
Halo para readers semua, sudah aku kasih ekstra part-nya ya.
Sekarang aku mau kasih tahu Cs Terbaru aku judulnya "THE LAST NOVEL"
__ADS_1
Jangan lupa mampir ya, ceritanya gak kalah seru dari Wiway kok. So jangan lupa baca0 kasih like, KOMEN n favoritkan ya...
Terimakasih, love you 😘😘😘.