
Derry dan Ezza semakin memucat ketika sosok hantu wanita itu berjalan mendekatinya.
"Za, gimana ini Za gue Lom mau mati," ujar Derry memeluknya erat.
"Sama duduk, gue juga belum mau mati," sahut Ezza
"Pada ngapain Bang?" tanya wanita
"Ngumpet," sahut Derry
"Ngapain ngumpet, memangnya ada apa?" tanya wanita itu lagi
"Ngumpet dari bayang-bayang mantan yang kini jadi setan," sahut Derry membuat Wanita itu terkekeh mendengarnya
"Btw boleh minta tolong gak?" tanya wanita itu
"Paan?"
"Tolong dong tarikin risleting gaunku, soalnya tanganku gak nyampe kan?" ucap wanita itu.
Derry langsung memicingkan matanya dan menatap wanita itu dari dekat.
"Wah dia cewek beneran Za bukan setan," ucap Derry melepaskan pelukannya.
Derry kemudian mendekati wanita itu.
"Beneran masnya mau tolongin aku?" tanya wanita itu berseri-seri
"Beneran dong masa boongan," sahut Derry
"Ok, kalau gitu aku langsung balik badan ya," ucap wanita itu segera membalikkan badannya.
Derry segera menarik ujung risleting gaun wanita itu, karena terlalu cepat tiba-tiba risletingnya macet dan mengenai kulit punggung gadis itu hingga tergores.
"Awww!!" seru wanita itu membuat Derry langsung melepaskan tangannya.
"Maaf aku gak sengaja," ucapnya lirih
"Gak papa kok Sans aja," jawab wanita itu
"Beneran gak papa?"
"Hooh,"
"Yaudah aku lanjutin ya, tapi kalau sakit bilang ya, biar aku bisa pelan-pelan menariknya," jawab Derry
"Ok, lanjutkan,"
"Dih gaje, percakapan kalian bikin gue panas dingin," umpat Ezza
"Ok, tahan bentar ya," sahut Derry
"Ok aku siap,"
Derry segera menarik lagi ujung risleting gaun itu, namun tiba-tiba ia segera berhenti menariknya ketika melihat punggung bagian tengah wanita itu berdarah.
"Kenapa berhenti lagi?" tanya gadis itu
__ADS_1
"Anu mu berdarah dek," jawab Derry menutup mulutnya
"Astoge Derry," sahut Ezza menggelengkan kepalanya
"Makannya kamu pelan-pelan saja dong nariknya," jawab wanita itu.
"Bentar aku lap dulu ya darahnya biar gak nempel ke baju," Derry segera mengambil sapu tangan dari saku celananya dan membersihkan darah yang keluar dari punggung gadis itu.
Namun semakin ia membersihkannya semakin banyak darah keluar dari luka itu, hingga nya semakin membesar. Derry begitu terkejut saat menyentuh punggung gadis itu.
"Wah kenapa jadi begini," ucapnya kaget
Derry segera mengambil sapu tangan untuk menutup luka di punggung gadis itu yang mulai menganga dan membentuk lubang kecil. Saat Derry menempelkan sapu tangan tiba-tiba ia melihat beberapa belatung keluar dari luka di punggung gadis itu.
Semakin lama larva itu semakin bertambah banyak menggerogoti punggung gadis itu hingga membentuk suatu lubang yang sangat besar membuat Derry benar-benar ketakutan hingga ia tidak bisa menggerakkan kakinya.
"Kenapa Bang kok gak lanjut," jawab wanita itu kemudian membalikkan badannya.
"Sundel bolong!!" seru Derry segera berlari meninggalkan gadis itu
"Tunggu woiii!!" seru Ezza segera bergegas menyusulnya
Namun bukannya menjauhi gadis itu, Ezza justru mendekati mahluk itu.
"Et dah, kenapa gue jadi mendekati hantu itu, anyone help me!!" seru Ezza mencoba menghentikan langkahnya yang terus mendekat kearahnya.
"Derry my baby please help me!!" seru Ezza membuat Derry seketika menghentikan langkahnya dan menghampiri lelaki itu.
Ia berusaha sekuat tenaga menarik lengan Ezza, agar ia tidak mendekat kearah Sundel bolong itu.
Melihat keduanya Sundel bolong itu tertawa terbahak-bahak membuat suasana menjadi semakin Horor.
"Sebaiknya kita baca-baca apaan kek, biar mahluk itu cepat pergi dari sini!" ucap Ezza
"Kebetulan gue gak hobby baca-bacan lain selain majalah dewasa,"
"Astoge Der, insyaf Lo bro!" sahut Ezza
"Nanti gue insyaf kalau udah punya cewek,"
"Hilih, kelamaan dudul,"
"Kan kalau gue punya cewek, gue punya bacaan yang lebih menarik daripada majalah dewasa,"
"Apaan tuh Der,"
"Bacayang-cayangan sama dia eeeaaa," jawab Derry sambil terkekeh
"Dih sue,"
"Yuk kita bacayang-cayangan bang," ucap mahluk itu membuat keduanya langsung berteriak histeris.
"Huaaaa, kabuur!!!" seru keduanya membuat mahluk itu tertawa terbahak-bahak melihat aksi konyolnya.
Kedua lelaki itu terus mempercepat langkahnya meninggalkan mahluk astral itu.
Keduanya menghentikan langkahnya di depan sebuah Bangunan tua yang mirip sebuah hotel.
__ADS_1
"Aku rasa ini adalah tempat tinggal Wiway," ujar Ezza sembari mengatur nafasnya yang masih terengah-engah
"Yang bener bro?" sahut Derry meragukan ucapannya.
"Entahlah, tapi aku masih ingat pintu gerbang itu. Aku yakin dia ada di dalam sekarang," Ezza segera melangkah memasuki gerbang bangunan itu.
"Za, baru masuk aja bulu kuduk gue dah berdiri gimana nanti kalau sudah di dalam. Kayaknya ini bangunan yang terkenal sebagai markas Wewe Gombel itu deh," celoteh Derry
"Makannya mendingan Lo diem, daripada suara berisik lo membangunkan para lelembut dari tidur panjangnya," sahut Ezza membuat Derry langsung terdiam.
*Krieeett!!
Keduanya saling berpegangan tangan ketika tiba-tiba pintu bangunan itu terbuka dengan sendirinya seperti meyambut kedatangan mereka.
"Za???" ucap Derry merapat kearahnya.
"Mari kita baca-baca sebisanya agar Allah melindungi kita dari godaan setan yang terkutuk," sahut Ezza
"Kuy," keduanya berjalan pelan memasuki ruang utama bangunan itu yang terlihat seperti lobby hotel.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang wanita cantik menyapanya ramah
Derry yang ketakutan seketika langsung melompat ke arah esa dan pemuda itu segera menangkapnya.
"Saya ingin bertemu dengan Wiway, apa dia ada," jawab Ezza
"Maaf Mas ini hotel bukan biro jasa pencarian orang ilang, kalau mau mencari teman anda yang hilang sebaiknya lapor polisi saja," jawab wanita itu tersenyum kecut padanya
"Oh gitu, baiklah kalau gitu kami pergi dulu salah alamat kayaknya," sahut Ezza melangkah pergi.
"Kayaknya ada yang aneh deh," ucap Ezza menghentikan langkahnya.
"Jangan nakutin Za," sahut Derry dengan wajah pucat pasi
Ezza mengedarkan bola matanya kearah Langit-langit hotel.
Tidak ada siapapun, tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang sedang mengintai ku,
Ezza kembali melangkahkan kakinya menuju pintu masuk hotel, namun tiba-tiba pintu itu segera menutup saat kedua pemuda itu berada di depannya.
Bunyi suara gamelan membuat Ezza langsung membalikkan badannya.
"Kita harus segera pergi dari tempat ini sebelum mereka menjadikan kita sebagai makannya," ucap Derry yang
Namun seperti sebuah sihir Ezza sama sekali tak mendengarkan ucapan Derry. Pemuda itu bukannya pergi meninggalkan tempat itu bersama Derry malah sebaliknya ia ikut menari bersama para penari yang datang menyambutnya.
"Sial," maki Derry kemudian menyusul Ezza
Ia segera menarik lengan pemuda itu dan menyeretnya pergi, namun Ezza memberontak dan mendorongnya.
"Sepertinya tidak ada cara lain," Derry kemudian memusatkan konsentrasinya dan membaca ayat kursi membuat semua penari kepanasan dan meninggalkan tempat itu.
Melihat para penari itu pergi membuat Derry langsung menarik Ezza pergi meninggalkan ruangan itu.
Langkah mereka kembali terhenti saat Sesosok Buto ijo menghadang langkahnya.
Saat keduanya putus asa tiba-tiba sesosok wanita cantik datang menolong mereka.
__ADS_1
"Astoge, aku kira setan ternyata sang mantan!" seru Derry membuat Wiway terkekeh mendengarnya.