Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 59. Kembali ke bukit Gombel


__ADS_3

Dalam kesedihan tiba-tiba seberkas cahaya datang membawa Wiway menuju ke suatu tempat.


Gadis itu terus berjalan mengikuti cahaya itu yang seakan membimbingnya bertemu dengan Ezza.


"Ezza," ucapnya lirih


Ia tersenyum melihat Ezza ada dihadapannya. Wiway segera menghampiri lelaki itu, dan menggandeng lengannya. Meskipun ia sangat rindu padanya dan sangat ingin memeluknya namun Wiway berusaha menahan semua itu karena janjinya untuk melupakan lelaki itu.


Bahkan untuk menyapanya saja ia tidak melakukannya, ia hanya diam agar lelaki itu tak mengenalinya.


Meskipun sekarang kau mungkin tak mengenalku tapi itu tidak akan mengurangi rasa sayang ku padamu apalagi membuat aku marah padamu. Apapun yang terjadi padamu aku akan selalu bahagia berada di sisimu meskipun kau mengacuhkan aku. Aku akan selalu jadi Malaikat penjaga mu Yang akan selalu melindungi mu dari orang-orang jahat.


Wiway terus membawa Ezza keluar dari lembah Iblis. Ia kemudian melepaskan genggaman tangannya saat sudah berdiri di depan pintu gerbang alam gaib.


" Sekarang kau sudah tiba di gerbang alam Gaib. Pergilah dari tempat ini dan jangan pernah menoleh kebelakang apapun yang terjadi," ucapnya kemudian melambaikan tangannya.


Ezza kemudian berjalan pelan meninggalkannya, namun baru beberapa langkah ia berjalan lelaki itu membalikkan badannya dan kembali menghampiri Wiway.


"Siapa kamu sebenarnya, kenapa wajahmu begitu familiar dan seperti tidak asing bagiku?" tanya Ezza


Wiway hanya tersenyum padanya tanpa menjawab pertanyaannya.


"Pergilah," ucapnya segera mendorong lelaki itu ketika melihat gerbang pintu gaib akan tertutup.


"Terima kasih Aby, kamu sudah mempertemukan aku dengan Ezza untuk terakhir kalinya. Aku tidak tahu lagi harus membalas semua kebaikan mu. Terima kasih sudah menjadi sahabat terbaikku, sampai kapanpun aku tidak akan pernah melupakan semua kebaikanmu padaku By." ucap Wiway mengusap air matanya.


Gadis itu memejamkan matanya, mencoba memasuki alam bawah sadar Aby.


"Ada apa kau datang menemui ku?" tanya Aby


"Aku ingin mengucapkan Terimakasih dan berpamitan padamu By," ucap gadis itu berkaca-kaca


"Tidak usah berpamitan jika kamu ingin pergi meninggalkan aku. Lebih baik kau pergi saja tak usah berpamitan karena itu akan membuat ku semakin sedih. Jadi lebih baik jangan berpamitan untuk hal-hal sedih. Pergilah diam-diam dan seperti angin yang tak pernah terlihat namun selalu menyejukkan." jawab Aby


"Aku meninggalkan sesuatu di loker kerjaku. Aku percaya kau orang yang baik dan bisa memegang amanah," ucap Wiway kemudian beranjak pergi.


Aby yang sudah tidak tahan menahan kesedihannya langsung memeluk gadis itu dari belakang.


"Maafkan aku jika selama ini aku pernah menyakitimu Wi, bisiknya lirih." Wiway segera membalikkan badannya dan mengusap air mata lelaki itu.


"Aku tahu selama ini kau begitu keras padaku karena kau sayang padaku. Aku tidak akan pernah marah atau dendam padamu kok By jadi Sans aja. Jaga dirimu baik-baik dan tetaplah menjadi dukun baik hati yang selalu menolong siapapun yang membutuhkan pertolonganmu," ucap Wiway kemudian menghilang dari pandangannya.


**********


*Braakkk!!!


Wiway tersentak ketika melihat Ki Kusumo mendobrak pintu ruangan itu.


"Sekarang sudah tiba saatnya untukmu melaksanakan janjimu," ucap lelaki itu menyeringai


Wiway segera bangun dan menghampirinya.


"Jika kau ingin membunuhku lakukan saja, aku sudah siap," jawab Wiway begitu tenang


"Cih, tidak ku sangka mahluk astral sepertimu bisa menepati janjinya," jawab Ki Kusumo.


"Buat apa aku tetap bertahan di alam fana ini jika aku harus kehilangan lelaki yang aku sayangi."


"Baru kali ini aku menemukan mahluk lemah seperti dirimu, sayang sekali padahal kau bisa menjadi kuat dan sangat berharga jika kau bisa melepaskan diri dari jerat cinta manusia,"


"Cepat bunuh aku jika tidak mau melihatku berubah pikiran," tantang Wiway


"Tidak semudah itu aku membunuhmu Wewe Gombel, setidaknya kau harus memberiku sesuatu yang berharga untuk menggantikan paku bumi itu," ucap sang dukun


"Aku tidak punya benda pusaka atau apapun itu karena aku bukan hantu penjaga," jawab Wiway

__ADS_1


"Kau benar kau memang buka hantu penjaga sehingga tidak punya benda pusaka tapi kau bisa melakukan sesuatu untuk mendapatkan benda pusaka bukan?" ucap lelaki itu mendongakkan wajah gadis itu.


"Aku tahu jika Aby menyukai mu, jadi aku ingin kau memanfaatkan perasaannya untuk mengambil benda pusakanya,"


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengkhianati temanku sendiri, lebih baik aku mati atau daripada harus melakukan hal licik seperti itu," jawab Wiway sinis


"Baiklah kita lihat saja sekarang apa kau masih akan berkata seperti itu jika aku menyiksamu," Lelaki tua itu kemudian mendorong Wiway hingga ia jatuh ke sebuah lembah.


"Aaaarrrrggghhh!!"


*Bruugghh!!


Wiway mencoba bangun dan menatap sekelilingnya.


"Bukit Gombel!!" ucapnya membelalakkan matanya


"Bagaimana bisa aku kembali lagi ke tempat ini?" ucapnya ketakutan.


Ia segera berlari berusaha meninggalkan tempat itu, namun sejauh apapun ia mencoba keluar dari bukit itu ia terus saja kembali ke tempat yang sama.


"Dasar dukun laknat, beraninya kau mengurungku di sini!!" serunya begitu geram


"Itulah akibatnya jika kau tak menuruti perkataan ku, selamanya kau akan terkurung dalam bukit itu. Aku juga akan menyiksamu hingga kau begitu sangat ingin mati tapi kematian tak pernah datang padamu. Nikmatilah hukuman mu Gombel!" seru Ki Kusumo tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Wiway yang begitu putus asa.


**********


Sementara itu Aby langsung terjaga dari tidurnya setelah mimpi buruk yang dialaminya.


"Wiway!!" teriaknya dengan nafas yang memburu.


"Syukurlah itu hanya mimpi," ucap Lelaki itu kemudian ia segera beranjak dari ranjangnya dan mengambil segelas air putih.


Aby menatap kalender yang terpasang di dinding ruang makan.


"Kenapa aku melupakan hari ini!" Aby segera bergegas ke kamarnya dan berganti pakaian.


Pemuda itu segera keluar dari rumahnya dan melesatkan mobilnya menuju ke suatu tempat.


"Aku tidak boleh terlambat. Aku tidak akan membiarkan lelaki itu hidup jika sesuatu terjadi pada Wiway," Aby terus menambah kecepatan mobilnya menerobos dinginnya kota Jakarta pagi itu.


*Ciit!


Ia menghentikan mobilnya di sebuah gubuk tua dan segera turun dari mobilnya.


Baru saja ia melangkahkan kakinya tiba-tiba saja Ki Kusumo sudah keluar dan menyambut kedatangannya.


"Aku sudah menduga kau akan datang kesini untuk menyelamatkannya," ucapnya dengan senyum khasnya.


"Dimana dia, dimana Wiway!" seru Aby mengguncang tubuh lelaki tua itu.


"Apakah kau begitu terobsesi dengan makhluk astral itu sampai-sampai kau kehilangan akal sehatmu Aby!" jawab lelaki itu melepaskan tangan pemuda itu dari bahunya


"Kau harus ingat By, dia itu mahluk halus, demit, setan!!. Jadi tidak akan mungkin kalian bisa bersatu meskipun ia menerima cintamu. Jangan pernah melakukan hal bodoh hanya karena cinta buta. Sebagai Pamanmu aku memang tidak terlalu suka dengan sikap arogan mu, tapi aku juga tidak bisa menutup mata melihat satu-satunya ponakan ku berada di jalan yang salah. Kau sudah dibutakan oleh cinta hingga membuat mu seperti ini. Kau tahu jika mahluk itu tak membalas cintamu tapi kau tetap saja mau berkorban untuknya, konyol sekali. Kembalilah jadi dirimu yang dulu dan lupakan wanita itu." terang Ki Kusumo.


"Kau tidak perlu menceramahi ku Paman, lebih baik katakan saja dimana dia agar aku tidak melakukan hal-hal buruk padamu," sahut Aby


"Aku sudah mengembalikan dia ke tempat asalnya, jadi jangan coba cari dia. Karena seberapa kuat pun dirimu kau tidak akan pernah bisa mengeluarkan dia dari Bukit Gombel. Aku sengaja mengurungnya di sana karena aku tahu kau pasti akan datang menyelamatkannya jika aku berusaha membunuhnya." ujar Ki Kusumo


"Kenapa kau tidak membunuhnya saja, kenapa kau malah menyiksanya Aki. Apakah kalian tidak puas sudah menyiksanya selama ini hingga ia harus menjalani takdirnya sebagai Wewe Gombel!" seru Aby begitu berang.


Ia kemudian melepaskan pukulannya kearah lelaki itu.


*Buuggghhh!!


"Kau benar-benar jahat, dasar Iblis!!" serunya sembari terus memukuli lelaki itu hingga ia babak belur.

__ADS_1


"Meskipun kau membunuhku kau tidak akan pernah bisa menyelamatkannya. Jadi bunuh saja aku jika itu bisa membuatku senang. Bahkan Aku akan merasa senang jika bisa mati di tangan dukun sakti seperti dirimu," ucapnya lirih


Aby segera melepaskan lelaki itu dan bergegas pergi meninggalkannya.


"Arrgghhh!!" seru Aby meluapkan amarahnya.


Ia begitu kesal bercampur gusar setelah tahu nasib yang menimpa Wiway. Ia kemudian melepaskan pukulannya kearah pohon rambutan yang ada di depannya hingga tangannya terluka.


***********


Pagi itu Neneng sengaja mengajak Ezza jalan-jalan ke taman.


"Tumben pagi ini Bibi ngajak gue joging ke taman?" tanya pemuda itu


"Sekali-kali Za biar kamu sehat," jawab Neneng kemudian berlari mengitari taman kota.


"Iya juga sih Bi, tapi males juga kalau pagi-pagi buta gini harus keringetan mana gue lupa pakai deodoran lagi, tar cewek-cewek ill feel lagi kalau Deket gue," sahut Ezza mengejarnya


"Emangnya ada cewek yang nolak cowok ganteng seperti mu?" tanya Neneng


"Iya juga sih, wkwkwkwk." sahut Ezza tertawa


Tiba-tiba Neneng menghentikan langkahnya ketika melihat seorang gadis yang berpenampilan sama dengan Wiway.


"Wiway," serunya menghampirinya. Namun ia harus kecewa setelah tahu wanita itu bukan Wiway.


"Kenapa aku begitu bodoh, sudah pasti wanita itu bukan Wiway. Wiway sudah pergi dengan tenang ke alamnya untuk menyelamatkan Ezza, kenapa sedih sekali kisah cinta kalian," ucap Neneng gusar


"Siapa Wiway?" tanya Ezza membuat Neneng terkejut mendengarnya


"Apa kau tidak ingat Wiway?" tanyanya penasaran


"Nama itu memang begitu familiar, tapi memang aku tidak ingat siapa dia. Itulah kenapa aku bertanya padamu Bi. Apalagi setelah mendengar kau berkata dia menyelamatkan aku, aku jadi semakin penasaran dengannya," jawab Ezza


Kau bahkan sengaja membuatnya lupa padamu, begitu besar pengorbanan mu untuknya Wi. Seandainya saja kau adalah manusia aku pasti akan merestui hubungan kalian berdua.


"Kenapa Bibi nangis sih," ucap Ezza membuyarkan lamunan Neneng.


"Eh, gak kok Ezza. Tiba-tiba saja aku teringat mantan Bibi jadi melow gini deh," jawab Neneng mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ezza!" seru Berlin berlari kearahnya.


"Halo Be," jawab Ezza menghampirinya.


"Dasar wanita Iblis, masih berani kau mendatangi Ezza setelah apa yang kau lakukan padanya," cibir Neneng


"Semoga saja Ezza cepat sadar dan mencampakkan nenek sihir itu!" ujar Neneng


"Tidak masalah sayang, asal jangan kau Campakkan cintaku padamu," ucap seorang lelaki membuat Neneng tersipu-sipu.


"Kalau itu tidak pernah terjadi dong sayang, apalagi setelah benih padi yang kau tanam sudah mulai tumbuh," jawabnya membuat Mr. Saragih membelalakkan matanya.


"Apa kau hamil??" tanyanya begitu serius


"Bukan hamil sayang, tapi benih-benih cinta yang kau tanam sudah bermekaran menjadi biji padi yang siap di panen," jawab Neneng


"Apa ini kode supaya aku segera melamar mu?" tanya Saragih


"Ikan Hiu nginjek paku, jadi kapan kamu datang melamar ku?" tanya Neneng


"Ikan Hiu naik kereta, yang pasti secepatnya," sahut Saragih


"Ikan Hiu keselek duren, jangan lama-lama nanti aku di gaet sama duda keren,"


"Ikan hiu naik pedati, jangan dong baby nanti aku bisa mati," jawab Saragih membuat Neneng terkekeh mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2