Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 102. Asal Mula End


__ADS_3

#Cerita ini hanya fiktif belaka, nama tokoh, nama tempat, dan semua yang adegan serta ritual di dalam novel ini adalah murni hasil khayalan author semata. Jika ada kesamaan maka itu hanya kebetulan dan tidak di sengaja.#


Mereka segara keluar dari kediamannya dan melihat apa yang terjadi di gedung persembahan.


"Siapa yang sudah menghancurkan bangun suci itu," Guntur membelalakkan matanya ketika melihat bangunan suci miliknya runtuh


Ia begitu terkejut ketika melihat sosok Ki Parto berdiri di depan bangunan itu bersama Sumi.


"Jadi dia yang melakukan semua ini. Aku tidak menyangka wanita itu benar-benar licik, dia bersekongkol dengan dukun itu untuk menghancurkan aku. Baiklah kalau itu mau kalian jangan salahkan aku jika kalian tidak akan pernah bisa keluar hidup-hidup dari desa ini. Mungkin kau bisa mengalahkan Iblis itu tapi kau belum tentu bisa mengalahkan masa yang begitu banyak yang siap mencabik-cabik tubuhmu karena tersulut emosi." Guntur mengeratkan tangannya dan menarik nafas dalam-dalam.


Ia kemudian membisikkan sesuatu kepada salah satu pengikut setianya.


Lelaki itu mengangguk dan pergi setelah mendengar perintah sang ketua sekte.


Tidak lama kemudian bunyi sirine terdengar membuat semua warga desa itu segera keluar dari kediamannya dan berkumpul di belakang Ki Guntur.


"Genderang perang sudah di tabuh, perang sudah dimulai. Sebagai panji-panji Bumi Loh Jinawi jangan biarkan seorang penghianat mengobrak-abrik bangunan suci milik Yang Mulia Agung. Seseorang pendosa telah merusak rumah suci kita, ia sengaja bersekutu dengan dukun ilmu hitam untuk menghancurkan sekte kita. Jika kalian adalah pengikut setia Yang Mulia agung maka bersiaplah untuk memberikan penghakiman kepada pendosa itu!!" seru Ki Guntur memberikan orasi


"Bunuh Sumi!!" seru yang lainnya


"Bunuh, bunuh!!" seru semua warga desa serentak


"Jangan biarkan kedua pendosa itu keluar hidup-hidup dari desa ini. Sebagai ketua sekte sekaligus tangan kanan Yang Mulia Agung, aku perintahkan kepada kalian semua untuk memberikan penghakiman kepada kedua pendosa itu agar mereka tahu bagaimana pedihnya siksa Neraka itu!" seru Ki Guntur


Para warga segera merangsek maju menyerang Ki Parto dan juga Sumi setelah mendengar ultimatum dari ketua sekte mereka.


"Bagaimana ini Aki?" tanya Sumi ketakutan


"Menyingkirlah, biar aku yang akan menghadapi mereka," tukas Ki Parto


Sumi segera menyingkir dan menjauh dari lelaki itu. Sementara itu Ki Parto segera menggerakkan tangannya kemudian melesatkan pukulannya ke tanah hingga menimbulkan getaran hebat seperti gempa membuat seluruh penduduk terhempas menjauh darinya.


"Aku tidak punya urusan dengan kalian, jadi pergilah dari desa ini jika kalian masih ingin hidup. Aku hanya berurusan dengan ketua sekte kalian jadi pergilah dari sini sebelum aku benar-benar kehilangan kendaliku," tukas Ki Parto


"Jangan dengarkan dukun itu, cepat serang dia dan bunuh keduanya!" seru Ki Guntur


Ki Parto menatap nyalak kearah para warga yang kembali berjalan mendekatinya. Tatapan mata elangnya membuat sebagian warga menciut dan pergi meninggalkan tempat itu.


Namun Ki Guntur segera membunuh setiap orang yang berusaha kabur meninggalkan desa itu membuat semua warga ketakutan dan terpaksa harus melawan Ki Parto.


Melihat sikap arogan Guntur membuat Ki Parto hanya tersenyum kecut menatapnya.


"Sekarang kalian baru sadar seperti apa pemimpin kalian bukan. Dia bukan orang suci seperti yang kalian agung-agungkan selama ini. Dia bahkan tidak lebih dari seorang penipu yang memanfaatkan kebodohan kalian untuk mendapatkan kedigdayaan dan juga keabadian. Kalian boleh tanya pada anggota wanita sekte ini berapa kali mereka di tiduri oleh sang Ketua Sekte," ucap Ki Parto membuat semua anggota sekte menandakan riuh.


Mereka menatap lekat setiap anggota perempuan dan menanyakan kebenaran ucapan Ki Parto.


"Benar yang dikatakan oleh Ki Parto, sekarang aku sudah melahirkan seorang bayi hasil hubungan gelap ku dengan Ki Guntur," ucap Sumi


"Jangan Fitnah Sumi, jika kau punya anak tentu itu adalah anak Yang Mulia Agung bukan anakku," sanggah Ki Guntur


"Jangan dengarkan dua pendosa itu, mereka sengaja ingin memecah belah kita dengan merusak nama baikku. Jadi tunggu apa lagi bunuh mereka berdua!" imbuh Guntur memberikan perintah


Semua pengikut sekte itu langsung berlari menyerang Ki Parto kecuali anggota wanita yang memilih melipir.

__ADS_1


Ki Parto segera melepaskan pukulannya menjatuhkan satu persatu para pengikut sekte Bumi Loh Jinawi.


Lelaki itu begitu begitu lincah sehingga sulit tersentuh oleh lawan-lawannya. Ia meliuk-liukkan badannya menghindari setiap serangan lawannya dan membalas serangan merekam dengan cepat.


Guntur benar-benar tidak percaya dengan keahlian beladiri dukun itu, ia bahkan lebih tercengang lagi ketika lelaki itu menggunakan kekuatan Supranaturalnya untuk menghentikan para petinggi sekte yang menggunakan senjata tajam saat menghadapinya.


Melihat semua pengikutnya berjatuhan Guntur terpaksa harus turun tangan melawan dukun sakti itu.


"Sepertinya kesaktian mu memang sudah tidak diragukan lagi sobat, tapi jangan harap kau bisa mengalahkan aku," tukas Guntur menghampiri Ki Parto


"Kita lihat saja siapa yang lebih unggul," sahut Ki Parto


Guntur segera melepaskan jubahnya dan memasang kuda-kuda bersiap menyerang Ki Parto.


Keduanya kemudian saling serang, hingga pertarungan sengitpun berlangsung.


Guntur menggunakan semua kesaktiannya untuk melawan Ki Parto.


Ki Parto berhasil menyarangkan pukulannya tepat mengenai ulu hati Guntur membuat lelaki itu jatuh terjungkal ke belakang.


"Orang seperti dirimu harus di musnahkan dari dunia ini agar tidak ada lagi korban lain yang berjatuhan lagi," tukas Ki Parto kemudian mengambil keris saktinya dan menusuk jantung lelaki itu.


"Kau tidak akan pernah bisa mengalahkan aku," ucap Guntur menyeringai


Darah segera keluar dari mulut lelaki itu sebelum ia tumbang ke tanah.


"Syukurlah Akhirnya dia tewas juga," tukas Sumi lega


Baru beberapa langkah para penduduk desa meninggalkan tempat itu, tiba-tiba tubuh Guntur yang sudah mati bangkit lagi dan langsung menyerangnya setiap warga yang akan meninggalkan tempat itu.


Lelaki itu seperti sesosok Iblis yang haus akan darah ia menggigit setiap orang dan menjilati darahnya.


Ki Parto yang belum jauh meninggalkan tempat itu, begitu terkejut melihat Guntur yang kembali hidup dan membunuh satu persatu para pengikutnya.


"Apa itu ilmu hitam yang ia dapatkan setelah memberikan tumbal kepada iblis yang disembahnya." ucap Ki Parto sambil terus mengamati gerak-gerik Guntur.


Sumi segera menarik lengan lelaki itu ketika ia hendak menghampiri Guntur yang membabi-buta menyerang para pengikutnya.


"Jangan pergi, terlalu berbahaya jika kau melawannya sekarang. Sepertinya Guntur memang tidak bisa mati karena ilmu hitam yang dianutnya. Lebih baik kita cari aman dengan meninggalkan teman ini," tukas Sumi menariknya pergi


"Tidak ada satupun manusia yang bisa hidup abadi didunia ini, meskipun Ia memiliki ilmu hitam tingkat tinggi. Karena keabadian itu hanya milik Tuhan. Aku harus menghentikan Guntur dan menyelamatkan nyawa orang-orang tak berdosa itu sebelum semakin banyak korban berjatuhan. Jika kau ingin pergi dari sini, maka pergi saja duluan. Aku akan menyusulmu nanti setelah berhasil menyingkirkan Guntur dari muka bumi ini," tandas Ki Parto


"Bagaimana jika kau tewas di tangannya?" tanya Sumi


"Hidup mati manusia sudah digariskan oleh Tuhan, kapanpun aku bisa saja mati. Karena mati itu hanya soal menunggu waktu saja. Semua orang pasti akan mati, jika memang aku ditakdirkan mati di tangan Guntur aku tidak keberatan," jawab Ki Parto kemudian melepaskan tangan Sumi


"Berjanjilah padaku jika kau akan menyusulmu setelah mengalahkan Guntur," tukas Sumi


"Tentu saja aku pasti akan menyusulmu jika aku sudah mengalahkan Guntur, aku harus mengembalikan bayimu bukan jadi jangan khawatir," jawab Ki Parto


"Bukan itu Aki, aku ingin kau,_" wanita itu tidak melanjutkan ucapannya dan hanya mencium bibir lelaki itu.


"Semoga kau tahu apa maksudku," ucap Sumi kemudian meninggalkannya.

__ADS_1


Parto masih terdiam, "Wanita memang sudah di tebak," lelaki itu menyunggingkan senyumnya kemudian bergegas menghampiri Guntur.


Ia segera menyeret lelaki itu kemudian menghempaskan ke tanah.


Guntur menyeringai dan mulai merayap seperti seekor ular. Ki Parto mengambil kerisnya dan berusaha menusukkan benda pusakanya ke bagian vital lelaki itu. Namun Guntur yang sekarang lebih beringas dan bengis hingga membuat Parto kewalahan menghadapinya.


Beberapa kali ia sempat terkena serangan mematikan Guntur.


"Jika Iblis itu bisa mati dengan ajian pelebur Sukma maka aku yakin dia juga bisa mati dengan ajian itu," Parto segera menggerakkan tangannya.


Lelaki itu mengumpulkan segenap kekuatannya. Setelah merasa energinya sudah penuh ia kemudian melesat menghantamkan pukulan mematikannya keatas kepala Guntur membuat sang ketua Sekte itu berteriak histeris saat sebuah kekuatan maha dahsyat melebur tubuhnya hingga menjadi debu.


***********


Setelah kematian Guntur Ki Parto mengambil beberapa buku-buku kuno milik Guntur dan mempelajarinya.


"Ternyata benar dugaan ku, ia sengaja bersekutu dengan iblis dan memberikan tumbal manusia kepadanya untuk mendapatkan ilmu hitam yang akan membuatnya bangkit dari kematian. Tapi bagaimana bisa dia mati hanya dengan ajian pelebur Sukma??" lelaki itu terus membaca buku itu untuk memuaskan rasa penasarannya.


"Sepertinya Guntur belum berhasil menguasai ilmu itu, karena seharusnya dia akan tetap hidup selama Tumbalnya masih menjadi sosok Wewe Gombel. Tunggu....apa dia gagal karena menodai Tumbalnya sebelum ia persembahkan kepada sang Iblis???"


"Sayang, sebaiknya kamu tidur. Sudah seharian kamu membaca buku-buku itu sampai lupa makan dan tidur." ucap Sumi menghampiri Ki Parto


"Kenapa kau datang ke mari?" tanya Ki Parto


"Karena aku merindukanmu sayang," ucap Sumi langsung memeluknya.


"Maaf Sumi," ucap Ki Parto kemudian melepaskan pelukan wanita itu dan pergi meninggalkannya.


"Kenapa kau selalu mengacuhkan aku padahal kau tahu aku begitu menyayangimu. Baiklah sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan cintamu. Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan dirimu,"


Merasa selalu diabaikan oleh Ki Parto diam-diam Sumi memakai susuk pemikat untuk menjerat lelaki itu. Ia bahkan menggunakan guna-guna untuk mendapatkan cinta lelaki itu.


Sumi Akhirnya bisa mendapatkan Parto dan menguasai pikiran lelaki itu.


Ia selalu melakukan apapun perintah Sumi termasuk memintanya mempelajari ilmu hitam Ki Guntur.


"Aku tidak mau mempelajari ilmu itu, aku tidak berani menanggung resikonya. Itu terlalu berbahaya," jawab Ki Parto


"Tapi sayang, dengan ilmu itu kau bisa hidup abadi dan selamanya kita tak akan pernah terpisahkan."


"Lalu siapa yang akan kau tumbalkan untuk mendapatkan ilmu itu?" tanya Ki Parto


"Kenapa kau tidak memakai pasien mu saja, bukankah tumbal itu tidak harus orang hidup. Kita bisa menggunakan mayat Fatimah sebagai tumbalnya. Lagipula suaminya sendiri yang meminta bantuan kita untuk menyingkirkan arwah istrinya yang selalu menerornya bukan. Jadi sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Kau bisa membebaskan pasangan itu dari gangguan arwah penasaran Fatimah dan kau juga bisa mendapatkan ilmu kedigdayaan dengan mengorbankan mayat Fatimah. Lagipula dia belum lama meninggal dan dia juga tidak memiliki anak semasa hidupnya, bukan itu sudah memenuhi kriteria untuk di jadikan sebagai tumbal?" bujuk Sumi


"Tapi...aku tidak tega membuatnya menderita setelah mati," jawab Ki Parto


"Siapa bilang dia akan menderita setelah menjadi Wewe Gombel, justru ia akan mendapatkan kebahagiaan karena diberikan kesempatan kedua yang jarang diberikan kepada orang lain," Sumi begitu gigih merayu Ki Parto hingga akhirnya lelaki itu menyetujui keinginannya.


*Flashback off


Alhamdulillah sudah jelas kan sekarang kenapa Wiway jadi Wewe Gombel dan siapa Nyai Sumi dan kenapa ia tidak membiarkan Ki Parto mati.


Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan cara kasih like komen dan favoritkan novel ini. love you all 😘😘.

__ADS_1


__ADS_2