Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 98. Asal Mula


__ADS_3

#Cerita ini hanya fiktif belaka, nama tokoh, nama tempat, dan semua yang adegan serta ritual di dalam novel ini adalah murni hasil khayalan author semata. Jika ada kesamaan maka itu hanya kebetulan dan tidak di sengaja.#


*Flashback!!!


"Ada yang bisa saya bantu??" tanya seorang lelaki ketika seorang wanita muda mendatanginya dengan wajah gusar.


"Apa Aki bisa membantuku menjadi Cantik?" tanya wanita itu berkaca-kaca


"Tentu saja, kau tinggal pilih saja pakai susuk yang mana. Semuanya sesuai harganya," jawab lelaki itu kemudian menunjukkan sebuah booklet pada wanita itu.


"Apa ada susuk yang bisa membuat wanita cantik dan abadi Aki?" tanya wanita itu


"Tentu saja tidak ada, karena di dunia ini tidak ada yang abadi, kecuali Iblis dan pengikutnya yang kekal sampai hari kiamat tiba." jawab Ki Parto.


"Kalau begitu aku ingin jadi pengikut Iblis," jawab Sumi membuat Ki Parto langsung menyunggingkan senyumnya


"Hampir semua orang akan menjawab seperti itu, tapi apa kau sanggup dengan segala. amalan dan pantang yang harus kau lakukan?" tanya lelaki itu lagi.


"Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi. Aku sudah muak dengan semuanya, aku muak dengan wajah jelekku yang membuat semua orang membenci dan mencemooh ku. Aku benci keluarga hidup miskin dan kekurangan. Aku sudah tidak tahan menjadi orang lemah yang selalu di tindas dimanapun aku berada. Aku yakin dengan menjadi pengabdi Iblis aku bisa mendapatkan segalanya, harta, tahta, kecantikan, kekuatan dan juga keabadian," jawab Sumi


"Tapi ini bukan susuk melainkan ilmu hitam, atau lebih tepatnya kau harus mengikuti sekte tertentu untuk mendapatkan ilmu itu," Jawab. Ki Parto


"Apa Aki tidak bisa membantu saya mendapatkan ilmu itu??"


"Aku hanya bisa mengantarkan mu pada ketua sekte itu, karena aku sendiri tidak pernah berani mengikuti aliran sesat mereka. Walaupun aku seorang paranormal tapi aku masih memiliki batasan-batasan tertentu untuk mendapatkan ilmu hitam. Karena aku paham betul resiko yang harus aku tanggung sebagai penganut sekte aliran sesat. Untuk itulah sebelum kau mengambil langkah terlalu jauh lebih baik kau jangan tergoda dengan semua kenikmatan yang ditawarkan oleh Iblis, karena sekali kau terjerat kau tidak akan bisa keluar dari tempat itu." nasihat Ki Parto


"Tekadku sudah bulat Aki, aku rela melakukan apapun demi mendapatkan semua yang aku inginkan termasuk mengorbankan apapun yang aku miliki," jawab Sumi mantap


"Baiklah kalau itu sudah menjadi kemauan mu. Aku hanya bisa memperkenalkanmu dan mengantarkan dirimu ke tempat ketua aliran sesat itu tapi aku tidak mau terlibat jika terjadi sesuatu padamu di kemudian hari," ucap Ki Parto


"Aki tidak perlu khawatir dengan saya karena aku sudah memperhitungkan masak-masak semua resikonya."


Hari berikutnya Sumi datang lagi ke kediaman Ki Parto lelaki itu kemudian mengantarnya menuju ke sebuah desa terpencil.


Setibanya di desa itu, keduanya segera turun dari mobilnya dan melewati jalan yang becek dipenuhi rerimbunan ilalang dan rumput liar.


Desa itu hanya di huni oleh beberapa keluarga saja, letak desa yang jauh dari pusat kota membuatnya terisolasi sehingga jalanan di sana masih belum beraspal. Rumah-rumah penduduk juga hanya terbuat dari papan sederhana. Tak ada rumah mewah di sana. Penduduknya pun hanya beberapa orang saja. Tidak salah jika Desa itu begitu sepi dan terisolir.


Ki Parto menghentikan motornya di depan sebuah rumah yang terlihat paling besar dari rumah-rumah yang lainnya.


*Tok, tok, tok!!!


"Kulonuwun!!!"


"Monggo!!" seorang lelaki muda dengan memakai baju khas jawa keluar dari dalam rumah.


"Ada yang bisa saya bantu?" sapanya ramah


"Ada yang ingin bertemu dengan anda Aki," jawab Ki Parto


"Kalau begitu mari masuk kedalam, kita bicarakan semuanya di dalam sambil ngopi," jawabnya santai


Seorang wanita tua datang menyuguhkan kopi dan jagung rebus untuk menyuguhi tamunya.


"Monggo silakan di minum dulu kopinya,"


"Terimakasih Ibu,"


Ki Parto kemudian menyeruput kopi hitam di depannya.


"Jadi siapa yang ingin bertemu denganku Aki?" tanya sang pemilik rumah.


"Saya Aki," jawab Sumi memberanikan diri


"Siapa namamu cah ayu, dan kenapa kau ingin menemuiku?" tanya lelaki itu dengan senyum khasnya


"Saya Sumi, saya ingin bertemu dengan anda karena saya ingin bergabung menjadi pengikut sekte Bumi Loh Jinawi," jawab Sumi.


Lelaki itu hanya menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan Sumi


"Apa yang kau tahu tentang Sekte Bumi Loh Jinawi?" tanya lelaki itu kemudian menyalakan rokoknya


"Aku sudah tahu semuanya, baik dari ensiklopedia online ataupun dari penjelasan Ki Parto," jawab wanita itu


"Apa kau sudah tahu syarat menjadi anggota sekte kami dan apa saja yang harus kau lakukan untuk menjadi abdi setia sekte kami?" tanya lagi


"Tentu saja saya sudah tahu semuanya, bahkan aku tahu akibatnya jika aku melanggar aturan sekte atau berniat meninggalkan sekte ini," jawab Sumi


"Syukurlah kalau kau sudah tahu semuanya, jadi aku tidak perlu lagi menjelaskannya padamu," jawab lelaki itu.

__ADS_1


Lelaki itu kemudian memberikan sebuah zirah kepada Sumi.


"Mulai sekarang kau sudah resmi sebagai warga Bumi Loh Jinawi, datanglah besok malam untuk mengikuti ritual peresmian dirimu sebagai anggota baru Sekte kami." ucap lelaki itu


"Baik Aki," jawab Sumi


Malam yang ditunggu-tunggu pun datang, Sumi memakai zirah pemberian pemimpin sekte berjalan menuju lokasi ritual.


Kali ini ia datang sendirian, seorang anggota sekte sudah menyambutnya di depan pintu masuk. Ia kemudian mengajak Sumi masuk kedalam sebuah bangunan yang di sebut Devils tower.


Sekilas tempat itu seperti tempat peribadatan sekte Bumi Loh. Di dalamnya terlihat banyak patung-patung Iblis dan juga relief iblis yang menghiasi tembok bangunan itu.


Sumi berjalan perlahan sembari memandangi sekeliling ruangan itu. Ia juga menatap lekat kearah para pengikut sekte yang menatapnya bengis.


Guntur sang ketua Sekte langsung menyambutnya, ia menggandeng Sumi dan mendudukkannya di sebuah kursi yang sudah dipersiapkan untuknya.


Ia duduk di tengah-tengah menghadap sang ketua sekte dan para anggota sekte lainnya duduk di belakangnya.


"Lima menit lagi yang mulia," ucap salah seorang anggota sekte.


"Baiklah, segera bawa masuk tumbal yang akan dipersembahkan hari ini," ucap Guntur.


"Baik," tidak lama dua orang datang membawa sebuah peti jenazah dan meletakkannya tepat di depan Sumi.


Guntur segera memulai orasinya sebelum ritual persembahan tumbal untuk Iblis dilakukan.


"Sebagai penganut Sekte yang taat kalian harus tahu jika kita harus memberikan sebuah tumbal kepada Iblis yang Agung agar kita mendapatkan umur yang panjang seperti beliau. Dan perlu kalian ingat jika siapapun yang mendapatkan titah dari Iblis untuk menjadi pengantinnya harus bersedia mengorbankan nyawanya untuk Sang Iblis," ucapnya lirih


"Hari ini siapakah yang akan menjadi pengantin terpilih itu?" tanya Guntur


Semua anggota sekte terdiam tak ada yang berani bersuara satupun. Hanya wajah ketakutan yang tampak terlihat pada diri mereka.


"Kalian yang terpilih sebagai pengantin Iblis harusnya merasa bangga karena bisa menjadi Ratu Iblis dan mendapatkan kebahagiaan yang kekal bersamanya di Nirwana." imbuhnya.


Seorang wanita muda terlihat gemetar berjalan pelan meninggalkan barisannya.


Semburat ketakutan tersirat jelas dari wajah pucatnya.


"Apakah kau pengantin terpilih itu?" tanya Guntur dengan senyum mengembang.


Wanita itu hanya mengangguk sedih.


Dua orang pria kemudian membawa wanita itu keluar dari tempat ritual.


Tepat pukul dua belas tengah malam ritualpun dimulai.


Guntur mulai membangkitkan sesosok mayat perempuan, setelah mayat itu bangun, lelaki itu segera menancapkan paku di kepalanya hingga seketika ia berubah menjadi sosok wanita cantik dan jatuh terkulai di lantai.


Ia kemudian segera menyayat bagian tubuh wanita itu hingga darah segar mengucur dari tubuhnya. Seseorang dengan sigap segera menaruh sebuah tempurung kelapa untuk menampung darah yang keluar dari tubuh wanita itu.


Setelah tempurung kelapa itu sudah terisi penuh ia memberikannya kepada Guntur.


"Sekarang minumlah," ucap Guntur memberikan darah itu kepada Sumi


Semi segera meneguk darah itu sembari menahan nafas agar tidak memuntahkan cairan merah itu.


Ia kemudian memberikan tempurung kelapa itu kepada Guntur setelah menghabiskan semua darah itu.


"Setalah meminum darah Wewe Gombel kau akan menjadi cantik, seperti yang kau inginkan." lelaki itu kemudian kembali menghampiri sosok wanita yang tergeletak di lantai dan mengiris dan kembali menyayat bagian tubuhnya.


Ia kemudian memberikan potongan kecil tubuh wanita itu dan memberikannya kepada Sumi.


"Dengan ini kau akan menjadi awet muda dan hidup abadi, jangan potong sedikit demi sedikit dan jahit di bagian anggota tubuh kamu yang ingin terlihat menarik atau menonjol," imbuhnya


"Baik Aki," ucap Sumi menerima potongan daging mayat darinya.


"Bawa dan antar mayat itu ke ke bukit Gombel," tukas Guntur.


"Baik Guru,"


Dua orang lelaki segera memasukkan jasad mayat wanita itu kedalam peti dan membawanya keluar dari ruangan itu.


Sumi begitu merinding saat mencoba memotong-moyong potongan daging itu menjadi kecil-kecil dan kemudian menempelkan pada anggota tubuhnya. Dengan perlahan dan hati-hati ia menjahitnya untuk menyatukan potongan daging itu dengan tubuhnya. Ia berusaha untuk tidak memperlihatkan ketakutannya saat melakukan ritual itu agar, meskipun dalam hatinya ia begitu tersiksa dan tidak ingin melanjutkan ritual itu.


Bagaimana bisa dia membangkitkan orang yang sudah mati dan menjadikannya hidup kembali, tapi kenapa setelah mayat itu hidup lagi dia justru membawanya ke bukit Gombel.


"Karena di sanalah surga bagi para Pengantin terpilih, disana mereka akan hidup bahagia dan kekal hingga hari kiamat tiba,"


Tidak lama dua orang wanita itu kembali membawa seorang wanita yang terpilih menjadi pengantin.

__ADS_1


Ia kembali setelah di dandani layaknya seperti seorang pengantin yang akan menikah.


Melihat pengantin itu berurai air mata Guntur lalu menghampirinya. Ia mengusap lembut air matanya.


"Jangan bersedih sayang karena hari ini kau akan bertemu dengan yang mulia Agung, dan kau akan hidup bahagia sebagai Ratunya," ucap Guntur lirih


"Tapi aku sedang hamil," ucap wanita itu menatapnya lekat


"Justru ia sengaja memilih wanita yang hamil untuk menjadi Ratunya, karena anakmu kelak akan lahir di sana dan menjadi penerus Iblis yang Agung,"


"Bagaimana jika anak ku tetap hidup," jawab wanita itu mengusap perutnya


"Aku akan merawatnya seperti anakku sendiri, jadi jangan khawatir sekarang masuklah kedalam ruang kesucian," Guntur kemudian membawa wanita itu menuju ke sebuah ruangan khusus.


Tidak lama ia kembali ke ruang persembahan dan memulai kembali khutbahnya.


Ia kemudian menyanyikan sebuah Kidung Rohani untuk mengiringi khutbahnya


*Drap, drap, drap!!


Tiba-tiba ruangan itu berguncang seakan terjadi gempa membuat para penganut Sekte ketakutan.


"Yang Mulia Agung sudah datang untuk menjemput pengantinnya, jadi kalian boleh kembali ke rumah kalian dan beristirahat. Jangan lupa segera tidur dan jangan ada yang keluar karena malam ini adalah malam istimewa bagi Yang Mulia Agung. Malam ini dia ingin menjamu Ratu Barunya jadi jangan merusak malam indahnya dengan berkeluyuran tengah malam. Matikan semua lampu di rumah kalian dan biarkan cahaya rembulan saja yang menjadi pelita desa ini," ucap Guntur


"Jangan lupa dengarkan kidung yang aku berikan kepada kalian saat kalian tidur, jangan pernah dengarkan suara-suara gaib yang mencoba kekhusukan ibadah kalian. Jangan pernah membuka pintu untuk siapapun meskipun ada suara orang minta tolong karena itu adalah ujian dari sang Iblis untuk mengetahui apakah kalian beribadah dengan khusuk atau hanya main-main. Jika kalian bisa melakukan ibadah dengan khusuk malam ini maka nikmatilah pemberian Yang Mulia Agung esok harinya," imbuh Guntur menyeringai


Setelah mendengar ucapan sang ketua sekte mereka segera berhamburan keluar dan kembali ke rumah masing-masing.


"Sekarang kau juga harus kembali ke rumahmu," ucap Guntur menghampiri Sumi.


"Tapi rumahku jauh dari tempat ini, atau lebih tepatnya saya tinggal di kota yang berbeda. Bolehkah saya menginap di rumah warga malam ini saja?" tanya Sumi


"Sebagai anggota baru Sekte kami memang seharusnya kau bermalam di sini, karena yang mulia Agung juga akan menjamu dirimu malam ini," Guntur kemudian mengantar Sumi ke sebuah pondok kecil yang tidak jauh dari tempat ritual.


"Beristirahatlah di sini, jangan lupa mandi dulu dan bersoleklah sebelum kamu tidur. Ingat...


malam ini Yang Mulia Agung akan menjamu jadi jangan pernah menolak apapun yang ia inginkan darimu," bisik lelaki itu kemudian meninggalkannya.


Sumi segera menutup pintu rumah itu dan menguncinya. Ia kemudian menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang penuh dengan darah.


Wanita itu kemudian memompa air dari sumur dan menampungnya di sebuah bak. Setelah penuh ia kemudian menyiram tubuhnya dan membersihkannya.


Rasa perih membuat wanita itu meringis kesakitan.


*Dor, dor, dor!!


"Buka pintu, buka!!!" seru seorang wanita berusaha menggedor setiap pintu rumah warga.


"Tolooong!!!!" serunya sembari terus berlari menyelamatkan diri


"Tolong aku, buka pintunya!!!"


Seorang lelaki menyeringai menatap wanita itu yang begitu ketakutan melihatnya.


*Buuggghhh!!


Wanita itu terjatuh, membuat lelaki itu tertawa terbahak-bahak.


"Kau tidak boleh lari pengantinku!!"


Wanita itu mengusap perutnya, "Walaupun aku tahu tidak akan ada yang menolong kita tapi aku akan berusaha sekuat tenaga menolong mu, aku ingin kau tetap hidup meskipun aku harus mati," ia mengusap air matanya dan kembali berlari menyelamatkan diri dari kejaran lelaki itu.


*Dor, dor, dor!!!


Sumi begitu terkejut ketika seseorang menggedor pintu rumahnya.


"Apakah dia sudah datang??" ia segera beranjak dari ranjangnya dan bergegas keluar untuk membukakan pintu.


"Tolong aku!!"


Hampir saja bola mata Sumi keluar saat ia melihat sang pengantin Iblis tewas di depan matanya.


*******


Di chapter ini author mencoba menceritakan awal mula kenapa Ki Parto Parto menjadikan Wiway sebagai Wewe Gombel. Di part ini para pembaca akan tahu siapa NYI Sumi itu.


Jangan lupa ya dukung Author dengan kasih like komentar dan favoritkan novel ini. Terimakasih sudah setia menunggu up CALL ME WIWAY.


salam sayang dari Zahra 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2