
#Cerita ini hanya fiktif belaka, nama tokoh, nama tempat, dan semua yang adegan serta ritual di dalam novel ini adalah murni hasil khayalan author semata. Jika ada kesamaan maka itu hanya kebetulan dan tidak di sengaja.#
Ki Parto terlihat begitu sibuk mencari artikel tentang berbagai macam ilmu hitam.
Lelaki itu masih terngiang-ngiang ucapan Sumi yang menyebutkan bagaimana aliran Sekte Bumi Loh Jinawi merubah mayat menjadi Wewe Gombel.
Senyumnya mengembang ketika ia mendapatkan apa yang ia cari dalam web ensiklopedia online.
"Cih, hanya tumbal. Jadi dia sengaja mencauri tumbal untuk menambah kesaktiannya. Dasar brengsek,"
Parto kemudian bergegas menuju ruang persemediannya. Ia segera duduk bersila dan memejamkan matanya.
********
🎶Ana kidung rumekso ing wengi, Teguh hayu luputa ing lara luputa bilahi kabeh, jim setan datan purun, paneluhan tan ana wani, niwah panggawe ala, gunaning wong luput, geni atemahan tirta, maling adoh tan ana ngarah ing mami, guna duduk pan sirno🎶
Suara merdu lantunan Kidung sayup-sayup membuat Sumi perlahan membuka matanya.
Tidak lama kemudian Sumi terbangun, wanita itu begitu terkejut ketika mendapati dirinya berada di ruang persembahan dengan Kondisi sudah terikat diatas kursi.
Matanya menatap nanar semua anggota sekte yang duduk dihadapannya, sementara itu Guntur masih khusuk berkidung memanggil Sang Iblis untuk menjemput pengantinnya.
"Sial, bajingan itu sengaja mempercepat hari persembahan," umpatnya sembari berusaha membuka ikatan tangannya.
Ya Tuhan, aku mohon kirimkanlah seseorang untuk menyelamatkan diriku, aku belum bisa mati sebelum mengungkapkan kejahatan lelaki bejat itu.
Guntur kemudian beranjak dari duduknya dan berdiri menatap Sumi yang sudah sadarkan diri.
"Lima menit lagi Guru!" seru seorang Lelaki memberikan aba-aba kepada Ki Guntur untuk segera memulai ritualnya.
"Baik,' jawab Guntur lirih
Lelaki itu kemudian berjalan menghampiri Sumi di kursi pesakitan.
Ia mengusap lembut wajah wanita itu kemudian mendongak wajahnya.
"Seandainya saja kau tidak bertingkah tadi, aku pasti tidak akan membunuhmu seperti ini. Tapi karena kau begitu lancang padaku maka aku terpaksa harus menyingkirkan dirimu. Jadi bersiaplah untuk mati dan membusuk di Neraka sayang," bisik Guntur menyeringai.
*Deer, Deer, deer!!!
"Dia sudah datang, selamat menikmati malam pengantin mu dengan suami iblis mu S" Guntur segera bergegas meninggalkan wanita itu begitupun dengan para anggota sekte lainnya.
"Tolooong!!" seru Sumi ketakutan
Wajahnya semakin memucat Ketika melihat sosok tinggi besar berjalan kearahnya.
*Deer, Der!!
__ADS_1
Sumi menatap lekat mahluk gaib itu.
"Siapapun dirimu, aku tidak akan pernah Sudi menjadi pengantin mu," Sumi terus berusaha membuka ikatan tangannya.
"Yes," Sumi menyunggingkan senyumnya ketika ia berhasil melepaskan ikatannya.
Ia segera beranjak dari kursinya dan melarikan diri.
*Grep!
Mahluk itu tidak tinggal diam, ia segera menjambak rambut Sumi dan melempar wanita itu hingga menghantam kursi-kursi yang ada di ruangan itu.
"Arrgghhh!!
Sumi meringis menahan sakit, sementara' mahluk itu kembali menghampirinya dan kali ini sebuah pukulan keras mengenai wajah wanita itu.
Darah segar mengalir dari bibirnya.
Kini Mahluk itu kembali menyerangnya, kuku-kukunya yang tajam siap untuk di hunuskan ke jantung Sumi.
Sumi hanya menangis ketakutan melihat mahluk itu akan mengakhiri hidupnya.
"Tolong, ampuni aku!" seru Sumi bersimpuh di kaki sang Iblis
"Aku akan melakukan apapun yang kau minta, tapi tolong jangan bunuh aku!"
*Jrasshh!!
Sebuah kilatan jingga melesat menghantam tubuh mahluk itu.
Mahluk itu kemudian mengerang kesakitan dan menoleh kearah sosok pria yang menyerang nya.
Ia menyeringai dan segera berlari menyerang Ki Parto yang masih berdiri di depan pintu masuk ruangan itu.
Ki Parto menatap nyalak Iblis itu dan mengepalkan tangannya.
Lelaki itu kemudian melesat secepat kilat dan menghantamkan pukulan mautnya tepat mengenai ulu hati sang Iblis.
*Buuggghhh!!
Mahluk itu terhempas menghantam dinding bangunan hingga tempat itu bergetar hebat.
Parto tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia kembali melompat dan menusuk kepala mahluk itu menggunakan keris saktinya.
*Aarrgghhh!!
Rasa sakit membuat mahluk itu semakin geram dan langsung bmelepaskan tinjunya kearah Parto. Lelaki itu seketika terpelanting menghantam langit-langit ruangan itu.
__ADS_1
Parto segera mengatur keseimbangan dirinya agar tidak jatuh, ia kemudian melompat sembari melepaskan pukulan keduanya kearah sang Iblis.
Namun pukulannya gagal karena mahluk itu segera menghindar dari serangannya. Alih-alih menghindar pukulan maut Ki Parto mahluk itu justru menyerangnya dengan dengan kukunya yang tajam
*Aarrgghhh!!
Mahluk itu berhasil merobek dada Ki Parto hingga membuat sang dukun mengerang kesakitan saat kuku-kukunya yang tajam menyayat tubuhnya.
Ia segera mengikut mahluk itu dan memegangi dadanya.
Darah segar mengucur deras dari lukanya membuat lelaki itu langsung merobek bajunya dan mengikat lukanya.
"Aku tidak punya banyak waktu lagi, sepertinya aku harus menggunakan jurus pamungkas untuk menghabiskannya atau aku akan mati di tangannya,"
Ki Parto segera merentangkan tangannya dan menggerakkannya seperti seorang yang sedang menari.
Gerakannya yang gemulai semakin lama semakin cepat. Sebuah aliran tenaga dalam mulai mengisi raganya, tangannya kini membesar dan siap melepaskannya tinju mautnya.
Ki Parto menatap lekat sang Iblis dan segera berlari kearah melepaskan jurus pamungkasnya.
Tubuhnya melesat keatas dan ia kemudian menukik sembari melepaskan tinjunya kearahrah mahluk itu.
Pukulannya tepat mengenai kepala sang Iblis dan seketika tubuh mahluk itu hancur berkeping-keping menjadi serpihan debu.
*Duaaarr!!
Tempat itu berguncang hebat setelah Ki Parto berhasil melepaskan pukulannya kearah mahluk itu.
Sebuah cahaya terpancar dari Bangunan itu sebelum meluluh lantakkan bangunan megah itu.
*Duaaarrr!!!
Ki Parto segera menyambar tubuh Sumi yang terhempas setelah terkena gelombang kekuatan maha dahsyat ajian pelebur Sukma miliknya.
Guntur dan para pengikutnya segera keluar dari kediamannya ketika merasakan goncangan hebat di kediamannya.
Mereka segara keluar dari kediamannya dan melihat apa yang terjadi di gedung persembahan.
"Siapa yang sudah menghancurkan bangun suci itu," Guntur membelalakkan matanya ketika melihat bangunan suci miliknya runtuh
Ia begitu terkejut ketika melihat sosok Ki Parto berdiri di depan bangunan itu bersama Sumi.
"Jadi dia yang melakukan semua ini. Aku tidak menyangka wanita itu benar-benar licik, dia bersekongkol dengan dukun itu untuk menghancurkan aku. Baiklah kalau itu mau kalian jangan salahkan aku jika kalian tidak akan pernah bisa keluar hidup-hidup dari desa ini. Mungkin kau bisa mengalahkan Iblis itu tapi kau belum tentu bisa mengalahkan masa yang begitu banyak yang siap mencabik-cabik tubuhmu karena tersulut emosi." Guntur mengeratkan tangannya dan menarik nafas dalam-dalam.
To be continued.
Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan cara kasih like komen dan favoritkan novel ini. Love you all 😘😘.
__ADS_1