Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 39. Galau


__ADS_3

"Lalu kenapa aku berubah menjadi manusia lagi meskipun paku bumi itu sudah lepas dari kepalaku?"


"Itu karena energi dari diri Ezza. Rasa cinta dan kasih sayangnya adalah energi yang membantu mu tetap menjadi manusia seperti saat ini. Tapi semakin lama Ezza berada di dekatmu ia akan kehilangan energi positifnya karena tersedot kedalam tubuhmu. Ia akan menjadi sakit-sakitan dan tidak lama kemudian ia bisa meninggal," jawab Aby membuat Wiway langsung jatuh lemas ke lantai.


Aby segera membantunya berdiri, "Apa yang kau katakan itu benar?" tanya Wiway


"Tentu saja, aku juga baru tahu setelah aku mencari tahu tentang dirimu dan bertanya kepada guruku," sahut Aby


"Benarkah Ezza akan meninggal karena aku?" tanyanya gusar


"Setiap manusia yang sedang kasmaran pasti akan lebih banyak mengeluarkan energi positif. Tidak peduli dia jatuh cinta dengan sesama manusia atau mahluk lain. Bangsa Jin, setan atau siluman adalah mahluk yang memiliki energi negatif lebih banyak, seperti sebuah magnet energi positif dan negatif manusia dan mahluk astral akan saling tarik menarik saat keduanya bersama. Yang lebih kuat yang akan menyerap energi itu dari salah satu mereka. Jika manusia yang menang maka ia akan menjadi manusia yang tamak dan berhati jahat, sebaliknya jika bangsa Lelembut yang menang maka energi positif manusia akan membuatnya semakin kuat, dan memperpanjang usianya. Sisi negatifnya baik manusia ataupun mahluk gaib yang kalah akan menjadi lemah. Karena energi mereka yang terus menghilang membuat ketahanan tubuhnya menjadi melemah. Manusia akan mengalami sakit-sakitan yang bisa membuatnya meninggal. Begitupun dengan mahluk halus mereka akan mengalami hal yang sama dengan manusia." papar Aby


"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Wiway


"Sebaiknya kau jangan banyak bertanya dulu. Nanti aku akan menjelaskannya lagi setelah kondisi mu membaik,"


Aby kemudian memapah Wiway menuju kliniknya. Setibanya di klinik ia segera membaringkan tubuhnya keatas brankar pasien dan menyuruh gadis itu untuk istirahat.


"Istirahatlah, aku akan membuatkan sesuatu yang akan mengembalikan stamina tubuhmu," Aby segera menyelimutinya kemudian pergi meninggalkannya.


Lelaki itu kemudian memasang pagar gaib sebelum ia meninggalkan Wiway sendirian di klinik.


Semoga dengan kejadian ini bisa menyadarkan mu Wi,


*********


*Tok, tok, tok


Neneng segera bergegas keluar membuka pintu rumahnya. Wanita itu terkejut ketika melihat Ezza pulang bersama Berlin.


"Halo Tante?" sapa Berlin ramah


"Siapa dia?" tanya Neneng menatap gadis itu sinis


"Dia Berlin teman kecil Ezza Bi,"


"Terus Wiway dimana?" tanyanya lagi


"Wiway sudah balik kampung Tante. Dia mungkin tidak akan pernah kembali lagi ke Jakarta,"

__ADS_1


"Kenapa bisa begitu?" tanya Neneng


"Jangan tanya alasan kenapa karena aku juga tidak tahu," jawab Ezza kemudian Segera masuk kedalam.


Lelaki itu kemudian merebahkan tubuhnya ke Sofa ruang tamu. Neneng terus menatap lekat keponakannya itu, wanita itu seperti tahu apa yang sedang dialami Ezza.


"Sebaiknya kau segera pulang dan biarkan Ezza istirahat," ucap Neneng membuat Berlin sedikit kecewa.


"Baik Tante, kalau begitu aku pamit ya sayang." ucap Berlin kemudian bergegas meninggalkan rumah itu.


"Apa kalian bertengkar, sehingga kau terlihat kacau begini?" selidik Neneng


Ezza hanya menggelengkan kepalanya.


"Apa Wiway mencampakkan mu?" tanya Neneng lagi


"Lebih tepatnya aku yang mencampakkannya," jawab Ezza kemudian bergegas menuju kamarnya.


"Setiap masalah bisa diselesaikan baik-baik tanpa harus melukai satu sama lain Za. Bibi sudah berpengalaman dalam hal seperti ini, jadi aku tahu apa yang kau rasakan sekarang. Lebih baik kau temui dia dan segera selesaikan masalah kalian sebelum semuanya terlambat. Jangan sampai kau menyesal karena mengambil keputusan yang salah Za. Ingat itu baik-baik. " ucap Neneng menasihatinya.


"Iya Bi. Dan juga Ezza minta tolong sama Bibi untuk tidak bertanya apapun lagi padaku saat ini. Aku ingin menenangkan diriku, jadi please jangan ganggu aku," jawab Ezza kemudian menutup kamarnya.


Melihat ekspresinya aku tahu dia pasti dicampakkan oleh Wiway. Kasian sekali Ezza, dia pasti sangat sedih karena ini pertama kalinya ia patah hati. Tenang saja Za, bibi akan selalu ada untukmu.


*********


"Berisik sekali,". Ezza segera mengambil jam Beker itu kemudian melemparkannya ke lantai hingga pecah.


"Hadeh, pagi-pagi sudah bikin darah tinggi. Andai saja kau tidak sedang patah hati aku pasti sudah memaki-maki dirimu karena sudah membuat keributan di pagi hari." Neneng kemudian menghampiri Ezza di kamarnya.


"Bukankah dia harusnya kuliah, tapi kenapa dia masih tidur. Apa perlu aku membangunkannya. Hmmm tapi biarlah, namanya juga lagi galau pasti dia tidak mau masuk kuliah karena lagi berduka. Sebaiknya aku biarkan saja dia, aku tidak mau mengganggunya agar ia bisa menjernihkan pikirannya,". Neneng kemudian meninggalkan kamar Ezza dan pergi bekerja.


Sementara itu di klinik Aby, Semua orang terlihat sibuk karena klinik sangat ramai hari itu.


Wiway tampak membuka matanya perlahan dan beranjak dari tempat tidurnya. Ia kemudian bergegas ke kamar mandi, setelah mandi ia segera merapikan penampilannya dan keluar dari kamarnya untuk membantu Aby.


"Pagi Wi," sapa Aby ramah


"Pagi By,"

__ADS_1


"Bagaimana keadaan kamu sekarang?" tanyanya lagi


"Tidak baik," jawabnya gusar


"Sebaiknya kau jangan kerja dulu hari. Pergilah jalan-jalan agar kau bisa menjernihkan pikiran mu,"


"Baiklah jika kau memaksa," jawab Wiway kemudian meninggalkannya.


"Dasar Wiway, kamu masih saja sama meskipun sedang patah hati," ucap Aby tersenyum melihat tingkah kocak Wiway.


Wiway segera keluar dari klinik dan berjalan-jalan di taman Kota. Gadis itu begitu sedih ketika melihat muda-mudi yang terlihat bahagia bersama pasangannya masing-masing.


"Andai saja aku bisa seperti mereka, oh kenapa gue jadi melow gini." ucapnya gusar.


Gadis itu kemudian mengusap air matanya yang kini mulai menetes di pipinya.


"Sabar Wi, sabar ini bukan ujian tapi cobaan," ucapnya mencoba menghibur dirinya sendiri.


Tapi bagaimana ia mencoba mengeluarkan dirinya, Wiway tetap saja mahluk yang lemah. Ia kemudian berlari menuju ke tempat yang sepi dan menangis tersedu-sedu.


"Ezza aku kangen, aku kangen banget sama kamu, aku rindu serindu-rindunya. Rasanya sakit banget kalau lihat pasangan kekasih bermesraan di depan ku, tapi aku gak mau mati Za, aku masih mau hidup seribu tahun lagi agar aku bisa terus berada di sisimu," ucapnya sembari mengusap air matanya.


"Mba lagi galau ya?" tanya seseorang mengagetkan Wiway


"Kok tua, eh tau," jawab Wiway


"Keliatan tuh dari matanya yang sembab, btw mba mau gak aku kasih obat anti galau?" tanya perempuan itu


"Mau," jawab Wiway langsung mengangguk.


"Tara, perkenalan skin care anti galau, bisa memutihkan sekaligus membuat muka anda menjadi glowing hanya dalam waktu kurang dari satu bulan. Pakailah teratur siang dan malam dijamin muka anda akan bersinar seperti bintang saat anda tidak punya utang." terangnya berapi-api


"Sue, dasar sales gak tahu apa kalau gue lagi galau, bisa-bisa promosi dengan mengatas namakan cinta." umpat Wiway kemudian menempelkan tisu bekas ke wajah wanita itu.


"Maaf aku tidak tergoda," imbuhnya kemudian lari meninggalkan wanita itu.


Wiway menghentikan langkahnya didepan kampus Ezza, wanita itu terlihat terengah-engah sembari mengatur nafasnya.


"Lumayanlah dengan menjaili sales itu bisa mengurangi kesedihan gue,"

__ADS_1


Ia kemudian berjalan memasuki kampus, dan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Ezza.


"Kali aja gue bisa ketemu Ezza disini, lumayankan bisa mengobati kerinduan gue sama dia," seketika pandangannya berhenti ketika melihat sosok Berlin yang sedang bergelayut manja di samping Ezza.


__ADS_2