Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 87. Jangan Halangi aku


__ADS_3

"Nyonya, ada yang ingin bertemu dengan anda hari ini," tukas seorang satpam menghampiri Nyi Sumi


"Ezza, jadi dia pemuda itu." ucapnya menyeringai


Ia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi nomor yang tertera dalam buku tamu itu.


*Dreet, dreet, dreet!!


Ezza segera mengangkat ponselnya, "Halo,"


"Apa kau yang bernama Ezza Sinatria?"


"Benar, ada apa ya?" tanya lelaki itu


"Saya Sumi Arswendo, jika kau ingin bertemu denganku maka temui aku sekarang di Restoran BINTANG," ucap wanita itu.


"Baik, bisa kirimi saya lokasinya?"


Sumi segera mengirim lokasi restoran itu dan mematikan ponselnya.


Ezza bergegas menuju ke parkiran, Ia segera meluncur meninggalkan kampus menuju Restoran Bintang.


Setibanya di restoran itu, Ezza segera memarkirkan motornya di parkiran restoran yang tampak sepi. Saat ia akan membuka helmnya tiba-tiba sebuah balok kayu menghantam tengkuknya hingga ia jatuh tersungkur ke lantai dan tak sadarkan diri.


*Buuggghhh!!!


Dua orang pria segera berlari kearahnya dan menyeret tubuhnya.


"Semuanya sudah beres Nyai,"


"Ok, masukan lelaki itu kedalam bagasi mobil ku,"


"Baik Nyai,"


Sumi segera keluar dari restoran dan menuju ke parkiran.


Tiga orang lelaki berbadan kekar sudah menunggunya di tempat itu.


"Terimakasih atas kerja keras kalian, pastikan tidak ada jejak yang kalian tinggalkan," ucap wanita itu kemudian memberikan sebuah amplop coklat berisikan uang kepada mereka.


"Tentu saja Nyai, semuanya bersih dan tidak ada seorangpun yang bisa mengendus kejahatan kami," sahut seorang lelaki memeriksa isi amplopnya.


"Ok, kalau begitu sampai jumpa lagi lain waktu," Sumi segera masuk kedalam mobilnya saat seorang lelaki membukakan pintu mobilnya.


Wanita itu menarik gas mobilnya meninggalkan area parkiran restoran.


Sumi menghentikan mobilnya didepan rumahnya. Wanita itu kemudian mengeluarkan Ezza dan menyeretnya masuk kedalam rumahnya.


"Malam ini adalah malam kematian mu yang selanjutnya Wiway. Dan malam ini juga aku akan memberimu kesempatan hidup lagi sayang," ucap wanita itu mencium kening jasad Ki Parto.


"Kau harus hidup kembali agar aku tetap bisa awet muda dan kekal. Karena hanya dirimu yang bisa mewujudkan semua keinginan ku,"


Sumi kemudian menyiapkan sebuah sesaji dan mulai ritualnya.


*Dreet, dreeet, dreet!!


"Sial, siapa lagi yang mengganggu ku!" ucapnya geram


Wanita itu segera berdiri dan mengambil ponsel Ezza yang terus berdering.


"Cih, kau pasti menghubunginya agar ia segera menyelamatkan dirimu, itu tidak akan pernah terjadi Wiway," Sumi segera mematikan ponsel Ezza dan memasukannya kedalam saku bajunya.


Ia kemudian kembali melanjutkan ritualnya.


"Sial, siapa yang berusaha ikut campur dalam urusan gue," wanita itu segera beranjak dari duduknya dan membuang sirih dari mulutnya.


"Kau belum tahu berurusan dengan siapa Aki," ucap Sumi geram.


***********


Cepat berikan paku bumi itu pada lelaki itu. Karena hanya dia yang bisa mengakhiri penderitaan ayah. Lakukan itu untukku putraku,


"Huft!!" Aby terbangun dan mengusap puh yang membasahi keningnya.

__ADS_1


Ia segera mengambil segelas air minum dan meneguknya hingga tak bersisa.


"Mimpi itu lagi, kenapa kau selalu mendatangi ku lewat mimpi ayah, apa kau tidak bisa menemuiku secara langsung seperti saat kau menculik Wiway dariku," umpatnya lirih.


"Lagipula siapa lelaki itu, siapa pemuda terpilih yang bisa membunuh Wiway. Andai aku tahu siapa dia, aku pasti akan memberikan paku bumi ini padanya dan mengakhiri penderitaan mu dan juga Wiway. Beri aku petunjuk ayah agar aku bisa membebaskan dirimu dari jerat wanita Iblis itu dan kau bisa beristirahat dengan tenang di alam baka," Aby kemudian membuka laptopnya dan mencari tahu tentang paku bumi di dunia Maya.


***************


"Siapa yang berhasil mengubah Wiway kembali menjadi Wewe Gombel, sepertinya dia bukan orang biasa," ucap Sumi sinis


"Baiklah, kau boleh saja merubah Wiway kembali menjadi Wewe Gombel. Tapi aku punya cara agar aku tetap bisa memanfaatkan Wewe Gombel itu untuk menjadikan aku hidup abadi dan awet muda," imbuhnya menyeringai


Sumi kemudian menyeret tubuh Ezza dan memasukannya kedalam bagasi mobilnya.


Ia kemudian melesatkan kendaraannya meninggalkan kediamannya.


Sumi sengaja menggantikan mobilnya di sebuah jalan tol yang ramai.


"Sekarang tidak ada lagi lelaki terpilih yang bisa mengakhiri penderitaan mu Wiway,"


*Bruugghh!!!


Wanita itu kemudian melemparkan tubuh Ezza ke jalanan yang begitu ramai malam itu.


"Semoga dengan kematian mu bisa membuatnya semakin tersiksa," ucap wanita itu menyeringai.


Ia kemudian berlari dan masuk kedalam mobilnya. Bunyi suara klakson membuat Sumi bergegas menarik gas mobilnya dan melesat pergi meninggalkan tempat itu.


Dari arah berlawanan terlihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi kearah Lingga.


"Tamatlah riwayat mu anak muda," ucap wanita itu menyeringai.


*Wuuushhh!


Sebuah bayangan putih melesat dan menyambar tubuh Ezza saat sebuah mobil hendak menabraknya.


"Aku tidak akan membiarkan dirimu mati sayang. Aku akan melakukan apapun demi menyelamatkan dirimu walaupun aku harus memberikan nyawaku," ucap Wiway membawa tubuh Ezza pergi dari tempat itu.


"Kalian memang sudah ditakdirkan untuk bersama, apapun yang terjadi kalian pasti akan saling melindungi satu sama lain." ujar Lingga tersenyum menatap Wiway dari tepi danau


**********


"Ezza, seandainya aku tahu dari dulu aku pasti akan memberikan paku bumi ini padamu dan meminta dirimu untuk mengakhiri penderitaan Wiway."


************


"Selamat pagi sayang," sapa Wiway tersenyum menatap Ezza yang mulai membuka matanya


"Pagi sayang," jawab Ezza sembari memegangi tengkuknya yang masih terasa sakit.


"Arrrrrghhh, sakit sekali!"


"Apa masih sakit??" tanya Wiway menghambur kearahnya


"Iya, tapi kalau diusap sama kamu sakitnya ilang," ucap Ezza sambil tersenyum padanya


"Dasar manja,"


"Kapan aku manja sih sayang, aku kan cuma mau diperhatiin sama kamu," ucap Ezza manja


"Ehemm!!" seru Derry memasuki kamar kost Ezza


"Ngapain Lo datang kemari bro?" tanya Ezza


"Gue kan care sama Lo jadi gue datang buat nengokin Lo. Sekalian memastikan apa Lo masih bernafas atau sudah ke rawa-rawa,"


"Sue Lo, sahabat lagi kesakitan gini bukannya di bantu obatin malah doain," celetuk Ezza


"Sini aku obatin biar cepat sembuh bro!" sahut Derry


"Obatin pake apa, emang Lo dokter?" tanya Ezza


"Pake cinta donk, kan gue dokter cinta eeaaa," jawab Derry membuat Wiway terkekeh mendengarnya

__ADS_1


"Dih ogah, gue masih normal dudul,"


"Btw cepat mandi, hari ini giliran kita presentasi jadi gak boleh telat ke kampus apalagi izin gak masuk," tandas Derry


"Iye bro, gue mandi dulu bentar," Ezza segera beranjak dari ranjangnya dan menuju kamar mandi.


"Hmmm, kayaknya enak nih. Boleh dong nyobain dikit,"


Derry mengendus aroma masakan yang dibawa oleh Wiway


"Jangan celamitan, itu buat gue seorang," Ezza langsung mengambil makanan dari sendok Derry.


"Dasar medit," cibir Derry


"Bodo," Sahut Ezza langsung menghabiskan makanannya


"Tenang aja Der, gue udah siapin kok buat Lo," jawab Wiway segera memberikan sepiring nasi goreng untuk Derry.


"Thanks Wi, Lo memang yang terbaik!" jawab Derry


"Terbaik, emang Bo boi Boy!" sahut Ezza


"Wiway emang Bo boi girl dan Lo adudu si muka kotaknya," jawab Derry sambil terkekeh


"Sue Lo!!"


**********


Siang itu Derry dan Ezza tampak bahagia setelah selesai melakukan presentasi mereka dengan lancar.


"Alhamdulillah pecah juga tuh telor!" ucap Derry


"Hooh Der, Alhamdulillah akhirnya kita berdua lulus di mata kuliah Mr. Saragih," sahut Ezza memeluknya.


"Selamat ya, Akhirnya kalian berhasil lulus di mata kuliah Mr. Saragih tanpa bantuan ku," ucap Berlin mengulurkan tangannya.


Saat Ezza akan menyalaminya buru-buru Derry menepis lengannya.


"Jaga mata, jaga hati ingat Wiway." ucapnya kemudian menjabat tangan Berlin


"Dih dasar,"


"Sebaiknya Lo segera pulang, inget istri Lo menunggu di rumah,"


"Istri???, memangnya Wiway dan Ezza sudah menikah?" tanya Berlin terkejut mendengar ucapan Derry


"Nikah sih belum Be tapi kalau kawin udah,"


"Sembarangan lo kalau ngomong!" celetuk Ezza langsung memukul Derry


"Gini-gini gue lelaki sejati yang selalu menjaga kehormatan pasangan gue,"


"Iye sayang, maafkan aku sudah suudzon sama kamu," tukas Derry merayunya.


"Hilih, gue tahu kenapa Lo ngomong gitu. Sans aja gue gak bakal Nikung gebetan sahabat sejati ku," jawab Ezza


"Terimakasih sayang atas pengertiannya, jadi makin lope-lope deh sama kamu," sahut Derry memeluknya


"Love you to honey," sahut Ezza kemudian meninggalkan Derry dan Berlin.


"Cih, dasar alay!" cibir Berlin


"Maaf Be kalau kami alay. Btw apa ada yang mau disampaikan lagi?" tanya Derry


"Emangnya kenapa, sepertinya kamu buru-buru banget. Bukankah kau ingin berduaan denganku, tapi kenapa tiba-tiba ingin pergi?" tanya Berlin mendekatkan wajahnya kepada Derry


"Aku lupa kalau aku ada janji dengan teman untuk mengerjakan tugas bareng," jawab Derry gugup


"Memang sejak kapan kamu berubah menjadi sosok mahasiswa yang rajin,"


"Sejak aku kenal kamu kan??" jawab Derry mencoba mengendalikan dirinya.


"Jangan bilang kau melakukan semua ini untuk membuat Ezza jauh dari ku Der, aku tahu siapa dirimu dan kenapa kau seperti ini padaku," bisik Berlin

__ADS_1


"Dari semua lelaki di kampus hanya engaku yang tak terjerat oleh pesonaku, apa itu suatu kebetulan???" tanya Berlin menatapnya sinis


__ADS_2