Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 92. Membangkitkan Arwah


__ADS_3

#Cerita ini hanya fiktif belaka, nama tokoh, nama tempat, dan semua yang adegan serta ritual di dalam novel ini adalah murni hasil khayalan author semata. Jika ada kesamaan maka itu hanya kebetulan dan tidak di sengaja.#


Aku juga bersedia menjadi pelindung pemuda itu jika di butuhkan," tukas Barra


"Maksudnya???" tanya Rangga dan Lingga bersamaan


"Aku akan masuk kedalam tubuh lelaki itu setelah pernikahan mereka," jawab Barra


"Jangan Gila Bar, jangan cari mati Lo!" sahut Rangga


"Gue gak cari mati kok, gue cuma ingin merasakan kembali bagaimana nikmatnya menjadi pengantin baru," jawab Barra membuat mereka semua tertawa mendengarnya


"Sue Lo!!!"


"Dasar Omes!!"


"Tapi boong, mana mungkinlah seorang Barra Wowo ucin yang ganteng dan baik hati akan melakukan hal rendah seperti itu. Aku hanya ingin membantunya saja. Aku ingin memberikan sedikit kebahagiaan padanya sebelum akhir hidupnya. Bagaimanapun juga dia berhak mendapatkan kebahagiaan. Aku tahu hidupnya begitu menderita ketika ia masih hidup, bahkan setelah matipun ia masih harus menderita. Aku hanya ingin membantunya mewujudkan mimpinya untuk menikah dengan lelaki yang ia cintai. Sedikit kebahagiaan akan membuatnya Bahagia saat menghadapi kematian keduanya yang begitu menyakitkan aku rasa," ujar Barra


"Bagaimana jika kau ikut mati saat pemuda itu mati?" tanya Gilang


"Tidak mungkin, mahluk seperti diriku baru akan mati setelah dunia ini berakhir alias kiamat. Jadi kau tidak usah khawatir zheyenk," jawab Barra memonyongkan bibirnya kearah Gilang


"Dih najong!" celetuk Gilang membuat semuanya tertawa


"Baiklah kalau begitu sekarang saatnya kita bangkitkan Wewe Gombel itu," tukas Rangga


"Gimana caranya bro??" tanya Gilang


"Lah bukannya lo yang paling pintar membangkitkan para arwah Lang, kok malah nanya gue??" jawan Rangga


"Kalau begitu biar gue aja yang bangkitin," jawab Barra


"Caranya???" tanya Gilang dan Rangga bersamaan


"Dih kepo, asih tahu gak ya?"


"Hmmm,"


"Gak usah gak papa kok, kita mah dukun papan atas jadi bisa tahu apa isi otakmu itu," celetuk Gilang


"Dih Sombong!!"


"Gak papa sekali-kali Bar,"


"Iya aja deh asal Lo bahagia Lang," jawab Barra


"Unncch so sweat, jadi makin lope-lope deh sama babang Bar-bar," jawab Gilang


"Mulai deh alay!"


"Kalau gitu biar Lee aja yang akan membangkitkannya,"


"Nah cakep,"


"Emang kudu gitu Lee, karena hanya yang masih hidup yang bisa membangkitkan arwah. Santai saja aku akan membantumu dengan doa," jawab Gilang


"Hahahaha, dasar sue Lo Lang!" seru Rangga sambil terkekeh


"Dih sue, kirain beneran Om Gilang mau bantu eh ternyata malah bantu doa. Gak bakal sampai om doanya, secara orang mati sudah tidak akan diterima lagi amal ibadahnya," jawab Lingga


"Inggih Mbah dukun,"


"Yaudah kita mulai saja sebelum magrib," ucap Barra


"Memangnya kenapa kalau magrib Bar??"


"Dih pakai nanya lagi, kalian jelas lebih paham dari gue," sahut Barra


"Kagak!" seru Mereka bersamaan


"Dih nyebelin!" Barra segera menghampiri Wiway kemudian memindahkan wanita itu ke tepi kolam.


"Kau sudah bangun nak?" tanya Lingga saat melihat Derry beranjak dari ranjangnya.


"Ya ampun cucuku sangat mirip denganku," ucap Rangga mendekati Derry


"Mirip kan???" tanya Rangga lagi


"Mirip dari mananya??" ucap Gilang


"Masa sih gak mirip, orang bagai pinang dibelah kepak gini kok,"


"Jelas gak miriplah kalau belahnya pakai Kampak, yang ada hancur pasti salah satunya,"


"Ngomong hancurnya biasa aja dong Lang, gak usah lihat gue juga," sahut Rangga


"Dih baper,"


"Oii, trio duda merapat kuy!!" seru Barra membuat Rangga dan Gilang segera menghampirinya.


"Waktu kita tidak banyak, kuy kita mulai saja acaranya,"


"Acara apa Bar??" tanya Gilang dan Rangga bersamaan


"Arisan perawan," jawab Barra


"Mau," jawab keduanya kompak


"Dih dasar giliran ada perawan aja langsung cepet," tukas Lingga


"Biasalah Lee, namanya juga Duren kan sudah lama gak dapat sentuhan jadi beginilah," sahut Barra


"Sebaiknya kita mulai guys, waktunya sudah tidak banyak lagi. Sebaiknya Lo pandu anak Lo Ran, biar gue dan Barra yang akan berjaga-jaga di sini," ucap Gilang

__ADS_1


"Ok siap kita mulai, 3, 2, 1, go!!" seru Rangga memberikan aba-aba


Rangga segera merasuk kedalam tubuh Lingga. Sementara itu tidak lama kemudian angin kencang berhembus menyapu semua sesaji diatas altar. Lingga segera menahan tubuh Wiway agar wanita itu tak tersapu oleh angin.


Gilang berusaha menahan kekuatan supranatural yang mencoba merusak ritual mereka.


"Tidak ada cara lain, sepertinya gue harus memanfaatkan bocah itu," Gilang kemudian berjalan menghampiri Derry dan segera merasuki tubuh pemuda itu.


*Tak, tak, tak!!


Mereka terdiam sesaat ketika mendengar suar derap langkah memasuki kediaman Lingga.


Tidak lama dua sosok mahluk gaib berdiri di depan Lingga.


"Siapa mereka??" ucap Gilang penasaran


"Aku belum pernah bertemu mahluk seperti itu sebelumnya, apa mereka monster??" tandas Barra menatap lekat kedua mahluk itu.


"Benar, seumur hidup aku menjadi dukun belum pernah tahu kalau akan ada mahluk seperti tokoh dalam film Anime," ujar Barra


Mahluk itu segera melepaskan tali kearah Lingga dan kemudian menarik lelaki itu kearahnya.


Lingga berusaha bertahan namun tenaga Mahluk itu lebih kuat. Tubuh Lingga roboh dan Wiway terlepas dari tangannya.


*Bruugghh!!!


Sesosok mahluk lainnya menyerang segera menyerang Lingga sementara makhluk yang satunya berusaha mengambil tubuh Wiway.


Gilang segera melesat menyambar tubuh Wiway dan membawanya pergi dari mahluk itu.


Mahluk itu menyeringai dan segera mengejar Gilang. Ia kemudian mengepalkan tangannya dan melepaskan pelukan kerasnya kearah Gilang.


*Buuggghhh!!


Tubuh Derry terpental menghantam altar sesaji.


*Brakkkk!!


Mahluk itu segera menarik baju Derry dan kemudian melemparkannya kearah danau.


*Byuurr!!!


"Sial!!!" Derry yang dirasuki oleh Gilang segera keluar dari dalam air dan berenang menuju ke tepi danau.


Tiba-tiba mahluk itu keluar dari dalam air dan mendorong tubuh Derry kembali ke tengah Danau. Derry berusaha melawan saat mahluk itu mencoba membunuhnya di dalam air. Keduanya terlihat pertarungan sengit di dalam air.


Makhluk itu mencekik leher Derry sembari membenamkan lelaki itu kedalam air.


*Buuugggghhh!


Derry segera mendengkul mahluk itu tepat mengenai alat vitalnya hingga mahluk tersebut melepaskan cekikannya.


Melihat mahluk itu lengah, membuat Derry TK menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menyerang balik sosok raksasa itu.


Melihat mahluk itu masih bisa bangun dan berdiri membuat Gilang semakin meradang. Ia kemudian mengembangkan tangannya dan menggerakkannya. Gerakannya begitu gemulai membuat mahluk itu tak mencurigainya. Seketika tubuh Derry melesat ke angkasa bak sebuah rocket yang lepas landas meningkatkan Bumi.


Sebuah kilatan cahaya menyambar tubuh pemuda itu. Bukannya terbakar tubuh Derry justru mengeluarkan cahaya yang membuat semua mata langsung menatap takjub kearahnya.


Bak sebuah daya listrik, setelah tubuh Derry sudah terisi dengan kekuatan cahaya, kini cahaya di tubuh pemuda itu mulai memudar dan menghilang. Ia kemudian melesat dengan cepat sembari mengepalkan tinjunya kearah mahluk itu.


"Sial, kenapa Gilang memakai jurus maut itu," Rangga segera menyambar tubuh Wiway dan menjauh dari tempat itu.


Tidak terkecuali dengan Barra, ia juga segera mengambil langkah seribu meninggalkan tempat itu.


"Kabuur!!!" teriaknya lantang.


Derry segera melepaskan tinjunya tepat mengenai ulu hati mahluk itu hingga seketika tubuh raksasa itu hancur berkeping-keping.


*Duarrt!!!


Seketika tanah berguncang membuat Rangga dan Barra terpelanting terkena hempasan angin panas yang menyapu keduanya.


*Buuggghhh!!


"Anj*r si Gilang, gak bilang-bilang kalau mau mengeluarkan jurus pamungkas itu. Hadeeh kasian Lingga dia pasti kesakitan," Rangga segera bangun dan menghampiri Wiway yang terkapar tak jauh darinya.


"Maafkan aku Neng, karena tak bisa melindungi mu,"


*Kreek!!


Rangga Terdiam sesaat ketika tangan Wiway mulai bergerak.


"Apa yang terjadi," Rangga perlahan mendekati gadis itu.


Ia kemudian menyentuh kening wanita itu untuk memastikan suhu tubuhnya.


"Aww panas!!" ia segera mengangkat tangannya saat merasakan suhu tubuh Wiway begitu panas.


Tak lama sebuah kilatan cahaya menyambar tubuh wanita itu membuat Rangga langsung menutup matanya karena silau.


Tidak lama Wiway kembali menggerakkan jari tangannya.


Rangga yang masih penasaran hanya menatapnya saja tanpa berbuat sesuatu. Semakin lama tubuh Wiway mulai bergerak-gerak dan menggeliat di tanah.


Rangga berusaha menghentikannya namun suhu panas di tubuh Wiway yang melebihi panas api bumi membuat lelaki itu tak bisa menyentuhnya.


*Brakkkk!!!


Sesosok mahluk raksasa itu menghampiri keduanya, dan tidak lama Wiway membuka matanya.


"Hentikan dia, jangan sampai ia menyentuhnya!!" seru Gilang berlari menyambangi mereka.


Saat Rangga mencoba menghadang mahluk itu, sebuah pukulan keras melesat kearahnya membuat tubuhnya melesat dan tercebur ke danau.

__ADS_1


*Byuuur!!!


Gilang segera berlari dan melompat ke punggung mahluk itu. Ia berusaha menancapkan kerisnya ke tengkuk mahluk itu. Namun dengan cepat mahluk itu langsung menariknya dan melempar tubuhnya hingga menghantam pagar rumah.


*Braakkk!!


"Aduh Mak!" seru Gilang memegangi punggungnya


Tidak tinggal Diam Barra juga melepaskan tendangan mautnya kearah mahluk itu.


*Buuggghhh!!


"Eits, dia tak bergeming sedikitpun. Anj*r sebenarnya dia ini apa sih, demit bukan manusia juga bukan???" ucap Barra penasaran


Mahluk itu menoleh kearahnya dan segera melepaskan pukulan kearahnya, beruntung Barra segera menghilang dan menghindari serangannya.


"Untung gak kena oii," jawab lelaki itu mengusap dadanya


"Arrgghhh!!" mahluk itu begitu geram ketika serangannya meleset. Ia berteriak sekeras-kerasnya kearah Barra, membuat lelaki itu langsung menutup hidungnya secara otomatis.


"Bau bro, btw Lo makan apa sih kok baunya bikin gue enek!" cibir Barra


"Nih kumur-kumur dulu biar wangi," tukas Barra memberikan obat kumur kepada mahluk itu.


"Jangan lupa rajin gosok gigi biar gak bau mulut," imbuhnya


Mahluk itu semakin berang dan meremas obat kumur itu. Ia kemudian mengarahkan kuku-kukunya yang tajam untuk menyerangnya, beruntung Barra dengan gesit selalu bisa mengelak dari serangannya.


"Gak bisa di biarin nih!!" Gilang segera berlari menghampiri mahluk itu dan melepaskan tendangan keras kearahnya.


Saat mahluk itu menoleh kearahnya, ia kembali melompat dan melepaskan tinjunya tepat diatas ubun-ubun mahluk itu.


Rangga tidak tinggal diam ia juga segera menyerang lelaki itu dan melepaskan tinjunya ke punggung mahluk itu.


"Serangan penutup Bar!!" seru Gilang


"Siap bro!!" Barra segera mengambil keris pusakanya dan menusukkannya ke jantung raksasa itu.


Seketika mahluk itu mengerang dan menghilang menjadi kepulan asap hitam.


"Beres!!" seru Rangga


Ketiganya kemudian menghampiri Wiway yang menggeliat seperti seekor ular.


"Kita apakan dia Lang?" tanya Barra


"Mandikan dia!" jawab Gilang


"Baik bro, dengan senang hati," tukas Barra segera menghampiri wanita itu.


"Dasar Omes, pasti dia sudah membayangkan yang bukan-bukan, wkwkwkwk!" celetuk Rangga sambil tertawa


"Kaya Lo gak aja Ran," sahut Gilang


"Iya juga sih wkwkwkk,"


"Dasar Omes semua,"


"Emang Lo gak Lang," tanya Rangga


"Gaklah," jawab Gilang membersihkan noda di bajunya


"Gak jauh beda maksudnya," imbuh Gilang membuat keduanya tertawa


"Sue Lo!"


"Kita mandi dulu yuk Neng Wiway," ucap Barra merengkuh tubuh wanita itu dan membawanya ke danau


"Neng ayo Neng ayo main pacar-pacaran," goda Rangga sembari bersenandung


"Emoh," sahut Gilang memalingkan wajahnya


Barra kemudian menurunkan Wiway ke tepi danau.


"Mau Abang mandiin apa mandi sendiri Neng?" tanya Barra menatap Wiway


Wanita itu tak bergeming apalagi merespon ucapan Barra.


"Mandiin aja Bar!" seru Rangga


"Ok," Baru saja Barra akan menyiramkan air ke tubuh wanita itu, tiba-tiba Wiway mencekik lehernya dan menatapnya bengis.


"Sokor!!, makannya jangan celamitan!" seru Rangga saat melihat Barra kesakitan


"Tolong gue guys, ini beneran bukan bercanda," ucap Barra terbata-bata.


Gilang berjalan pelan-pelan mendekati Wiway.


"Kamu pasti lapar ya cah ayu," ucapnya kemudian memberikan sepiring penuh kembang telon kepada wanita itu.


Seketika Wiway langsung melepaskan cekikannya dan menghabiskan bunga itu.


" Thanks Lang, emang Lo yang paling bisa diandalkan," ucap Barra segera meninggalkan Wiway


"Sekarang mandilah!!" ucap Gilang


Wiway segera menuruti perintah Gilang, ia kemudian menceburkan diri ke danau dan membersihkan tubuhnya.


*Flashback off


""""*""""""''*"""""''


Jangan lupa dukung author dengan cara kasih like n komen juga favorit kan ya guys 😘😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2